MANAJEMEN RESIKO DALAM PROYEK KONSTRUKSI

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Wednesday, 04 February 2015 Published Date Written by cahyo kuncoro

MANAJEMEN RESIKO DALAM PROYEK KONSTRUKSI

Cahyo Kuncoro*

 

Abstrak

Resiko adalah variasi dalam hal-hal yang mungkin terjadi secara alami atau kemungkinan terjadinya peristiwa diluar yang diharapkan yang merupakan ancaman terhadap properti dan keuntungan finansial akibat bahaya yang terjadi. Manajemen risiko merupakan Pendekatan yang dilakukan terhadap risiko yaitu dengan memahami, mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko suatu proyek. Hasil studi menunjukkan bahwa manajemen risiko sangat penting dilakukan bagi setiap proyek konstruksi untuk menghindari kerugian atas biaya, mutu dan jadwal penyelesaian proyek. Melakukan tindakan penanganan  yang dilakukan terhadap risiko yang mungkin terjadi (respon risiko) dengan cara : menahan risiko (risk retention), mengurangi risiko (risk reduction), mengalihkan risiko (risk transfer), menghindari risiko (risk avoidance).

Kata Kunci : Manajemen resiko, proyek konstruksi

 

 Pendahuluan

Proyek konstruksi merupakan suatu bidang yang  dinamis dan mengandung risiko. Risiko            dapat memberikan  pengaruh terhadap produktivitas, kinerja, kualitas dan batasan biaya dari proyek. Risiko            dapat  dikatakan suatu akibat yang mungkin terjadi secara tak terduga. Walaupun suatu kegiatan telah direncanakan sebaik mungkin, namun tetap mengandung ketidak pastian bahwa nanti akan berjalan sepenuhnya sesuai rencana. Risiko pada proyek konstruksi bagaimanapun tidak dapat dihilangkan tetapi dapat dikurangi atau ditransfer dari satu pihak kepihak lainnya (Kangari,1995). Bila risiko terjadi akan berdampak pada terganggunya kinerja proyek secara keseluruhan  sehingga dapat menimbulkan kerugian terhadap biaya,  waktu dan kualitas pekerjaan. Para pelaku dalam industri konstruksi sekarang ini makin menyadari akan pentingnya memperhatikan risiko pada proyek- proyek yang ditangani karena kesalahan dalam memperkirakan dan menangani risiko akan menimbulkan dampak negatif, baik secara langsung maupun tidak  langsung pada proyek konstruksi. Resiko dapat menyebabkan pertambahan biaya dan keterlambatan jadwal penyelesaian proyek.

 

A.   Risiko

Risiko merupakan variasi dalam hal ini yang mungkin terjadi secara alami didalam suatu situasi (Fisk,1997). Risiko adalah ancaman terhadap kehidupan properti atau keuntungan finansial akibat bahaya yang terjadi (Duffield & Trigunarsyah, 1999). Secara umum risiko dikaitkan dengan kemungkinan (probabilitas) terjadinya peristiwa diluar yang diharapkan (Soeharto, 1995).

Jadi risiko adalah   variasi dalam hal-hal yang mungkin terjadi secara            alami atau kemungkinan terjadinya peristiwa diluar yang diharapkan yang merupakan  ancaman terhadap properti dan keuntungan finansial akibat bahaya yang terjadi. Secara umum risiko dapat diklasifikasikan menurut  berbagai sudut pandang yang tergantung dari kebutuhan  dalam penanganannya (Rahayu, 2001) :

 

1. Resiko murni dan risiko spekulatif (Pure risk and speculative risk) yaitu dimana risiko murni dianggap sebagai suatu ketidakpastian yang dikaitkan dengan adanya suatu luaran (outcome)  yaitu kerugian. Contoh risiko murni kecelakaan kerja di proyek. Karena itu risiko murni dikenal dengan nama risiko statis. Risiko spekulatif mengandung dua keluaran yaitu kerugian (loss) dan keuntungan (gain). Risiko spekulatif dikenal sebagai risiko dinamis. Contoh risiko spekulatif pada perusahaan asuransi jika risiko yang dijamin terjadi maka pihak asuransi akanmengalami kerugian karena harus menanggung uang pertanggungan sebesar nilai kerugian yang terjadi tetapi bila risiko yang dijamin tidak terjadi maka perusahaan akan  meperoleh keuntungan.

 

2. Resiko terhadap benda dan manusia, dimana risiko terhadap benda adalah risiko yang menimpa  benda seperti rumah terbakar sedangkan risiko terhadap manusia adalah risiko yang menimpa manusia seperti risiko hari tua, kematian dan sebagainya.

 

3. Resiko fundamental dan risiko khusus (fundamental risk and particular risk)

adalah risiko fundamental adalah risiko  yang kemungkinannya dapat timbul pada hampir sebagian besar anggota Masyarakat dan tidak dapat disalahkan pada  seseorang atau beberapa orang sebagai penyebabnya, contoh risiko fundamental : bencana alam, peperangan. Risiko khusus adalah risiko yang bersumber dari peristiwa peristiwa yang mandiri dimana sifat dari risiko ini adalah tidak selalu bersifat bencana, bisa dikendalikan atau umumnya dapat diasuransikan.

Contoh risiko khusus : jatuhnya kapal terbang, kandasnya kapal dan sebagainya.

 

B.   Jenis resiko

Resiko-resiko yang terdapat pada proyek konstruksi sangat banyak, namun tidak semua resiko tersebut perlu diprediksi dan diperhatikan untuk memulai suatu proyek karena hal itu akan memakan waktu yang lama. Oleh karena itu pihak pihak didalam proyek kontruksi perlu untuk memberi prioritas pada risiko- risiko yang penting yang akan memberikan pengaruh terhadap keuntungan  proyek.

Menurut  (Wideman, 1992) risiko-risiko tersebut adalah:

1.                Resiko External, tidak dapat diprediksi (tidak dapat dikontrol)           yaitu :

a.    Perubahan peraturan perundang- undangan,

b.    Bencana alam : badai, banjir, gempa bumi,

c.    Akibat kejadian pengrusakan dan sabotase,

d.    Pengaruh lingkungan dan sosial, sebagai akibat dari proyek,

e. Kegagalan penyelesaian proyek External, dapat diprediksi (tetapi  tidak dapat dikontrol) contohnya :

a)  Resiko pasar,

b)  Operasional (setelah proyek selesai),    

c) Pengaruh lingkungan,

d)  Pengaruh sosial, 

e)  Perubahan mata uang,

 f) Inflasi, 

g)  Pajak

2.              Resiko    Internal, non teknik (tetapi umumnya dapat dikontrol) yaitu :

a)  Manajemen,

b)  Jadwal yang terlambat, 

c)  Pertambahan biaya, 

d)  Cash flow, 

e)  Potensi kehilangan atas manfaat dan keuntungan teknik (dapat dikontrol)  misalnya:

           (a) Perubahan teknologi,

           (b) Resiko-resiko spesifikasi atas teknologi proyek,

           (c) Desain

           (d)  Hukum, timbulnya kesulitan akibat dari :

§Lisensi,

§Hak paten, 

§Gugatan dari luar,

§Gugatan dari dalam,

§Hal-hal tak terduga

 

Manajemen Resiko dalam Proyek Konstruksi (Mastura Labombang) menurut Flanagan dan Norman(1993), resiko-resiko dalam proyek konstruksi adalah :

  1. Penyelesaian yang gagal sesuai desain yang telah  ditentukan atau penetapan waktu konstruksi.
  2. Kegagalan untuk memperoleh gambar perencanaan, detail perencanaan atau ijin dengan waktu yang tersedia.
  3. Kondisi tanah yang tak terduga.
  4. Cuaca yang sangat buruk.
  5. Pemogokan tenaga kerja.
  6. Kenaikan harga yang tidak  terduga untuk tenaga kerja danbahan.
  7. Kecelakaan yang terjadi dilokasi yang menyebabkan luka.
  8. Kerusakan yang terjadi pada  struktur akibat cara kerja yang jelek.
  9. Kejadian tidak terduga  (banjir, gempa bumi, dan lain–lain).
  10. Klaim dari kontraktor akibat kehilangan dan biaya akibat keterlambatan produksi karena detail desain oleh tim desain.
  11. Kegagalan dalam penyelesaian proyek dengan budget  yang telah ditetapkan.

Sumber–sumber resiko (Flanagan & Norman, 1993) :

1. Timbulnya inflasi,

2. Kondisi tanah yang tidak terduga,

3. Keterlambatan material,

4. Detail desain yang salah, seperti ukuran yang salah dari gambar yang  dibuat oleh arsitek.

 

 

C.   Proyek konstruksi

Proyek konstruksi adalah suatu rangkaian kegiatan yang hanya satu kali dilaksanakan dan umumnya berjangka pendek serta jelas waktu awal dan akhir kegiatannya. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, ada suatu proses yang mengolah sumber daya proyek menjadi suatu hasil kegiatan berupa bangunan.

Proses yang terjadi dalam rangkaian kegiatan tersebut tentunya melibatkan pihak-pihak yang terkait baik secara langsung maupun tidak langsung. Menurut Ervianto ( 2002), proyek konstruksi mempunyai tiga karakteristik yang dapat dipandang secara tiga dimensi yaitu :

1. Bersifat unik : tidak pernah terjadi rangkaian kegiatan yang sama persis

   (tidak ada proyek yang identik, yang ada adalah proyek sejenis), proyek  bersifat sementara dan       selalu melibatkan    buruh / pekerja yang berbeda-beda.

2. Dibutuhkan sumber daya : setiap proyek konstruksi membutuhkan sumber    daya  yaitu tenaga kerja, uang, peralatan,    metode dan material.

3. Organisasi : setiap organisasi mempunyai keragaman tujuan di dalamnya   terlibat sejumlah individu dengan         keahlian yang bervariasi.

Langkah awal yang harus dilakukan adalah menyatukan fisi menjadi satu tujuan  yang ditetapkan organisasi dalam proses          mencapai batasan/kendala yaitu (triple  constraint) diantaranya besar biaya (anggaran) dan yang dialokasikan, mutu dan jadwal yang harus dipenuhi.

 

Kesimpulan

1. Dalam setiap proyek konstruksi sangat penting dilakukan manajemen risiko untuk    untuk menghindari kerugian atas biaya, mutu dan jadwal proyek.

2. Manajemen resiko merupakan Pendekatan yang dilakukan terhadap risiko yaitu

    dengan memahami, mengidentifikasi dan mengevaluasi resiko suatu proyek.

    Kemudian mempertimbangkan apa yang akan dilakukan terhadap dampak yang  ditimbulkan dan kemungkinan      pengalihan resiko kepada pihak lain atau  mengurangi resiko yang terjadi.

3. Penilaian     resiko  yang dilakukan meliputi : 

a.    Identifikasi resiko, 

b.   Memahami kebutuhan atau

c.   Mempertimbangkan resiko,

d.   Menganalisis dampak dari risiko tersebut / evaluasi resiko,

e.   Menetapkan siapa yang bertanggung jawab terhadap risiko tertentu (alokasi 

     resiko).

4. Melakukan tindakan penanganan yang dilakukan terhadap risiko  yang mungkin

     terjadi (respon resiko) dengan cara : 

     a.    Menahan resiko (risk retention),

     b.    Mengurangi risiko (risk reduction),

     c.    Mengalihkanrisiko (risk transfer),

     d.    Menghindari resiko (risk avoidance).

 

Daftar Pustaka

 

Duffield,C&Trigunarsyah,B.1999. Project Management- Conception To Completion. Engineering Education Australia (EEA).   Australia.

Ervianto.A.U Dan Joshua, M. (2001). Manajemen Proyek kontruksi  Andi, Yogyakarta

Flanagan,R &Norman,G.1993, Risk Management and Construction. Blackwell Science, London.

Kangari, R. 1995. Risk Management Perceptions and Trendsof U.S. Construction.  Journal of Construction Engineering and Management. ASCE. December.

Kerzner, H. 2001. Project Management. Seventh Edition.John Wiley & Sons, Inc. New York.

Rahayu, P.H. 2001. Asuransi Contractor’s All  Risk sebagai Alternatif Pengalihan Risiko Proyek Dalam Industri Konstruksi Indonesia.

Sandyavitri A, Manajemen Resiko di Proyek Konstruksi, Media Komunikasi Teknik Sipil No.1, 2009

Seminar Nasional ManajementKonstruksi 2001. FakultasTeknik Universitas katolik Parahyangan. Bandung.

Soeharto, I. 1995. Manajemen Proyek dari konseptual sampai operasional. Erlangga. Jakarta.

Well Stam, D Van, et.al., 2004. Project Risk Management: anessential tool for managing and controlling project, Kogan Page,London and Sterling VA.

 Wideman, Max.R.1992. Project And Program Risk Management: A Guide To Managing Project Risk Opportunities. Project Management Institute. Amerika.

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG