Berita

"Kalahkan Rasa Takut Siswa Prakerin SMK Serui Papua Beranikan Diri Ikut Donor Darah"

Print
Category: BERITA
Created on Sunday, 19 November 2017 Last Updated on Monday, 20 November 2017 Published Date Written by Super User

Jum’at 17/11/2017, tepat  pkl.08.00 wib, mobil putih berstiker PMI

Kota Malang dengan tulisan merah, disamping bodi bertuliskan setetes darah anda menyelamatkan mereka, nampak memasuki halaman PPPPTK BOE Malang dan meluncur menuju Aula Mitreka Satata, dengan sigap dan gesit para petugas  tim medis PMI nampak mengeluarkan  perlengkapan donor darah. mulai registrasi, meyiapkan ranjang lipat, mengatur konsumsi pendonor, form pendaftaran, cek hemoglobin

Penataan tempat nampak sudah terkondisikan dengan baik, terlihat meja dan tempat duduk sudah tertata rapi ditambah iringan lagu dangdut menjadikan suana menjadi hangat tidak terlihat mencekam, dr.Galih dari poliklinik PPPPTK BOE Malang telah siap dengan peralatan  tensi. Ya... sebelumnya nampak sudah dipersiapkan jauh hari dan sudah berkoordinasi dengan humas untuk diinformasikan pada kalayak, mulai pemasangan spanduk di depan pagar PPPPTK BOE Malang hingga leaflet  dibagikan disemua unit kerja lingkungan internal hingga warga RT/RW setempat.

Calon Donor sebagai besar dari pegawai dan masyarakat umum, nampak sudah menunggu dengan tertib tak lupa mengisi form merah muda  telah disiapkan petugas PMI, dilanjutkan cek tekanan darah, melakukan timbang badan, dan melakukan registrasi cek hemoglobin. “Ada keluhan sakit ?, ada sakit yang diderita, sudah pernah donor?” tanya petugas PMI dengan ramah pada calon donor. Setelah dicatat rekam medis untuk ditentukan layak/pantas tidaknya untuk mendonor,   jika layak maka peserta donor langsung menuju ke ranjang yang telah disiapkan petugas, ada 4 ranjang dengan 2 petugas telah siap.namun jika tidak memenuhi standar yang dipersyaratkan maka calon donor  tidak diperkenankan untuk menyumbangkan darahnya hingga benar-benar sehat.

Petugas medis nampak cukup cekatan dan terampil ketika menusukkan jarum ke pembuluh darah yang ada dilengan, terlihat pendonor tidak merasa sakit dan rileks, pengambilan darah tidak terasa lama ampul sudah terisi penuh, dengan sigap petugas medis melepas jarum dan memberikan plester pada pendonor. Setelah dinyatakan selesai pendonor langsung mengambil hidangan yang telah disipkan petugas, terdiri dari segelas aqua, susu, roti dan tablet penambah darah.

Ada yang menarik ketika kegiatan donor darah  berlangsung di Aula Mitreka Satata, Gatot salahsatu peserta prakerin jurusan Multimedia dari Kep.Serui Irian jaya, “ Saya Takut Pak Guru, Saya tidak mau Pak Guru” ketika humas meminta kesediaannya untuk ikut menyumbangkan darahnya. Ya siswa prakerin ini juga terlibat langsung praktek  pengambilan gambar, namun  beberapa lama berselang, siswa prakerin jurusan MM dari SMK serui ini berubah pikiran ketika humas membujuknya kembali, setelah melihat langsung dan mengamati pengambilan darah tidak merasa sakit, timbul keberaniannya untuk ikut merasakan bagaimana jika darah saya diambil, terlebih mendapat snack gratis dari PMI.”

"Saya baru pertama kali ini donor pak Guru” Gatot menambahkan ketika selesai donor. Bagaimana perasaanmu setelah diambil darahnya? “Yaa... sehat-sehat dan baik-baik saja pak guru” ujarnya.

Yaa... kegiatan donor ini dilaksanakan setiap 3 bulan sekali dan bekerja sama dengan PMI Kota Malang.  jadual yang padat dari PMI Kota Malang menjadikan donor darah ini  tidak dapat diikuti peserta diklat, mengngat seharian sebelumnya banyak peserta telah kembali ke daerahnya masing-masing. Kegiatan donor ini juga mendapat perhatian dari siswa-siswi prakerin,  terutama yang telah berusia 17 th, terlihat tidak sedikit dan tidak canggung untuk mengisi  form registrasi, Siswa-siswi cukup berani ikut ambil bagian donor darah.

Dari catatan yang ada, kegiatan Donor darah ini diikuti lebih dari 43 pendonor namun yang berhasil donor  37 orang, terdiri dari  pegawai, masyarakat umum maupun siswa-siswi prakerin.(hmy)

 

 

Copyright 2017. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG