Berita

Penelitian Mahasiswa UM Metoda OCB “Analisis Organizational Citizenship Behavior pada Pegawai Bagian Umum PPPPTK BOE Malang”.

Print
Category: BERITA
Created on Monday, 27 November 2017 Last Updated on Wednesday, 29 November 2017 Published Date Written by Super User

Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor yang memiliki peran sangat penting disamping sumber daya lainnya

dalam usaha untuk mencapai keberhasilan suatu organisasi. Saat ini organisasi bisnis maupun organisasi non-bisnis harus menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks, seperti menghadapi kemajuan teknologi, pembatasan berbagai perarutan pemerintah, pertumbuhan persaingan nasional dan internasional (globalisasi) serta penyesuaian terhadap tantangan-tantangan tersebut dengan lingkungan internal organisasi. Dengan adanya berbagai tantangan yang dihadapi karyawan diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan dan perubahan yang terjadi.

PPPPTK BOE Malang, 16/11/2017, mahasiswa UM, Agung Lutfianto telah melakukan penelitian “Analisis Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Pegawai Bagian Umum PPPPTK BOE Malang”. Menurut Agung Mahasiswa semester akhir UM, Penelitian analisis Organizational Citizenship Behavior (OCB) ini sesuai dan menarik untuk diteliti. Metoda penelitian dengan melakukan interview langsung pada pegawai  terhadap suatu peristiwa yaitu adanya potensi ditunjukkannya Organizational Citizenship Behavior oleh pegawai PPPPTK BOE Malang sangat menarik untuk diketahui kebenaranya. Menurut Agung Lutfianto, berdasarkan hasil data wawancara yang telah dilakukan menjelaskan bahwa berbagai tindakan  mencerminkan pegawai menunjukkan OCB diantaranya;

Pertama, pegawai aktif dalam berpikir dan memberikan ide-ide untuk pengembangan dan mengatasi permasalahan dalam organisasi, penyampaian ide pegawai dapat melalui penyampaian langsung pada atasan secara lisan ataupun dengan penyampaian melalui proposal. Penyampaian ide secara lisan kepada atasan sering telihat dengan adanya diskusi mengenai perbaikan program acara workshop. penyampaian proposal terlihat dengan adanya pengajuan pelatihan dan pengembangan yang dibutuhkan pada kompetensi yang dirasa kurang. Hal tersebut membuktikan adanya potensi civic virtue dimana pegawai bersedia berkontribusi terhadap isu-isu dalam organisasi dengan menanggapi dan memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi.

Kedua, mengenai hubungan antar pegawai. Hubungan antar pegawai di PPPPTK BOE Malang sangatlah baik, intensitas terjadinya konflik antar pegawai sangat rendah. Ketika terjadi perbedaan pendapat maka akan didiskusikan bersama untuk mencapai kesepakatan pendapat mana yang akan diterima. Selain itu pegawai PPPPTK BOE Malang cenderung bersikap ramah dan sopan antar pegawai yang terlihat dari kegiatan saling menyapa dan mengingatkan mengenai jadwal dan kegiatan yang akan mereka kerjakan. Hal tersebut peneliti sadari saat berada di PPPPTK BOE Malang. Pegawai yang memiliki hubungan yang baik antar pegawai akan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, sedangkan pegawai yang memiliki konflik interpersonal diantara pegawai akan menimbulkan suasana kerja yang tidak nyaman serta dapat menurunkan semangat kerja. Hal tersebut menandakan diterapkannya courtecy atau kesopanan dimana para pegawai saling menjaga hubungan baik dan mengurangi terjadinya konflik diantara pegawai

Ketiga, pegawai di PPPPTK BOE Malang saling membantu satu sama lain. Ketika ada pegawai yang menerima beberapa tugas yang harus diselesaikan dalam waktu yang sama maka pegawai lain akan membantu untuk menyelesaikan tugas tepat waktu. Seperti halnya ketika ada keterlambatan pengiriman data oleh pihak-pihak lain yang mengakibatkan tugas tertumpuk yang harus diselesaikan pada waktu yang sama, disaat itulah pegawai lain akan membantu. Hal ini memper-lihatkan adanya potensi altruism dimana karyawan dengan suka rela membantu karyawan lain tanpa paksaan dan imbalan demi menyelesaian tugas dengan baik

Keempat, mengenai volunteer untuk pekerjaan ekstra. Terkait dengan keahlian yang dimiliki pegawai. Terlihat ketika terdapat computer yang tidak bekerja secara maksimal, disitu ada sebagian pegawai yang menawarkan diri untuk memperbaiki computer tersebut untuk bekinerja seperti sebelumnya bahkan aktivitas memperbaiki computer tersebut diluar pekerjaan pokoknya, hal-hal serupa sering terjadi di lingkungan kerja lain. Hal ini membuktikan bahwa terdapat potensi diterapkannya conscientiousness dimana melakukan pekerjaannya melampaui apa yang ditetapkan.

Kelima, menghormati semangat dan peraturan organisasi. Pegawai menunjukkan perilaku tertib dan disiplin, terutama mengenai absensi. Beliau mengatakan bahwa tingkat absensi dan keterlambatan pegawai sangat rendah bahkan pegawai cenderung datang lebih awal meskipun hanya sekedar untuk merapikan ruangan kerja ataupun berdiskusi dengan rekan kerja. Berkat dukungan sistem absensi berupa finger print yang dapat dilihat secara online memudahkan beliau ataupun pengamat dalam mengawasi para pegawai. Selain itu pegawai juga ikut serta dalam menjaga lingkungan kerja, terlihat pada ruang kerja yang bersihdan rapi. Dalam hal ini, menunjukkan diterapkannya dimensi conscientiousness dimana pegawai berperilaku melebihi tuntutan organisasi dengan mentaati peraturan dan ikut serta menjaga lingkungan kerja tetap bersih dan rapi.

Keenam, mengenai tingkat keluhan pegawai terkait lingkungan kerja yang tidak kondusif dan beban kerja. Adanya kegiatan konstruksi yang sedang berlangsung dalam rangka renovasi bangunan menimbulkan berbagai gangguan seperti berpindahnya ruangan tempat kerja pegawai ke tempat yang tidak sebaik sebelumnya dan beberapa kegiatan kontruksi yang menimbulkan kebisingan. Gangguan tersebut tidak mempengaruhi semangat kerja pegawai, mereka cenderung tetap bekerja secara maksimal, meskipun masih ada sedikit dari pegawai yang mengeluhkan penempatan material bagungan yang dirasa kurang tepat. Hal ini membuktikan terdapat potensi diterapkannya perilaku sportsmanship oleh pegawai, dimana karyawan tidak mengeluh mengenai pekerjaannya dan bekerja secara professional.

 

Dipilihnya PPPPTK BOE Malang sebagai obyek penelitian Mahassiswa UM dikarenakan Lembaga ini merupakan salah satu organisasi sektor publik yang memberikan pelayanan terhadap masyarakat dan lembaga-lembaga dalam bidang pengembangan dan peningkatan kompetensi profesional. Penelitian analisis Organizational menggunakan Konsep OCB berbasis pada filosofi politik dan teori politik modern yang diungkapkan Graham (1991) dalam Bolino, Turnley dan Bloodgood (2002: 508) ada tiga bentuk OCB yaitu Ketaatan, Loyalitas, dan Partisipasi, Perilaku menolong, Perilaku patuh terhadap organisasi dan melebihi harapan organisasi, Perilaku toleran, Perilaku kesopanan, Perilaku tanggungjawab terhadap organisasi. Diharapkan penelitian  metode OCB  dapat diselesaikan Agung Lutfianto dalam waktu 1 bulan dan sebagai tindaklanjut  mou antara PPPPTK BOE Malang dengan Universitas Negeri Malang (UM). (hmy)

Copyright 2017. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG