Mencegah dan Merawat Mebel

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Tuesday, 10 February 2015 Published Date Written by Andreas Mulyono

Mencegah Dan Merawat Mebel Dan Konstruksi Kayu Dari Rayap Dan lapuk.

Disusun oleh : Drs. Andreas Mulyono,MT

Widyaiswara P4 TK BOE Malang

A.  Abstrak.

Bagaimana cara merawat mebel dan konstruksi kayu agar tidak dimakan ?

Material kayu memang sudah sejak turun temurun digemari baik untuk konstruksi ataupun interior, walaupun cukup riskan karena menjadi santapan yang lezat bagi makhluk Allah yang bertubuh kecil yang biasa kita sapa dengan Rayap. Material ini memang tidak bisa tergantikan oleh material lain karena merupakan material ciptaan Allah yang memiliki karakteristik khusus. Apalagi jika digunakan untuk bahan pembuatan perabot dan material pelengkap interior lainnya. Urat kayunya yang natural memang terlihat sangat indah dan tidak mungkin ditiru oleh material apapun buatan manusia.

Memang akan sangat mengesalkan jika barang kesayangan kita menjadi sasaran makhluk kecil ini, karena kelengahan, maka perabot/mebel, dan konstruksi kayu digerogoti rayap dan mudah lapuk . Yang lebih fatal lagi jika konstruksi rangka atap dan kusen rumahpun dimakan rayap dan lapuk. Cerdiknya lagi dari tampilan luar terlihat cat atau pelapis kayunya masih utuh sehingga  tidak sadar jika bagian dalamnya sudah keropos dan tinggal menunggu ambruk.

Pencegahan sejak dini perlu menjadi perhatian khusus, karena tidak lepas dari lingkungan tempat tinggal kita. Pada saat awal pembangunan rumah sebaiknya lakukan antisipasi dengan melakukan “penyuntikan” cairan antirayap ke dalam tanah di sekeliling (rencana) bangunan atau rumah tersebut. Carilah perusahaan anti rayap yang tergabung dalam ikatan Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (IPPHI) sehingga anda memperoleh jaminan selama 5 tahun untuk bangunan baru dan 3 tahun untuk bangunan yang sudah berdiri.

Terhadap bahan kayu penunjang struktur bangunan, seperti kusen pintu/jendela dan rangka atap, dilakukan Ovenisasi dan Treatment. Karena kayu merupakan material yang diambil dari alam maka sifatnya basah, dengan sistem ovenisasi, kandungan air dikuras sehingga kayu menjadi kering sempurna , sedangkan Treatment merupakan pencelupan material kayu ke dalam cairan kimiawi khusus yang dapat menghindarkan rayap.

Pada kondisi di mana rumah telah jadi, proses pekerjaan antirayap terhadap mebel dan konstruksi dari bahan kayu dilaksanakan dengan cara disemprot atau menggunakan kuas yang langsung diaplikasikan pada materialnya. Selain menggunakan cairan antirayap yang sudah jadi bisa juga dengan mencampur oli sebanyak 3 bagian dan solar 1 bagian kemudian diaduk. Campuran tersebut dioleskan merata keseluruh permukaan kayu sampai benar-benar kering. Setelah itu baru dilakukan pengecatan pada permukaan kayu.

Pemilihan jenis kayu juga perlu perhatian khusus karena kualitas kayu yang rendah akan menimbulkan masalah di kemudian hari, Berbagai jenis kayu yang sering digunakan untuk konstruksi atap, kusen, furniture dan sebagainya adalah jati, meranti, merbau, nyatoh, dan kamper. Memang jika kita memilih kayu jenis keras seperti jati, ulin (kayu besi), atau ebony (kayu hitam) harganya sudah selangit dan tidak terjangkau kocek kita lagi.

Kata kunci : Pemilihan kayu,pengeringan kayu, pengobatan kayu,pengecatan kayu,dan penempatan perabot.

B. Pembahasan

1.  Pemilihan Kayu

Penggunaan kayu dalam struktur rumah sangat banyak digunakan baik dalam struktur dinding, lantai, plafoon, rangka atap, kusen dan juga dipergunakan sebagai tiang dalam struktur rumah panggung. Ketika bangunan rumah kita  baru selesai dikerjakan  mungkin rumah kita akan kelihatan kokoh dan menarik, tapi oleh sifat kayu yang mudah berubah oleh pengaruh cuaca maupun mudah rusak oleh pengaruh serangan rayap, maka dalam kurun waktu beberapa yang lama tanpa kita sadari struktur rumah kita tersebut sudah rusak atau kekuatannya sudah tidak bagus lagi. Serangan terhadap kayu pada struktur rumah kita disamping  jenis kayunya juga dipengaruhi lingkungan dan iklim dimana rumah kita bangun.

Pemilihan jenis kayu perlu mendapat perhatian khusus karena kualitas kayu yang rendah akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Berbagai jenis kayu yang sering digunakan baik untuk konstruksi maupun mebel adalah meranti, merbau, nyatoh, kamper,mahoni, jati dll.

Jika akan membuat konstruksi untuk rumah dan mebel seyogyanya memilih kayu jenis keras dan tua usianya, seperti  ulin (kayu besi), atau ebony (kayu hitam),merbau, jati dan mahoni.

Walaupun pemilihan jenis kayu sudah kita lakukan  , kita tetap perlu melakukan pemeliharaan terhadap bagian rumah kita yang menggunakan bahan kayu, supaya kayu dalam struktur rumah kita tetap awet dan tetap kuat.

 

Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi kekuatan dan keawetan kayu di bangunan rumah kita :

 

Pengaruh Cuaca.

Kayu yang sering berhadapan dengan udara terbuka  yang terletak didaerah curah hujan dan  kelembaban tinggi akan menyebabkan kayu cepat lembab sehingga dalam waktu yang lama  kayu akan menyerap air sehingga kayu akan mengembang yang memungkinkan kayu menjadi melengkung  kesalah satu sisi . Kerusakan lainnya yang mungkin terjadi jika kayu sering kena air  atau pengaruh udara yang terlalu lembab adalah kayu membusuk  atau lapuk. Pengaruh lainnya yang sering terjadi adalah jika udara mengandung bakteri atau jamur  kayu akan  terserang hama sehingga kayu akan  berlumut, apalagi posisi kayu yang terlindung dari sinar matahari.

    Serangan Binatang. 

Binatang yang sering menyerang bangunan rumah kayu adalah rayap, tikus dan kumbang perengat.  Rayap adalah binatang  yang hidup dalam komunitas besar yang sangat menyukai tempat yang lembab dan gelap,  oleh bentuknya yang kecil kita sering tidak memperhatikan binatang ini telah merusak bangunan rumah kita.  Kita tidak menyadari tempat tempat yang tertutup sudah dirusak oleh rayap tersebut hingga kayu sudah berlobang ataupun berronga. Demikian juga tikus pengerat kayu merupakan binatang yang sering menyebalkan, dimana tikus ini akan mengerat kayu sampai berlobang. Untuk kumabng penyengat, biasanya mereka mencari tempat gelap seperti di rangka atap. Mereka sering membuat lubang di kayu sebagai tempat bersembunyi.

Pengaruh Pembebanan.

Pembebanan yang tidak sesuai terhadap kayu akan menimbulkan lengkungan dan kayu bisa sampai patah  . Penempatan beban berat di lantai , mungkin  tidak menyebabkan kerusakan  secara langsung tapi serat kayu akan tertarik jika beban semakin berat, jika dipengaruhi oleh unsur luar misalnya oleh kelembaban, maka kekuatan kayu akan cepat memurun hingga kayu akan patah.  Ukuran kayu  untuk menahan beban  harus diperhitungkan secara benar  terutama  tiang, balok maupun rangka kuda kuda rangka Atap. Karena sifat kayu yang mudah memuntir akan menyebabkan kayu cepat melengkung hingga patah bila  ukuran kayu  tidak mampu menahan beban terlalu besar.

Description: http://3.bp.blogspot.com/_JRp7TJWTx4A/S7GBC700pzI/AAAAAAAAASI/M7Rc7K7LdgM/s320/tangga1.jpg

Gambar 1.

2.  Pengeringan kayu

Konsep Dasar Pengeringan Kayu

Pengeringan kayu adalah suatu proses pengeluaran air dari dalam kayu hingga mencapai kadar air yang seimbang dengan lingkungan dimana kayu akan digunakan tanpa menurunkan kualitas kayu tersebut.

Keuntungan utama mengeringkan kayu sebelum dijadikan produk,antara lain :

1.Membebaskan kayu dari serangan jamur.

2.Menstabilkan dimensi kayu, sehingga kayu tidak akan lagi mengalami perubahan bentuk, retak maupun pecah.

3.Menjadikan warna kayu lebih cerah/terang.

4.Rendemen produk berkualitas baik meningkat.

5.Memudahkan kayu untuk dicat dan dipelitur (finishing).

Keseimbangan Kadar air

Keseimbangan(KA.k)adalah kadar air kayu pada kondisi dimana kayu tidak akan mengeluarkan atau menyerap air kembali ke/dari lingkungannya. Kadar air kayu kering yang dipersyaratkan tidak sama untuk setiap tujuan pemakaian. Dasar penentuan kekeringan kayu adalah dengan mempertimbangkan KA.k tempat tujuan produk kayu nantinya, agar dimensi kayu tetap stabil selama pemakaian.

Kayu yang digunakan untuk konstruksi dan mebel sebaiknya harus dioven sehingga kayu memiliki kadar air sesuai dengan kadar kesetimbangan kayu di suatu daerah, yang dirumuskan dengan MC = EMC, dimana MC = Kadar air kayu, EMC kadar air kesetimbangan. Tujuan pengeringan kayu selain tersebut diatas adalah untuk  menghilangkan mineral kayu yang disukai rayap, untuk menambah kekuatan kayu,keawetan kayu dan menghilangkan kembang susut kayu atau perubahan bentuk. Kayu yang lapuk dan mudah diserang rayap karena kayu kurang kering.

Kadar air kayu untuk konstruksi dan mebel di indonesia maksimum 12 % sedangkan untuk daerah dingin seperti di Eropa dan di Amerika serikat maksimum 10 %.

Nilai kadar air keseimbangan untuk setiap tujuan penggunaan kayu dapat dilihat pada Tabel 1.

 

No

Lokasi

Kadar Air Keseimbangan %

1

Bandung

11  - 17

2

Bogor

12  - 19

3

Cepu, Bojonegoro

10  - 16

4

Cirebon

11 – 16

5

Garut

11 – 16

6

Jember

11 – 17

7

Jombang

10 – 14

8

Madiun

10 – 15

9

Majalengka

10 – 16

10

Malang

11 – 17

11

Ngawi

11 - 15

12

Probolinggo

11 – 13

13

Purwokerto

10 – 16

14

Salatiga

12 – 19

15

DKI Jakarta, Semarang, Jepara

11 – 15

16

Sukabumi

11 – 19

17

Surabaya

13 - 16

18

Tasikmalaya

11 - 16

19

Tuban

10 – 13

20

Jogjakarta

10 – 17

 

Tabel 1

3.  Pengobatan Kayu

Kayu yang akan dipergunakan untuk membuat mebel atau konstruksi seharusnya di obati. Banyak cara untuk mengobati kayu antara lain : dengan melakukan perendaman kayu disungai sebelum dioven, kayu dierendam dalam tangki yang sudah ada obat pengawet beberapa hari,dilakukan penyemprotan dengan obat saat melakukan pengeringan. Hal ini untuk mencegah agar mebel atau kayu konstruksi tidak dimakan rayap.

Pengawet Kayu Larut Air

Banyak sekali jenis pengawet kayu yang bisa anda temukan di beberapa toko bangunan atau agen cat. Namun sekarang ini yang paling banyak dicari orang adalah pengawet kayu larut air dengan kualitas terbaik. Alasan orang memilih pengawet kayu jenis tersebut adalah pemakaiannya yang cukup mudah sekali pastinya. Akan tetapi selain hal tersebut ada banyak lagi alasan mengapa banyak orang memilih sebuah pengawet kayu yang larut terhadap air. Ada alasan yang mengatakan bahwa pengawet kayu larut air sangat baik untuk kesehatan tubuh. Hal itu juga benar sekali karena kebanyakan pengawet kayu menggunakan minyak untuk melarutkannya, sehingga pasti lebih aman jika hanya membutuhkan air untuk melarutkan sekaleng pengawet kayu. Karena minyak dan air sendiri pasti lebih aman air bagi tubuh kita. Minyak biasanya mengandung bau ketika kita menghirupnya, dan itu pasti mengandung zat kimia berbahaya bagi tubuh anda.

Sehingga banyak orang yang membeli pengawet kayu larut air sekarang ini. Dan dari segi harga yang ada di pasarang pengawet kayu jenis ini tidak terlalu jauh perbandingannya dengan pengawet kayu pada umumnya. Yang menjadi masalah adalah sulitnya menemukan sebuah pengawet kayu larut air di kota besar seperti Jakarta maupun Surabaya. Salah satu kota yang memiliki persediaan pengawet kayu larut air dengan kualitas terbaik adalah Jogja. Di kota tersebut terdapat sebuah tempat yang menyediakan pengawet kayu larut air dengan kualitas terbaik, tempat  tersebut bernama BioIndustries.co.id yang tentunya juga menawarakan harga terjangkau. Tempat tersebut juga memberikan fasilitas atau pelayanan yang cukup baik sekali, anda bisa memesan sebuah pengawet kayu larut air secara online. Jadi jika anda membutuhkan pengawet kayu larut air berkualitas sebaiknya datang saja di tempat tersebut karena harganya murah sekali.

Pengawet Kayu Alami

 

Pengawetan kayu memang harus dipelajari oleh sebagian besar masyarakat terutama bagi anda yang memiliki usaha mebel dan bahkan juga berguna bagi anda yang memiliki beberapa furniture di rumah anda. Dengan memanfaatkan pengawet kayu alami anda bisa membuat kayu atau furniture anda lebih awet lagi dan aman dari gangguan serangga seperti rayap serta jamur. Karena jika kita tidak melakukan pengaweta kayu maka jamur serta serangga tadi bisa menyerang kayu yang kita miliki dan membuatnya rusak atau cacat. Sebenarnya teknik pengawetan dari sebuah kayu agar awet cukup  mudah sekali terlebih lagi jika anda memiliki jenis kayu yang memang sudah berdaya tahan kuat, seperti kayu jati dan kayu sonokeling misalnya. Kedua kayu tersebut cukup mampu bertahan dalam waktu yang lama. Sehingga anda hanya perlu melakukan pengawetan kayu alami dengan melaipisi tipis menggunakan salah satu produk di tempat kami.

Produk pengawet kayu alami tersebut adalah White Agent ( WA-250 ) yang juga sering digunakan oleh pihak industri besar. Dengan menggunakan produk tersebut anda bisa menambah daya tahan dari sebuah kayu dan melindunginya dari gangguan serang maupun jamur. Dan selain menggunakan produk tersebut anda juga harus memperhatikan tempat untuk penyimpanan kayu tersebut. Usahakan untuk meletakkan kayu tersebut di tempat yang tidak memiliki kelembaban berlebih, karena kelembaban juga bisa membuat kayu anda menjadi rusak atau cacat. Dan sebelum melakukan itu semua lebih baik anda keringkan dahulu kayu anda agar kadar air yang ada di dalamnya bisa berkurang untuk mengurangi tingkat kelembabannya. Jadi jika anda membutuhkan produk pengawet kayu alami untuk mengawetkan kayu anda sebaiknya berbelanja saja produk yang anda inginkan di tempat kami. Karena kami juga menyediakan beberapa produk untuk mengawetkan kayu yang minim akan zat kimia berbahaya.

4.  Pengecatan Konstruksi/mebel

Tentang Finishing Semprot Cat Duco

Cat duco memang biasa hanya digunakan untuk pengecatan yang berdasarkan kasat mata seperti cat mobil atau kendaraan, cat ini memang berberbeda sekali dalam memberikan sentuhan akhir dari finishing furniture dan konsumen biasanya hanya menyebutkan warna atau sifat finishing pada perabot yang mereka pesan ketimbang menyebutkan jenis finishing apa yang ingin mereka gunakan. Apakah warna sebuah finishing akan menutup serat kayu atau hanya menerawang, yang membedakan adalah jenis bahan finishing dan metode aplikasinya. Dua jenis bahan pewarna finishing berdasarkan sifat penutupannya pada permukaan benda kerja adalah stain color atau pigmented color.

 

Proses Finishing Semprot Cat Duco merupakan salah satu cara untuk memperindah dan membuat finishing pada furniture. Pada intinya, teknik ini adalah mengecat furniture mentah dengan menggunakan cat yang disemprot. Selain pada furniture, teknik ini juga sering diterapkan pada pintu dan jendela, dinding, serta bagian bangunan lainnya yang berbahan kayu.

Kelebihan teknik finishing Semprot cat duco adalah:

1.  Karna menggunakan cat untuk body kendaraan hasil warna cat ini terlihat cerah lebih kuat

2.  Baik untuk interior dalam maupun interior didalam 

3.  Lebih fleksibel, karena bisa diterapkan di hampir semua jenis material kayu furniture/mebel

4.  Pilihan warnanya tak terbatas, karena cat bisa dicampur untuk mendapatkan warna tertentu.

5.  Memberikan hasil yang terlihat fancy ataupun mewah

6. Hasil akhir dapat disesuaikan, apakah tampak gloss maupun doff

7. Hasil paduan warna lebih terlihat padu

 

Kelemahan teknik finishing semprot cat duco adalah:

1.      Waktu pengerjaannya relatif lama, karena ada banyak proses yang harus dilalui. Kami bisa

mengerjakan hingga satu bulan hanya untuk finishing saja. Ini demi hasilnya benar-benar berkualitas terbaik.

2.      Harganya relatif mahal. Jika finishing yang menggunakan pelapis tempelan bisa saja

dilakukan oleh tukang kayu, maka finishing cat duco lebih baik dilakukan oleh tukang cat yang memang sudah trampil. Serahkan pada ahlinya.

3.      Daya tahan cat ini sangat tergantung ketebalan lapisan coating dan tipe cat yang dipakai.

Bahan Finishing Cat Duco 

Finishing Semprot Cat duco menggunakan jenis Cat jenis nitrocellulose (NC) yang merupakan salah satu jenis cat yang paling banyak dipakai dalam industri pengecatan mobil (sedan, bis, truck), mesin industri, dan alat berat.Cat Nitrocellulose relatif sangat mudah digunakan dan ditangani dan dapat menghasilkan penampilan finishing yang sangat indah, lapisan film yang jernih, tipis dan sangat alami, cocok untuk finishing pada produk-produk yang mengutamakan keindahan penampilan untuk finishing furniture.

Tentang Finishing Semprot Cat Melamine.

Pengejaan Cat Melamine adalah Metode penyemprotan dengan cairan melamine sebagai finishing akhir pada permukaan furniture atau konstruksi kayu ( pintu dan jendela ),dapat berupa doff atau gloss,warna dapat bervariasi ,dengan warna-warna kayu natural,karena finishing sistem melamine dalam interior design di gunakan untuk furnitur yang ingin menampilkan kesan natural pada serat kayu.

Untuk proses cat melamine ini biasanya tidak sesulit cat duco karena sifat dempul pada cat melamine tidak sekeras pada cat duco sehingga proses pengamplasan relative lebih mudah dari proses cat duco.

BAHAN :

·      kain bal

·      amplas no 150, 180, 400, 1000

·      dempul atauwood filler (sesuaikan dengan warna cat yang akan digunakan)

·      Sending sealer

·      warna

·      Clear gloss / semi gloss / doff (with hardener)

·      Thiner / pengencer cat (disarankan menggunakan high gloss agar hasil maksimal)

·      Lakban kertas (jika dibutuhkan)

·      Koran bekas jika dibutuhkan

ALAT :

·      Kape atau scrap

·      kompresor

·      Spray Gun

·      Selang Kompresor

Tahap Pengerjaan :

Bungkus terlebih dahulu komponen pendukung pada furniture seperti handle, kaca, engsel dll dengan menggunakan lakban kertas dan koran agar tidak terkena cat pada saat proses, sebab akan sulit untuk membersihkan nya.

Haluskan permukaan kayu terlebih dahulu dengan menggunakan amplas no 180 atau 150 lakukan pengamplasan searah dengan arah serat kayu jangan berlawanan, amplas seluruh permukaan kayu hingga serat kayu yang kasar menjadi halus (raba dengan tangan), setelah itu bersihkan permukaan kayu dari debu dan kotoran hasil pengamplasan dengan menggunakan kain majun.

Semprot atau olesi permukaan kayu yang akan diproses dengan menggunakan dempul atau wood filler, agar serat dan pori-pori pada kayu tertutup, pengaplikasianya dapat menggunakan Kape atau Scrap, setelah diolesi wood filler dan kering, amplaslah dengan menggunakan amplas no 180 hingga serat kayu terlihat kembali, ingat lakukan pengamplasan searah dengan arah serat kayu.

Proses sending sealer, proses ini bertujuan untuk menguatkan permukaan cat melamine, sending sealer bisa menggunakan hardener ataupun tidak, hanya saja jika menggunakan hardener proses pengeringan akan lebih cepat. Sebelumnya saya akan membahas untuk proses pewarnaan, biasanya perwanaan dilakukan lebih dahulu sebelum proses sending, biasanya bisa diaplikasikan dengan menggunakan kuas kemudian diratakan menggunakan kain bal atau disemprot, hanya saja bila teknik pewarnaan dengan menggunakan kuas dan teknik pekerjaan tidak benar maka hasil dari warna pengecatan bisa saja menjadi belang dan tidak rata, sedangkan apabila proses warna dilakukan dengan disemprot akan menghabiskan banyak bahan untuk warna. Disini saya menyarankan untuk proses warna dilakukan berbarengan dengan proses sending, dengan perbandingan campuran sending dan warna adalah 4 : 1, cara pengaplikasiannya bisa dilakukan dengan di semprot, setelah itu tunggu hingga kering kemudian amplas dengan menggunakan amplas no 40, ulangi proses ini sekali lagi.

Clear, pada proses ini sama seperti proses sending, yaitu dengan menggunakan campuran warna dengan perbandingan 4 : 1, lakukan proses ini 2 kali, sebelum melakukan proses akhir pada clear, gosoklah terlebih dahulu dengan menggunakan amplas no 1000, jangan lupa untuk membersihkan permukaan kayu sebelum memulai setiap proses.

Demikian proses yang dibutuhkan untuk melakukan finishing melamine pada furniture anda, semoga informasi tersebut dapat membantu pembaca dalam melakukan pekerjaan finishing cat.

5.  Perawatan Konstruksi/mebel

Konstruksi /mebel kayu juga perlu perawatan agar tetap terlihat baru, cara perawatannya biasanya orang langsung memoles furniturenya dengan polish atau dengan kompon, padahal cara yang terbaik adalah bersihkan dahulu furniturenya dari debu yang melekat baru di poles dengan polish agar kotoran dan debu yang menempel pada furniture tidak menjadi kerak yang sulit di bersihkan.

Berikut tips perawatan konstrukai / mebel kayu:

1.  Bersihkan debu setiap minggu dengan kain lembut yang di basahi. Ini untuk mencegah munculnya goresan.

2. Bersihkan dan polish setiap bulan.

3. Selalu gunakan pelindung dari minuman panas atau dingin.

4. Hindari dari sengatan panas matahari yang merusak warna dan finish.

5. Jangan menggeser apapun diatas Furniture kayu agar tidak tergores.

6. Cegah tanaman menyentuh permukaan Furniture karena kelembabapan berbahaya untuk

     perkakas anda.

7. Gunakan alas agar tak tergores.

6.  Penempatan Mebel kayu.

Penempatan furnitur/mebel didalam rumah yang salah bisa mengakibatkan kerusakan pada mebel tersebut. Berikut ini beberapa tips yang bisa dipakai pedoman untuk menempatkan mebel agar mebel tidak cepat rusak :

·      Tempatkan mebel pada ruang yang tidak terlalu lembab.

·      Tempatkan mebel tidak mepet dengan dinding, ± 5 cm dari dinding.

·      Pada bagian bawah kaki mebel diberi alas karet.

·      Jangan menempatkan mebel dekat dengan sumber api.

·      Jangan menempatkan mebel dekat dengan sumber bahan kimia.

C.  Kesimpulan :

Untuk menjaga agar kondisi konstruksi kayu dan mebel yang ada didalam rumah agar tetap baik dan indah  perlu memperhatikan beberapa aspek yang harus dilakukan yaitu : Pemilihan kayu,pengeringan kayu, pengobatan kayu,  pengecatan kayu,dan penempatan perabot yang benar.

Referensi :

1.    http://www.eramuslim.com/konsultasi/arsitektur/memperbaiki-kayu-yang-dimakan-rayap.htm#.U3MaCIWTX1U

2.    http://khedanta.wordpress.com/2011/05/04/cara-merawat-rumah-kayu/

3.    http://www.forda-mof.org/files/Pengeringan-Kayu-Efrida-Basri.pdf

4.    http://pengawetkayu.com/

5.    http://www.dnaberita.com/berita-77476--cara-merawat-furniture-kayu.html.html