KONTRUKSI SAMBUNGAN EKOR BURUNG (DOVE TAIL JOINT) PADA KONTRUKSI KAYU

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Friday, 24 April 2015 Published Date Written by amin suminto

KONTRUKSI SAMBUNGAN EKOR BURUNG

(DOVE TAIL JOINT) PADA KONTRUKSI KAYU

Oleh : Amin Suminto (WI.  Departemen Bangunan)

 

Abstraksi:

 

Sambungan ekor burung (dove tail joint) pada furnitur kayu(kayu masif)yaitu sambungan sudut yang paling bagus dan sangat digemari oleh banyak orang, karena sambungan sudut ini sambungan sudut yang paling sulit dibandingkan sambungan-sambungan sudut yang lain.

Agar dalam pembuatan sambungan ekor burung ini tidak sering terjadi kesalahan pada waktu melakukan pembagian lubang maupun pen ekor burungnya, maka sebaiknya dibuat acuan perhitungan pembagian lubang dan pen ekor burung yang sama besarnya dan benar. 

Disini dibuatkan acuan atau langkah-langkah cara melukis pada benda kerja dan membuat sambungan sudut ekor burung yang benar dan bagus, agar hasilnya sangat memuaskan.  

Kata kunci: Dove tail joint, masif, lubang, pen ekor. 

 

1. Kontruksi ekor burung

Ekor burung adalah sambungan sudut yang sudah lama dikenal. Terutama digunakan untuk benda dari kayu masif. Kadang-kadang juga digunakan pada benda kerja dari bahan block board (kayu olahan).

 

2. Sambungan ekor burung sederhana/ terbuka

Pada ekor burung sederhana bagian hubungannya, pen dan lubangnya terbuka. Karena pen ekor burung berbenruk baji, sambungan ini dapat dilem tanpa pres. Kalau diinginkan terlihatnya sisi depan verstek (perabot masif), maka ekor burung yang pertama dapat dipotong verstek. Ekor burung sederhana digunakan pada laci, rak, perabot masif.

 

2.1.        Pembagian ekor burung dilakukan pada garis tengah  

           ekor burung (lihar gambar):

 

Digunakan rumus:

Jumlah pen ekor burung       =         

(Lebar kayu) / (3 x ½ tebal kayu)

                  Jumlah pen sisi lain              =  Jumlah pen ekor burung + 1

      Jumlah bagian                       =  (2 x jumlah pen) + (1 x jumlah pen yang lain)

1 bagian                                 =  (lebar kayu) / (Jumlah bagian)

       Kemiringan ditentukan seperti terlihat pada gambar.

Contoh: 

Lebar papan 120 mm,   tebal papan 20 mm. 

Jumlah pen ekor burung          = 120 / (3 x ½ x 20)  

                                                   =  120 / 30   

                                                   = 4                                                   

Jumlah pen sisi lain                 =  4 + 1 = 5 

Jumlah bagian                          =  (2 x 4) + (1 x 5)

                                                   = 8 + 5 = 13

1 bagian                                    =  120 / 13        

                                                    = 9,2 mm

                                                     

Kemungkinan 1 = Pembagian ekor burung

                         

 

                           

 

1.    Pembagian ekor burung, dilakukan pada sisi dalam.

      Lubang dan pen dibagi sama lebar. Cara kedua ini lebih mudah daripada cara yang pertama, tetapi pen sisi samping/ tepi lebih lebar.

 

Pembagian ekor burung         =   (Lebar kayu)  / (Tebal kayu)

                                                   =  120 / 2 

                                                   =   6 + 1 = 7                                                                       

      Jika hasilnya gasal, bisa dibulatkan ke atas atau ke bawah. kemiringan ekor burung                dilakukan dengan siku-siku swai yang sudah disetel kemiringannya dengan perbandingan       = 1 : 7

 

Kemungkinan 2

 

                           

 

 2.2. Ekor burung setengah tertutup / terbenam:

Sambungan ini dipakai jika ekor burung tidak dikehendaki kelihatan pada satu sisi. Tebal yang menutupi hendaknya 1/3 sampai ¼ tebal kayu.

 

Penutup ini menutup kepala kayu pen ekor burung. Pembagian ekor burung dapat dilakukan seperti cara di atas tetapi tebal kayu T diganti A. Jika ekor burung setengah  tertutup digunakan pada papan laci muka yang miring, harus diperhatikan, setengah pen ekor burung dan pen sisi lain sejajar dengan arah serat samping.

 

Kemungkinan 1

              


Kemungkinan 2

 

                            

                         

 

2.3. Ekor burung tersembunyi (verstek):

Ekor burung verstek disebut juga ekor burung tersembunyi. Sangat jarang digunakan karena elemen penghubung tidak kelihatan, maka sambungan ekor burung dapat diganti dengan sambungan yang lebih praktis misalnya pen bulat atau pen isian.

                   

 

2.4. Pengerjaan Konstruksi Ekor Burung dengan Mesin:

Ekor burung manual (dikerjakan dengan tangan) membutuhkan wakyu banyak. Jika dikehendaki sambungan ekor burung dalam jumlah banyak, kita mengerjakannya dengan mesin ekor burung.

 

Sebuah pisau frais (girik) ekor  burung pada mesin girik atas melalui pengantar menggirik langsung dengan satu kali jalan pen dan lubangnya.

 

Melalui bentuk pisau dihasilkan dasar ekor burung terbuka atau setengah tertutup. Pada kontruksi ½ ekor burung tertutup, dasar ekor burung (yang bundar) akan tertutup sehingga tidak ada bedanya dengan ekor burung manual.

                         

 

2.5. Kontruksi Ekor Burung Memanjang dan Menyudut:

Baik untuk kontruksi yang menahan tarikan. Kedalaman ekor burung 1/3 tebal papan. Untuk hubungan di tengah seperti lidah alur. Titik henti alur ekor burung dari ujung 7 mm. Bila terlalu lebar, sambungan pada bagian ini akan terbuka kalau kayu menyusut.

                         

 Kesimpulan:

 Agar dalam pembuatan sambungan ekor burung ini tidak sering terjadi kesalahan pada waktu melakukan pembagian lubangmaupun pen ekor burungnya, maka sebaiknya dibuat acuan perhitungan pembagian lubang dan pen ekor burung yang sama besarnya dan benar.

Disini dibuatkan acuan atau langkah-langkah cara melukis pada benda kerja dan membuat sambungan sudut ekor burung yang benar dan bagus, agar hasilnya sangat memuaskan. 

 

Referensi :

-          Yuswanto, 2000, Finishing Kayu, Yayasan Kanisius, Jogyakarta.

-          Herbst, 2005, HOLZTECHNIK Fahkunde EUROPA LEHRMITTEL,

halaman 211 s.d 215.