KAJIAN MANAJEMEN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Print
Category: bangunan
Last Updated on Thursday, 07 August 2014 Published Date Written by dalono

KAJIAN

MANAJEMEN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

 

Dalono

Departeman Bangunan, PPPPTK BOE/VEDC Malang

dalono_arwana@yahoo.com.au

 

ABSTRAK

       Berdasar Peraturan Pemerintah No 66 tahun 2010 pasal 1, ayat (15) Sekolah Menengah Kejuruan, yang selanjutnya disingkat SMK, adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang    menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP, MTs, atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama atau setara SMP atau MTs.

Sekolah Menengah Kejuruan sebagai bagian dari intitusi pendidikan tentunya berkewajiban menerapkan PP tersebut dalam mengelola institusinya. Pertanyaan mendasarnya tentu saja bagaimana caranya? Sekolah membutuhkan sebuah sistem yang telah terbukti mampu (proven) memayungi kriteria serta kebijakan institusi sekolah serta menstandarisasi proses pengelolaan, pemeliharaan serta peningkatan mutu sekolah.

        Berdasarkan amanat PP No. 66 pasal 58B ayat (1) dan (2) bahwa kepala sekolah / madrasah menjalankan manajemen berbasis sekolah / madrasah untuk dan  atas  nama Gubernur/Bupati/Walikota atau Menteri Agama. Manajemen berbasis  sekolah / madrasah merupakan kewenangan kepala sekolah / madrasah menentukan secara mandiri untuk satuan pendidikan yang dikelolanya dalam bidang manajemen, yang meliputi : a. Rencana strategis dan operasional; b.  Struktur organisasi dan tata kerja; c. Sistem audit dan pengawasan internal; dan d. Sistem penjaminan mutu internal.

Sistem Manjemen Mutu ISO 9001 : 2008 memberikan garansi meliputi ;

a.  Adanya konsistensi pelaksanaan / aktifitas di organisasi dan mampu telusur.

b.  Adanya Aspek Pengendalian Dan Pencegahan.

c.  Dilihat dari aspek pembelajaran dan tumbuh kembang organisasi.

d.  Adanya Pemastian Mutu .

      Dengan demikian SMM ISO 9001 : 2008 sangat sesuai sebagai bagian strategi pengembangan Sistem Manajemen Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan yang sesuai dengan budaya sekolah dalam pengelolaan sekolah berdasarkan Sistem Manajemen Mutu yang diakui secara internasional

 

Kata kunci: Sekolah Menengah Kejuruan, Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Sistem Manajemen Mutu, ISO 9001:2008

 

I.    Pendahuluan

A.   Latar Belakang

Berdasar Peraturan Pemerintah No 66 tahun 2010 pasal 1, ayat (15) Sekolah Menengah Kejuruan, yang selanjutnya disingkat SMK, adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang    menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP, MTs, atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama atau setara SMP atau MTs.

Pasal 58B, ayat 1 dan 2 PP No. 66 Tahun 2010 yang berbunyi ; Pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini jalur formal, pendidikan  dasar, dan/atau pendidikan menengah   yang   diselenggarakan oleh Pemerintah   atau   pemerintah   daerah menggunakan tata kelola sebagai berikut: a) kepala sekolah/madrasah menjalankan manajemen berbasis sekolah/madrasah untuk dan  atas  nama Gubernur/Bupati/Walikota atau Menteri Agama sesuai dengan ketentuan peraturan perundang - undangan. Manajemen berbasis  sekolah/madrasah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan kewenangan kepala sekolah/madrasah menentukan secara mandiri untuk satuan   pendidikan   yang dikelolanya dalam bidang manajemen, yang meliputi: a) rencana strategis dan operasional; b) struktur organisasi dan tata kerja; c) sistem audit dan pengawasan internal; dan d). sistem penjaminan mutu internal.

        Seiring dengan berjalannya era globalisasi, Sumber Daya Manusia Indonesia semakin dituntut untuk memiliki keunggulan dan daya saing. Dunia pendidikan, sebagai institusi yang memiliki peran peningkatan SDM memegang fungsi penting dalam merealisasikan hal tersebut. Pemerintah yang merupakan stakeholder dominan dunia pendidikan, menyadari tentang pentingnya peran tersebut dengan mengeluarkan kebijakan - kebijakan yang bersifat peningkatan mutu dunia pendidikan.

        Sekolah Menengah Kejuruan sebagai bagian dari intitusi pendidikan tentunya berkewajiban menerapkan PP tersebut dalam mengelola institusinya. Pertanyaan mendasarnya tentu saja bagaimana caranya? Sekolah membutuhkan sebuah sistem yang telah terbukti mampu (proven) memayungi kriteria serta kebijakan institusi sekolah serta menstandarisasi proses pengelolaan, pemeliharaan serta peningkatan mutu sekolah.

 

  B, Tujuan

   

Manajemen Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan yang sesuai dengan budaya sekolah dalam pengelolaan sekolah berdasarkan Sistem Manajemen Mutu yang diakui secara internasional.

 

C.     Permasalahan

Bagaimana meimplementasikan Sistem Manajemen Pendidkan Sekolah Menengah Kejuruanyang sesuai dengan budaya sekolah dalam pengelolaan sekolah berdasarkan Sistem Manajemen Mutu yang diakui secara internasional.

 

II.   MANAJEMEN PENDIDIKAN SEKOLAH MENEGAH KEJURUAN

A.   Tuntutan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31 Ayat (3) mengamanatkan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan  satu  sistem  pendidikan  nasional,  yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang - undang. Atas dasar amanat tersebut telah diterbitkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

        Sesuai dengan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.  Sedangkan  Pasal  3  menegaskan  bahwa  pendidikan  nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

        Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2010, tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan pendidikan. Pasal 1 ayat (1) dan (2), Pengelolaan pendidikan    adalah    pengaturan   dalam   penyelenggaraan   sistem nasional oleh Pemerintah, provinsi, pemerintah kabupaten/kota, penyelenggara pendidikan yang didirikan masyarakat, dan satuan pendidikan agar   proses   pendidikan dapat  berlangsung sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Penyelenggaraan   pendidikan   adalah   kegiatan pelaksanaan komponen sistem pendidikan pada satuan atau program pendidikan pada jalur, jenjang, dan   jenis   pendidikan   agar   proses pendidikan dapat berlangsung sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

       Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan merupakan driven utama bagi dunia pendidikan yang memaksanya untuk memperhatikan mutu secara terpadu dan komprehensif. PP No. 19 Tahun 2005 berbicara mengenai 8 kriteria, yaitu isi, proses, kompetensi, pendidik dan kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan.

Pasal 58B, ayat 1 dan 2 PP No. 66 Tahun 2010 yang berbunyi ; Pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini jalur formal, pendidikan  dasar, dan/atau pendidikan menengah   yang   diselenggarakan oleh Pemerintah   atau   pemerintah   daerah menggunakan tata kelola sebagai berikut: a) kepala sekolah/madrasah menjalankan manajemen berbasis sekolah/madrasah untuk dan  atas  nama Gubernur/Bupati/Walikota atau Menteri Agama sesuai dengan ketentuan peraturan perundang - undangan. Manajemen berbasis  sekolah/madrasah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan kewenangan kepala sekolah/madrasah menentukan secara mandiri untuk satuan   pendidikan   yang dikelolanya dalam bidang manajemen, yang meliputi: a) rencana strategis dan operasional; b) struktur organisasi dan tata kerja; c) sistem audit dan pengawasan internal; dan d). sistem penjaminan mutu internal.

 

B.     Sistem Manajemen Mutu

a)      Apa itu Mutu ?

Mutu di definisikan kemampuan untuk memenuhi persyaratan-persyartan . Kebutuhan atau harapan yang ditetapkan secara langsung /eksplisit atau tidak langsung/implisit, oleh organisasi atau perorangan yang menerima suatu produk (pelanggan) berdasarkan karakteristik yang dimiliki oleh suatu produk.

Karakteristik produk : Fungsional yaitu terkait dengan kegunaan, Temporal yaitu seperti tepat waktu, ketersediaan, akurat dll, Phisikal yaitu seperti mekanik, elektrik, kimia ,fisika dll, Sensory yaitu berkaitan dengan panca indra, Behavorial yaitu berkaitan dengan sifat seperti sopan santun, disiplin, kejujuran dll, Ergonomic yaitu berkaitan dengan keselamatan, kenyamanan dan kesehatan.

 

b)      Memenuhi persyaratan pelanggan

Setiap organisasi baik bersifat profit maupun non profit, memiliki kriteria produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggannya. Untuk dapat memenuhi persyaratan tersebut organisasi harus mengembangkan metode untuk mengukur kinerja dan mengkoreksi terhadap penyimpangan terhadap standar yang telah ditetapkan.

 

c)      Sesuai dengan kegunaan

Pengertian ini dikembangkan oleh Dr. Joseph Juran yang berfokus pada orientasi pasar dan pelanggan.

 

d)      Memuaskan pelanggan dengan biaya yang kompetitif.

Kemampuan produsen untuk memuaskan pelanggannya pada atas dasar tingkat laba tertentu, dan membidik atas dasar segmen pasar tertentu.

 

e)      Keseluruhan gabungan karakteristik produk baik barang dan jasa

Dengan strategi pemasaran, rekayasa, pembuatan dan pemeliharan(after sales  service) yang diterapkan guna memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan.

       Definisi mutu tersebut diatas merupakan jabaran/identifikasi awal dari  organisasi baik profit maupun non profit untuk memberikan pelayaan terbaiknya kepada pelanggannya. Oleh sebab itu, organisasi harus mampu melakukan identifikasi kebutuhan dan harapan pelanggannya sehingga produk yang dihasilkan dapat diterima dengan baik oleh pelanggannya.

      Bagaimana produk organisasi ber “mutu”, maka organisasi harus memiliki sistem yang mampu mengukur mutu. Apakah yang disebut sistem, sistem adalah suatu proses/aktivitas yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, pengukuran dan peninjauan serta tindak lanjut untuk meningkatkan yang telah dicapainya.

      Sistem manajemen adalah adanya  ARAH (Kebijakan) dan TUJUANNYA (Sasaran) pada organisasi agar sistem berjalan dengan baik.Jadi Sistem manajemen Mutu adalahSistem yang digunakan untuk menetapkan Kebijakan (policy) atau pernyataan resmi oleh manajemen puncak berkaitan dengan perhatian dan arah organisasinya di bidang mutu dan sasaran mutu  segala sesuatu yang terkait dengan mutu dan dijadikan sasaran (target) pencapaian dengan menetapkan ukuran atau kriteria pencapainnya.

 

III.           KJIAN SISTEN YANG SESUAI

1.  Mengapa SMM ISO 9001:2008 ?

SMM ISO 9001:2008 adalah nomor acuan pada seri standar Internasional yang menjabarkan kriteria tentang sistem manajemen mutu. Pada standar tersebut terdapat persyaratan yang mendasar bagi organisasi apapun yang berminat untuk menerapkan standar ini. Standar ini merupakan seri ISO yang menjadi Best Seller dan diadopsi secara luas oleh organisasi dan sekolah di seluruh dunia.

Keberhasilan seri ISO 9001:2008 disebabkan pada sistem yang diterapkan dilandasi oleh suatu sistem yang konsisten, sistem pengendalian dan pencegahan serta upaya peningkatan secara berkelanjutan.

Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008lahirsebagaibentukpenyempurnaanatas SMM ISO 9001:2000.Adapunperbedaanantaraversi 2000 dengan2008secarasignifikanlebih  menekankan   pada  efektifitas   proses  yang  dilaksanakan   dalam  organisasi tersebut.Jikapadaversi2000 mengatakanharusdilakukancorrectivedanpreventive action,makaversi2008 menetapkanbahwaprosescorrectivedan preventiveaction yang  dilakukan  harus  secara  efektif  berdampak  positif  pada  perubahan  proses yangterjadidalamorganisasi.Selainitu, penekananpadacontrolprosesoutsourcing menjadibagianyangdisorotidalamversiterbaruISO9001ini.

 

 

 

2.  Prinsip Dasar Penerapan SMM ISO 9001:2008

Penerapan standar sistem manajemen merupakan langkah strategis bagi suatu organisasi sekolah. Penerapan standar ini dipengaruhi oleh : a) Kondisi lingkungan organisasi, perubahan lingkungan organisasi serta resiko yang berkaitan dengan lingkungan. b) Kebutuhan organisasi yang menerapkannya. c) Tujuan organisasi. d)Produk yang dihasilkan. e) Tenaga kerja. f) Ukuran struktur organisasi.

     Penerapannya tidak bermaksud menstandarkan suatu organisasi sekolah dengan organisasi sekolah lainnya atau menyeragamkan bentuk dan isi dari dokumentasi sistem manajemen yang dikembangkan organisasi sekolah. Jadi dalam hal ini, sistem manajemen milik suatu organisasi sekolah, belum tentu dapat digunakan oleh organisasi sekolah lain, atau hanya sekedar 'copy paste' dengan cara mengambil dokumen suatu sekolah untuk dipakai di sekolah lain. Meski terkadang hal ini kadang terjadi juga, sebagai upaya suatu organisasi sekolah mengejar semata sertifikat tanpa memiliki makna apa-apa bagi pengembangan organisasi sekolahnya atau lebih jauh dalam upaya menumbuhkan budaya mutu bagi organisasi.

      Standar sistem manajemen mutu ini juga dapat digunakan secara internal, maupun eksternal dalam menilai kemampuan suatu organisasi memenuhi kebutuhan pelanggan, undang-undang dan peraturan yang terkait dengan produk dan persyaratan organisasi. Hal ini artinya, terdapat hal mendasar yang harus dipahami organisasi bahwa penerapan standar ini harus berupaya untuk :  a) Memenuhi persyaratan pelanggan. b) Patuh terhadap undang-undang dan peraturan yang terkait produk. c) Patuh terhadap kebijakan atau peraturan yang ada dalam organisasi.

      Selain itu, yang harus dipikirkan adalah buatlah sistem sesuai kebutuhan organisasi sekolah, bukan membuat sistem sekedar memenuhi atau 'rasa takut' saat proses audit sertifikasi. Pengalaman di lapangan, kondisi ini seringkali terjadi bahwa sistem kadang dibangun bukan menjadi kebutuhan organisasi sekolah, tetapi hanya semata sertifikasi. Hal inilah menjadi langkah salah kaprah dalam penerapan sistem manajemen mutu.

 

3.  Manfaat Penerapan SMM ISO 9001:2008

        Sistem manajemen mutu (SMM) ISO 9001: 2008  merupakan sistem manajemen dengan pendekatan kepada kepuasan pelanggan. Pelanggan pada sistem manajemen mutu adalah pelanggan internal, pelanggan eksternal, pihak yang berkepentingan (interested parties). Pendekatan Sistem Manajemen Mutu  memberikan manfaat yang sangat besar bagi setiap organisasi yang menerapkannya. Manfaat tersebut terlihat dengan :

 

a.  Adanya konsistensi pelaksanaan/ aktifitas di organisasi dan mampu telusur.

Apabila SMM dilaksanakan dengan benar manfaat yang dirasakan adalah :

1.    Memberikan pendekatan praktik  yang terbaik (Best Practice) yang sistematis untuk pencapaian manajemen mutu.

2.    Memastikan konsistensi operasi untuk memelihara mutu produk (barang dan jasa).

3.    Menetapkan kerangka kerja untuk proses peningkatan mutu lebih lanjut dengan membakukan proses guna memastikan konsistensi dan mampu telusur serta meningkatkan hubungan antar fungsi unit kerja/departemen pada organisasi yang mempengaruhi mutu.

b.  Adanya Aspek Pengendalian Dan Pencegahan

           Kunci pokok untuk menjaga mutu adalah pengendalian produk yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan mencegah produk yang jelek sampai di tangan pelanggan. Oleh karena itu, sistem tersebut perlu : 1) Menentukan secara jelas tanggungjawab dan wewenang dari personel kunci yang mempengaruhi mutu. 2) Mendokumentasikan prosedur secara baik dalam rangka menjalankan operasi  proses bisnis pada aktifitas proses menghasilkan produk (product operation). 3) Menerapkan sistem dokumentasi yang efektif melalui mekanisme dengan sistem audit internal dan tinjauan manajemen secara berkelanjutan.

c.  Dilihat dari aspek pembelajaran dan tumbuh kembang organisasi.

         Tantanganeksternalantaralainterkaitdengan arusglobalisasi dan berbagai isu yang terkait dengan masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi,kebangkitan industrikreatif dan budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional. Arus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional menjadi masyarakat industri dan perdaganganmodern seperti dapat terlihatdiWorldTradeOrganization(WTO),Association of Southeast Asian Nations(ASEAN)Community,Asia-Pacific Economic  Cooperation  (APEC),  dan  ASEAN  Free  Trade  Area (AFTA).Tantanganeksternaljuga terkait dengan pergeseran kekuatan ekonomi dunia, pengaruh dan imbas teknosains serta mutu, investasi,dan transformasi bidang pendidikan.Lembaga Pendidikan sebaiknya sudah menerapkan Sistem Manajemen Mutu agar membantu lembaga dalam meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan (peserta didik) melalui penyediaan jaminan mutu yang lebih baik.

1.  Nilai kompetisi dan image lembaga pendidikan semakin meningkat dengan sertifikasi ISO 9001:2008.

2.  Penerapan ISO 9001:2008 akan meningkatkan produktifitas, efisiensi, efektifitas operasional dan mengurangi biaya yang ditimbulkan peserta didik tidak lulus (reject) atau peserta didik dengan kompetensi rendah dan tidak bermanfaat.

3.  Membuat sistem kerja dalam suatu lembaga menjadi standar kerja yang terdokumentasi dan mempunyai aturan kerja yang baik sehingga memudahkan dalam pengendalian.

4.  Dapat berfungsi sebagai standar kerja untuk melatih guru dan karyawan yang baru.

5.  Menjamin bahwa proses yang dilaksanakan sesuai dengan sistem manajemen mutu yang ditetapkan.

6.  Akan memudahkan kepala sekolah dalam pencapaian target karena sudah dipersiapkannya target yang terukur dan rencana pencapaiannya.

7.  Meningkatkan semangat dan moral bagi guru dan karyawan karena adanya kejelasan tugas dan wewenang (Job Description) dan hubungan antar bagian yang terkait sehingga guru dan karyawan dapat bekerja dengan efisien dan efektif.

8.  Dapat mengarahkan guru dan karyawan agar berwawasan Mutu dalam memenuhi permintaan pelanggan, baik internal (peserta didik) maupun eksternal (stakeholder).

 

d.  Adanya Pemastian Mutu :

         Organisasi/sekolah memiliki sistem pemastian mutu yang terstruktur dan sistematis  yang dapat digunakan untuk :

1.  Alat bantu mengukur produktifitas dan kinerja SDM.

2.  Biaya yang efektif dan efisien karena adanya konsistensi dan keandalan pelaksanaannya.

3.  Sarana bekerja dengan benar dan terkendali di setiap waktu.

4.  Sistem Manajemen  dengan kinerja optimal karena adanya Sistem PDCA (Plan, Do, Check dan Action) yang mengendalikan mutu produk secara sistematis.

5.  Setiap personel memiliki tanggungjawab,wewenang dan kompetensi yang jelas di bidang tugasnya dalam melaksanakan aktifitas di organisasi/ sekolah.

         Manfaat ini akan terlihat dari data dan informasi yang tercatat dan  selalu terpantau serta diinformasikan kepada seluruh personel terhadap perkembangan kinerja organisasi baik yang telah  mencapai sasaran mutu maupun yang belum. Sehingga data dan informasi merupakan alat yang sangat penting dalam penerapan SMM baik untuk kepentingan internal (internal audit) maupun  eksternal (audit oleh pelanggan maupun surveyland oleh lembaga sertifikasi).

 

IV.          PENUTUP

1.    Kesimpulan

        Berdasarkan amanat PP No. 66 pasal 58B ayat (1) dan (2) bahwa kepala sekolah/madrasah menjalankan manajemen berbasis sekolah/madrasah untuk dan  atas  nama Gubernur/Bupati/Walikota atau Menteri Agama. Manajemen berbasis  sekolah/madrasah merupakan kewenangan kepala sekolah/madrasah menentukan secara mandiri untuk satuanpendidikan yang dikelolanya dalam bidang manajemen, yang meliputi: a. Rencana strategis dan operasional; b.  Struktur organisasi dan tata kerja; c.Sistem audit dan pengawasan internal; dan d. Sistem penjaminan mutu internal.

Sistem Manjemen Mutu ISO 9001:2008 memberikan garansi meliputi;

a.    Adanya konsistensi pelaksanaan/ aktifitas di organisasi dan mampu telusur.

b.    Adanya Aspek Pengendalian Dan Pencegahan.

c.    Dilihat dari aspek pembelajaran dan tumbuh kembang organisasi.

d.    Adanya Pemastian Mutu .

      Dengan demikian SMM ISO 9001:2008 sangat sesuai sebagai bagian strategi pengembangan Sistem Manajemen Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan yang sesuai dengan budaya sekolah dalam pengelolaan sekolah berdasarkan Sistem Manajemen Mutu yang diakui secara internasional

 

2.    Rekomendasi

Untuk mengimplementasikan SMM ISO 9001:2008 dalam suatu organisasi satuan pendidikan perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1.    Menentukan komitmen manajemen penerapan SMM ISO 9001:2008.

2.    Pembentukan Stering Comity yang terdiri dari unsur manajemen sekolah, berfungsi untuk menentukan Strategi dan pembentukan Tim Kerja SMM ISO 9001:2008.

3.    Penetapan Wakil Manajemen mutu untuk mendevelopment Sistem Manajemen Mutu.

4.    Analisis SWOT, untuk menentukan posisi organisasi.

5.    Rumuskan visi dan misi serta tujuan organisasi secara jelas, dan sosialisasikan visi dan misi tersebut.

6.    Pelatihan kesadaran mutu dan persyaratan standar kepada tim kerja.

7.    Sosialisasi kesadaran mutu dan persyaratan standar.

8.    Penyusunan dokumen mutu, kebijakan mutu, sasaran mutu, pedoman mutu, prosedur mutu, instruksi kerja, formulir.

9.    Sosialisasi dokumen mutu dan pencanangan implementasi SMM ISO 9001 : 2008.

10.  Pelatihan Audit Internal.

11.  Audit Internal.

12.  Pree audit dan audit sertifikasi.

13.  Perbaikan berkelanjutan.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

VEDC Malang,  Bahan Ajar pemahaman Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008, PusatPengembangandan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Otomotif dan elektronika Malang, tahun 2012.

____________, Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 tentang pengelolaan danPenyelenggaraan pendidikan Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2010, tentang Perubahan atas Peraturan.

____________,   Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 

____________,Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Komite Teknik ISO/TC 176, Persyaratan Standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008, Edisi ke empat

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG