OPTIMALISASI KEMAMPUAN PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) MELALUI METODE TUTORIAL BAGI GURU SMK PESERTA DIKLAT PTK DI PPPPTK BOE MALANG

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Wednesday, 24 September 2014 Published Date Written by Budi martono

OPTIMALISASI KEMAMPUAN PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) MELALUI METODE TUTORIAL BAGI GURU SMK PESERTA DIKLAT PTK DI PPPPTK BOE MALANG

oleh Budi Martono*

Abstrak: Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki potensi untuk meningkatkan pembelajaran apabila diimplementasikan dengan benar. Langkah-langkah implementasi PTK mencakup diagnosis dan penetapan masalah yang ingin diselesaikan, bentuk dan skenario tindakan, pengembangan instrumen untuk mengukur keberhasilan tindakan, serta prosedur analisis dan interpretasi data penelitian. Penelitian yang berjudul Optimalisasi Kemampuan Penyusunan Proposal PTK melalui Metode Tutorial bagi Guru SMK Peserta Diklat PTK di PPPPTK BOE Malang ini difokuskan pada peserta diklat yang ada di Departemen Bangunan sebanyak 17 peserta dari jumlah keseluruhan 139 peserta yang menyebar pada beberapa Departemen. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa terdapat kenaikan nilai/indikator kinerja rata-rata pada setiap tahapan mulai dari kondisi awal= 1,41; siklus 1 = 2,73; siklus 2 = 2,96; dan kondisi akhir = 3,12. Hal ini menunjukkan peningkatan meskipun sedikit. Hasil pengukuran kondisi akhir menunjukkan bahwa seluruh peserta lulus dengan kualifikasi baik dan mencapai nilai paling rendah 2,71 serta nilai paling tinggi 3,40. Dengan kenaikan nilai/indikator kinerja pada setiap tahapan, maka disimpulkan bahwa metoda tutorial yang diterapkan pada proses pembelajaran Diklat PTK dapat mengoptimalkan kemampuan peserta diklat dalam menyusun proposal PTK.

Kata kunci:Optimalisasi kemampuan, penyusunan proposal, penelitian tindakan kelas, metode tutorial

*) Penulis adalah Widyaiswara Madya di PPPTK BOE Malang

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar. Langkah-langkah implementasi PTK untuk peningkatan kualitas pembelajaran antara lain mencakup diagnosis dan penetapan masalah yang ingin diselesaikan, bentuk dan skenario tindakan, pengembangan instrumen untuk mengukur keberhasilan tindakan, serta prosedur analisis dan interpretasi data penelitian.

Guru sebagai peneliti harus membuat proposal PTK dengan baik dan benar lebih dulu guna mendukung pelaksanaan penelitiannya agar implementasi PTK bisa berjalan sesuai langkah-langkah tersebut di atas. Kenyataannya di sekolah-sekolah masih banyak guru yang kesulitan melaksanakan PTK. Salah satu tujuan diadakannya Diklat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah untuk membantu Guru SMK dalam menyusun proposal PTK guna mendukung pelaksanaan pengembangan profesinya dalam kenaikan pangkat Pembina, gol./ruang IV/ a ke pangkat Pembina Tingkat I, gol./ruang IV/b. Kondisi akhir yang diharapkan untuk peserta diklat sebagai subyek yang diteliti adalah seluruh peserta diklat dapat lulus dengan kualifikasi baik (2,55 –3,54). Selain itu setiap peserta berhasil menyusun proposal PTK yang akan diimplementasikan sebagai penelitian tindakan kelas di sekolah masing-masing. Kondisi akhir yang diharapkan oleh peneliti (widyaiswara) adalah dapat menerapkan metode tutorial dengan baik pada kegiatan pembelajaran penyusunan proposal PTK sehingga setiap peserta diklat yaitu guru-guru SMK dapat menyusun proposal dan mengimplementasikan PTK di sekolah masing-masing. Salah satu solusi untuk mengoptimalkan kemampuan penyusunan proposal PTK yaitu melalui metode tutorial bagi guru SMK peserta Diklat Penelitian Tindakan Kelas di PPPPTK Bidang Otomotif dan Elektronika Malang.

Dari permasalahan yang telah diuraikan dan harapan yang ingin dicapai seperti tersebut di atas maka peneliti mencoba untuk mencari solusi melalui penelitian yang berjudul: Optimalisasi Kemampuan Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Melalui Metode Tutorial Bagi Guru SMK Peserta Diklat Ptk Di PPPPTK BOE Malang.

Pembatasan masalah perlu dilakukan untuk penelitian tindakan ini, dengan pertimbangan supaya dapat menemukan solusi pemecahan masalah secara spesifik dan teknis. Dalam penelitian tindakan pada umumnya dapat diambil variabel bebas atau independen (x) lebih dari satu, tetapi untuk penelitian ini hanya diambil satu variabel bebas atau independen (x) yaitu penerapan metoda tutorial.Variabel terikat atau dependen (y) untuk penelitian pada umumnya dapat ditentukan lebih dari satu variabel terikat atau dependen, namun untuk penelitian ini diambil hanya satu variabel terikat atau dependen (y) yaitu optimalisasi kemampuan penyusunan proposal PTK. Dari penjelasan di atas didapatkan rumusan masalah sebagai berikut: Apakah melalui metode tutorial dapat mengoptimalkan kemampuan penyusunan proposal PTK bagi guru SMK peserta Diklat Penelitian Tindakan Kelas di PPPPTK Bidang Otomotif dan Elektronika Malang?

Tujuan umum penelitian tindakan ini adalahmemperbaiki mutu DiklatTingkat Menengah Penelitian Tindakan Kelas bagi guru SMK dengan caramengoptimalkan kemampuan peserta diklat pada penyusunan proposal PTK. Secara khusus tujuan penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan hasil diklat penyusunan proposal PTK melalui metode tutorial.

Kegunaan atau manfaat penelitian ini terdiri dari dua hal, yaitu kegunaan teoritis yang berkaitan dengan teori pembelajaran dalam kediklatan dan pengetahuan yang mendukung untuk mendapatkan kompetensi dalam menyusun proposal PTK,sedangkan kegunaan praktis diperuntukkan kepada peserta diklat selaku subyek penelitian, widyaiswara selaku peneliti, dan institusi selaku tempat pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan tempat peneliti melaksanakan tugas, seperti uraian berikut ini.

Hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai referensi oleh peneliti lain yang selanjutnya akan meneliti dalam hal yang sejenis. Kegunaan Praktis: Kegunaan bagi peserta diklat sebagai subyek penelitian adalah mendapatkan cara belajar secara efektif dalam menguasai kompetensi penyusunan proposal PTK sehingga hasil diklatnya optimal dan dapat diterapkan untuk pilihan metode sosialisasi pada sesama guru di SMK; Kegunaan bagi widyaiswara sebagai peneliti adalah dapat mengembangkan salah satu metode mengajar yaitu metode tutorial untuk penyusunan proposal PTK; Kegunaan bagi institusi dengan memfasilitasi kegiatan pengembangan profesi widyaiswara melalui penelitian adalah menumbuhkan citra baik institusi sebagai pusat pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan secara khusus untuk guru-guru SMK, dan secara umum untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pengertian diklat diuraikan dari sumber yang diambil dariinternetberikut ini: (http://www.bkn.go.id/penelitian.htm)Secara garis besar, Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) dapat diartikan sebagai akuisisi dari pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), dan sikap (attitudes) yang memampukan manusia untuk mencapai tujuan individual dan organisasi saat ini dan di masa depan (Bambrough, 1998:1). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang disusun oleh Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, edisi 2, cetakan 3, Jakarta: Balai Pustaka, tahun 1994, menjelaskan bahwa optimalisasi sama denganpengoptimalanyang berartiproses,cara,perbuatan mengoptimalkan.Sedangkan kemampuanberarti kesanggupan; kecakapan; kekuatan. Dengan demikian optimalisasi kemampuan dapat diartikan sebagai proses mengoptimalkan kecakapan dalam hal ini berkaitan dengan penyusunan proposal PTK. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang disusun oleh Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, edisi 2, cetakan 3, Jakarta: Balai Pustaka, tahun 1994, menjelaskan bahwa penyusunan berarti proses, cara, perbuatan menyusun. Sedangkan proposal berarti rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja. Dengan demikian penyusunan proposal dapat diartikan sebagai proses menyusun rencana dalam bentuk rancangan kerja. Proposal penelitian tindakan kelas perlu dibuat sebagai pedoman (tuntunan) dalam melaksanakan penelitian. Dalam penyusunan proposal, guru sebagai peneliti harus berusaha memenuhi ketentuan, kriteria atau standar yang ditetapkan oleh lembaga pemberi dana. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar. Diimplementasikan dengan baik di sini berarti pihak yang terlibat (guru) mencoba dengan sadar mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran melalui tindakan bermakna yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksanaannya untuk mengukur tingkat keberhasilannya. Diimplementasikan dengan benar berarti sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian tindakan. PTK merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keprofesionalan guru. Ciri khaspenelitian ini ialah adanya masalah pembelajaran dan tindakan untuk memecahkan masalah ini. Dalam pelaksanaannya guru perlu melakukan segala langkah penelitian ini secara bersama-sama (kolaboratif) atau dapat dilakukan oleh guru sendiri-sendiri dari awal hingga akhir. Tahapan PTK dimulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan (observasi), dan refleksi (evaluasi) yang dapat diulang sebagai siklus. Refleksi merupakan pemaknaan dari hasil tindakan yang dilakukan dalam rangka memecahkan masalah. Guru disarankan dapat secara kolaboratif melakukan tindakan kelas ini untuk peningkatan keprofesionalannya. Pada materi Diklat Pengawas Sekolah Menengah Kejuruan yang berjudul Strategi Pembelajaran dan Pemilihannya yang diterbitkan oleh Direktorat Tenaga Kependidikan Dirjen PMPTK Depdiknas tahun 2008 disebutkan bahwaMetode merupakan upaya untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Wijaya Kusumah menjelaskan bahwa Metode adalah cara yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas sebagai upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan (http://umum.kompasiana.com/2009/06/08/macam-macam-metode pembelajaran/). Selanjutnya dijelaskan pula oleh Wijaya Kusumah bahwa metode tutorial/bimbingan adalah suatu proses pengelolaan pembelajaran yang dilakukan melaluiproses bimbingan yang diberikan atau dilakukan olehguru kepada siswa baik secara perorangan atau kelompok kecil siswa. Menurut kamus wikipedia, metode tutorial adalah sebagai berikut:A tutorial is one method of transferring  knowledge and may be used as a part of learning. More interactive and specific than a book or a lecture; a tutorial seeks to teach by example and supply the information to complete a certain task (http://en.wikipedia.org/wiki/Tutorial). Dalam metode tutorial, peran guru sebagi fasilitator, moderator, motivator dan pembimbing yang sangat dibutuhkan oleh siswa untuk mendampingi mereka membahas dan menyelesaikan tugas-tugasnya.Kerangka berfikir pada penelitian tindakan diklat dimulai dari kondisi awal, yaitu suatu kondisi pembelajaran yang belum menerapkan metoda tutorial, selanjutnya dilakukan tindakan dengan menerapkan metode tutorial (pembimbingan langsung) dalam kelompok besar dan secara individu pada peserta diklat dalam kegiatan pembelajaran, dan akhirnya pada kondisi akhir diduga melalui penggunaan metode tutorial dapat meningkatkan hasil diklat penyusunan proposal PTK.

Gambar 1. Skema Kerangka Berfikir

METODE

Penelitian dilaksanakan pada Diklat Tingkat MenengahPenelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi Guru SMK periode 19 s.d. 30Oktober 2009 bertempat di ruang kelasDepart. Bangunan PPPPTK BOE Malang. Subyek penelitian adalah Peserta Diklat Tingkat MenengahPenelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi Guru SMK periode 19 s.d. 30Oktober 2009 sebanyak 17 peserta yang berasal dari beberapa SMK yang tersebar di seluruh Indonesia. Sumber data penelitian didapatkan dari beberapa hasil tes (pre test dan post test), hasil penyusunan proposal, dan pengamatan/evaluasi presentasi hasil proposal PTK yang dilakukan oleh setiap peserta diklat. Beberapa data nilai yang didapatkan untuk penelitian ini, meliputi beberapa penilaian seperti berikut ini.Nilai pre test tertulis adalah hasil jawaban peserta diklat terhadap pertanyaan-pertanyaan tertulis berbentuk soal uraian dan soal pilihan ganda pada pre test yang diberikan oleh peneliti sebelum materi diklat disampaikan.

Nilai tindakan pertama pada siklus 1 adalah hasil pengamatan/evaluasi peneliti terhadap presentasi proposal PTK melalui pembimbingan langsung dalam kelompok besar bagi peserta diklat. Nilai tindakan kedua pada siklus 2 adalah hasil evaluasi peneliti terhadap hasil proposal PTK melalui pembimbingan langsung secara individu berupa arahan lisan maupun koreksi tertulis pada proposal yang dibuat oleh setiap peserta diklat. Nilai post test teori  adalah hasil jawaban peserta diklat terhadap pertanyaan-pertanyaan tertulis berbentuk soal uraian yang diberikan oleh peneliti setelah materi diklat selesai disampaikan. Nilai rata-rata post test teori dan hasil akhir proposal adalah hasil jawaban post test ditambah dengan hasil akhir proposal dibagi dua yang telah dilaksanakan oleh setiap peserta diklat. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari tiga macam yaitu tes tertulis, penugasan menyusun proposal, dan presentasi hasil proposal. Tes tertulis berbentuk soal uraian (essey test) yang dilaksanakan sebagai pre test dan post test serta soal pilihan ganda (objective test) yang dilaksanakan sebagai pre test. Penugasan menyusun proposal dinilai selama proses kegiatan belajar berdasarkan beberapa aspek yang disusun dalam format penilaian sebagai berikut: judul PTK, pendahuluan (latar belakang, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan, manfaat penelitian), kajian teori (kerangka konseptual, hipotesis tindakan), metode penelitian (setting lokasi penelitian, subyek yang terlibat dalam penelitian, alat pemantau pengumpul data, siklus penelitian, dan rambu-rambu refleksi), referensi, dan jadwal pelaksanaan penelitian. Presentasi hasil proposal dinilai setelah peserta berhasil menyusun proposal, penilaian berdasarkan aspek-aspek sebagai berikut: penguasaan materi, penampilan pribadi, penampilan suara, penggunaan alat bantu visual, penguasaan peserta. Data tes tertulis didapatkan dari hasil tes tertulis yang diberikan pada peserta di awal diklat dimulai yang dinamakan pre test tertulis dan di akhir diklat yang dinamakan post test. Data penilaian presentasi didapatkan pada saat peserta melakukan presentasi proposal penelitian dari hasil pembimbingan/metoda tutorial pada kelompok besar (siklus1) oleh setiap peserta diklat. Sedangkan data penugasan penyusunan proposal didapatkan dari hasil penyusunan proposal PTK yang telah dipresentasikan oleh setiap peserta diklat yang telah dibimbing secara individu melalui metode tutorial (siklus 2). Data dikumpulkan menggunakan alat pengumpul data sebagai berikut:

Lamp. 1:Pre Test (essay & objective test)

Lamp. 2:Instrumen Penilaian Presentasi Proposal PTK

Lamp. 3: Instrumen Penilaian Penyusunan Proposal PTK

Lamp. 4: Post Test Teori

Lamp. 5: Rekap Nilai Diklat PTK

Validasi data diperlukan agar diperoleh data yang valid dari subyek penelitian. Validasi data kuantitatif yang berasal dari Daftar Nilai Peserta akan divalidasi instrument/kriteria penilaian hasil pembelajarannya. Untuk melakukan hal tersebut di atas maka dibuatlah kisi-kisi agar terpenuhi validitas teoritiknya.

Analisis data kuantitatif menggunakan analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan nilai pre test yang diasumsikan sebagai kondisi awal dengan nilai yang dihasilkan pada siklus 1. Untuk siklus 2, nilai yang dibandingkan adalah nilai siklus 1 dengan nilai siklus 2.

Data kualitatif yang didapatkan dari pengamatan dianalisis dengan membandingkan hasil pengamatan proses diklat dari kondisi awal, siklus 1, dan siklus 2. Seluruh peserta diklat dapat menguasai pembuatan proposal penelitian tindakan kelas secara optimal sehingga menghasilkan suatu proposal yang baik dan siap dilaksanakan penelitian tindakan kelas di sekolah masing-masing. Penilaian peserta diklat yang digunakan sebagai indikator kinerja subyek penelitian dilakukan menurut skala penilaian berdasarkan standar institusi seperti pada berikut ini.

 

 Tabel 1 Skala Penilaian

Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan (action research), dalam hal ini adalah metode penelitian diklat yaitu melakukan penelitian dalam proses pembelajaran untuk mendapatkan hasil yang optimal bagi peserta diklat. Tindakan yang dilakukan terdapat pada 2 siklus. Siklus 1 adalah peserta menyusun proposal PTK dengan pembimbingan langsung dalam kelompok besar yaitu 17 peserta dalam satu kelas. Setelah peserta selesai menyusun proposal, maka setiap peserta mempresentasikan hasil proposalnya dan peneliti melakukan penilaian. Siklus 2 adalah peserta menyusun proposal dengan pembimbingan langsung secara individu terhadap setiap peserta diklat yang dilakukan oleh peneliti pada saat peserta presentasi diberi arahan secara lisan maupun koreksi tertulis pada proposal yang dipresentasikan.Pengamatan dilaksanakan terhadap proses penyusunan proposal PTK dan presentasi proposal oleh setiap peserta yang diamati peneliti serta mencatat hasil pengamatan pada instrumen evaluasi presentasi proposal.Refleksi yang dilakukan pada siklus 1 yaitu mengevaluasi hasil penyusunan proposal PTK dengan pembimbingan langsung dalam kelompok besar melalui presentasi proposal yang dilakukan oleh setiap peserta diklat, evaluasi ini adalah refleksi yang digunakan sebagai perbandingan hasil kondisi awal dengan kondisi siklus 1.Pada siklus 2 dilakukan perencanaan tindakan pada kegiatan inti berupa pembimbingan langsung secara individu kepada peserta diklat untuk menyusun proposal PTK dengan cara memberi arahan secara lisan maupun koreksi tertulis pada hasil proposal setiap peserta diklat, hasil evaluasi ini adalah refleksi yang digunakan sebagai perbandingan hasil siklus 1 dengan hasil siklus 2.

HASIL

Kondisi awal merupakan suatu kondisi apa adanya yang dimiliki oleh subjek penelitian sebelum dilakukan tindakan oleh peneliti. Untuk mengetahui kondisi awal secara terukur, maka dilakukan salah satu cara oleh penelitidengan memberikan pre test tertulis berbentuk essay dan objective test.

Hasil pengukuran kondisi awal ditampilkan dalam Tabel 2yang menggambar-kan kondisi awal peserta diklat, dengan nilai rata-rata kelas adalah 1,4.

 

 Tabel 2. Nilai pre test (kondisi awal)

Siklus 1 merupakan tindakan pertama oleh peneliti terhadap subyek penelitian. Tindakan ini berupa pembimbingan langsung/tutorial dalam kelompok besar kepada peserta diklat dalam satu kelas yang terdiri dari 17 peserta selaku subyek penelitian untuk menyusun proposal PTK. Selama proses tindakan pertama berlangsung, peneliti dan kolaborator menggunakan salah satu metode mengajar yaitu metode tutorial, sampai setiap peserta selesai menyusun proposal PTK yang siap dipresentasikan. Untuk mengetahui secara lebih terperinci tentang rangkaian kegiatan pada siklus 1, maka dijelaskan tahapan kegiatan mulai dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, hasil pengamatan, dan rerfleksi seperti uraian berikut ini.

Perencanaan tindakan pada siklus 1 meliputi beberapa hal sebagai berikut: (1) penyusunan instrumen evaluasi presentasi proposal oleh peneliti; (2) penjelasan aspek-aspek yang dinilai untuk presentasi proposal kepada subyek penelitian; dan (3) pembuatan format evaluasi presentasi proposal untuk subyek penelitian. Pelaksanaan tindakan pada siklus 1 adalah pembimbingan

langsung/tutorial dalam kelompok besar satu kelas yang terdiri dari 17 peserta untuk menyusun proposal PTK.

Dari hasil pelaksanaan tindakan pada siklus 1 ini, setiap peserta diklat menghasilkan proposal PTK yang akan dipresentasikan di muka kelas kepada peserta diklat yang lain secara bergantian. Pengamatan dilaksanakan oleh peneliti terhadap setiap peserta diklat yang sedang dalam proses penyusunan proposal PTK yang akan dipresentasikan setelah selesai. Proposal tersebut terdiri dari Bab Pendahuluan meliputi latar belakang, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan, manfaat penelitian; Bab Kajian Teori dan Hipotesis Tindakan meliputi kerangka konseptual dan hipotesis tindakan; serta Bab Metode Penelitian yang meliputi setting penelitian, subyek penelitian, alat pemantau dan pengumpul data, siklus penelitian, dan rambu-rambu refleksi; serta referensi dan jadwal penelitian. Penilaian pada siklus 1 dilaksanakan oleh peneliti pada saat peserta diklat mempresentasikan hasil penyusunan proposal.Hasil penilaian tersebut disajikan dalam Tabel 3 Nilai presentasi proposal PTK.

 

Tabel 3. Nilai presentasi proposal PTK

Berdasarkan hasil pengamatan dan penilaian yang disajikan dalam Tabel 4.3. pada siklus 1 bisa diperoleh kesimpulan sementara bahwa hasil penyusunan proposal PTK dengan pembimbingan langsung dalam kelompok besar didapatkan hasil paling rendah adalah2,54(cukup)danpaling tinggi2,92(baik)serta nilai rata-rata kelasnyaadalah2,73 (baik).Hasil nilai kondisi awal yang rata-rata kelasnya adalah 1,41bila dibandingkan dengan hasil tindakan pertama yang rata-rata kelasnya adalah 2,73 maka didapatkan peningkatan indikator kinerja sebesar 1,32 dan secara rata-rata kelas sudah baik.

Siklus 2 merupakan tindakan kedua yang dilakukan oleh peneliti terhadap subyek penelitian. Tindakan ini berupa pembimbingan langsung/tutorial secara individu kepada peserta diklat yang berjumlah 17 peserta untuk menyusun proposal PTK.Selama proses tindakan kedua berlangsung, peneliti dan kolaborator secara bergantian menerapkan metode mengajar pembimbingan langsung/tutorial kepada setiap subyek penelitian, sampai akhirnya proposal PTK yang telah dipresentasikan untuk direvisi berdasarkan masukan dan arahan peneliti serta audiens.

Untuk mengetahui secara lebih terperinci tentang rangkaian kegiatan pada siklus 2, maka dijelaskan tahapan kegiatan mulai dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, hasil pengamatan, dan refleksi seperti uraian berikut ini. Perencanaan tindakan pada siklus 2 meliputi hal sebagai berikut: (1) penjadwalan pembimbingan langsung secara individu; (2)

penjelasan aspek-aspek yang dinilai pada penyusunan proposal kepada subyek penelitian; dan (3) pembuatan format penilaian proposal untuk subyek penelitian. Pelaksanaan tindakan pada siklus 2 adalah pembimbingan langsung/tutorial secara individu kepada setiap subyek penelitian yang terdiri dari 17 peserta untuk menyusun proposal PTK. Dari hasil pelaksanaan tindakan pada siklus 2 ini, setiap subyek penelitian menghasilkan revisi proposal PTK yang telah dipresentasikan berdasarkan masukan dan arahan peneliti serta audiens. Pengamatan dilaksanakan oleh peneliti terhadap setiap peserta diklat yang sedang dalam proses perbaikan proposal PTK yang telah dipresentasikan. Proposal tersebut terdiri dari Bab Pendahuluan meliputi latar belakang, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan, manfaat penelitian;

tindakan; Bab Kajian Teori dan Hipotesis Tindakan meliputi kerangka konseptual dan hipotesis; serta Bab Metode Penelitian yang meliputi setting penelitian, subyek penelitian, alat pemantau dan pengumpul data, siklus penelitian, dan rambu-rambu refleksi; serta referensi dan jadwal penelitian. Penilaian pada siklus 2 dilaksanakan oleh peneliti pada saat peserta diklat selesai mempresentasikan proposal yang selanjutnya melakukan perbaikan/revisi. Hasil penilaian revisi proposal tersebut disajikan dalam Tabel 4 Nilai penyusunan proposal PTK.

 Tabel 4. Nilai penyusunan proposal PTK (Tindakan pada Siklus 2)

Berdasarkan hasil pengamatan dan penilaian yang disajikan dalam Tabel 4.4. pada siklus 2 bisa diperoleh kesimpulansementara bahwa hasil penyusunan proposal PTK dengan pembimbingan langsung/tutorial secara individu kepada subyek penelitian, maka didapatkan hasil paling rendah adalah 2,68 (baik) dan paling tinggi 3,20 (baik) serta nilai rata-rata kelasnya adalah 2,96 (baik). Bila hasil nilai tindakan pertama yang rata-rata kelasnya adalah 2,96 maka didapatkan data tindakan terdiri dari nilai presentasi proposal pada siklus 1 dan nilai hasil revisi proposal pada siklus 2. Nilai pada siklus 1 didapatkan dari penilaian peneliti pada saat subyek penelitian mempresentasikan proposalnya. Nilai pada siklus 2 didapatkan dari penilaian peneliti terhadad hasil revisi peningkatan indikator kinerja sebesar 0,23 dan secara rata-rata kelas berkualitas baik. Pembahasan tiap siklus dan antar siklus merupakan pembahasan oleh peneliti tentang pelaksanaan tindakan yang dimulai dari kondisi awal ke siklus 1 dan dari siklus 2 ke kondisi akhir. Data kondisi awal didapatkan dari nilai pre test yang berbentuk essay dan objective test yang selanjutnya dirata-rata sehingga menggambarkan kondisi awal peserta diklat sebagai subyek penelitian. Proposal yang telah dilakukan oleh subyek penelitian setelah presentasi proposalnya. Data kondisi akhir didapatkan dari hasil rata-rata subyek penelitian terhadap nilai post test berbentuk essay test  dengan nilai hasil revisi proposal PTK yang telah dipresentasikan.

Antara data kondisi awal dengan data tindakan pertama dibandingkan dan dilihat hasilnya. Apakah antara data kondisi awal dengan data tindakan. Pertama menunjukkan peningkatan? Begitu juga antara data tindakan pertama dengan tindakan kedua, apakah menunjukkan kenaikan yabg berarti? Selanjutnya data kondisi akhir dibandingkan dengan data tindakan kedua, data tindakan pertama, dan data kondisi awal, apakah menunjukkan kecenderungan meningkat? Data di atas diolah dengan MS Exell dan disajikan dalam bentuk table dan diagram batang. Hasil penelitian disajikan mulai dari hasil pengukuran kondisi awal, hasil pengukuran tindakan kedua, dan hasil kondisi akhir dalam bentuk table dan diagram batang yang diolah dengan MS Excell. Data tersebut di atas dalam bentuk rekapitulasi dari hasil pengukuran kondisi awal, tindakan pada siklus 2, dan kondisi akhir yang dapat dilihat pada Tabel 5.

 

Tabel 5. Rekapitulasi dari kondisi awal sampai dengan kondisi akhir

Hasil pengukuran kondisi awal sampai dengan kondisi akhir

 Grafik 1 Hasil pengukuran kondisi awal

 

 

 Grafik 2 Hasil pengukuran tindakan pertama pada siklus 1

 

  Grafik 3 Hasil pengukuran tindakan kedua pada siklus 2

 

 

Grafik 4 Hasil pengukuran kondisi akhir

Perbandingan hasil pengukuran rata-rata setiap tahapan

 

 Grafik 5 Hasil pengukuran rata-rata setiap tahapan

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mulai dari pengukuran kondisi awal, pengukuran tindakan pertama pada siklus 1, pengukuran tindakan kedua pada siklus 2, dan pengukuran kondisi akhir, menunjukkan ada kecenderungan yangposistif yaitu ada kenaikan hasil nilai/indikator kinerjayang baik, dan telah memenuhi target yaitu pada kondisi akhir seluruh subyek penelitian dapat lulus berkualifikasi minimal baik yaitu diantara nilai/angka 2,55 – 3,54.

Peneliti menyampaikan rekomendasi bahwa berdasarkan simpulan tersebut di atas yang menunjukkan ada kecenderungan yang posistif yaitu ada kenaikan hasil nilai/indikator kinerja yang baik, dan telah memenuhi harapan/target penelitian yaitu pada kondisi akhir seluruh peserta diklat/subyek penelitian dapat lulus dengan kualifikasi minimal baik, maka optimalisasi kemampuan penyusunan proposal PTK melalui metode tutorial bagi guru SMK peserta Diklat Penelitian Tindakan Kelas di PPPPTK BOE Malang dapat diaplikasikan pada pembelajaran diklat sejenis berikutnya.

Beberapa saran dari peneliti berdasarkan pengalaman melaksanakan penelitian tindakan ini hingga menghasilkan simpulan dan implikasi, maka dapat disampaikan seperti berikut ini:

Sebaiknya peneliti dan subyek penelitian telah mempunyai referensi baik buku maupun materi yang telah diakses dari internet yang berkaitan dengan materi PTK maupun materi untuk kajian teori sehingga memperlancar dan mempermudah dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar maupun penelitian.

Peneliti sebaiknya mempersiapkan alat pengumpul data penelitian dengan lebih terperinci dan lengkap sehingga mudah dalam penggunaannya.

DAFTAR RUJUKAN

Rochiati Wiriaatmadja, Prof.Dr. 2007. Metode Penelitian Tindakan Kelas: Untuk meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen. Bandung: PPS-UPI bekerjasama dengan PT. Remaja Rosdakarya Offset.

Tim Pengembang Edukasi.2009. Karya Tulis Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Malang: PPPPTK/VEDC Malang.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1994. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Kedua. Jakarta: Balai Pustaka.

Tim Penyusun Modul Diklat Pengawas Sekolah Menengah Kejuruan. 2008.Strategi Pembelajaran dan Pemilihannya. Jakarta: Direktorat Tenaga Kependidikan Dirjen PMPTK Depdiknas.

http://www.bkn.go.id/penelitian.htm.

http://umum.kompasiana.com/2009/06/08/macam-macam-metode-pembelajaran/diakses pada tanggal 13 Nopember 2009.

http://en.wikipedia.org/wiki/Tutorial diakses pada tanggal 14 Nopember 2009.

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG