slide 1 slide 2 slide 3

Login Form

Pendidikan Matematika Realistik Di Sekolah Dasar (SD)

PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK DI SEKOLAH DASAR (SD)

0leh : Gunawan
Widyaiswara PPPPTK BOE Malang

Abstrak

Menurut As’ari (2003), pembelajaran matematika di Indonesia masih sebatas untuk memenuhi kebutuhan tujuan jangka pendek yaitu lulus ujian, baik tingkat sekolah, kabupaten/kota, propinsi  atau nasional. Pembelajaran matematika belum diarahkan untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang, yaitu membantu siswa mewarnai atau memberikan warna pada kehidupan. Terkait dengan kecenderungan tersebut materi matematika yang dipelajari cenderung abstraks, lepas kaitannya dalam dunia nyata. Para siswa hanya diarahkan agar mampu memanipulasi simbol-simbol matematika, mengubah dari suatu bentuk pernyataan ke bentuk pernyataan yang lain tanpa memahami kapan dan bagaimana materi itu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Paradigma baru pendidikan matematika menghendaki dilakukan inovasi yang terintegrasi dan berkesinambungan. Salah satu wujudnya adalah inovasi yang dilakukan guru di dalam pembelajaran di kelas. Kebiasaan guru dalam mengumpulkan informasi mengenai tingkat pemahaman siswa melalui pertanyaan, observasi, pemberian tugas dan tes akan sangat bermanfaat dalam menentukan tingkat penguasaan siswa dan dalam evaluasi keefektifan proses pembelajaran.

kata kunci : lulus ujian, abstraks, inovasi

 

PENDAHULUAN

Mencerdaskan kehidupan bangsa memiliki jangkauan dan kajian yang sangat luas, terutama kajian pendidikan yang menyangkut pembelajaran di sekolah. Secara spesifik dapat difokuskan lagi sampai pada pembelajaran dari salah satu mata pelajaran yang memberikan kontribusi positif dari pencerdasan dan pencerahan kehidupan bangsa sekaligus turut memanusiakan bangsa Indonesia dalam arti dan cakupan yang lebih luas.

Matematika yang diajarkan di sekolah terdiri dari elemen-elemen dan sub bagian matematika yang mencakup : (1) Arti/hakekat kependidikan yang berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan daya nalar serta pembinaan kepribadian siswa. (2) Adanya kebutuhan yang nyata berupa tuntutan perkembangan riel dari kepentingan hidup masa kini dan masa mendatang yang senantiasa berorientasi pada perkembangan pengetahuan seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi.

PEMBELAJARAN MATEMATIKA INOVATIF

Pembelajaran matematika yang diterapkan di sekolah saat ini merupakan basic yang sangat penting dalam keikutsertaannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan demikian pencapaian target “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” akan tetap relevan dalam menyongsong era globalisasi  dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurut Soedjadi (1994) bahwa kurikulum matematika yang ada sekarang ini jelas terlihat penekanannya terletak pada apa yang harus diajarkan, tetapi kurang mengarahkan pada bagaimana mengajarkan materi ajar itu. Pada dasarnya kurikulum dibuat untuk dapat memenuhi tuntutan kehidupan maupun tuntutan perkembangan ilmu yang demikian pesat serta perkembangan teknologi yang sudah langsung mempengaruhi kehidupan sehari-hari.

Putman (1987) berpendapat bahwa salah satu aspek penting dalam pengajaran matematika adalah agar siswa mampu mengaplikasikan konsep-konsep matematika dalam berbagai keterampilan serta mampu menggunakannya sebagai strategi untuk memecahkan berbagai masalah.

Apakah model – model inovatif yang ada sudah menawarkan kemungkinan dimiliki kemahiran matematis  dan kemampuan berfikir tingkat tinggi ? Pembelajaran matematika tradisional cenderung untuk membantu siswa memiliki kelancaran prosedur. Mereka kurang dalam penanaman konsep, penalaran adaptif dan kompetensi strategis. Pembelajaran inovatif CTL dan PAKEM masih kurangmendukung penguasaan kelancaran prosedur dan masih perlu peningkatan kontribusi dalam pembentukan penalaran adaptif dan kompetensi strategis.

                          

PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia)

Pendidikan Matematika Realistik Indonesia diadopsi dan diadaptasikan dari RME (Realistic Mathematic Education ) dari Belanda, yang merupakan pengembangan gagasan pemikiran dari Freudenthal (1905-1990). Ide penerapan pertama kali diperkenalkan di negara Belanda sekitar tahun 1970. Dimana pengembangan matematika realistic didasarkan pada pandangan Freudenthal terhadap matematika (Freudenthal, 1991) yang berpandangan bahwa : (1) Matematika harus dikaitkan dengan hal-hal yang nyata bagi murid (kontekstual), (2) Matematika harus dipandang sebagai suatu aktivitas manusia (human activity). Dari kedua pandangan tersebut di atas dan prinsip self development model (Gravemaijer, 1994) dioperasionalisasikan kedalam lima karakteristik dasar dari Realistic Mathematics Education (de Lange,1987;Gravemaijer,1994) sebagai berikut :

(1)          Menggunakan masalah kontekstual.

(2)          Menggunakan Model.

(3)         Menggunakan kontribusi siswa.

(4)          Interaktivitas.

(5)          Terintegrasi dengan topik pembelajaran lainnya.

   

PENUTUP

Berdasarkan pada hasil kajian penulis, maka untuk mengatasi kondisi pembelajaran matematika saat ini perlu dilakukan inovasi pembelajaran matematika. Inovasi pembelajaran matematika yang kami usulkan adalah inovasi melalui pendekatan PMRI yang diadaptasikan pada situasi pembelajaran di sekolah. Dengan memperhatikan beberapa prinsip antara lain :

Pertama, kontribusi (keterlibatan) bagi siswa melalui pemecahan masalah.

Kedua, membiasakan diri bagi siswa untuk selalu mengkomunikasikan dan mempertahankan  ide secara tulis atau lisan.

Ketiga, membelajarkan siswa untuk lebih kreatif, melalui pemberian soal terbuka dengan beberapa alternatif jawaban.

Keempat, membiasakan guru untuk memberikan contoh yang  realistic, dimana siswa dengan mudah untuk memahaminya.

RUJUKAN

As’ari, A.R.PEMBELAJARAN MATEMATIKA INOVATIF : Masih Adakah Ruang Untuk Inovasi dan Seperti Apa Bentuknya, Makalah disajikan pada Seminar dan Lokakarya Pembelajaran Matematika,Tgl : 15 s/d 16 Maret 2007 di PPPG Matematika Yogyakarta.

L I M A S , Media komunikasi, edukasi dan informasi PPPG Matematika Yogyakarta, Edisi nomor 17,Desember 2006.

A S M I N, Implementasi Pembelajaran Matematika Realistik (PMRI) dan kendala yang Muncul di Lapangan, http://www.indomedia.com/sripo/2003/07/02.0207kot2.htm

Y.Marpaung, Karakteristik PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia), hand out  Strategi Diseminasi PMRI, di PPPG Matematia Yogyakarta,26 Feberuari s/d 3 Maret 1007.

Laporan Kegiatan Short Course on Realistic Mathematics Education di Belanda, bagi Widyaiswara Matematika PPPG dan LPMP, 3-9 Desember 2006 .

Drs. Kasman Suljono,M.M, Kebijakan PPPG Matematika Yogyakarta dalam Rangka Menyongsong Refungsionalisasi menjadi P4TK.

Elin Rusini, Portofolio dan Paradigma Baru Dalam Penilaian Matematika.

Prof. DR.Muchlas Samani, Sertifikasi Guru : Apa dan Bagaimana, makalah pada Seminar dan Lokakarya Pembelajaran Matematika,Tgl 15 s/d 16 Maret 2007 di PPPG Matematika Yogyakarta.

Prof. Yulkardi, RME suatu Inovasi dalam Pendidikan Matematika di Indonesia, hand out  Strategi Diseminasi PMRI, di PPPG Matematia Yogyakarta,26 Feberuari s/d 3 Maret 2007.




PPPPTK BOE. Jl.Teluk Mandar, Tromol Pos 5 Telp.0341-491239, 495849, Fax.0341-491342, Arjosari Malang Jawa Timur Indonesia