Bagaimana merawat mebel kayu agar tetap awet?

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Wednesday, 24 September 2014 Published Date Written by Budi martono

Bagaimana merawat mebel kayu agar tetap awet?

 

Budi Martono *

 

Abstraksi

 

Sudah lama kayu digunakan sebagai mebel untuk pelengkap dari sebuah bangunan rumah, kehadiran mebel kayu sebagai bagian dari rumah juga sangat diperlukan untuk memberikan nilai artistik, elegansi dan citra diri dari rumah maupun pemilik rumah tersebut. Keutamaan dari penggunaan mebel kayu yaitu memberikan kesan hangat, klasik, mewah, dan elegan dari sebuah rumah yang tidak akan didapatkan dari rumah dengan interior furnitur logam. Meskipun demikian, keberadaan mebel kayu sebagai interior rumah memerlukan perhatian untuk perawatan agar warna finishing tidak menjadi kusam atau pudar dan berjamur. Bahan untuk merawat mebel kayu ada bermacam-macam, diantaranya adalah wax polish, teak oil, dan furniture polish. Peralatan yang digunakan antara lain lap kain, kuas, dan penyedot debu. Untuk menjaga keawetan mebel kayu maka jangan ditempatkan pada ruangan yang lembab atau jangan terkena sinar matahari secara langsung.

 

Kata kunci: mebel kayu, perawatan

 

 

Gambar 1. Mebel kayu tertata di dalam suatu ruangan

 

Sumber: http://rakons.com/beranda/46-kumpulan-tips/66-merawat-furniture-kayu.html

 

 

 

1.    Pendahuluan

 

Untuk mengetahui bahwa sebuah mebel kayu berkualitas adalah dengan cara melihat jenis kayu yang digunakan, konstruksi mebel itu dibangun, dan sentuhan akhirnya atau finishing yang diaplikasikan. Jenis kayu yang digunakan sebagai bahan baku sangat mempengaruhi umur mebel.

 

Sebelum memutuskan untuk membeli sebuah mebel kayu, ketahuilah apakah mebel tersebut dibentuk dari kayu keras. Pada umumnya mebel produksi Indonesia yang berbahan dasar kayu keras yang dikeringkan seperti jati, mahoni, merbau, kamfer, bingkirai dan sejenisnya, dapat dibentuk menjadi mebel yang berkualitas baik dan berumur panjang.

 

Mebel berbahan kayu mahoni (Swietenia mahagoni) mempunyai serat yang indah dan tekstur permukaan yang sangat halus, walaupun dengan kualitas finishing yang standart. Mahoni termasuk kayu dengan kelas awet III dan kelas kuat II, III. Mebel berbahan kayu mahoni tidak cocok untuk out door, mebel dari kayu mahoni yang relatif muda, sangat rentan terhadap gangguan hama kayu, untuk hal itu jenis mebel berbahan kayu mahoni disarankan sering dibersihkan dan sesekali disemprot dengan obat anti hama kayu.

 

2.    Memilih mebel kayu yang baik

 

Bagi orang yang mengerti kualitas kayu, mebel berbahan kayu merbau atau kayu ipil menjadi pilihan yang cerdas, karena kayu ini mempunyai kualitas tinggi (termasuk kayu kelas awet dan kuat I, II). Merbau juga terbukti tahan terhadap serangga atau hama kayu. Kelemahan kayu merbau adalah dapat menimbulkan noda hitam (pigmen ungu kehitaman) apabila berhubungan dengan besi atau terkena air.Tapi jangan kawatir, dengan memberikan finishing yang baik dan tahan air, masalah ini akan dapat diatasi secara mudah.

 

Kayu jati sering di anggap sebagai kayu dengan serat dan tekstur paling indah. Karakteristiknya yang tahan lama membuat kayu ini menjadi pilihan utama untuk pembuatan berbagai bahan bagunan termasuk mebel. Kayu jati terbukti tahan terhadap jamur dan hama kayu karena kandungan minyak di dalam kayu jati itu sendiri. Karena tidak ada kayu lain yang memberikan kualitas dan penampilan sebanding dengan kayu jati, maka hingga saat ini mebel kayu jati paling disukai oleh konsumen. Namun berhati-hatilah karena mebel berbahan jati pun tidak semuanya berkualitas prima. Jenis pertama adalah mebel dengan kualitas kayu hutan jati jawa sekelas ”Jati Bojonegoro” yang tidak perlu diragukan lagi. Biasanya jenis kayu ini dikeluarkan oleh PERHUTANI. Karena kualitas yang super, biasanya mebel dari jenis kayu jati kelas satu ini mempunyai harga yang super pula, mebel jati kelas ini diyakini mempunyai umur hingga dapat diwariskan dari generasai ke generasi. Jenis mebel jati yang kedua adalah jenis mebel jati dari kayu yang berasal dari hutan rakyat atau kayu jati yang ditebang dari kebun pribadi milik rakyat. Jenis jati ini banyak yang mempunyai kualitas bagus tapi tidak sedikit berkualitas kurang. Kayu yang kurang berkualitas dihasilkan dari kayu yang ditebang pada umur muda dan berdiameter kecil. Hal ini umum terjadi karena alasan kebutuhan ekonomi (uang) dari sang pemilik pohon jati. Kayu yang kurang berkualitas ini ditandai dengan diameter kayu yang kecil, banyaknya warna putih (sap wood), ada bercak hitam atau doreng, serat kayu dengan banyak bekas percabangan yang mati (mata mati), terkadang terdapat warna putih keabuan yang biasanya kurang disukai oleh konsumen luar negeri. Mebel jati jenis ini mempunyai kualitas rata-rata atau sedang, namun kalau teliti dalam membeli dan memiliki supplier terpercaya, banyak mebel di kelas ini mempunyai kualitas yang baik. Jenis ketiga adalah jenis mebel jati ”aspal” (asli tetapi palsu). Jenis ini adalah produk mebel kayu jati yang dicampur dengan kayu bukan jati. Biasanya dicampur dengan kayu lamtoro, kayu akasia atau bahan kayu lain yang mempunyai serat dan warna sekilas mirip dengan kayu jati. Biasanya supplier yang nakal melakukan hal ini untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar karena harga kayu lamtoro dan kayu akasia jauh lebih murah. Kayu jenis akasia sebenarnya termasuk kayu kelas awet III, cukup tahan terhadap cuaca pada kondisi normal, tapi mudah jamuran dan tidak tahan terhada hama kayu. Untuk membedakan kayu ”aspal” ini dari kayu jati bisa dilihat dari warna dan seratnya serta baunya yang tidak khas kayu jati. Lamtoro mempunyai ciri warna coklat kemerahan atau keemasan sedang akasia mempunyai warna coklat muda hingga coklat tua kehijauan. Namun demikian pembeli yang tidak mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang cukup hampir dipastikan tidak akan mampu membedakannya. Lebih-lebih kalau produk mebel kayu jati jenis ini sudah difinishing dengan warna yang gelap.

 

Satu produk mebel jati yang saya masukkan juga ke kelas ini adalah produk mebel kayu jati yang dari penampilannya 100 % kelihatan sebagai mebel jati, namun sebenarnya pada bagian-bagian tertentu, mebel kayu yang kelihatan sebagai kayu jati dari luar, tenyata didalamnya adalah kayu bekas bangunan atau kayu bukan jati lainnya dan hanya ±5 mm pada bagian luar merupakan papan jati. Ciri produk seperti ini kalau dilihat dengan teliti akan terlihat ada sambungan tipis yang hampir tidak terlihat pada susut-sudutnya kayunya.

 

Jenis yang terakhir adalah jenis mebel yang cukup trendi saat ini, jenis mebel ini dibuat dari bahan kayu jati lama dari bekas bangunan-bangunan kuno atau kapal-kapal kayu yang telah rusak, dibentuk lagi menjadi berbagai produk mebel jati yang unik tanpa menghilangkan tektur asli produk sebelumnya. Keunikan produk ini adalah tidak ada duanya atau lebih mirip sebagai produk barang antik, yang membuat beberapa produk jenis ini berharga cukup mahal.

 

3.    Keutamaan dari penggunaan mebel kayu

 

Keutamaan dari penggunaan mebel kayu yaitu memberikan kesan klasik dan mewah serta elegan dari sebuah rumah yang tidak akan didapatkan dari rumah dengan interior furniture logam. Mebel kayu dapat membangun suasana hangat di dalam ruangan. Selain itu mebel kayu juga dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama

 

Mebel kayu yang terbuat dari bahan kayu jati merupakan mebel khas Indonesia yang digemari semua lapisan masyarakat di dalam negeri maupun di luar negeri.  

 

Banyak pengrajin dari beberapa daerah di Jawa yang mengukir kayu jat dengan desain yang klasik dan menarik, memberi nilai tambah yang tinggi pada kayu jati sehingga nilai jual mebel jati menjadi semakin tinggi.

 

Mebel kayu jati memiliki banyak pilihan desain, diantaranya desain mebel minimalis maupun mebel ukiran, keduanya sama-sama memiliki pangsa pasar tersendiri, dari harga yang murah hingga bernilai puluhan juta rupiah. Produk yang dihasilkan antara lain meja, kursi, sofa, lemari, sketsel, tempat tidur, dan lain-lain.

 

 

 

                 

Sumber: http://mebelfurniturejepara.blogspot.com/2012/09/tren-furniture-minimalis.html

 

 http://bebozz.com/furniture-minimalis-dari-kayu-jati.jpg

 

Gambar 1. Mebel kayu jati model minimalis

 

 

             

  Sumber: http://www.kotamebel.com/set-meja-kursi-makan-jati-ukir-jepara.htm; www.kursijepara.com/bale-bale-ukiran-bali-jati-jepara-006.html; http://kajukonah.com

 

Gambar 2. Mebel kayu jati ukir Jepara, Bali, Madura

 

Design yang terus menerus berubah mengikuti perkembangan selera masyarakat membuat mebel kayu jati tetap abadi digemari masyarakat. Kekuatan dan keawetan dari kayu jati membuat masyarakat tetap memilih kayu jati sebagai prioritas pilihan pada waktu membeli mebel kayu.

 

4.    Cara merawat mebel kayu

 

Perawatan mebel kayu jati memang tidak boleh asal-asalan, tetapi harus mengetahui cara merawat mebel kayu yang benar dan tepat sehingga membuat mebel kayu masih terlihat seperti baru dan awet. Mebel kayuharus mendapatkan penanganan tepat sehingga hasil yang diperoleh pun akan bagus.

 

Dengan perawatan yang tepat dan penanganan yang baik, mebel kayu dapat menjadi suatu investasi dan dapat diwariskan ke generasi berikutnya. Baik itu menggunakan bahan kayu jati, nyatoh, merbau, semua jenis mebel kayu memerlukan sebuah perawatan yang konstan dan memadai. Mebel dari kayu harus dijaga dari suhu yang ekstrim, sinar matahari langsung, debu dan kelembaban. Kelembaban pada ruangan yang berlebihan serta kekeringan dapat merusak kayu. Paparan dari sinar matahari langsung dapat mengubah warna mebel kayu. Sinar matahari langsung bisa membuat pudar dan memutih dan bercak yang terlihat tentu memberi pengaruh noda dan cat di permukaannya.

 

Hal-hal penting dalam perawatan mebel kayu yang benar dan tepat, sebagai berikut:

 

1.    Gunakan lap yang lembut atau kemucing untuk membersihkan debu pada permukaan kayu dan gunakan kuas pada ukirannya karena kuas bisa menjangkau sudut-sudut yang sulit dijangkau dengan tangan. Bisa juga menggunakan mesin penyedot debu yang ujungnya berbentuk sikat, sehingga bisa membersihkan dan menyedot debu lebih maksimal.

           

 

Sumber: http://furniturejepara.info/perawatan-mebel-kayu

 Sumber:http://furnitureinteriorjazidha.blogspot.com/2012/07/4-langkah-mudah-membersihkan-furniture.html

 Gambar 3.

Kain lap dan penyedot debu yang ujungnya berbentuk sikat sebagai alat pembersih mebel

 

2.    Selanjutnya lapisi dengan wax menggunakan kuas kemudian biarkan mengering selama ± 3 menit, setelah kering kemudian digosok perlahan dan memutar dengan kain lap yang lembut. Setelah dilap maka warna mebel kayu akan terlihat bersinar. Fungsi wax atau poles adalah memberikan perlindungan dari debu.

 

 

 

                                                           

Sumber: http://www.lilyfieldlife.com/2013/06/how-to-antique-furniture-using-dark-wax.html

 

Gambar 4: Bahan pembersih mebel berupa wax, silikon, furniture polish

 

Bisa juga menggunakan bahan silikon yang disemprotkan seperti merk Pledge atau bahan cair seperti Teak Oil, Sun Flower Oil, dan Linsheed Oil yang dioleskan pada permukaan mebel menggunakan kain lap seperti minyak kayu/furniture polish ini bisa bertahan kurang lebih 6 bulan.

 

3.    Lakukan perawatan mebel kayu secara berkala, setidaknya seminggu sekali. Khusus untuk perawatan mebel antik, dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama sekitar 1 tahun sekali.

 

4.    Jangan lupa untuk menempatkan mebel antik di tempat yang kering dengan suhu ruangan yang tidak terlalu dingin/lembab. Sinar matahari secara langsung juga dapat merusak finishing mebel.

 

5.    Jagalah permukaan mebel dengan baik, hindari adanya goresan, noda maupun warna yang semakin kusam, misalnya dengan selalu menggunakan taplak di atas permukaan meja atau kursi dan sofa diberi busa sebagai alasnya. Taplak tersebut dapat meminimalkan kemungkinan-kemungkinan yang dapat merusak mebel antik secara perlahan.

 

6.    Tempatkan mebel di tempat yang memiliki suhu normal dan tidak lembab. Usahakan pula agar mebel tersebut tidak terkena sinar matahari langsung atau sumber panas lainnya secara langsung, karena dapat membuat mebel terlihat kusam, lapisan retak atau melengkung.

 

7.    Bersihkan sela-sela ukiran atau sudut mebel kayu dengan menggunakan kuas halus ukuran kecil. Di sudut-sudut inilah debu dan jamur sering bersarang. Kuas kecil akan menyapu sudut-sudut yang susah dijangkau dengan kain lap. Sapukan kuas dengan halus sampai bersih.

 

8.    Setiap penanganannya harus dilakukan dengan hati-hati, misalnya cara memindahkan sebuah kursi harus diangkat dari bagian dudukannya, bukan digeser, ditarik atau hanya dipegang bagian lengan atau sandarannya saja karena dapat melemahkan kaki, lebih aman untuk diangkat. Periksa mebel secara menyeluruh pada setiap konstruksi sambungannya.

 

9.    Gunakan tatakan gelas atau wadah berkualitas baik untuk melindungi meja kayu dari tumpahan, noda dan kerusakan dari gelas/piring panas yang tidak disadari ditempatkan di atas meja.

 

 Sumber: http://www.alliafurniture.com/2012/11/tips-praktis-perawatan-furniture-kayu.html

 Gambar 5: Tatakan gelas sebagai pelindung permukaan mebel

 

10.  Berhati-hatilah agar air tidak tumpah pada permukaan mebel kayu. Bila terjadi tumpahan bilaslah segera dengan kain katun lembut atau lap penyerap.

 

  Sumber: http://www.alliafurniture.com/2012/11/tips-praktis-perawatan-furniture-kayu.html

 Gambar 6: Tumpahan cairan pada permukaan mebel kayu harus segera dibersihkan

  

11. Pembersihan dari debu adalah suatu keharusan, menghilangkan debu paling baik dilakukan dengan menggunakan kain lembab ringan atau kain yang kering, debu membuat tampilan mebel terlihat kusam dan tidak menawan lagi.

 

  Sumber: http://www.bhg.com/decorating/lessons/furniture-guide/wood-furnishings-care/

 Gambar 7: Kain lap untuk membersihkan debu pada permukaan mebel kayu

 

5.    Kesimpulan

 

Mebel kayu memberikan kesan hangat, klasik, mewah, dan elegan dari sebuah rumah. Mebel kayu sebagai interior rumah memerlukan perhatian untuk perawatan agar warna finishing tidak menjadi kusam atau pudar dan berjamur. Bahan untuk merawat mebel kayu diantaranya adalah wax polish, teak oil, dan furniture polish. Peralatan yang digunakan untuk merawat mebel kayu antara lain lap kain, kuas, dan penyedot debu. Untuk menjaga keawetan mebel kayu maka jangan ditempatkan pada ruangan yang lembab atau jangan terkena sinar matahari secara langsung.

 

Referensi:

 

1.    http://furniturejepara.info/perawatan-mebel-kayu/, diunduh tgl.13 Jan 2014

2.    http://kawakoldmeuble.com/Perawatan-Mebel-Kayu-Jati 26th August 2013, diunduh tgl. 13 Jan 2014

3.    http://www.jeparaminimalis.com/artikel-blog/cara-merawat-furniture-mebel-jati/ diunduh 13 Jan 2014

4.    http://rakons.com/beranda/46-kumpulan-tips/66-merawat-furniture-kayu.htmldiunduh 13 Jan 2014

5.http://madeinbali.blogspot.com/2010/11/tip-membeli-produk-funirture-kayu-jati.html diunduh tgl 23 Mei 2014

 6.    http://kreasikayu.wordpress.com/tag/furniture-kayu/diunduh tgl 23 Mei 2014