CARA MEMBUAT KUSEN COR BETON

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Wednesday, 24 September 2014 Published Date Written by Hartiyono

CARA MEMBUAT  KUSEN COR BETON

Hartiyono (Widyaiswara Madya )

Departemen Bangunan PPPPTK BOE / VEDC Malang

 

ABTRAK

Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang telah umum
digunakan untuk bangunan gedung, jembatan, jalan, dan lain lain. Beton
merupakan satu kesatuan yang homogen. Beton ini didapatkan dengan cara
mencampur agregat halus (pasir), agregat kasar (kerikil), atau jenis agregat
lain dan air, dengan semen portland atau semen hidrolik yang lain, kadang
kadang dengan bahan tambahan (additif) yang bersifat kimiawi ataupun
fisikal pada perbandingan tertentu, sampai menjadi satu kesatuan yang
homogen. Campuran tersebut akan mengeras seperti batuan. Pengerasan
terjadi karena peristiwa reaksi kimia antara semen dengan air.

Kata Kunci : Kerikil ,Pasir , Additif

 

A.   Pengertian Beton
Beton adalah campuran antara semen, agregat halus, agregat kasar, dan air, dengan atau tanpa bahan campuran tambahan yang membentuk massa padat. . Dalam pengertian umum beton berarti campuran bahan bangunan berupa pasir dan kerikil atau koral kemudian diikat semen bercampur air. Sifat beton berubah karena sifat semen, agregat dan air, maupun perbandingan pencampurannya. Untuk mendapatkan beton optimum pada penggunaan yang khas, perlu dipilih bahan yang sesuai dan dicampur secara tepat.
Kebaikan dan keburukan beton dibandingkan dengan bahan bangunan lain adalah sebagai berikut.

Harga kayu yang terus melambung menyebabkan biaya konstruksi perkayuan ini semakin mahal, oleh karena itu diperlukan alternatif penggunaan bahan lain untuk menghemat biaya pembangunan, misalnya rangka atap baja ringan sebagai pengganti kuda-kuda kayu atau satu inovasi baru yang akan kita bahas yaitu cara membuat kusen cor beton serta perhitungan perbandingan biayanya yang lebih murah dibanding kusen kayu.

Kusen cor beton

                                                 

B.   Cara membuat kusen cor beton

Pembuatan kusen beton pada prinsipnya hampir sama dengan pembuatan struktur beton lainya yaitu dengan membuat bekisting sebagai cetakan terbuat dari kayu papan atau triplek yang dibentuk sesuai rencana menggunakan alat sambung paku dan pengikat kawat bendrat. Pembuatan cetakan ini merupakan kunci pembuatan kusen cor beton sehingga perlu dilakukan dengan hati-hati dan teliti sesuai dengan ukuran dan bentuk yang telah direncanakan sebelumnya, untuk menghemat biaya pabrikasi bisa memilih bahan bekisting yang dapat dipakai berulang-ulang sehingga dibutuhkan biaya yang hemat serta memberikan keuntungan maksimal bagi yang khusus menggeluti usaha kusen cor beton ini.

Setelah membuat cetakan kemudian memasang besi tulangan dengan diameter sesuai kebutuhan kekuatan struktur kusen, untuk pintu ukuran 80 cm x 210 cm bisa menggunakan satu buah besi diamater 5 mm, besi tulangan juga dipasang pada area yang diharapkan dapat menambah perkuatan sambungan ke dinding karena beton perlu besi tulangan sebagai penahan gaya tarik, untuk lokasi yang akan dipasang engsel daun pintu dapat ditambahkan tahu kayu untuk memudahkan sambungan.

Selanjutnya membuat adukan cor beton dengan perbandingan campuran 1 semen : 2 pasir: 3 kerikil. penuangan adukan kedalam cetakan perlu dilakukan dengan baik agar bisa tersebar merata dan tidak berlubang kemudian didiamkan minimal 8 jam atau jika sudah kering dapat dibuka catakanya lalu dilakukan finshing pada area cor beton yang kurang bagus dengan bahan adonan semen.

Finishing akhir bisa menggunakan cat yang bisa dibentuk motif kayu, kusen cor beton ini baru bisa digunakan minimal dua hari setelah pembuatan, atau yang paling bagus adalah setelah beton mengalami perkerasan sempurna yaitu 28 hari.

C.   Kelebihan dan Kekuranagan Kusen Beton

Kelebihan :

  • Harganya relatif murah karena menggunakan bahan-bahan dasar dari bahan lokal, kecuali semen Portland.
  • Beton termasuk tahan aus dan tahan kebakaran, sehingga biaya perawatan termasuk rendah
  • Beton termasuk bahan yang berkekuatan tekan tinggi, serta mempunyai sifat tahan terhadap pengkaratan/pembusukan oleh kondisi lingkungan.
  • Ukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan beton tak bertulang atau pasangan batu.
  • Beton segar dapat dengan mudah diangkut maupun dicetak dalam bentuk apapun dan ukuran seberapapun tergantung keinginan .

Kekurangan

  • Beton mempunyai kuat tarik yang rendah, sehingga mudah retak. Oleh karena itu perlu diberi baja tulangan, atau tulangan kasa.
  • Beton segar mengerut saat pengeringan dan beton keras mengembang jika basah sehingga dilatasi (constraction joint) perlu diadakan pada beton yang panjang/lebar untuk memberi tempat bagi susut pengerasan dan pengembangan beton.
  • Beton keras mengembang dan menyusut bila terjadi perubahan suhu sehingga perlu dibuat dilatasi (expansion joint) untuk mencegah terjadinya retak-retak akibat perubahan suhu.
  • Beton sulit untuk kedap air secara sempurna, sehingga selalu dapat dimasuki air, dan air yang membawa kandungan garam dapat merusakkan beton.
  • Beton bersifat getas (tidak daktail) sehingga harus dihitung dan didetail secara seksama agar setelah dikombinasikan dengan baja tulangan menjadi bersifat daktail, terutama pada struktur tahan gempa

Dalam konstruksi, beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi aggregat dan pengikat semen. Bentuk paling umum dari beton adalah beton semen Portland, yang terdiri dari agregat mineral (biasanya kerikil dan pasir), semen dan air.

D. Bermacam-macam jenis beton antara lain :

1. Beton siklop

Beton jenis ini sama dengan beton normal biasa , perbedaannya ialah pada beton ini digunakan ukuran agregat yang relative besar2.beton ini digunakan pada pembuatan bendungan, pangkal jembatan,dan sebagainnya.ukuran agregat kasar dapat sampai 20 cm,namun proporsi agregat yang lebih besar dari biasanya ini sebaiknya tidak lebih dari 20 persen dari agregat seluruhnya.

 

2. Beton Ringan

Beton jenis ini sama dengan beton biasa perbedaannya hanya agregat kasarnya diganti dengan agregat ringan. Selain itu dapat pula dengan beton biasa yang diberi bahan tambah yang mampu membentuk gelembung udara waktu pengadukan beton berlangsung.beton semacam ini mempunyai banyk pori sehingga berat jenisnya lebih rendah daripada beton biasa.

 

3. Beton bertulang

Beton biasa sangat lemah dengan gaya tarik, namun sangat kuat dengan gaya tekan, batang baja dapat dimasukkan pada bagian beton yang tertarik untuk membantu beton. Beto yang dimasuki batang baja pada bagian tariknya ini disebut beton bertulang.

 

4. Beton prategang

Jenis beton ini sama dengan beton bertulang, perbedaannya adalah batangnya baja yang dimasukkan ke dalam beton ditegangkan dahulu . batang baja ini tetap mempunyai tegangan sampai beton yang dituang mengeras.bagian balok beton ini walaupun menahan lenturan tidak akan terjadi retak.

 

5. Beton pracetak

Beton biasa dicetak /dituang di tempat.namun dapat pula dicetak di tempat lain,fungsinya di cetak di tempat lain agar memperoleh mutu yang lebih baik.selain itu dipakai jika tempat pembuatan beton sangat terbatas.sehingga sulit menyediakan tempat percetakanperawatan betonnya.

 

E.   Kesimpulan
Beton adalah campuran antara semen, agregat halus, agregat kasar, dan air, dengan atau tanpa bahan campuran tambahan yang membentuk massa padat. 5 macam beton Beton sikop, beton ringan, beton bertulang, beton bertulang dan beton Pracetak

 

F.    Sumber referensi

http://id.wikipedia.org/wiki/Beton

http://aprekecil.blogspot.com/2012/03/jenis-jenis-beton.html

: http://be-boss.net/kelebihan-dan-kekurangan-struktur-beton/

: http://muchlisryanbekti.blogspot.com/2012/04/v-behaviorurldefaultvmlo.html

http://kontruksibangunan-kb1.blogspot.com/2013/03/kelebihan-dan-kekurangan-struktur-baja-dibandingkan-beton.html

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG