MARKING KETINGGIAN LANTAI DAN PLAFON GEDUNG DENGAN ALAT SIPAT DATAR (WATERPASS)

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Tuesday, 28 April 2015 Published Date Written by suryana

MARKING KETINGGIAN LANTAI DAN PLAFON GEDUNG

DENGAN ALAT SIPAT DATAR (WATERPASS)

 Suryana, Widyaiswara

Program Studi Survey dan Pemetaan, Departemen Bangunan

PPPPTK BOE Malang

 

Abstrak

     Tahapan pelaksanaan pekerjaan elemen konstruksi lantai dan konstruksi plafon diawali dengan pekerjaan penandaan (marking), metode pelaksanaan pengerjaan antara elemen  konstruksi Lantai dan plafon dengan menggunakan  alat sipat datar (waterpass) adalah sama, eleman konstruksi lantai berfungsi sebagai alas pijakan kaki sehingga memberi kenyamanan ketika berjalan diatasnya. Tinggi lantai dari permukaan tanah tergantung pada desain dan selera pemilik rumah dan keadaan lingkungan setempat.

       Elemen konstruksi plafon berfungsi sebagai lapisan yang membatasi tinggi suatu ruangan dan dapat berfungsi sebagai keamanan, kenyamanan serta keindahan (estetika). Tinggi rendahnya plafond sangat menentukan kenyaman dan keindahan suatu ruangan., tinggi plafon diukur mulai dari permukaaan lantai sampai dengan sisi bawah permukaan bidang plafon tersebut. 

        Marking ketinggian elemen konstruksi  lantai dan plafon adalah penandaan pada obyek tertentu untuk penetapan tinggi rendahnya konstruksi  lantai dan plafon. Dalam melaksanakan pekerjaan marking konstruksi tinggi lantai dan plafon harus berdasarkan gambar kerja (gambar detail  lantai dan detail  plafon).

      Pada umumnya untuk membuat dan mengontrol kedataran lantai pada rumah tinggal atau gedung dapat menggunakan alat slang ukur, alat sipat datar (waterpass) atau Laser Level. Pada waktu mengintepretasi gambar kerja perlu berkonsultasi dengan perencana untuk menentukan referensi ketinggian misalnya ketinggian jalan, lantai gedung lama disekitar lokasi yang akan dipakai sebagai acuan ketinggian untuk ditransfer ke lantai gedung yang baru, apakah lantai yang baru dinaikan (+), diturunkan (-) atau sama tinggi.

      Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan pekerjaan marking ketinggian lantai adalah melaksanakan kontrol bacaan benang tengah (BT) pada rambu ukur,menetapkan titik tetap sebagai acuan, menandai (marking) simbol  pada titik yang sudah benar, menandai (marking) pada rambu ukur , jika bacaan benang tengah sudah benar,menandai (marking) pada bagian alas (0.000 m) rambu ukur , jika bacaan benang tengah sudah benarmengontrol secara keseluruhan hasil akhir marking. Pelaksanaan marking  elemen konstruksi lantai dan plafon dengan menggunakan alat sipat datar (waterpass) hasilnya lebih baik dibandingkan dengan alat slang ukur.

Kata kunci : marking, ketinggian, lantai, plafon, alat sipat datar

 

A.       Pendahuluan

       Lantai merupakan penutup permukaan tanah dalam ruangan dan sekitar rumah (teras,carport). Lantai secara umum berfungsi sebagai alas pijakan kaki sehingga memberi kenyamanan ketika berjalan diatasnya.Lantai juga dapat memberi nilai estetika suatu rumah sehingga dapat menambah nilai jual bangunan rumah.Tinggi lantai dari permukaan tanah tergantung pada desain dan selera pemilik rumah dan keadaan lingkungan setempat. Ada yang menyukai lantai rata dengan tanah, tetapi ada pula yang menyukai lantai yang tinggi. Didaerah yang rawan banjir ataupun rob, lantai dibuat harus tinggi dari permukaan air banjir, terhadap jalan raya sebaiknya lantai dibuat lebih tinggi dari permukaan jalan raya.

       Plafon yang sering juga disebut lagit-langit merupakan elemen konstruksi gedung yang berfungasi sebagai lapisan yang membatasi tinggi suatu ruangan dan dapat berfungsi sebagai keamanan, kenyamanan serta keindahan (estetika). Tinggi rendahnya plafond sangat menentukan kenyaman dan keindahan suatu ruangan., tinggi plafon diukur mulai dari permukaaan lantai sampai dengan sisi bawah permukaan bidang plafon tersebut. Tinggi rendahnya plafon untuk rumah tinggal dan gedung tergantung hasil perencanaan desainer dan selera pemilik dan keadaan lingkungan setempat.

       Marking ketinggian lantai dan plafon adalah menandai pada obyek tertentu untuk menetapkan tinggi rendahnya lantai dan plafon. Dalam melaksanakan pekerjaan markingtinggi lantai dan plafon harus berdasarkan gambar detail  lantai dan detail  plafon. Pada umumnya untuk membuat dan mengontrol kedataran konstruksi lantai dan plafonpada rumah tinggal atau gedung dapat menggunakan alat slang ukur atau alat sipat datar (waterpass).

 B.     Marking Ketinggian Lantai

Marking ketinggian lantai adalah menandai pada patok atau dinding untuk menetukan tinggi rendahnya lantai sesuai dengan data dan informasi yang ada pada gambar rencana.. Pada umumnya untuk membuat dan mengontrol kedataran lantai pada rumah tinggal atau gedung dapat menggunakan alat slang ukur, alat sipat datar (waterpass) atau Laser Level. Juru ukur sebelum melaksanakan pekerjaan marking ketinggian lantai perlu mengintepretasi gambar perencanaan lantai dan berkonsultasi dengan perencana untuk menentukan referensi ketinggian misalnya ketinggian jalan, lantai gedung lama yang ada dilokasi yang akan dipakai sebagai acuan ketinggian untuk ditransfer ke lantai gedung yang baru, apakah lantai yang baru dinaikan (+)diturunkan (-)atau sama tinggi. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan pekerjaan marking ketinggian lantai adalah sebagai berikut:

1.     Melaksanakan kontrol kedataran Alat Sipat Datar (Waterpass) sebelum dipergunakan.

2.   Mencatat data dan spesifikasi Alat Sipat Datar (Waterpass) yang dipergunakan.

3.     Melakukan kontrol bacaan benang tengah (BT) pada rambu ukur.

4.     Menetapkan titik tetap sebagai acuan

5.     Memberi simbol marking pada titik yang sudah benar

6.  Memberi marking pada rambu ukur , jika bacaan benang tengah sudah benar

7.  Memberi marking pada bagian alas (0.000 m) rambu ukur , jika bacaan benang tengah sudah benar

8.  Mengontrol secara keseluruhan hasil akhir marking .

C.      Alat dan Bahan Marking Lantai:

1.    Alat

a.    Alat Sipat Datar (waterpass)                            

b.    Statif                                                                    

c.    Rambu Ukur                                                      

d.    Trifoot                                                                  

e.    Nivo Kotak                                                          

f.     Meteran Lipat                                                     

g.    Alas tulis                                                             

2.    Bahan

a.    Cat Merah                                                          

b.    Spidol Merah Permanen                                 

c.    Isolatip                                                                

 F.       Keselamatan Kerja Marking Lantai

1.    Pergunakan alat sesuai dengan fungsinya.

2.    Jangan senda gurau selama praktek berlangsung.

3.    Periksa peralatan sebelum dan sesudah dipergunakan.

4.    Lindungi peralatan dari cuaca panas dan hujan

5.    Hati-hati dari benda tajam dan binatang berbisa.

6.    Hati-hati membawa peralatan dari tempat satu ke tempat yang lain.

7.    Konsultasikan kepada pengawas jika ada masalah sewaktu melaksanakan pekerjaan.

8.    Bersihkan dan simpan peralatan pada tempatnya.

G.     Langkah Kerja Marking Lantai

1.    Menyiapkan dokumen gambar perencanaan

2.    Menginterpretasi gambar perencanaan

3.    Menyiapkan peralatan dan bahan sesuai dengan keperluan

4.    Menetapkan titik tetap sebagai acuan atau referensi ketinggian

5.  Menentukan titik duga (Peil) lantai sesuai gambar rencana misal tinggi         

     + 1,250,   lihat gambar 1.

 

Gambar 1

6.    Menempatkan rambu ukur di atas titik tetap sebagai referensi   ( lihat gambar 2)


 Gambar 2

  7.     Memasang dan menyetel Alat Sipat Datar (Waterpass) sehingga siap dioperasikan, lihat gambar 3.


Gamabr 3

  8.    Membaca benang tengah pada rambu ukur misalnya 1,638 m,  lihat gambar 4


Gambar 4

         9.    Menghitung bacaan benang tengah rambu ukur pada peil lantai yaitu bacaan benang tengah rambu   ukur  pada     

               titik  tetap dikurangi ketingggian titik duga lantai  BT = 1,650 – 1,250 = 0,400

10.    Memberi tanda (marking) pada rambu ukur dengan bacaan benang tengah (BT) 0,400 dengan akurat.

11.    Menempatkan rambu ukur yang sudah ditandai pada lokasi tertentu sesuai gambar rencana.

12. Membaca rambu ukur yang sudah ditandai dengan cara juru ukur mengamati melalui teropong alat sipat datar memberi isyarat kepada pemegang rambu ukur untuk menaikan dan meurunkan rambu ukur sehingga benang tengah yang ada diteropong alat sipat datar dengan tanda yang ada pada rambu ukur sudah berimpit denga tepat,

13.Menandai dengan spidol permanen atau cat warna merah  dibagian alas rambu ukur (Bacaan rambu 0,000) dengan symbol yang sudah ditentukan.  ( lihat gambar 5 )


 Gambar 5

14.   Sesuai dengan langkah kerja 12 dan 13, laksanakan untuk titik marking yang lainnya.

G.        Marking Ketinggian Plafon

Marking ketinggian plafon adalah menetapkan tanda pada dinding untuk menghasilkan ketinggianplafonyang diukur dari lantai sesuai dengan data dan informasi yang ada pada gambar rencana. Pada umumnya untuk membuat dan mengontrol kedataran plafon pada rumah tinggal atau gedung dapat menggunakan alat slang ukur, alat sipat datar (waterpass) atau Laser Level.. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan pekerjaan marking ketinggian plafon adalah sebagai berikut:

1.  Melaksanakan kontrol kedataran Alat Sipat Datar (Waterpass) sebelum dipergunakan.

2.  Mencatat data dan spesifikasi Alat Sipat Datar (Waterpass) yang dipergunakan.

3.  Melakukan kontrol bacaan benang tengah (BT) pada rambu ukur.

4.  Memberi marking pada rambu ukur , jika bacaan benang tengah sudah benar

5.  Memberi marking pada bagian alas (0.000 m) rambu ukur, jika bacaan benang tengah sudah benar.

6.  Memberi simbol pada hasil marking yang sudah benar

H.       Alat dan Bahan Marking Plafon

1.    Alat

a.    Pesawat Penyipat Datar                                              

b.    Statif                                                                    

c.     Rambu Ukur                                                      

d.    Trifoot                                                                  

e.    Nivo Kotak                                                          

f.      Meteran Lipat                                                     

g.    Alas tulis                                                             

2.    Bahan

a.    Spidol Merah                                                     

b.    Kapur Tulis                                                        

c.     Kertas                                                                  

I.        Langkah Kerja Marking Plafon :

1.        Menyiapkan dokumen gambar perencanaan

2.        Menginterpretasi gambar perencanaan

3.       Menyiapkan peralatan dan bahan sesuai dengan keperluan

4.    Menentukan titik duga (Peil) Plafon sesuai gambar rencana misal + 3,250 m( lihat gambar 1)


 Gambar 1

5.      Menempatkan rambu ukur di atas titik tetap pada lantai (lihat gambar 2)

Gambar 2

6.   Memasang dan menyetel Alat Sipat Datar (Waterpass)  sehingga siap dioperasikan

7.   Membaca benang tengah pada rambu ukur misalnya 1,638 m

8.  Menghitung bacaan benang tengah rambu ukur pada peil plafon yaitu bacaan ketinggian Plafond dikurangi bacaan benang tengah pada rambu ukur        Bt = 3,250 – 1,638 = 1,612

9.    Memberi tanda (marking) pada rambu ukur dengan bacaan benang tengah (BT) 1,612 dengan akurat.

10.  Menempatkan rambu ukur dengan posisi terbalik (+ 0,000 di atas) yang sudah ditandai pada lokasi tertentu sesuai gambar rencana.

11. Membaca rambu ukur yang sudah ditandai dengan cara juru ukur mengamati melalui teropong alat sipat datar dengan memberi isyarat kepada pemegang rambu ukur untuk menaikan atau menurunkan rambu ukur sehingga benang tengah pada diteropong alat sipat datar dengan tanda yang ada pada rambu ukur sudah berimpit denga tepat,

12. Menandai (Marking) dengan spidol permanen atau cat warna merah  dibagian alas rambu ukur (Bacaan rambu 0,000) dengan symbol yang sudah ditentukan, (lihat gambar 3)


Gamabar 3

13. Sesuai dengan langkah kerja 11 dan 12, laksanakan untuk pekerjaan  marking yang lainnya.

 

                        DAFTAR PUSTAKA

1.    Markus Gerig, Vermesungskunde und Feldmessen Fur das Baugewerbe, SKBU Zurich, 1984.

2.    Soetomo Wongsotjitro, Ilmu Ukur Tanah, Kanisius, Yogyakarta, 1980.

3.    W. Schofield, Engineering Surveying 2, Second Edition, London, 1984.

4.    Ir. Indra Simarga, M. Surv. Sc, Pengukuran dan Pemetaan Pekerjaan Konstruksi, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1997.

5.    S G Brighty, Setting Out A Gide For Site Engineers, Granada, London, 1975