Pengukuran Dan Pematokan (Setting Out) Lengkungan Horisontal Metode Interseksi (The Intersection Method)

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Monday, 28 April 2014 Published Date Written by suryana

Pengukuran Dan Pematokan (Setting Out)

 Lengkungan Horisontal

 Metode Interseksi (The Intersection Method)

 DRS. SURYANA, MT

 WIDYAISWARA DEPARTEMEN BANGUNAN

 

     A. Pengukuran Dan Pematokan Lengkungan Horisontal

Pada pelaksanaan pengukuran dan pematokan garis lurus, hasil garis tengah yang telah kita buat akan menyatu pada titik-titik pertemuan (intersection point). Pada akhirnya garis lurus tersebut akan dihubungkan dengan lengkungan horisondal dan lengkungan vertikal yang akan dilaksanakan pengukuran dan pematokan sesuai dengan gambar kerja. Ukuran jarak datar antara titik pertemuan yang  dianggap hal tersebut merupakan perkiraan panjang awal dari pada jalan yang akan dibangun.

B.   Metode Interseksi (the Intersection Method)

Metode interseksi adalah salah satu metode yang sederhana dan efektif untuk membuat lengkungan pada daerah datar dan tidak terhalang. Dalam pelaksanaan metode ini diperlukan peralatan manual yang sederhana seperti roll meter baja, pen ukur, yalon, trifot yalon, nivo kotak, benang nilon, palu besi 1 kg, sedangkan bahan yang harus dipersiapkan adalah patok kayu, paku payung, spidol permanent. Metode ini dapat dengan mudah dikerjakan oleh Juru ukur dengan dua orang pembantu.

      C.     Langkah Kerja Metode Interseksi

            1.    Langkah kerja pertama

Memasang patok pada titik dimana kedua garis lurus bertemu (intersection point P1) . Kemudian tentukan titik tangen awal (TP awal) dantitik tangen akhir (TP akhir). Titik tangen awal adalah tempat dimana kita memulai membuatlengkungan, dan titik tangen akhir adalah tempat kita mengakhiri garis lengkungan.Bagi panjang tangen dalam divisi- divisi yang sama panjang, dengan interval jarak datar 5m,kemudianpasangyalon di sepanjang garis tangen sesuai dengan titik-titk yang telah diukur.


Dengan tangen yang panjang, kita akan memperoleh lengkungan yang panjang dengan diameter yang besar. Cara terbaik menentukan berapa panjang tangen adalah melalui pengalaman-pengalaman. Mari kita perhatikan pertemuan sudut antara dua tangen berikut:

Sudut pertemuan yang besar (i) akan memberikan lengkungan radius yang besar dengan mudah. Panjang tangen kemudian dapat dibuat lebih pendek(dengan catatanpanjang tidak kurang 20m). Sudut pertemuan yang kecil akan memberikan kelengkungan yang tajam dengan radius yang kecil. Pada situasi tertentu, garis tangen harus dibuat lebih panjang (30, 40, 50 atau 60m), hal ini untuk memperbesar radius lengkungan. Kadang-kadang kita ingin mengatur panjang tangen untuk mengontrol dimana garis tengah lengkungan berada. (lihatlah dibagian bawah: Pengaturan Posisi Lengkungan).

2.  Langkah kerja kedua

Berilah notasi huruf referensi pada masing-masing tongkat ukur (Yalon) sebagaimana terlihat pada gambar dibawah. Amati garis sepanjang a – a dan dengan bantuan seorang pembantu pemegang yalon yang harus segaris lurus dengan garis pandang tadi. Sementara pembantu kedua berdiri di b dengan cara yang sama mengamati b – b sehingga segaris lurus. Kemudian pembantu pertama bergerak sepanjang garis pandang  a – a dan berhenti ketika bertemu dengan garis pandang b – b. Beri tanda titik pertemuan tersebut dengan patok. Hal ini merupakan titik pertama dalam pembuatan lengkungan.

3.  Langkah kerja ketiga 

Dengan cara yang sama ulangi lagi langkah kerja ke 2 dengan melihat garis b – b sementara pembantu yang lain melihat garis pandang c – c sehingga diperoleh titik lengkungan kedua.

 

 4.  Langkah kerja keempat 

Selesaikan dengan cara yang sama dengan mengulang-ulang langkahkerjakedua sehingga diperoleh titi-titik lengkungan, kemudian gunakan titik lengkungan ini untuk membuat titik-titiklengkungan dengan interval jarak datar 5m. Amati kembali lengkungan tersebut dan pastikan bahwa semua titik membentuk lengkungan yang halus.

D. Mengatur Kembali Posisi Lengkungan

Kita akan selalu memperoleh titik lengkungan lebih sedikit dari pada jumlah yalon di sepanjang tangen. Sebagai contoh 5 yalon akan menetapkan 4 titik lengkungan (lihat gambar dibawah). Jumlah yalon yang genap akan memberikan jumlah ganjil titik lengkungan.  Juga titik tengah lengkungan akan berlawanan dengan titik pertemuan garis P1. Dimana tengah-tengah dua garis interseksi adalah pertengahan tengah titik tengah lengkungan (sebagaimana terlihat pada garis 3-3 & 4-4 dan 2-2 & 3-3).  

 

 

                        DAFTAR PUSTAKA

1.    Markus Gerig, Vermesungskunde und Feldmessen Fur das Baugewerbe, SKBU Zurich, 1984.

2.    Soetomo Wongsotjitro, Ilmu Ukur Tanah, Kanisius, Yogyakarta, 1980.

3.    W. Schofield, Engineering Surveying 2, Second Edition, London, 1984.

4.    Ir. Indra Simarga, M. Surv. Sc, Pengukuran dan Pemetaan Pekerjaan Konstruksi, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1997.

5.    S G Brighty, Setting Out A Gide For Site Engineers, Granada, London, 1975