Login Form

PERSIAPAN SEBELUM MENJADI KEPALA SEKOLAH / MADRASAH


  
    
     

 

PERSIAPAN SEBELUM MENJADI KEPALA SEKOLAH / MADRASAH

Gunawan

(Widyaiswara-PPPPTK BOE Malang)

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 28 tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah, dikeluarkan oleh pemerintah dalam rangka peningkatan mutu kepala sekolah / madrasah. Permendiknas ini memuat tentang sistem penyiapan calon kepala sekolah / madrasah, proses pengangkatan kepala sekolah/madrasah, masa tugas, pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB), penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah, mutasi dan pemberhentian tugas guru sebagai kepala sekolah. Kepala sekolah/madrasah sebagai top leader dalam sebuah institusi pendidikan mempunyai peran yang sangat penting untuk mencapai tujuan pendidikan. Berikut ini beberapa hal yang seyogyanya diketahui oleh guru (calon kepala sekolah/madrasah) sebelum menjalankan tugas sebagai kepala sekolah/madrasah.

A.     KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN (Instructional Leadership)

Kepemimpinan pembelajaran merupakan suatu implementasi kepemimpinan yang berfokus pada kualitas pembelajaran. Sehubungan dengan fokusnya pada pembelajaran, maka kepemimpinan pembelajaran (Instructional Leadership) sering disebut sebagai Learning Central Leadership. Indikator keberhasilan pengembangan kualitas pembelajaran diukur melalui kualitas lulusannya maupun kemanfaatannya atau keberdayaan lulusan pada jenjang lebih tinggi maupun dunia kerja. Konsep dan impelementasi tentang kepemimpinan pembelajaran ini sangat penting diketahui dan dilaksanakan oleh kepala sekolah, karena “pembelajaran” merupakan ruh dari pendidikan pada jenjang pendidikan manapun.

Beberapa kajian empiris membuktikan bahwa (Rhodes and Brundet 2010) dalam Bahan Pembelajaran Latihan Kepemimpinan bagi calon kepala sekolah/madrasah, (LPPKS) mengemukakan :

 

a.   Kualitas pembelajaran sangat berkaitan dengan kesuksesan siswa di masa depan.

b.  Pembelajaran merupakan faktor yang paling penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan pada negara manapun.

c.   Kepemimpinan pembelajaran selalu fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran.

d.  Lingkup kepemimpinan pembelajaran meliputi supervisi,pengembangan sumberdaya manusia dan pengembangan kurikulum.

Tindakan yang harus diambil oleh kepala sekolah terutama pada temuan yang keempat yaitu melaksanakan supervisi, mengembangkan SDM dan mengembangkan kurikulum.

B.     KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN

Kemampuan untuk mempengaruhi, mendorong, menggerakkan, mengarahkan, memberdayakan seluruh sumberdaya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan adalah pengertian dari kepemimpinan pendidikan yang dimaksud. Kepala sekolah / madrasah merupakan komponen pendidikan yang bertangunggjawab terhadap penyelenggaraan kegiatan pendidikan, oleh sebab itu maka ketercapaian tujuan pendidikan sangat tergantung pada kecakapan dan kebijaksanaan kepemimpinan kepala sekolah/madrasah.

a.   Kompetensi Kepala Sekolah/madrasah

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.13 tahun 2007 tentang standar kepala sekolah/madrasah telah menetapkan lima dimensi kompetensi yang harus dikuasai oleh kepala sekolah/madrasah yaitu :

kepribadian, manajerial, supervisi, kewirausahaan dan sosial.

b.  Peran pemimpin Kepala sekolah/madrasah

Peran kepala sekolah / madrasah menurut Diknas adalah sebagai : educator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator yang sering disebut dengan : EMASLIM, (Diknas; 2000:iv)

Dalam menjalankan perannya kepala sekolah/madrasah sebagai pemimpin menjalankan berbagai aktivitas kepemimpinan meliputi : a) menetapkan keputusan, b) berkomunikasi, c) memberi motivasi, d) mengembangkan potensi pendidik,tenaga kependidikan dan siswa.

c.   Teori munculnya pemimpin :

a)       Teori genetik (hanya orang-orang yang mempunyai bakat dan pembawaan saja yang bisa menjadi pemimpin.

b)       Teori sosial (siapapun bisa menjadi pemimpin kalau lingkungan, waktu dan keadaan memungkinkan)

c)        Teori ekologis (gabungan antara teori genetik dengan teori sosial, seseorang bisa menjadi pemimpin jika mempunyai bakat dan dibina supaya berkembang dan tergantung dengan  waktu,  lingkungan, keadaan dan kesempatan)

d)       Teori situasi (siapapun bisa menjadi pemimpin pada situasi tertentu saja, karena ia mempunyai kelebihan-kelebihan yang diperlukan dalam situasi itu)

d.   Gaya kepemimpinan

a)       Otoriter (memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh, segala pembagian tugas dan tangung jawab dipegang oleh pemimpin,sedangkan bawahan hanya melaksanakan tugas)

b)       Demokratis (memberikan wewenang secara penuh kepada para bawahan, selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim.

c)        Bebas (keterlibatan pemimpin dalam kuantitas kecil dimana bawahannya secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi)

e.    Kepemimpinan transformasional

Model kepemimpinan transformasional merupakan model kepemimpinan yang baru, dimana model kepemimpinan ini sangat tepat apabila diimplementasikan pada dunia pendidikan. Pemimpin transformasional akan memulai segala sesuatu dengan  visi, yang merupakan suatu pandangan dan harapan ke depan yang akan dicapai bersama dengan memadukan semua kekuatan,kemampuan dan keberadaan para pengikutnya.

Dimensi kepemimpinan transformasional ada 4 I, yaitu :

a)       “I” = Idealiced influence (perilaku yang menghasilkan rasa hormat dan rasa percaya diri dari orang yang dipimpinnya)

b)       “I” = Inspirational motivation (perilaku yang senantiasa menyediakan pekerjaan yang menantang bagi pengikut)

c)        “I” = Intellectual stimulation (melakukan inovasi-inovasi)

d)       “I” = Individualized consideration (mendengarkan dan memperhatikan dengan baik aspirasi, harapan,segala masukan dari pengikutnya)

f.     Manajemen konflik

Dalam kehidupan nyata,organisasi akan selalu diwarnai dengan konflik dalam berbagai bentuk dan tingkat kekuatannya,baik secara positif dan negatif. Konflik dapat terjadi dengan : diri sendiri, seseorang, kelompok, organisasi, kelompok dengan kelompok, kelompok dengan organisasi dan organisasi dengan organisasi. Penyebab utama munculnya konflik menurut Hunsaker (2003) adalah :

a)       masalah komunikasi (salah pengertian, ketertutupan, penyampaian kasar,  dsb)

b)       disain struktur (tempat bash dan kering) dan perbedaan personal (latar belakang budaya, pendidikan pengalaman, usia, dll)

Adapun cara mengatasi konflik dapat dilakukan dengan berbagai cara berikut:

a)       mempelajari penyebab utama konflik

b)       memutuskan untuk mengatasi konflik

c)        memilih strategi mengatasi konflik

Konflik tidak boleh dihindari, tapi konflik harus dikelola dengan baik. Pengelolaan konflik dengan tepat akan memberikan dampak positif bagi sekolah/madrasah, seperti :

(a) meningkatnya hubungan kerjasama

(b) meningkatnya motivasi kerja

(c)    semakin berkurangnya tekanan-tekanan

(d)   meningkatnya ketertiban dan kedisiplinan dalam menggunakan waktu bekerja.

 

C.     INTEGRITAS KEPRIBADIAN SEBAGAI KEPALA SEKOLAH

Di Sekolah banyak tantangan yang dihadapi oleh kepala sekolah, tantangan tersebut jika tidak segera diatasi akan menimbulkan kerugian bagi kepala sekolah. Hanya kepala sekolah yang mempunyai integritas yang dapat mengatasi masalah yang yang dihadapi sekolah.

D.     BEKERJA SAMA DAN KEPEKAAN SOSIAL

Dalam menangani masalah dan menjalankan tugas, kepala sekolah dituntut bisa bekerja sama dan kepekaan sosialnya dari nilai budaya bangsa.

E.     JIWA KEWIRAUSAHAAN

Kewirausahaan yang dimaksud disini dalam makna untuk kepentingan pendidikan yang bersifat sosial bukan untuk kepentingan komersial. Kewirausahaan dalam bidang pendidikan yang diambil adalah sifat / jiwa kepemimpinan seperti inovatif, bekerja keras, motivasi yang kuat, pantang menyerah dan selalu mencari solusi yang terbaik.

Dengan memperhatikan uraian tentang persyaratan menjadi calon kepala sekolah / madrasah tersebut di atas, sebagai calon kepala sekolah/madrasah harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum ditetapkan sebagai kepala sekolah/madrasah. Sehingga dalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah/madrasah nantinya mempunyai persiapan yang memadahi.

Anda tertarik ?Siapkan diri anda mulai sekarang juga.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

1)    Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 28 tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah

2)    Modul Diklat Penguatan Kepala Seklah/Madrasah (Badan PSDMPK Jakarta)

3)    Bahan Pembelajaran Latihan Kepemimpinan bagi calon kepala sekolah/madrasah, (LPPKS)




PPPPTK BOE. Jl.Teluk Mandar, Tromol Pos 5 Telp.0341-491239, 495849, Fax.0341-491342, Arjosari Malang Jawa Timur Indonesia