MENGENAL GAYA BELAJAR

Oleh: Supono, S.Pd., ST., MT. (Widyaiswara Departemen Bangunan PPPPTK BOE Malang)

Pernahkah kita melihat seorang anak yang sedang belajar sambil mendengarkan musik atau menonton televisi tanpa merasa terganggu? Atau kita melihat seorang siswa yang suka menyendiri untuk belajar agar tidak terganggu temannya? Nah, keadaan seperti itu sering kita temui di sekitar kita. Atau mungkin juga anak kita sendiri yang melakukan hal tersebut. Kita dibuat tidak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh anak kita ketika ia belajar, yang menurut kita, kita tidak bisa melakukan hal seperti itu. Dari beberapa sumber yang pernah kita baca, kita bisa tahu bahwa tenyata masing-masing anak mempunyai cara sendiri untuk belajar. Cara belajar yang dilakukan seseorang, dalam ilmu pendidikan, dinamakan gaya belajar.

Rita Dunn, seorang pelopor di bidang gaya belajar, telah menemukan banyak variabel yang mempengaruhi cara belajar seseorang. Gaya belajar melibatkan beberapa faktor, antara lain faktor fisik, emosional, sosiologis, dan lingkungan. Sebagian orang, misalnya, dapat belajar paling baik secara berkelompok, sedang yang lain lagi memilih adanya figur otoriter seperti orang tua atau guru, yang lain lagi merasa bahwa bekerja sendirilah yang paling efektif bagi mereka. Ada orang-orang yang memerlukan lingkungan kerja yang teratur dan rapi, tetapi yang lain lagi lebih suka menggelar segala sesuatunya supaya semua dapat terlihat.

Menurut DePorter & Hernacki, ada tiga macam gaya belajar yaitu visual, auditorial, dan kinestetik. Orang visual belajar melalui apa yang mereka lihat, pelajar auditorial melakukannya melalui apa yang mereka dengar, dan pelajar kinestetik belajar lewat gerak dan sentuhan. Pada umumnya kita belajar dengan menggunakan ketiga gaya tersebut sesuai dengan situasinya untuk mempelajari hal tertentu. Namun pada akhirnya seseorang akan cenderung belajar dengan menggunakan salah satu gaya belajar di antara ketiga gaya belajar tersebut.

Bagaimana kita bisa mengenali gaya belajar yang kita sukai? Salah satu caranya yaitu dengan memperhatikan perilaku kita ketika menghadiri seminar. Apakah kita menyerap lebih banyak informasi dari membaca makalah atau dengan mendengarkan penyajinya? Orang-orang auditorial lebih suka mendengarkan materinya dan kadang-kadang kehilangan urutannya jika mereka mencoba mencatat materinya selama presentasi berlangsung. Orang-orang visual lebih suka membaca makalah dan memperhatikan ilustrasi yang ditempelkan pembicara di papan tulis. Mereka juga membuat catatan-catatan yang sangat baik. Pelajar kinestetik lebih baik dalam aktivitas bergerak dan interaksi kelompok.

Banyak ciri-ciri perilaku lain yang merupakan petunjuk kecenderungan gaya belajar kita. Ciri-ciri berikut ini akan membantu kita untuk mengenali dan menyesuaikan gaya belajar yang terbaik bagi kita.

 

Orang-Orang Visual

Orang-Orang Auditorial

Orang-Orang Kinestetik

-   rapi dan teratur

-   berbicara dengan cepat

-   perencana dan pengatur jangka panjang yang baik

-   teliti dan detail

-   mementingkan penampilan, baik dalam hal pakaian maupun presentasi

-   pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka

-   mengingat apa yang dilihat dari pada yang didengar

-   mengingat dengan asosiasi visual

-   biasanya tidak terganggu oleh keributan

-   mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya

-   pembaca cepat dan tekun

-   lebih suka membaca dari pada dibacakan

-   membutuhkan pandangan dan tujuan yang menyeluruh dan bersikap waspada sebelum secara mental merasa pasti tentang sesuatu masalah atau proyek

-   mencoret-coret tanpa arti selama berbicara di telepon dan dalam rapat

-   lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain

-   sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat ya atau tidak

-   lebih suka melakukan demonstrasi dari pada berpidato

-   lebih suka seni dari pada musik

-   seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai memilih kata-kata

-   kadang-kadang kehilangan konsentrasi ketka mereka ingin memperhatikan

-     berbicara kepada diri sendiri saat bekerja

-     mudah terganggu oleh keributan

-     menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca

-     senang membaca dengan keras dan mendengarkan

-     dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama, dan warna suara

-     merasa kesulitan untuk menulis, tetapi hebat dalam bercerita

-     berbicara dalam irama yang terpola

-     biasanya pembicara yang fasih

-     lebih suka musik dari pada seni

-     belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat

-     suka berbicara, suka berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu panjang lebar

-     mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan visualisasi, seperti memotong bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain

-     lebih pandai mengeja dengan keras dari pada menuliskannya

-     lebih suka gurauan lisan dari pada membaca komik

-     berbicara dengan perlahan

-     menanggapi perhatian fisik

-     menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka

-     berdiri dekat ketika berbicara dengan orang

-     selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak

-     mempunyai perkembangan awal otot-otot yang besar

-     belajar melalui manipulasi dan praktik

-     menghafal dengan cara berjalan dan melihat

-     menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca

-     banyak menggunakan isyarat tubuh

-     tidak dapat duduk diam untuk waktu lama

-     tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang telah pernah berada di tempat itu

-     menggunakan kata-kata yang mengandung aksi

-     menyukai buku-buku yang berorientasi pada plot, mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca

-     kemungkinan tulisannya jelek

-     ingin melakukan segala sesuatu

-     menyukai permainan yang menyibukkan

 

Referensi:

Bobbi DePorter & Mike Hernacki. 2011. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan (Terjemahan). Penerbit Kaifa, Bandung, Cetakan XXX.

MERAWAT KATUP PEMBILAS (FLUSH VALVE) TANGKI WC DUDUK

 MERAWAT KATUP PEMBILAS (FLUSH VALVE) TANGKI WC DUDUK

                                             

Salah satu bagian dari tangki WC duduk adalah katup pembilas (flush valve). Katup ini berfungsi untuk membuka atau menutup aliran air yang mengalir ke dalam tangki. Fungsi katup ini sama seperti pintu sebuah rumah yaitu membuka. Permasalahan yang sering terjadi pada katup ini adalah terjadinya penyumbatan. Penyumbatan pada katup ini biasanya disebabkan oleh kotoran atau kerak yang menempel pada dinding katup. Frekuensi terjadinya penyumbatan banyak dipengaruhi oleh kedua faktor tersebut. Air yang keruh karena banyak mengandung butiran padat (berlumpur), akan mempercepat terjadinya penyumbatan. Demikian juga air yang mempunyai kandungan zat besi tinggi, akan mempercepat terjadinya kerak sehingga terjadi penyumbatan.

Untuk membersihkan penyumbatan yang terjadi pada katup pembilas yaitu dengan membersihkan atau menghilangkan kotoran atau kerak pada katup tersebut. Namun sebelum katup tersebut dibersihkan, tentu saja katup tersebut harus dilepas atau dikeluarkan dari dalam tangki. Untuk membersihkan kotoran atau kerak pada katup pembilas, langkah langkahnya seperti berikut ini.

1.    Buka tutup katup dengan cara menarik tutup tersebut (hanya ditarik saja!).

 2.    Membuka bagian atas katup dengan cara:

a.    Jepit bagian bawah kepala katup pada ragum

b.    Kendurkan bagian atas kepala katup dengan kunci pipa (diputar berlawanan arah dengan jarum jam).

3.    Bila sudah kendor, maka buka kepala katup dengan menggunakan tangan (ditarik)

4.    Ambil bagian dalam katup (lihat gambar) dengan penggores

5.    Ambil karet (lihat gambar) dengan cara ditarik bagian warna putih dengan tang.

       

6.    Bersihkan semua komponen dengan air.

7.    Kembalikan semua komponen seperti semula.

8.    Kencangkan kepala katup (dijepit ragum dan dengan kunci pipa).

9.    Tiup bagian bawah katup, bila tidak bocor maka katup sudah berfungsi dengan baik.

10.  Untuk menguji fungsi dari katup, sambungkan dengan pipa flexible pada kran air. Bila katup berfungsi maka pada bagian bawah akan mengalir air (lihat anak panah). 


11.  Kemudian tutup bagian atas katup untuk melihat apakah katup bisa menutup dengan baik. Caranya yaitu dengan menekan bagian atas katup, sehingga aliran air berhenti.

 

12.  Bila semua sudah OK, maka sekali lagi tiup bagian bawah katup untuk memastikan bahwa katup berfungsi yaitu air bisa mengalir dan katup otomatis menutup sendiri

CACAT KAYU

CACAT KAYU

 Hartiyono ( Widyaiswara Madya Departemen Bangunan PPPPTK BOE Malang)

 

ABSTRAK

Berbagai jenis cacat pada kayu dapat mempengaruhi perlemahan sebuah bangunan yang menggunakan konstruksi kayu karena dengan adanya cacat kayu maka terjadi penurunan kekutan kayu.Bagi produsen kayu, cacat kayu merupakan kerugian yang dapat menyebabkan penurunan harga kayu, meskipun demikian sebaiknya produsen tetap melindungi hak konsumen dengan membritahukan cacat kayu tersebut, mengingat resiko keruntuhan bangunan yang mengerikan dapat terjadi karena cacat kayu yang tidak diantisipasi sebelumnya.Kata Kunci :Cacat Kayu

 

A.   Latar Belakang

Kayu merupakan salah satu material konstruksi yang paling banyak terdapat dialam dan pertama kali digunakan dalam sejarah umat manusia Kayu sampai saat ini masih banyak digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan untuk rumah tingga ,gedung, jembatan, bantalan kereta api dan lain lain. Kayu dipilih sebagai bahan konstruksi selain karena alasan mudah didapat, harganya relatif murah dan memiliki nilai estetika yang tinggi. ( Frick,1981 ) juga menyatakan bahwa material kayu akan selalu dibutuhkan manusia karena sifat utama yang dimiliki yaitu kayu merupakan kekayaan alam (natural resources )yang tidak akan pernah habis, mudah dalam pemrosesan serta memiliki sifat sifat spesifik yang tidak dimiliki oleh bahan lain

 

B. Cacat kayu

Kesalahan atau cacat kayu dapat dicegah dan diatasi sebelum kita melangkah lebih lanjut. Pedoman yang harus diperhatikan adalah bahwa nilai kayu yang diproses adalah besar, sekali salah akan berakibat fatal. Oleh karena itu proses pengeringan kayu dan karakteristik kayu yang dikeringkan harus dapat dikontrol dan dikuasai. Proses pengeringan tidak dapat dipaksa atau dipercepat hanya menaikkan temperatur ruang begitu saja. Karena dapat berakibat kayu menjadi rusak dan cacat sehingga tidak dapat dimanfaatkan.

 

1.    Cacat kayu alami (natural defect)

Cacat kayu bawaan ini tumbuh pada saat pohon tumbuh, karena lokasi tempat tumbuh yang menyebabkan kayu mempunyai kandungan bahan kimia tertentu, atau karena penyakit kayu tersebut.

 

1.1Cacat puntir

Cacat karena kayu tumbuh dalam posisi terpilin. Cacat ini dapat dilihat dari bentuk log yang terpilin.Pada umumnya pada waktu tumbuhnya banyak terkena tekanan angin pada satu sisi saja (berputar). Kayu ini tidak dapat dipakai untuk bahan baku produk yang bermutu tinggi.   

 

1.2 Alur minyak

 Yaitu garis-garis alur minyak pada kayu jati yang berwarna abu-abu muda kecoklatan atau kebiruan kemudian menjadi garis-garis hitam atau berwarna gelap setelah proses pengeringan kayu. Proses ini tidak dapat dicegah.

 

1.3Cacat doreng

Garis-garis atau bercak-bercak hitam pada kayu jati yang tumbuh karena penyakit alami. Cacat ini bukan cacat noda warna (discoloursation) melainkan cacat alami. Cara memilih atau melihat yaitu pada penampang bontos log. Bila pada lingkaran tahunnya terlihat bercak-bercak hitam atau coklat tua seperti berkas-berkas basah air, berarti log tersebut mempunyai cacat doreng.

 

2.        Cacat Penebangan dan Penanganan di Log Yard.

  Pada saat penebangan, sering terjadi log membentur log lain. Benturan ini menyebabkan log memar atau pecah didalam. Pecahan-pecahan halus ini tampak jelas setelah proses pengeringan atau pada saat proses akhir tampak jelas setelah proses pengeringan atau pada saat proses akhir (finishing). Pada waktu proses penggergajian, dituntut kejelian untuk menghindari kayu yang cacat tersebut.

Selain itu proses penanganan kayu log (Log Treatment), ujung bontos sebaiknya diolesi dengan cat pelindung atau penutup pori-pori sehingga proses evaporasi pada bontos dapat dihambat. Tujuan ini untuk mencegah terjadinya retak-retak rambut (hairline Cracks) atau pecah ujung (End Cheeks).

 

2.1   Cacat penggergajian

 Cacat penggergajian biasanya penggergajian yang dilakukan dengan sistem tangensial (flat Sawn) ini akan menyebabkan penyusutan kayu tidak sama pada satu sisi sehingga terjadi terjadi baling (diamonding). Biasanya terjadi setelah proses oven.Bentuk baling ini dapat diatasi dengan meluruskan kembali melalui penggergajian atau penyerutan ke 4 sisinya (moulding).

 

3.        Cacat pengeringan kayu

         Setiap proses pengeringan selalu memiliki resiko kerusakan atau cacat pengeringan. Resiko inilah yang harus ditekan sekecil mungkin.

Cacat pengeringan kayu dapat terjadi karena :

a.      Mesin dan teknologi pengeringan.

b.      Kemampuan operator oven.

c.      Kondisi kayu sebelum diproses.

 

3.1   Retak ujung dan permukaan (end and surface checks).

 Retak ujung dan permukaan, serta retak rambut dapat terjadi bila kelembaban udara dalam ruang tidak diperhatikan pada saat oven mulai beroperasi. Pada saat permukaan kayu mengering, bagian luar kayu mulai menyusut, tetapi bagian dalam kayu masih basah, akibatnya, terjadi tegangan dan retak-retak pada permukaan, atau ujung kayu. Pencegahannya dengan mengoleskan oli pada ujung kayu atau menggunakan resin urea atau polyethiline glycol kayu cacat retak rambut tidak dapat dipakai untuk yang dicat, karena bagian yang retak akan merusak permukaan cat pada saat kayu kembang susut oleh udara sekitar.

 

3.2   Pengerasan kayu (case harduehing).

 Pengerasan kayu disebabkan oleh tingginya kadar air dalam kayu pada saat sebelum mulai dikeringkan dan sangat cepatnya proses pengeringan kayu.Permukaan kayu akan mencapai titik keseimbangan lebih cepat daripada bagian dalam kayu, sehingga permukaan kayu mulai menyusut.

 

Penyusutan permukaan menyebabkan tegangan pada permukaan kayu dan menyebabkan retak. Sebaliknya, bila permukaan kayu tetap elastis dan tidak timbul cacat retak permukaan, proses evaporasi pada kayu (inti) terhambat. Sel-sel permukaan kayu yang kering akan menutup jalan air sel bagian dalam kayu keluar kepermukaan. Bila proses pengeringan ini diteruskan, bagian luar kayu akan mengeras dan kedap. Sehingga timbul pengeringan kayu (case Hardening).

 

3.3   Retak dalam (Honey Combing)

 Cacat retak dalam adalah cacat akibat kesalahan pengendalian mesin pengering, tetapi cacat ini dapat dihindarkan. Keadaan ini adalah kelanjutan dari cacat pengerasan bagian luar (case hardening). Bila kesalahan pengendalian mesin tidak cepat diatasi, kayu menjadi kering dan cacat retak-retak. Cacat retak dalam tidak dapat diperbaiki dan kayu tidak dapat dipakai.

 

3.4   Perubahan bentuk (distorsi)

  Perubahan bentuk pada papan atau pada balok saat pengeringan kayu adalah normal dan tidak mutlak kesalahan pengeringan kayu. Namun merupakan suatu keharusan untuk menekan perubahan bentuk ini sekecil mungkin dengan menggunakan mesin pengering. Tegangan dalam kayu dapat dihilangkan melalui pengaturan oven. Perubahan-perubahan bentuk kayu yang mungkin terjadi adalah melengkung (bowing), cekung (cupping) dan memuntir (twisting). Perubahan bentuk ini disebabkan oleh tidak meratanya prosentasi penyusutan bagian-bagian kayu. Perbedaan penyusutan selalu terjadi karena perbedaan arah pemotongan kayu (tangensial, radial dan aksial).

 

3.5   Cacat Kadar Air tidak Merata

      Seringkali hasil proses pengeringan tidak merata kadar airnya, terutama pada bagian tengah tumpukan kayu masih basah. Sebab utama adalah tidak meratanya distribusi panas keseluruhan bagian kayu.

Yang perlu diperiksa adalah :

a.      Apakah kipas-kipas (Fans Impeller) masih bekerja dengan baik.

b.      Pengaturan susunan ketebalan kayu.

c.      Kecepatan sirkulasi udara panas dan pengarahan sirkulasi.

 

3.6   Perubahan Warna Kayu

 Perubahan warna kayu dapat berupa perubahan warna total atau berupa noda-noda udara, yang sedikit banyak juga sampai kedalam kayu. Noda-noda warna pada permukaan kayu masih dapt dihilangkan dengan cara menyerut kayu, tetapi perubahan warna yang sampai kedalam, sulit dihilangkan.

 

Sebab-sebab utama perubahan warna karena  temperatur atau uap yang tinggi, dan menyebabkan zat tamin kayu beraksi, sehingga terjadi proses oksidasi yang menyebabkan warna kayu berubah. Temperatur yang tinggi lebih banyak berpengaruh pada perubahan warna daripada menurunkan kadar air dengan cepat.

 

Temperatur 500 C atau 600 lebih cenderung mengubah warna kayu. Makin tinggi temperatur digunakan, warna kayu akan makin gelap.

 

E. KSIMPULAN

Pengenalan atas sifat-sifat kayu akan sangat membantu dalam menentukan jenis-jenis kayu untuk tujuan pengunaan tertentu.  Diharapkan dengan memahami sifat-sifat kayu dan jenis-jenis kayu untuk penggunaan tertentu akan semakin mengurangi ketergantungan konsumen akan suatu jenis kayu tertentu  sehingga pemanfaatan jenis-jenis kayu yang semula belum dimanfaatkan  akan semakin meningkat.

 

F. DAFTAR PUSTAKA

1.    Budi Martono. “ Teknik Perkayuan Jilid 1 “. Jakarta: Penerbit Pusat Perbukuan  Departemen Pendidikan Nasional, 2008

2.    Budianto, A. D. 2008. Sistem Pengeringan Kayu. Kanisius. Yogyakarta.

3.    BPPHP. 2009. Pengenalan Cacat Kayu Gergajian Rimba. Jayapura. www.bpphp17.web.id

4.    Departemen Kehutanan. 2010. Sifat dan Kegunaan 120 Jenis Kayu Perdagangan Indonesia.www.dephut.go.id.

5.    Dumanauw, J. F. 2007. Mengenal Kayu. Kanisius, Yogyakarta.

 

 

CARA MENGGANTI KUNCI PINTU

CARA MENGGANTI KUNCI PINTU

 

Hartiyono ( Widyaiswara Madya Departemen Bangunan PPPPTK BOE Malang)

 

 

 

   ABSTRAK

 

Pintu merupakan bagian penting dari rumah , Pintu adalah merupakan untuk keamanan rumah Anda . Tanpa bermaksud untuk menghilangkan keindahan , instalasi kunci dapat menyebabkan rasa aman ketika Anda berada didalam atau keluar dari rumah Saat ini ada berbagai bentuk dan merek-merek terkenal , dari kunci harga murah hingga kunci mahal . Tidak apa-apa untuk membeli kunci pintu dengan harga mahal , saya sarankan bahkan membeli kunci yang memiliki standar nasional , sebagai persyaratan minimum yang berkaitan dengan keamanan rumah Anda .Kata Kunci :Kunci Pintu

 

 

 

 
   

 

 

 

Latar Belakang

 

Kunci merupakan alat yang digunakan untuk mengancing atau mengunci pintu agar tidak dapat dibuka oleh orang lain. Kunci pintu rumah terdiri dari induk kunci dan anak kunci. Kunci terbuat dari bahan logam di mana induk kunci akan tetap berada pada pintu sedangkan anak kunci yaitu yang dimasukkan ke lubang kunci pada induk kunci yang berfungsi untuk mengunci pintu dan membuka kunci. Pada sebuah pintu rumah terdapat kunci yang berfungsi untuk mengamankan pintu tersebut agar tidak dapat dibuka dengan mudah oleh orang lain,

 

jadi kunci merupakan salah satu alat keamanan dalam rumah tangga terutama untuk mengamankan agar rumah tidak dapat dimasuki oleh orang yang tidak dikehendaki. Ketika bepergian anak kunci akan dilepas dari induk kunci untuk dibawa atau disimpan di tempat yang aman atau tidak diketahui oleh orang asing, atau bukan pemilik rumah tersebut. Namun, pada kondisi tertentu silinder kunci yang terdapat dalam badan/body kunci akan mengalami kerusakan atau kerusakan, maka kita dapat mengganti silinder kunci tersebut dengan silinder yang baru.

 

 

 

1.    Menentukan merek kunci yang Anda miliki.

 

 Hal ini biasanya dicetak pada bagian kait, tetapi juga dapat ditemukan pada bodi kunci. Anda tidak perlu lama untuk mengganti kunci yang tepat, asal mengetahui merek, bentuk, pengaturan, dan fitur kunci yang lama akan membantu Anda memastikan bahwa kunci baru terlihat cocok. Mengganti kunci anda dengan merek dan gaya dasar yang sama akan membantu memastikan bahwa tidak perlu memodifikasi pintu Anda.

 

 

 

2.    Mengukur kenop pintu

 

Anda. Seringkali, pengait kunci pintu depan dan pintu belakang akan lebih besar dari pengait kunci di bagian interior. Mengetahui ukuran sebelumnya akan membantu Anda agar tidak salah beli atau salah pasang.Membuat sebuah pita ukuran dari ujung kait pintu ke pusat kenop pintu. Pengait kunci kontemporer yang paling baik adalah yang memiliki ukuran 6 cm dengan diameter sebesar 6.5 cm. Baut atau grendel baru di banyak pengait kunci yang baru bisa disesuaikan untuk keduanya, tetapi pastikan mengecek kembali sebelum Anda meninggalkan toko perkakas agar Anda tidak bolak-balik.Pengait kunci yang lama mungkin memiliki ukuran yang bervariasi, tetapi umumnya lebih kecil, memerlukan pengetahuan yang luas tentang kerajinan kayu untuk hal ini. Jika itu yang Anda memiliki, cobalah periksa ke toko perbaikan untuk sebuah pengait kunci yang baru.

 

 

 

3.    Melepas kenop bagian dalam, jika memungkinkan.

 

 Lepaskan pegas yang ada di gagang pintu. Maka kenop pintu akan lepas dengan mudah, dan Anda akan melihat penutup dekoratif. Jika tombol pegas tidak bisa diakses sebelum mencabut penutup dekoratif, cabut penutup bagian dalam terlebih dahulu sebelum melepas tombol pegas.

 

 

 

4.    Lepaskan bagian interior penutup dekoratif.

 

 Sekrup yang menutupi mungkin tidak akan terlihat setelah Anda memelepas tombol. Jika ada, lepaskan dan simpan di tempat yang mudah dijangkau. Jika tidak terlihat, lihat di sepanjang tepi apakah ada, di mana mereka menyembunyikan sebuah baut. Jika tidak ada lubang yang dimaksud atau sekrup, plat itu pasti ada di tempat lain. Gunakan obeng pipih untuk melepaskan penutup, maka akan terlihat mekanisme penguncian.

 

 

 

5.    Bongkar bagian kunci dengan melepas dua bagian dalam sekrup.

 

 Lepaskan sekrup yang menjadi pengaman bagian dalam kunci ke bagian luar kunci. Didalamnya Anda akan melihat sebagian kenop. Saat sekrup dilepas, Anda akan dengan mudah melepas sebagian kenop dari pintu. Jangan biarkan pintu tertutup atau Anda harus memasukan kembali sebagian dari kenopnya dengan "pisau", obeng, atau pisau mentega untuk membukanya.

 

 

 

6.    Lepas kumpulan grendel palang pintunya.

 

Lepaskan dua sekrup dari kumpulan grendel pintu tersebut yang ada di samping pintu. Lepaskan juga pelat pengunci yang ada di kusen. Jika kunci baru Anda sama dengan merek dan model yang lama, Anda bisa boleh menyimpan pelat grendel dan pelat penguncinya. Bandingkan pelat yang baru dengan yang lama. Jika sama, sebaiknya diamkan di tempatnya jika memungkinkan. Melepas dan mengganti sekrup akan menyebabkan cengkraman pelat melemah.Jika kamu Anda bisa menekan dengan menggunakan sekrup yang baru, Anda harus membuat satu (atau dua) lubang sekrup terlebih dahulu dan tekan ke dalam dengan ujung pintu (gunakan tusuk gigi akan lebih baik).Alternatif lainnya yaitu membeli sekrup yang lebih panjang, tapi pastikan kepala sekrup sama dengan yang dibuat oleh parik atau sekrup tersebut tidak pas dan akan menyebabkan masalah.

 

 

 

Kesimpulan

 

  • Jika Anda memiliki penguci yang mata kuncinya ada di luar dan di dalam, maka Anda harus menjaga setiap kunci mudah dijangkau dalam keadaan darurat..
  • Selain itu, kunci juga harus yang asli, bukan yang duplikat. Berapa kali Anda harus menggoyangkan kunci duplikat agar bisa membuka pintu yang terkunci?

 

Saran

 

  • Gunakan cairan grafit untuk kunci Anda. juga tidak perlu mengganti kuci terlalu sering Gunakan cairan grafit ke dalam kunci dan di tempat memasukkan kunci cara mudah untuk memasukkan cairan tersebut adalah dengan mengoleskannya dengan menggunakan pensil.
  • Anda juga bisa mengganti pengunci yang ada pasaknya dengan yang pada grendelnya terdapat dua bagian mata kunci. Meskipun yang menggunakan pasak lebih meyakinkan, Anda bisa menggunakan yang terdapat dua ata kunci untuk dipasang di pintu atau jendela yang agak besar.

 

·      Pelajari untuk menggunakan satu kunci saja. Hal ini mencegah Anda untuk membuang sia-sia kunci yang bagus yang masih bisa diperbaiki. Menggunakan satu kunci membuat Anda bisa menggunakan satu kunci untuk semua pintu di bagian luar.

 

 

Daftar Pustaka

 http://www.hargaku.xyz/2013/08/cara-memasang-handle-pintu.htm

http://moonbeamskitsandkaboodles.blogspot.co.id/2014/01/cara-memasang-kunci-pintu-rumah-yang.html

http://tebingsekumbang.blogspot.co.id/2014/09/cara-mengganti-silinder-kunci-  pintu.html

 

 

MENGENAL KONSTRUKSI BETON BERTULANG GAMBAR PENULANGAN BELUM LENGKAP TANPA DAFTAR POTONG-BENGKOK

MENGENAL KONSTRUKSI BETON BERTULANG

GAMBAR PENULANGAN BELUM LENGKAP TANPA

DAFTAR POTONG-BENGKOK

 

Oleh :

SUWARDAYA AJI

ajivedcmlg@yahoo.com

 

A.     Pengantar.

Dalam pelaksanaan pembangunan bangunan pasti memerlukan dokumen teknis sebagai pedoman pelaksanaan antara lain gambar konstruksi beton. Gambar konstruksi beton yang sering ditemui di lapangan hanya merupakan gambar saja. Untuk pelaksanaan di lapangan pelaksana, mandor bahkan tukang masih harus  memikirkan, bagaimana membuat penulangan tersebut. Sehingga pelaksanaan di lapangan menjadi lambat, banyak kekeliruan, tidak efektif dan akhirnya menjadikan pembengkakan biaya pembangunan.

 

 

Gambar 1.  Bangunan dengan konstruksi beton bertulang.

Bagaimana agar pekerjaan pelaksanaan penulangan di lapangan menjadi efektif dan efisien? Pada artikel ini menjelaskan secara sederhana gambar penulangan yang dilengkapi dengan daftar potong dan bengkok yang bisa membantu tenaga pelaksana lapangan bekerja dengan cepat.

 

Gambar 2.  Tukang besi mengerjakan rangkaian penulangan.

 

B.    Gambar penulangan?

Gambar penulangan konstruksi beton bertulang yang baik seharusnya merupakan gambar kerja yaitu gambar yang sesuai dengan dengan perencanaan dan harus dapat dikerjakan dengan mudah di lapangan. Gambar penulangan pada umumnya berupa gambar tampak depan dan potongan melintang seperti pada konstruksi sloof, balok dan ring balok. Sedangkan pada konstruksi pelat biasanya hanya digambar denahnya (tampak atas).

 

Gambar 3.  Gambar kerja penulangan balok sederhana.

Pada gambar penulangan harus dapat menunjukan bentuk, jumlah, ukuran tulangan dan dimana tulangan dipasang. Untuk memudahkan penunjukannya akan lebih praktis dengan kode-kode penulangan seperti ditulis dengan huruf P yang diikuti dengan nomor.

 

C.    Daftar potong dan bengkok tulangan.

Daftar potong dan bengkok tulangan adalah suatu tabel untuk pelaksanaan pemotongan, pembengokoan tulangan. Tabel ini bersumber dari gambar penulangan yang dirinci menjadi komponen-komponen yang dilengkapi dengan kode tulangan, ukuran, jumlah, bentuk dan ukuran panjang yang masih dalam keadaan lurus atau telah dibengkok. Ukuran panjang yang masih dalam keadaan lurus maksudnya adalah panjag tulangan pada saat dipotong, belum dibentuk atau dibengkok. Daftar potong dan bengkok tulangan merupakan pasangan dari gambar penulangan yang tidak dapat terpisahkan. Daftar potong dan bengkok tulangan harus dibuat oleh teknisi sipil (bukan tukang) sebelum pelaksanaan dimulai. Tukang dalam melaksanakan hanya membaca daftar potong dan bengkok tulangan.

 

 

Gambar 4.  Daftar potong dan bengkok balok.

Berikut ini contoh daftar potong dan bengkok tulangan dari balok sederhana.

Pada daftar potong dan bengkok tulangan juga bisa direkap untuk menghitung, berapa jumlah kebutuhan tulangan untuk membuat rangkaian tersebut dalam satuan batang (misalnya yang 12m/batang) atau berat (kg).

 

 

Gambar 5.  Daftar potong dan bengkok penulangan balok.

Hasil rangkaian penulangan balok sederhana yang telah selesai dikerjakan oleh tukang besi seperti foto berikut ini. Dasar-dasar penulangan seperti ini dan penggambarannya dapat dibaca pada buku referensi artikel ini.

 

 

Gambar 6.  Rangkaian penulangan balok sederhana.

 


 

KEPUSTAKAAN.

 

Suwardaya Aji dan Alfa. 2015. Penggambaran Penulangan Beton Bertulang. Penerbit Media Nusa Creative. Malang.

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG