PENGARUH GAYA

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Monday, 10 November 2014 Published Date Written by tukiman

PENGARUH GAYA (STYLE), KONSTRUKSI DAN FINISHING  TERHADAP RENOVASI RUMAH TIPE - 21

Tukimanvedc@yahoo.com

Abstract:

The aim of this research is to know the Effect of Style, Construction and Finishing to Tipe - 21 House Renovation at Malang. This research is done to owners or house dwellers who renovate their house at Malang dwelling, namely Banjar Arum, Sapto Raya, Griya Permata Alam and Tunjung Sekar. Data collected using questionnaire that directly given to 87 sample from 702 population that helped by Complex leader at that place to get valid data according with the need, after collecting data, IT analyzed by Multiple Regression. The equation is Y=α + β1X1 + β2X2 + β3X3, where: Y: the decision to renovate house, α:constant, β:regression coefficient, X1: house Design or Style, X2: house Construction, X3: house Finishing, From the data analysis result, it concluded that: Style and house Construction affect significantly to the house Renovation decision and Finishing significantly does not affect  the house Renovation decision.

Kata kunci : pengaruh, renovasi, Tipe – 21

I.       PENDAHULUAN

Dalam rangka peningkatan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia melalui penyediaan perumahan secara merata dan terjangkau, khususnya bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah dan sangat rendah, pemerintah telah berupaya membangun perumahan murah yang layak dan terjangkau serta tetap memenuhi persyaratan dasar kesehatan, keamanan, dan kenyamanan.

Upaya pengadaan rumah sederhana itu sayangnya sia - sia karena setelah beberapa saat kemudian yaitu 2 sampai dengan 5 tahun dihuni, rumah mengalami perubahan yang dilakukan oleh pemiliknya, sebagian dari perubahan tersebut hanya menyisakan sebagian dari rumah itu, penyebab perubahan didorong oleh ketidak puasan penghuni/ pemiliknya, yang dengan segala upaya merubah rumah yang telah didapatkan, dengan kehendaknya sendiri tanpa memperhitungkan kesesuaian dengan Gaya (Style) yang serasi dengan lingkungnya,

Banyaknya rumah sederhana Tipe – 21 yang dibangun melalui Developer yang dibeli masyarakat melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tidak siap huni merupakan topik menarik untuk diteliti, karena betapa besarnya biaya pembangunan rumah yang setiap tahun selalu meningkat dan  meningkatnya pula harga bahan seperti semen, besi tulangan, kayu, dan ongkos tukang serta meningkatnya harga tanah hendaknya menjadi pertimbangan semua orang  agar pembangunan rumah yang direncanakan oleh Arsitek dengan pembangunan yang mahal tidak sia-sia pemanfaatnya.

Secara empiris banyak didapatkan rumah-rumah Tipe – 21 dibangun dengan kualitas material yang rendah, kualitas pembangun seperti konstruksi yang tidak kuat, finishing  tidak baik, Gaya (Style) atau desain  tidak disukai pemiliknya, sehingga yang terjadi setelah beberapa tahun rumah harus direnovasi ini merupakan pemborosan.

Dari sisi lain ternyata konstruksi merupakan penyumbang kerusakan lingkungan terbesar di dunia, kenyataanya pemanfaatan konstruksi yang selayaknya dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia justru menjadi penyumbang kerusakan alam tebesar, secara global sektor kontruksi mengkonsumsi 50% sumberdaya alam, 40% energi, dan 16% air, konstruksi juga menyubangkan emisi CO2 terbanyak 45% ( Rumah Ide.2007).

a)  Perumusan Masalah

Setelah memperhatikan latar belakang tersebut diatas maka masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah, apa penyebab yang sebenarnya rumah Tipe -21 di Kota Malang itu dilakukan renovasi oleh penghuninya, secara rinci rumusan masalah dapat di uraian sebagai berikut :

1)    Apakah Gaya (Style) rumah yang dibangun pengembang berpengaruh signifikan terhadap keputusan merenovasi rumah ?

2)    Apakah konstruksi rumah yang dibangun pengembang berpengaruh signifikan terhadap keputusan merenovasi rumah ?

3)    Apakah finishing (penyelesaian akhir) rumah yang dibangun pengembang berpengaruh signifikan terhadap keputusan merenovasi rumah?

 b)  Tujuan Penelitian

Setelah melihat masalah yang telah disampaikan di atas maka tujuan penelitian ini adalah,

1)    Mengetahui pengaruh Gaya (Style) rumah yang dibangun pengembang terhadap keputusan merenovasi rumah.

2)    Mengetahui pengaruh konstruksi rumah yang dibangun pengembang terhadap keputusan merenovasi rumah

3)    Mengetahui pengaruh finishing (penyelesaian akhir) rumah yang dibangun pengembang terhadap keputusan merenovasi rumah.

 

c)  Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah :

1)    Dapat menjadi bahan pertimbangan para pengembang, para desainer (Arsitek) dalam menyediakan rumah yang sesuai dan cocok bagi penghuni

2)    Bagi Konsumen, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pengalaman dan wawasan dalam memutuskan untuk merenovasi rumah.

 

II.    TINJAUAN PUSTAKA

1.1.Tinjauan Penelitian Sebelumnya

Variabel- variabel yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam merenovasi rumah yang telah ditempati, didasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh

K.J. Wahyu Adi (2000), melakukan penelitian dengan judul “Kajian terhadap renovasi rumah sebagai bagian terhadap pemenuhan kebutuhan penghuni pada lokasi perumahan di Malang” yang bersangkutan meneliti dengan tujuan untuk mengetahui komponen bangunan yang di renovasi, rentang waktu semenjak diserah terimakan, kecenderungan akibat kebutuhan fisik dan psikis penghuni, ada tidaknya hubungan antara karakteristik dengan besaran renovasi.

Sedangkan obyek penelitian pada rumah sederhana  Tipe – 36. Hasil penelitian adalah komponen rumah Tipe 36  pada lokasi Kota Malang  yang  paling banyak direnovasi adalah lantai, pintu/ jendela, atap sedangkan komponen lain lebih sedikit, dalam rentang waktu minimal satu tahun setelah diterima dari developer

Syahrial. (2001), melakukan penelitian dengan judul ”Faktor pengaruh renovasi bangunan pada lokasi perumahan sederhana di Surabaya” yang bersangkutan meneliti dengan tujuan medapatkan tentang faktor– faktor  dominan yang mendorong penghuni melakukan renovasi, metode renovasi dan metode konstruksi yang digunakan serta faktor- faktor pengaruhnya, sedangkan obyek penelitian Rumah sederhana Tipe -21, Tipe – 27, Tipe – 36.

Hasil penelitiannya dapat disimpulkan bahwa yang penting bagi pemilik dalam merenovasi rumahnya yaitu pemilihan metode konstruksi, sedangkan pemilihan metode renovasi tidak penting, yang besangkutan menyarankan dalam membangun rumah pengembang melibatkan calon penghuni agar kualitas konstruksi dapat dikontrol.

 

1.2.        Kajian Teoritis

a)  Rumah sederhana,

Rumah merupakan tempat hunian yang sangat penting bagi kehidupan setiap warga masyarakat, dan juga rumah sebagai tempat kegiatan, istirahat, bekerja, karena dengan bermula dari rumah, kita dapat melakukan aktivitas apapun.

Menurut Peraturan Menteri PU No.54/PRT/1991,  Rumah Sederhana yaitu rumah yang dibangun dengan menggunakan bahan bangunan dan konstruksi sederhana akan tetapi masih memenuhi standar kebutuhan minimal dari aspek kesehatan, keamanan, dan kenyamanan, dengan mempertimbangkan dan memanfaatkan potensi lokal meliputi potensi fisik seperti bahan bangunan, geologis, dan iklim setempat serta potensi sosial budaya seperti arsitektur lokal.

b)  Rumah Tipe – 21,

Menurut Peraturan Menteri PU.1991, rumah Tipe – 21 adalah rumah yang dibangun dengan luas lantai 21 m2 dan luas tanah minimal 60 m2 sampai dengan luas ideal 200 m2 dengan menggunakan material lokal, bangunan tersebut dalam kelompok rumah sederhana yang di peruntukan masyarakat berpenghasilan rendah, 

Rumah sederhana yang dibangun di wilayah Malang pada umumnya dengan konstruksi pondasi dangkal batu kali, dengan kedalaman kurang lebih 50 sampai dengan 70 cm, menggunakan kayu lokal dengan penyelesai konstruksi sederhana.

c)  Gaya (Style),

Gaya (Style) atau desain adalah suatu hasil rancangan rumah oleh Arsitek yang bisa dilihat oleh mata, agar penghuni dapat tinggal dengan nyaman dan dapat melaksanakan aktifitas dengan mudah, di perlukan rumah dengan penyediaan ruangan yang mencukupi, ukuran ruangan yang sesuai dengan penghuni, penataan ruangan yang cukup baik, dekorasi dan warna ruang yang serasi,

Penyediaan ruangan harus disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga/ penghuni rumah, dengan demikian penghuni rumah dapat melakukan aktifitas dengan baik.

 d)  Konstruksi,

Bagian-bagian bangunan rumah harus mempunyai konstruksi yang cukup kuat untuk menahan diri sendiri maupun pengaruh luar  dan pemakaian bahan bangunan yang dapat menjamin keawetan dan kemudahan dalam pemeliharaan.

Dengan demikian dapat menjamin keamanan penghuni, konstruksi yang baik dapat meminimalkan kerusakan, biasanya kerusakan bangunan adalah tidak berfungsinya konstruksi bangunan atau komponen bangunan akibat penyusutan/ berakhirnya umur bangunan atau akibat ulah manusia atau perilaku alam seperti beban fungsi yang berlebih, kebakaran, gempa bumi, atau sebab lain yang sejenis, intensitas kerusakan bangunan dapat digolongkan atas tiga tingkat kerusakan yaitu : Kerusakan ringan, Kerusakan sedang, Kerusakan berat (Kepmen  Kimpraswil, 2002) namun dalam hal ini pemerintah memberikan pembinaan agar penyelenggaraan pembangunan perumahan dan pemukiman selalu memanfaatkan teknik dan teknologi, industri bahan bangunan, jasa konstruksi, rekayasa dan rancang bangun yang tepat guna dan serasi dengan lingkungan.( Pasal 34, Undang Undang No. 4 Tahun :1992 ).

e)  Finishing,

Penyelesaian akhir dari seluruh pekejaan pembangunan rumah adalah disebut finishing, menurut pedoman Pendidikan dan Latihan (diklat) VEDC  Malang finishing adalah meliputi keahlian plesteran, pasang tegel (wall and floor teiling ), pengecatan dan pemasangan pintu dan jendela.

Kualitas finishing umumnya dapat menyebabkan harga jual sebuah rumah tinggi, meskipun masih ada faktor lain yang dipertimbangkan selain hasil  finishing  yang sempurna.

f)   Renovasi,

Adalah suatu kegiatan yang dilakukan penghuni atau pemilik rumah untuk merubah Gaya (Style), memperbaruhi, memperbaiki termasuk mengganti komponen – komponen bangunan sesuai dengan yang diinginkan.

Para penghuni perumahan pada beberapa lokasi perumahan kegiatan renovasi sering kali dilakukan pada rumah – rumah sederhana dengan memaksimalkan tanah yang tersedia, kegiatan renovasi dilakukan tidak hanya sekedar mengganti komponen yang rusak namun juga mengganti total dengan tujuan menambah ,memperbesar ruang, mengganti fasade baru, desain yang berbeda, penggatian material yang berkualitas

 

III.    METODE PENELITIAN

Penelitian ini ingin memperoleh gambaran tentang pengaruh Gaya (Style) atau desain rumah, Konstruksi rumah dan Finishing (penyelesaian akhir) rumah terhadap keputusan merenovasi rumah.

Sesuai dengan rumusan masalah, tujuan penelitian dan hipotesis, maka jenis penelitian ini adalah penelitian penjelasan (explanatory) dengan pendekatan survei. Penelitian survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok (Singarimbun, 1999). Penelitian penjelasan (explanatory research) menurut Nazir (1990) digunakan untuk mencari dan menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis.

 

IV.    PEMBAHASAN

4.1.        Karakteristik Responden

a)  Responden Berdasarkan Umur, Karakteristik responden berdasarkan umur dijelaskan pada Tabel 5,

 

Tabel 5. Jumlah Responden Berdasarkan Umur

Umur

Jumlah

Persentase

< 30 tahun

2

2.3

30 – 40 tahun

28

32.2

41 – 50 tahun

42

48.3

Diatas 50 tahun

15

17.2

Jumlah

87

100

Sumber : Data Primer

Bedasarkan Tabel 5.. dapat dijelaskan bahwa klasifikasi umur responden yang menempati rumah Tipe 21 adalah yang berusia kurang dari 30 tahun sebanyak 2 orang, yang berusia antara 30-40 tahun berjumlah 28 orang, yang berusia antara 41-50 tahun berjumlah 42 orang dan diatas 50 tahun berjumlah 15 orang. Hasil ini menunjukan bahwa mayoritas responden yang menempati rumah Tipe 21 memiliki umur 30 sampai 50 tahun.

 

a)  Responden Berdasarkan Pendidikan

Karakteristik responden berdasarkan pendidikan dijelaskan pada Tabel 6,

 Tabel 6. Jumlah Responden Berdasarkan Pendidikan

Pendidikan

Jumlah

Persentase

SMU/SMK

31

35.6

S1

51

58.6

S2

5

5.8

Jumlah

87

100

Sumber : Data Primer

Berdasarkan Tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa responden yang memiliki jenjang pendidikan terakhir SMA/SMK berjumlah 31 orang, yang berpendidikan sarjana strata satu berjumlah 51 orang dan yang berpendidikan sarjana strata dua berjumlah 5 orang. Hasil ini menjelaskan bahwa responden terbanyak memiliki jenjang pendidikan sarjana strata satu

a)  Responden Berdasarkan Pekerjaan

Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan dijelaskan pada Tabel 7,

Tabel 7 Jumlah Responden Berdasarkan Pekerjaan

Pekerjaan

Jumlah

Persentase

PNS

33

37.9

Swasta

54

62.1

Total

87

100

Sumber : Data Primer

Berdasarkan Tabel 7 responden yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil berjumlah 33 orang dan yang bekerja sebagai swasta berjumlah 54 orang. Hasil ini menjelaskan bahwa kebanyakan responden yang diteliti telah memiliki pekerjaan, sehingga mengambil keputusan untuk merenovasi rumah lebih besar dari pada orang yang belum memiliki pekerjaan.

 

a)  Responden Berdasarkan Lama Tinggal

Karakteristik responden berdasarkan lama tinggal dijelaskan pada Tabel 8

 Tabel 8. Jumlah Responden Berdasarkan Lama Tinggal

Lama Tinggal

Jumlah

Persentase

< 5 tahun

5

5.8

5 -10 tahun

61

70.1

Diatas 10 tahun

21

24.1

Total

87

100

Sumber : Data Primer

Berdasarkan Tabel 8, dapat dijelaskan bahwa responden yang telah menempati rumah kurang dari lima tahun berjumlah 5 orang, yang telah menempati rumah antara 5-10 tahun berjumlah 61 orang dan yang telah menempati rumah diatas 10 tahun berjumlah 21 orang. Dengan lamanya menempati rumah antara 5 sampai 10 tahun, menunjukan bahwa rumah tersebut kebanyakan telah direnovasi.

 

4.1.        Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen

4.1.1.   Uji Validitas Instrumen     

Menurut Arikunto (1993) suatu instrument dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan mengungkapkan data variabel yang diteliti secara tepat.. Sugiyono (2002) menyatakan bahwa suatu item dinyatakan valid jika indek korelasi product moment pearson (r) ≥ 0,3.

 

Tabel 9. Uji Validitas Item Instrumen

Variabel

Item

Koefisien Korelasi

Keputusan

 

X1

X1.1

0.591

Valid

X1.2

0.576

Valid

X1.3

0.749

Valid

 

 

X2

X2.1

0.688

Valid

X2.2

0.806

Valid

X2.3

0.850

Valid

X2.4

0.844

Valid

X2.5

0.704

Valid

X2.6

0.663

Valid

 

 

X3

X3.1

0.773

Valid

X3.2

0.795

Valid

X3.3

0.795

Valid

X3.4

0.746

Valid

X3.5

0.814

Valid

X3.6

0.622

Valid

 

Y

Y1

0.849

Valid

Y2

0.924

Valid

Y3

0.885

Valid

Sumber : Data Primer

Berdasarkan hasil uji validitas yang dilakukan terhadap item instrumen yang digunakan dalam penelitian, menunjukan bahwa semua item instrumen penelitian dapat dikatakan valid, karena telah memenuhi kriteria pengujian validitas item instrumen yang digunakan yaitu nilai indeks korelasi product moment pearson (r) ≥ 0,3.

4.1.1.   Uji Reliabilitas Instrumen

Alat ukur dikatakan memiliki reliabilitas apabila instrumen yang digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Hal ini 

berarti reliabilitas berhubungan dnegan konsistensi, akurasi atau ketepatan peramalan dari hasil riset. Menurut Malhotra (1996) suatu instrument dikatakan handal apabila nilai Alpha Cronbach besarnya sama atau lebih besar dari 0,6.

 Tabel 10 Uji Reliabilitas Item Instrumen

Variabel

Koefisien Alpha Cronbach

Keputusan

X1

0.7867

Reliabel

X2

0.8544

Reliabel

X3

0.8529

Reliabel

Y

0.8604

Reliabel

Sumber : Data Primer

Berdasarkan hasil uji reliabilitas yang dilakukan terhadap item instrumen yang digunakan dalam penelitian menunjukan bahwa semua item instrumen penelitian dapat dikatakan reliabel, karena telah memenuhi kriteria pengujian reliabilitas item instrument yang digunakan, yaitu nilai Alpha Cronbach lebih besar atau sama dengan 0,6.

 

4.1.1.   Deskripsi Jawaban Responden

Hasil pengumpulan data dan interpretasi dimaksudkan untuk mengetahui distribusi frekwensi dari jawaban responden terhadap hasil angket (kuesioner) yang disebarkan. Hasil angket tersebut meliputi variabel Gaya (Style) (X1), konstruksi (X2) dan finishing (X3) serta keputusan merenovasi rumah (Y).

Berikut ini akan dipaparkan hasil analisis diskriptif terhadap variabel-variabel penelitian berdasarkan persepsi 87 orang responden melalui kuesioner yang disebarkan.

4.1.2.   Gaya (Style) (X1)

Berdasarkan data yang terkumpul melalui kuesioner terlihat bahwa distribusi frekwensi dari item-item variabel Gaya (Style) tampak pada tabel 10

 Tabel 10 Distribusi Frekuensi Variabel Bukti Fisik (X1)

 

Item

 

1

(STS)

2

(TS)

3

(CS)

4

(S)

5

(SS)

 

Mean

F

%

F

%

F

%

F

%

F

%

X1.1

10

11.5

7

8.0

15

17.2

10

11.5

45

51.7

3.84

X1.2.

4

4.6

8

9.2

18

20.7

16

18.4

41

47.1

3.94

X1.3

16

18.4

15

17.2

13

14.9

13

14.9

30

34.5

3.30

Rata-rata

3.69

Sumber : Data Primer

Berdasarkan tabel 10 di atas, jawaban responden masing-masing item pertanyaan kuesioner tentang Gaya (Style) sebagai berikut :

Dari 87 responden yang menjawab pernyataan tentang keinginan memiliki Gaya (Style) atau desain rumah bergaya klasik, seperti Gaya rumah tempo dulu, 10 atau 11.5% responden memberikan penilaian sangat tidak setuju, 7 atau 8.0% responden memberikan penilaian tidak setuju, 15 atau 17.2% memberikan penilaian cukup setuju, 10 atau 11.5% responden memberikan penilaian setuju dan 45 atau 51.7% responden memberikan penilaian sangat setuju.

Nilai rata-rata jawaban responden atas pernyataan tersebut sebesar 3.84, hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata responden memberikan penilaian setuju tentang keinginan memiliki Gaya (Style) atau desain rumah yang berGaya klasik, seperti Gaya rumah tempo dulu.

Dari 87 responden yang menjawab pernyataan tentang keinginan Gaya (Style) atau desain  rumah berGaya minimalis (simple), Gaya yang sekarang sedang berkembang, 4 atau 4.6% responden memberikan penilaian sangat tidak setuju, 8 atau 9.2% responden memberikan penilaian tidak setuju, 18 atau 20.7% memberikan penilaian cukup setuju, 16 atau 18.4% responden memberikan penilaian setuju dan 41 atau 47.1% responden memberikan penilaian sangat setuju.

Nilai rata-rata jawaban responden atas pernyataan tersebut sebesar 3.94, hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata responden

memberikan penilaian setuju tentang keinginan memiliki Gaya (Style) atau desain rumah bergaya minimalis (simple), Gaya yang sekarang sedang berkembang.

Dari 87 responden yang menjawab pernyataan tentang keinginan Gaya (Style) atau desain rumah bergaya modern, Gaya yang belum pernah ada, 16 atau 18.4% responden memberikan penilaian sangat tidak setuju, 15 atau 17.2% responden memberikan penilaian tidak setuju, 13 atau 14.9% memberikan penilaian cukup setuju, 13 atau 14.9% responden memberikan penilaian setuju dan 30 atau 34.5% responden memberikan penilaian sangat setuju.

Nilai rata-rata jawaban responden atas pernyataan tersebut sebesar 3.30, hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata responden memberikan penilaian cukup setuju tentang keinginan memiliki Gaya (Style) atau desain rumah bergaya modern, Gaya yang belum pernah ada.

Dari hasil perhitungan rata-rata yang berkaitan dengan variabel Gaya (Style) secara keseluruhan diperoleh nilai 3.69. Hasil ini menunjukan bahwa rata-rata 

responden memberikan penilaian setuju, tentang Gaya (Style) rumah yang diinginkan dimana rumah yang diinginkan kebanyakan berGaya (Style) klasik dan minimalis.

 

4.1.1.   Konstruksi (X2)

Berdasarkan data yang terkumpul melalui kuesioner, terlihat bahwa distribusi frekwensi dari item-item variabel konstruksi tampak pada Tabel11,

 Tabel 11 Distribusi Frekuensi Variabel Konstruksi (X2)

 

Item

 

1

(STS)

2

(TS)

3

(CS)

4

(S)

5

(SS)

 

Mean

F

%

F

%

F

%

F

%

F

%

X2.1

3

3.4

4

4.6

19

21.8

41

47.1

20

23.0

3.82

X2.2.

2

2.3

7

8.0

18

20.7

34

39.1

26

29.9

3.86

X2.3

8

9.2

4

4.6

22

25.3

31

35.6

22

25.3

3.63

X2.4

4

4.6

5

5.7

22

25.3

37

42.5

19

21.8

3.71

X2.5

4

4.6

4

4.6

19

21.8

37

42.5

23

26.4

3.82

X2.6

1

1.1

11

12.6

17

19.5

37

42.5

21

24.1

3.76

Rata-rata

3.77

Sumber : Data Primer

Berdasarkan tabel 11 di atas, jawaban responden masing-masing item pertanyaan kuesioner tentang konstruksi sebagai berikut :

Dari 87 responden yang menjawab pernyataan tentang rumah yang ditempati memiliki pasangan pondasi yang tidak kuat karena menggunakan bahan  mortar (luluhan) bermutu rendah, 3 atau 3.4% responden memberikan penilaian sangat tidak setuju, 4 atau 4.6% responden memberikan penilaian tidak setuju, 19 atau 21.8% memberikan penilaian cukup setuju, 41 atau 47.1% responden memberikan penilaian setuju dan 20 atau 23.0% responden memberikan penilaian sangat setuju.

Nilai rata-rata jawaban responden atas pernyataan tersebut sebesar 3.82, hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata responden memberikan penilaian setuju bahwa rumah yang ditempati memiliki pasangan pondasi yang tidak kuat karena menggunakan bahan  mortar (luluhan) bermutu rendah.

Dari 87 responden yang menjawab pernyataan tentang rumah yang ditempati membutuhkan perbaikan pasangan tembok yang mau roboh, retak dan tidak kuat, 2 atau 2.3% responden memberikan penilaian sangat tidak setuju, 7 atau 8.0% responden memberikan penilaian tidak setuju, 18 atau 20.7% memberikan penilaian cukup setuju, 34 atau 39.1% responden memberikan penilaian setuju dan 26 atau 29.9% responden memberikan penilaian sangat setuju.

Nilai rata-rata jawaban responden atas pernyataan tersebut sebesar 3.86, hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata responden memberikan penilaian setuju bahwa rumah yang ditempati membutuhkan perbaikan pasangan tembok yang mau roboh, retak dan tidak kuat.

Dari 87 responden yang menjawab pernyataan tentang rumah yang ditempati membutuhkan perbaikan pada balok, tiang beton yang keropos dan tidak kuat, 8 atau 9.2% responden memberikan penilaian sangat tidak setuju, 4 atau 4.6% responden memberikan penilaian tidak setuju, 22 atau 25.3% memberikan penilaian cukup setuju, 31 atau 25.6% responden memberikan penilaian setuju dan 22 atau 25.3% responden memberikan penilaian sangat setuju.

Nilai rata-rata jawaban responden atas pernyataan tersebut sebesar 3.63, hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata responden memberikan penilaian setuju bahwa rumah yang ditempati membutuhkan perbaikan pada balok, tiang beton yang keropos dan tidak kuat.

Dari 87 responden yang menjawab pernyataan tentang rumah yang ditempati perlu menyempurnakan sambungan kayu pada rangka atap yang tidak kuat atau tidak aman, 4 atau 4.6% responden memberikan penilaian sangat tidak setuju, 5 atau 5.7% responden memberikan penilaian tidak setuju, 22 atau 25.3% memberikan penilaian cukup setuju, 37 atau 42.5% responden memberikan penilaian setuju dan 19 atau 21.8% responden memberikan penilaian sangat setuju.

Nilai rata-rata jawaban responden atas pernyataan tersebut sebesar 3.71, hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata responden memberikan penilaian setuju bahwa rumah yang ditempati perlu menyempurnakan sambungan kayu pada rangka atap yang tidak kuat atau tidak aman.

Dari 87 responden yang menjawab pernyataan tentang rumah yang ditempati perlu perbaikan atau penggantian genting yang tidak rapat , tidak kuat  dan bocor, 4 atau 4.6% responden memberikan penilaian sangat tidak setuju, 4 atau 4.6% responden memberikan penilaian tidak setuju, 19 atau 21.8% memberikan penilaian cukup setuju, 37 atau 42.5% responden memberikan penilaian setuju dan 23 atau 26.4% responden memberikan penilaian sangat setuju.

Nilai rata-rata jawaban responden atas pernyataan tersebut sebesar 3.82, hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata responden memberikan penilaian setuju bahwa rumah yang ditempati perlu perbaikan atau penggantian genting yang tidak rapat , tidak kuat  dan bocor.

Dari 87 responden yang menjawab pernyataan tentang rumah yang ditempati perlu penggantian, perbaikan sambungan kayu pada pintu. jendela, 1 atau 1.1% responden memberikan penilaian sangat tidak setuju, 11 atau 12.6% responden memberikan penilaian tidak setuju, 17 atau 19.5% memberikan penilaian cukup setuju, 37 atau 42.5% responden memberikan penilaian setuju dan 21 atau 24.1% responden memberikan penilaian sangat setuju.

Nilai rata-rata jawaban responden atas pernyataan tersebut sebesar 3.76, hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata responden menilai setuju bahwa rumah yang ditempati perlu penggantian, perbaikan sambungan kayu pada pintu. jendela.

Dari hasil perhitungan rata-rata yang berkaitan dengan variabel konstruksi secara keseluruhan diperoleh nilai 3.77. Hasil ini menunjukan bahwa rata-rata responden memberikan penilaian setuju, bahwa rumah yang ditempati membutuhkan perbaikan yang berkaitan dengan konstruksi rumah tersebut.

 

 4.1.1.   Finishing (X3)

Berdasarkan data yang terkumpul melalui kuesioner, terlihat bahwa distribusi frekwensi dari item-item variabel finishing tampak pada Tabel 12

Tabel 12 Distribusi Frekuensi Variabel Finishing (X3)

 

Item

 

1

(STS)

2

(TS)

3

(CS)

4

 (S)

5

(SS)

 

Mean

F

%

F

%

F

%

F

%

F

%

X3.1

1

1.1

8

9.2

22

25.3

35

40.2

21

24.1

3.77

X3..2.

2

2.3

7

8.0

22

25.3

30

34.5

26

29.9

3.82

X3..3

1

1.1

9

10.3

21

24.1

32

36.8

24

27.6

3.79

X3.4

-

-

5

5.7

20

23.0

35

40.0

27

31.0

3.97

X3.5

1

1.1

7

8.0

21

24.1

26

29.9

32

36.8

3.93

X3.6

1

1.1

10

11.5

23

26.4

41

47.1

12

13.8

3.61

Rata-rata

3.82

Sumber : Data Primer

Berdasarkan tabel 12 di atas, jawaban responden masing-masing item pertanyaan kuesioner tentang finishing sebagai berikut :

Dari 87 responden yang menjawab pernyataan tentang perlu memperbaiki plesteran pada tembok dan beton yang tidak berkualitas, 1 atau 1.1% responden memberikan penilaian sangat tidak setuju, 8 atau 9.2% responden memberikan penilaian tidak setuju, 22 atau 25.3% memberikan penilaian cukup setuju, 35 atau 40.2% responden memberikan penilaian setuju dan 21 atau 24.1% responden memberikan penilaian sangat setuju. Nilai rata-rata jawaban responden atas pernyataan tersebut sebesar 3.77, hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata responden memberikan penilaian setuju tentang perlunya memperbaiki plesteran pada tembok dan beton yang tidak berkualitas.

Dari 87 responden yang menjawab pernyataan tentang perlu mengecat kembali pada sebagian/ seluruh bangunan, 2 atau 2.3% responden memberikan penilaian sangat tidak setuju, 7 atau 8.0% responden memberikan penilaian tidak setuju, 22 atau 25.3% memberikan penilaian cukup setuju, 30 atau 34.5% responden memberikan penilaian setuju dan 26 atau 29.9% responden memberikan penilaian sangat setuju. Nilai rata-rata jawaban responden atas pernyataan tersebut sebesar 3.82, hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata responden memberikan penilaian setuju tentang perlunya mengecat kembali pada sebagian/ seluruh bangunan.

Dari 87 responden yang menjawab pernyataan tentang perlu melakukan perbaikan lantai yang rusak, serta tidak berkualitas, 1 atau 1.1% responden memberikan penilaian sangat tidak setuju, 9 atau 10.3% responden memberikan penilaian tidak setuju, 21 atau 24.1% memberikan penilaian cukup setuju, 32 atau 36.8% responden memberikan penilaian setuju dan 24 atau 27.6% responden memberikan penilaian sangat setuju. Nilai rata-rata jawaban responden atas pernyataan tersebut sebesar 3.79, hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata responden memberikan penilaian setuju tentang perlunya melakukan perbaikan lantai yang rusak, serta tidak berkualitas.

Dari 87 responden yang menjawab pernyataan tentang perlu melakukan perbaikan kamar mandi dan WC yang tidak bekualitas, 5 atau 5.7% responden memberikan penilaian tidak setuju, 20 atau 23.0% memberikan penilaian cukup setuju, 35 atau 40.0% responden memberikan penilaian setuju dan 27 atau 31.0% responden memberikan penilaian sangat setuju.

Nilai rata-rata jawaban responden atas pernyataan tersebut sebesar 3.97, hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata responden memberikan penilaian setuju tentang perlunya melakukan perbaikan kamar mandi dan WC yang tidak bekualitas.

Dari 87 responden yang menjawab pernyataan tentang perlu mengadakan/ memperbaiki tempat cuci dan dapur, 1 atau 1.1% responden memberikan penilaian sangat tidak setuju, 7 atau 8.0% responden memberikan penilaian tidak setuju, 21 atau 24.1% memberikan penilaian cukup setuju, 26 atau 29.9% responden memberikan penilaian setuju dan 32 atau 36.8% responden memberikan penilaian sangat setuju. Nilai rata-rata jawaban responden atas pernyataan tersebut sebesar 3.93, hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata responden memberikan penilaian setuju tentang perlunya mengadakan/ memperbaiki tempat cuci dan dapur.

Dari 87 responden yang menjawab pernyataan tentang perlu melakukan perbaikan plafon sebagian/semua ruangan, 1 atau 1.1% responden memberikan penilaian sangat tidak setuju, 10 atau 11.5% responden memberikan penilaian tidak setuju, 23 atau 56.4% memberikan penilaian cukup setuju, 41 atau 47.1% responden memberikan penilaian setuju dan 12 atau 13.8% responden memberikan penilaian sangat setuju. Nilai rata-rata jawaban responden atas pernyataan tersebut sebesar 3.61, hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata responden memberikan penilaian setuju tentang perlunya melakukan perbaikan plafon sebagian/semua ruangan.

Dari hasil perhitungan rata-rata yang berkaitan dengan variabel finishing secara keseluruhan diperoleh nilai 3.82. Hasil ini menunjukan bahwa rata-rata responden memberikan penilaian setuju, untuk melakukan penyelesaian akhir atas perbaikan yang dilakukan.

 

4.1.1.   Merenovasi Rumah (Y)

Berdasarkan data yang terkumpul melalui kuesioner, terlihat bahwa distribusi frekwensi dari item-item variabel keputusan merenovasi rumah tampak pada Tabel13

 

Tabel 13 Distribusi Frekuensi Variabel Merenovasi Rumah (Y)

 

Item

 

1

(STS)

2

(TS)

3

(CS)

4

 (S)

5

(SS)

 

Nilai

Rata-Rata

F

%

F

%

F

%

F

%

F

%

Y1

3

3.4

8

9.2

17

19.5

29

33.3

30

34.5

3.86

Y2

2

2.3

6

6.9

23

26.4

28

32.2

28

32.2

3.85

Y3

1

1.1

5

5.7

25

28.7

27

31.0

29

33.3

3.90

Rata-rata

3.87

Sumber : Data Primer

Berdasarkan tabel 13 di atas, jawaban responden masing-masing item pertanyaan kuesioner tentang keputusan merenovasi rumah sebagai berikut :

Dari 87 responden yang menjawab pernyataan tentang Gaya (Style) atau desain bangunan rumah yang ditempati sudah ketinggalan, 3 atau 3.4% responden memberikan penilaian sangat tidak setuju, 8 atau 9.2% responden memberikan penilaian tidak setuju, 17 atau 19.5% memberikan penilaian cukup setuju, 29 atau 33.3% responden memberikan penilaian setuju dan 30 atau 34.5% responden memberikan penilaian sangat setuju. Nilai rata-rata jawaban responden atas pernyataan tersebut sebesar 3.86, hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata responden memberikan penilaian setuju bahwa Gaya (Style) atau desain bangunan rumah yang ditempati sudah ketinggalan.

Dari 87 responden yang menjawab pernyataan tentang pengerjaan konstruksi pada waktu membangun tidak menggunakan metode dan peralatan yang sesuai, 2 atau 2.3% responden memberikan penilaian sangat tidak setuju, 6 atau 6.9% responden memberikan penilaian tidak setuju, 23 atau 26.4% memberikan penilaian cukup setuju, 28 atau 32.3% responden memberikan penilaian setuju dan 28 atau 32.3% responden memberikan penilaian sangat setuju. Nilai rata-rata jawaban responden atas pernyataan tersebut sebesar 3.85, hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata responden memberikan penilaian setuju bahwa pengerjaan konstruksi pada waktu membangun tidak menggunakan metode dan peralatan yang sesuai.

Dari 87 responden yang menjawab pernyataan tentang pekerjaan finishing atau 

pekerjaan akhir pada waktu membangun tidak mengkuti urutan proses pelaksanaan yang sesuai, 1 atau 1.1% responden memberikan penilaian sangat tidak setuju, 5 atau 5.7% responden memberikan penilaian tidak setuju, 25 atau 28.7% memberikan penilaian cukup setuju, 27 atau 31.0% responden memberikan penilaian setuju dan 29 atau 33.3% responden memberikan penilaian sangat setuju. Nilai rata-rata jawaban responden atas pernyataan tersebut sebesar 3.90, hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata responden memberikan penilaian setuju tentang pekerjaan finishing atau pekerjaan akhir pada waktu membangun tidak mengkuti urutan proses pelaksanaan yang sesuai.

Dari hasil perhitungan rata-rata yang berkaitan dengan variabel keputusan merenovasi rumah secara keseluruhan diperoleh nilai 3.87. Hasil ini menunjukan bahwa rata-rata responden memberikan penilaian setuju, untuk untuk merenovasi rumah yang telah ditempati.

 

4.1.1.   Uji Asumsi Klasik

Model pengujian hipotesis berdasarkan analisis regresi yang digunakan dalam penelitian ini harus memenuhi asumsi klasik agar menghasilkan nilai parameter yang sahih. Asumsi klasik tersebut antara lain tidak terdapat adanya multikolinearitas dan heteroskedastisitas.

 

4.1.2.   Uji Multikolinearitas

Multikolinearitas adalah penunjukkan adanya hubungan linear diantara variabel independen.  Kondisi ini harus dihindari agar hasil pengujian tidak bias.

Pengujian multikolinearitas dalam penelitian ini akan menggunakan nilai Varian Inflation factor (VIF) yang diperoleh dari pengujian hipotesis. 

Apabila nilai VIF lebih besar dari 10 berarti terjadi masalah yang berkaitan dengan multikolinearitas, sebaliknya model regresi tidak mengandung multikolinearitas jika nilai VIF-nya dibawah 10 Hasil pengujian multikolinearitas ini disajikan pada tabel 14 

 

Tabel 14 Hasil Pengujian Multikolinieritas

No

Variabel

Nilai VIF

Keputusan

1

Gaya (Style)

1.014

Tidak terdapat multikolinearitas

2

Konstruksi

1.328

Tidak terdapat multikolinearitas

3

Finishing

1.312

Tidak terdapat multikolinearitas

Sumber : Data Primer

Berdasarkan pada tabel 14 tersebut dapat diperoleh kesimpulan bahwa model regresi dalam penelitian ini tidak mengandung gejala (masalah) multikolinearitas, karena nilai Varian Inflation Factor (VIF) adalah dibawah batas kriteria tentang adanya masalah multikolinearitas, yaitu 10. Dengan demikian, data tersebut dapat memberikan informasi yang berbeda untuk setiap variabel independennya

.

4.1.1.   Uji Heteroskedastisitas

Heteroskedastisitas dalam penelitian ini diuji dengan metode Korelasi Spearman’s rho antara nilai residu (disturbance error) dari hasil regresi dengan masing-masing variabel independennya. Apabila nilai korelasi Spearman’s rho dibawah 0,7 berarti model regresi menunjukkan tidak adanya permasalahan heteroskedastisitas. Sebaliknya, jika nilai korelasi Spearman’s rho diatas 0,7 berarti model regresi menunjukkan adanya permasalahan heteroskedastisitas (Gujarati, 1992). Hasil pengujian asumsi Heteroskedastisitas ini disajikan pada  tabel 15 di bawah ini.

 

Tabel 15 Hasil Pengujian Heteroskedastisitas

Sumber : Data Primer

Hasil analisis korelasi Spearman’ rho pada tabel 15 diatas menunjukkan bahwa antara varian pengganggu (unstandardized residual) dengan setiap variabel independen tidak ada yang menunjukkan nilai diatas 0,7. Ini berarti bahwa varian faktor pengganggu variabel prediktor adalah sama atau konstan, sehingga heterokedastisitas tidak terjadi dalam model regresi penelitian ini.

4.1.1.   Analisis Regresi Berganda

Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh Gaya (Style) (X1), konstruksi (X2), dan finishing (X3) terhadap keputusan merenovasi rumah (Y). Tabel berikut adalah hasil perhitungan dari uji regresi berganda dengan bantuan Statistical Package for Social Science (SPSS)11.0 for windows.

 Tabel 16 Rekapitulasi Hasil analisis Regresi Berganda

Variabel

β

t

Sig t

Keterangan

Konstanta

Gaya (Style)

Konstruksi

Finishing

5.681

0.227

0.239

0.087

 

2.253

3.642

1.243

 

0.027

0.000

0.217

 

Signifikan

Signifikan

Tidak Signifikan

α                         : 5 %

R                         : 0.449

R Square             : 0.202

F hitung               : 6.996

Sig. F                  : 0.000

Sumber : Data Primer 

Berdasarkan Tabel 16 dapat dijelaskan bahwa Uji F dalam penelitian ini digunakan untuk menguji ketepatan sebuah model penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai F sebesar 6.996 dengan nilai probabilitas sebesar 0.000 dan signifikan pada alpha (α) sebesar 5% (0,05). Hasil ini mempunyai makna bahwa Gaya (Style) (X1), konstruksi (X2) dan finishing (X3) secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap keputusan merenovasi rumah (Y).

Besarnya nilai koefisien korelasi berganda (R) sebesar 44.9%, hasil ini menunjukan bahwa besarnya hubungan antara Gaya (Style) (X1), konstruksi (X2) dan finishing (X3) dengan keputusan merenovasi rumah (Y) sebesar 44.9%.

Daya prediksi dari model regresi (R-square) yang diGaya (Style) dalam pengujian ini sebesar 0.202. Hasil ini mengindikasikan bahwa Gaya (Style) (X1), konstruksi (X2) dan finishing (X3) mempunyai kontribusi terhadap keputusan merenovasi rumah (Y) sebesar 20.2%, sedangkan sisanya 79,8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model.

Besarnya nilai probabilitas untuk variabel Gaya (Style) (X1) sebesar 0.027. Nilai tersebut lebih kecil dari tingkat signifikan statistik pada α = 5%, sedangkan nilai koefisien beta untuk variabel Gaya (Style) (X1) sebesar 0.227 dengan arah koefisien positif, sehingga menolak H0 yang artinya bahwa Gaya (Style) (X1) berpengaruh signifikan terhadap keputusan merenovasi rumah (Y).

Besarnya nilai probabilitas untuk variabel konstruksi (X2) sebesar 0.000. Nilai tersebut lebih kecil dari tingkat signifikan statistik pada α = 5%, sedangkan nilai koefisien beta untuk variabel konstruksi (X2) sebesar 0.239 dengan arah koefisien positif, sehingga menolak H0 yang artinya bahwa konstruksi (X2) berpengaruh signifikan terhadap keputusan merenovasi rumah (Y).

Besarnya nilai probabilitas untuk variabel finishing (X3) sebesar 0.217. Nilai tersebut lebih besar dari tingkat signifikan statistik pada α = 5%, sedangkan nilai koefisien beta untuk variabel finishing (X3) sebesar 0.087 dengan arah koefisien positif, sehingga menerima H0 yang artinya bahwa finishing (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan merenovasi rumah (Y). Kalau dimasukan dalam persamaan regresi maka persamaan menjadi, Y = 5.681+ 0.227X1 + 0.239X2 + 0.087 X3

 

ini menunjukan apabila tidak ada variabel  Gaya (Style), konstruksi dan finishing, keputusan merenovasi rumah 5.681 dan setiap kenaikan akan meningkatkan 0.227; 0.239 dan 0,087

Grafik pengaruh renovasi

  I.    KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian ini maka dapat diambil kesimpulan bahwa :

a. Gaya (Style) rumah berpengaruh signifikan terhadap keputusan merenovasi rumah. Temuan ini mengindikasikan bahwa Gaya (Style) atau desain rumah yang ditawarkan oleh pengembang kurang memenuhi selera konsumen, sehingga konsumen yang telah menempati rumah tersebut ada kecenderungan akan merenovasi rumah yang telah ditempati

 

b. Konstruksi berpengaruh signifikan terhadap keputusan merenovasi rumah. Temuan ini mengindikasikan bahwa rumah Tipe 21 yang ditawarkan oleh pengembang seringkali menggunakan bahan konstruksi yang kurang baik, sehingga konsumen yang telah menempati rumah tersebut ada kecenderungan akan merenovasi rumah yang telah ditempati.

 

c.  Finishing tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan merenovasi rumah. Sebelum rumah diserah terimakan kepada konsumen, pengembang melakukan penyelesaian akhir dari sebuah bangunan. Kondisi ini menyebabkan bangunan sudah siap huni dan tidak membutuhkan renovasi.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Amirullah, 2002. Perilaku Konsumen Edisi pertama, Graha Ilmu, Yogyakarta.

 

Arikunto, Suharsimi, 1993. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Rineka Cipta, Jakarta.

 

Boyd, Walker, Larreche, 2000. Manajemen Pemasaran Jilid 1, Edisi kedua, Terjemahan Imam Nurmawan, Erlangga. Jakarta. 

 

Budiantono, B. dan Samsul, H, 2004. Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Konsumen terhadap Pengambilan Keputusan dalam Pembelian Perumahan di Kota Sidoarjo. Jurnal Teknologi dan Informasi, Vol. 2, No. 2, hlm.123 -159

 

Daniel P. Mc Millen. and Paul Thorsnes, 2006. Housing Renovations and the Quantile   Repeat- Sales Price Index. Journal Real estate Economics. V34 : 567 – 584 Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah.2002.Pedoman Teknis Pembangunan Gedung Negara.Penerbit PT Medisa, Jakarta

 

Djaja, Sutrisno, 2000. Analisis Pengaruh Perilaku Konsumen Terhadap Pengambilan Keputusan (Studi Pembelian Rumah Sangat Sederhana Tipe - 36 Melalui KPR-BPN Jember). Tesis, Program Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang.

 

Ghozi, 1999. Analisis Beberapa Faktor Strategi Marketing Mix dan Sosio Ekonomi Yang Mempengaruhi Konsumen Dalam Pembelian Perumahan KPR-BTN Tipe - 36 dan 45 Pada PT. Graha Laksana Utama Jember. Tesis, Program Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang.

 

Gujarati, Damodar, 2000. Essentials of Econometrics, International Editon, Mc Graw - Hill.

 

Hardjono S.2008. Lebih bergengsi dengan renovasi mempercantik rumah dari planing hingga finishing .Penerbit Pustaka Grhatama.Yogyakarta.

 

Hair, Joseph F., Rolph E. Anderson, Ronald L. Tatham, dan William C. Black, 1995. Multivariate Data Analysis; With Reading, fourth edition, McMillan Publishing Company.

 

Joseph Kangwa, Femi Olubodun.2007. Improvement- led home maintenance trategies and quality expectations The significance of owner - occupiers’ prior knowledge of house defects on upkeep decisions.Journal Home maintenancestrategies Vol. 25 No.1, 39– 50 Kuswartojo Tjuk.2005.Pemukiman dan Perumahan di Indonesia Penerbit ITB.Bandung

 

Malhotra, Naresh, K, 1996. Marketing Research, Prentice Hall International Industri. London.

 

Oakley Deirdre. 2002.Houshing Homeless People : Local Mobilization of federal Resources to fight NIMBYism.Journal of urban affairs V;24 No 1.97 – 116

 

 

Riduwan, 2006. Metode dan teknik Penyusunan Tesis .Penerbit Alfabeta.Bandung