Berita

Menjadi Fotografi Yang Baik Sabar Menunggu Moment Terbaik

Print
Category: BERITA
Created on Friday, 23 November 2018 Last Updated on Monday, 26 November 2018 Published Date Written by muharyoso

Menjadi fotografer yang baik harus kaya referensi visual, dengan melakukan observasi atau riset untuk mengetahui

 

rundown acara sehingga dapat melihat posisi gestur obyek yang akan dibidik, mampu menaklukkan hambatan dilapangan seperti birokrasi/medan, memotret bukan untuk diri sendiri tetapi perspektif kita dalam menyampaikan pada publik dan sering berkomunikasi dengan camera yang dimilikinya."Melihat sesuatu hingga detil secara keseluruhan, Entire Detail Frame Angle Time (EDFAT) tegas ",Mas Harianto dalam penjelasannya beberapa faktor yang harus disiapkan/dimiliki bagi seorang fotografer." Kenali alat camera kita dengan baik" tambah Mas Ramdani.(gbr.seniman ukir ditrotoar jalan Legian-Bali)

Bimtek Teknik Fotografi Kehumasan sebagai media Informasi Instansi dilingkungan Ditjen GTK, digelar(Rabu, 21 s.d 24/11/2018) di Fashion Hotel-Legian Bali, dibuka secara resmi oleh Pak Nirwan (Kasubag kerjasama), dengan peserta unit pelayanan teknis dilingkungan Sekretariat Ditjen GTK dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mampu menjawab tantangan konseptual informasi dengan bahasa jurnalistik yang mudah dipahami dengan bahasa camera, bagaimana tidak? dua pakar fotografi profesional dari Media Indonesia, Mas Harianto dan Mas Ramdani cukup membuat kagum dan terkesan dengan materi yang diberikan pada peserta Bimtek.(gbr.Lobby Fashion Hotel)

"Sebuah foto dengan kemampuan visualisasi dapat mengungkapkan pandangan mata yang sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata, namun sebuah foto dapat menceritakan suatu peristiwa" ujar Mas Harianto

Diawali tayangan presentasi slide dari beberapa karya-karya  fotografer yang sekaligus sebagai narasumber dilanjutkan review dari sang fotografer, berlanjut dengan tugas hunting  kebeberapa obyek disekitar Legian – Bali. 

Review tugas dilakukan  dengan mengulas hasil bidikan para peserta bimtek satu persatu minimal 1 maksimal dua,"seorang fotografi harus sabar dan mampu membaca keadaan sebelum membidik obyek "terang Mas Harianto, dilanjutkan penugasan hari kedua untuk dapat menghasilkan foto terbaik dari masing-masing peserta, hingga presentasi dilanjutkan bagaimana foto kehumasan yang baik?. (gbr.diskusi dg pakar fotografi)

Banyak wawasan  Ilmu dan kaya pengalaman disampaikan dari para pakar fotografi pada peserta bimtek, Ditjen Guru Tenaga Kependidikan. (GTK Kemendkbud) memang jago dan sangat berpengalaman dalam mendatangkan para narasumber profesional dalam meningkatkan kompetensi foto jurnalistik SDMnya.

Kesempatan tersebut tentunya tidak disia-siakan peserta,  untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya dari narasumber, bahkan hingga berlanjut istirahat breakpun, pertanyaan demi pertanyaan terus mengalir dari para peserta. "setiap foto jurnalistik yang baik akan menonjolkan  point of interest" ujar mas Harianto menutup sesi presentasinya.

Diakhir sesi ditampilkan materi fotografi kehumasan yang menggoda, "memotret itu mudah tetapi menghasilkan karya foto yang menggoda itu bukan masalah sederhana" tutup mas Ramdani mengakhiri presentasinya. (hmy)

Copyright 2017. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG