slide 1 slide 2 slide 3

Login Form

MENGUBAH SUASANA PEMBELAJARAN YANG MENGASIKAN

 

Oleh: Aris Dwi Cahyono, M.Pd. Widyaiswara P4TK BOE Malang

 A. Latar Belakang.

Dalam dunia pendidikan Proses Belajar Mengajar (PBM) tentunya tidak akan lepas dengan pemahaman peserta didik terhadap materi ajar. Sebagian besar peserta didik baru mampu menyajikan tingkat hafalan saja dibandingkan pemahamanya. Sedangkan pada tingkat aplikasikemanfaatan pengetahuan tersebutterhadap kondisi dilapangan sangatlah kurang, belum lagi kesulitan peserta didik dalam memahami konsep akademik. Ada beberapa faktor penyebabnya; diantaranya beberapa pengajar tidak fokus pada proses PBM, ini dapat ditunjukan bahwa  masih ada pengajar yang mengajak peserta didik untuk berimajinasi danpengunaan metode yang monoton..

 

PP No. 19 tahun 2005 Bab IV Pasal 19 ayat 1 menyatakan bahwa ”Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpatisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, keatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.” Hal tersebut merupakan dasar bahwa pengajar perlu menyelenggarakan pembelajaan yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM).

 

Undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen menyebutkan bahwa dalam melaksanakan keprofesionalan guru berkewajiban merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran,, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran; meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

 

Permasalahannya adalah bagaimana cara terbaik untuk menyampaikan konsep yang diajarkan, sehingga peserta didik dapat memahami dan mengaplikasikannya?Bagaimana seorang pengajar dapat berkomunikasi secara efektif dengan peserta didiknya?

 

Dengan adanya kebijakan peningkatan jaminan kualitas lulusan pendidikan dasar membawa konsekuensi dibidang pendidikan, antara lain perubahan dari model pembelajaran konvensional yang lebih berpusat pada pengajar ke pengembangan model atau metode yang lebih berpusat pada peserta didik.  Maka peran pengajar dalam konteks pembelajaran harus melakukan perubahan pada; (a) peranan pengajar sebagai pembimbing, penasehat, dan motivator, (b) peserta didik adalah individu-individu yang kompleks dengan perbedaannya, (c) proses belajar mengajar lebih ditekankan pada belajar daripada mengajar. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan pergeseran peran pengajar dalam pembelajaran, yaitu :

 

a. Cara pandang pengajar terhadap peserta didik perlu diubah. Peserta didik bukan lagi sebagai obyek pengajaran, tetapi merupakan pelaku aktif dalam proses pembelajaran. Peserta didik memiliki potensi yang siap dikembangkan. Sedangkan pengajar diharapkan mampu memberikan motivasi peserta didik untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

 

b. Problem solving dimana pengajar dapat mengajarkan dan melatih peserta didik dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan khususnya yang terjadi di masyarakat.

 B. Apakah PAKEM ? 

Dalam buku Depdiknas 2003 menyatakan PAKEM adalah pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran pengajar harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga peserta didik aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan; Kreatif dimaksudkan agar pengajar menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan peserta didik; Efektif bermakna bahwa proses pembelajaran menghasilkan apa yang harus dikuasai peserta didik, sedangkan Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga peserta didik memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi.

     Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai.

 

C. Bagaimana Implementasi PAKEM?

        PAKEM dilakukan dengan berbagai kegiatan selama KBM. Sehingga menuntut profesionalisme pengajar untuk menciptakan keadaan tersebut sehingga proses pembelajaran baik. Berikut adalah contoh matrik kegiatan KBM;  

 

KEMAMPUAN PENGAJAR

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

Merancang dan mengelola KBM yang mendorong peserta didik untuk berperan aktif dalam pembelajaran

ØPercobaan

ØDiskusi kelompok

ØMemecahkan masalah

ØMencari informasi

ØMenulis laporan/puisi/cerita

ØBerkunjung keluar kelas

Menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam

ØAlat yang tersedia/dibuat sendiri (teaching aid)

ØGambar

ØStudi Kasus

ØLingkungan

ØSumber lain

Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan keterampilan

Peserta didik:

ØMelakukan percobaan, pengamatan atau wawancara

ØMengumpulkan data atau jawaban dan mengolahnya sendiri

ØMenarik kesimpulan

ØMemecahkan masalah atau mencari rumus sendiri

ØMenulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri

Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengemukakan gagasan secara lisan atau tulisan

ØDiskusi

ØLebih banyak pertanyaan terbuka

ØHasil karya, percobaan sendiri

ØPresentasi hasil

ØCurah pendapat

Menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan peserta didik

ØPeserta didik dikelompok berdasarkan kemampuan (untuk tugas/kegiatan tertentu)

ØBahan belajar disesuaikan dengan kemampuan peserta didik

ØTugas perbaikan atau pengayaan

Mengkaitkan KBM dengan pengalaman peserta didik sehari-hari

ØPeserta didik menceritakan atau memanfaatkan pengalaman sendiri

ØPeserta didik menerapkan hal yang telah dipelajari

Menilai KBM dan kemajuan peserta didik secara terus menerus

ØPengajar memantau kerja peserta didik

ØPengajar mengevaluasi dan menganalisis

ØPengajar memberikan umpan balik

 D. Hal-Hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM 

1. Memahami karakterpeserta didik 

Pada dasarnya peserta didik memiliki sifat  rasa ingin tahu dan berimajinasi yang merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif mereka. 

2. Mengenal peserta didik  

Perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajara sehingga penugasan  disesuaikan dengan tingkat kemampuan. 

3. Memanfaatkan perilaku peserta didik dalam pengorganisasian belajar 

Sebagai makhluk sosial, peserta didik akan berpasangan atau berkelompok sehingga prilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar dalam bentuk kerja kelompok/pasangan 

4. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan memecahkan masalah 

Melatih dan mengembangkan kemampuan berpikirkritis untuk menganalisis masalah; dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. 

5. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik 

Mendesain ruang kelas dengan harapan bisa memotivasi peserta didik untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi peserta didik lain.  

6. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar 

Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar dan media belajar sering membuat peserta didik merasa senang dalam belajar.   

7. Memberikan umpan balik yang baik. 

Pemberian umpan balik kepada peserta didik merupakan salah satu bentuk interaksi antara pengajar dan peserta didik. 

8. Meningkatkan aktif mental


P
engajar hendaknya mampu menghilangkan rasa takut tersebut pada peserta didik dalam PBM. Jika peserta didik dapat mengungkapkan sebuah gagasan itu merupakan tanda-tanda aktif mental. Sedangkan syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan, takut disepelekan, atau takut dimarahi jika salah.

 

 

 

 

KESIMPULAN

 

  1. Pengajar-pengajar harus dapat mengenali dan menggunakan metode yang variatif, strategi dan/atau model pembelajaran; sehingga mempunyai banyak pilihan untuk dapat menerapkan pendekatan PAKEM dalam kegaitan belajar mengajar.
  2. Selain keterampilan memilih model pembelajaran, pengajar yang professional juga hendaknya dapat memilih media yang tepat untuk menyampaikan materi pembelajaran. Oleh karena itu, pengajar juga dituntut memliki kreativitas dan keterampilan memilih media pembelajaran yang tepat.
  3. Pelatihan pengembangan metode dan/atau model pembelajaran yang mengedapankan pendekatan PAKEM perlu terus diberikan oleh lembaga terkait.

 

DAFTAR PUSTAKA 

Bahan Workshop KTSP, Pengembangan Bahan Ajar dan Media, Depdinas 2007 

Bobbi DePorte & Mike Hernacki. (2000) Quantum Learning Membiasakan Belajar 

Nyaman dan Menyenangkan. Kaifa. Bandung 

Depdiknas. (2003) Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning). 

Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktoral Pendidikan Lanjutan Pertama. Jakarta  

Indonesia (2005). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Pengajar dan Dosen. 

Suwarsih Madya, Prof. Dr. (2007) makalah  Penelitian Tindakan Kelas. www.scrib.com diunduh 25 Desember 2011

http://veronikacloset.files.wordpress.com/2010/04/pembelajaran-pakem diunduh 06 Januari 2012

 




PPPPTK BOE. Jl.Teluk Mandar, Tromol Pos 5 Telp.0341-491239, 495849, Fax.0341-491342, Arjosari Malang Jawa Timur Indonesia