Bagaimana menggunakan spray gun untuk aplikasi finishing kayu?

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Monday, 02 February 2015 Published Date Written by Budi martono

Bagaimana menggunakan spray gun  untuk aplikasi finishing kayu?

Budi Martono

Abstraksi

Agar dapat menggunakan spray gun dengan baik dan benar untuk aplikasi finishing kayu maka harus menguasai  beberapa hal sebagai berikut: (1) mampu memilih tipe spray gun yang sesuai; (2) mampu menyetel bagian-bagian pengatur pada spray gun; (3) mampu mempraktikkan teknik pengendalian spray gun; (4) dan mampu merawat spray gun. Dengan memenuhi beberapa kemampuan tentang penggunaan spray gun maka diharapkan hasil aplikasi finishing kayu bisa optimal.

Kata kunci: penggunaan spray gun, aplikasi finishing kayu.

I.        PENDAHULUAN

Spray gun adalah salah satu alat yang bisa digunakan untuk aplikasi finishing kayu melalui metode penyemprotan. Metode penyemprotan menggunakan spray gun jauh lebih cepat dari pada aplikasi dengan metode penguasan menggunakan kuas maupun metode pengolesan menggunakan kain kaos. Spray gun lebih efektif digunakan pada permukaan rata dan lebar, tetapi dapat juga diaplikasikan pada permukaan benda dengan bentuk yang tidak beraturan.

Dari beberapa tipe spray gun yang digunakan pada aplikasi finishing kayu, semuanya mengatomisasi cat/bahan finishing menjadi butiran halus. Ukuran dari butiran tersebut tergantung pada tipe spray gun dan cat/bahan finishing yang akan diaplikasikan. Yang berpengaruh adalah tekanan udara dan cat, laju alir cat, tegangan permukaan, viskositas, dan dalam hal aplikasi elektrostatik yang mempengaruhi adalah tegangan listrik voltage.

Pemilihan dari sistem aplikasi spray dipengaruhi oleh pertimbangan biaya, efisiensi penggunaan cat, biaya pekerja, dan ukuran serta bentuk dari benda yang akan dicat. Formulasi dari cat harus disesuaikan untuk jenis dan kondisi peralatan spray.

II.        TIPE SPRAY GUN

Setiap produsen spray gun memiliki desain berbeda walaupun prinsip alat kontrolnya masih sama. Tipe spray gun tersebut memiliki fungsi dan kelebihan masing-masing sebagai berikut:

1. Tabung di bawah pistol:

Sering disebut HVLP (High Volume Low Pressure), paling banyak digunakan untuk aplikasi base coat (pengecatan dasar)yang membutuhkan jumlah bahan lebih banyak sebagai penutup pori-pori kayu. Lihat gambar 1 pada gambar jenis spray gun.

2. Tabung di atas pistol (Gravity Spray Gun):

Tabung terletak di atas spray gun dan biasanya digunakan untuk finishing akhir (top coat) dengan viscositas/kekentalan yang lebih tinggi. Lihat gambar 2 pada gambar jenis spray gun.

     





Gambar 1. Jenis spray gun

Sumber:www.tentangkayu.com

3. Airless Spray Gun

Adalahspray gunyang terhubung langsung dengan tabung besar berisi 20 liter bahan finishing dan langsung memiliki dua saluran pada pangkalnya. Jenis Airless Spray Gun ini biasanya digunakan untuk pewarnaan dalam jumlah besar agar pencampuran bahan warna finishing tidak terdapat deviasi/penyimpangan yang terlalu besar. Lihat gambar 3 pada gambar jenis spray gun.

Dari beberapa tipe spray gun bisa dilihat prosentase transfer efficiency (efisiensi penggunaan bahan finishing) terhadap benda kerja adalah sebagai berikut:

Nr.

Type of spray gun

Transfer efficiency (%)

1

Air

25

2

Airless

40

3

Air-assisted airless

50

4

High volume low pressure air

65

5

Electrostatic air

60 – 85

6

Electrostatic  rotary

65 – 94

Tabel 1. Efisiensi penggunaan bahan finishing

Sumber: http://ilmucat.blog.com/spray-application/

 

 

III.        BAGIAN-BAGIAN PENGATUR PADA SPRAY GUN

Spray gun biasanya memiliki tiga baut pengatur yang terletak di bagian belakang dari spraygun yang berfungsi sebagai pengatur volume tekanan udara, pengatur jumlah cairan finishing, dan pengatur tekanan pelatuk spray gun, seperti pada Gambar 2. Apabila baut-baut pengatur pada spraygun di-setting dengan baik dan benar maka akan menghasilkan pengecatan yang optimal dan profesional. Jangan lupa, bersihkan spray gun setiap selesai menggunakan agar awet dan selalu siap untuk digunakan.

Saat ini sebagian besar aplikasi finishing kayu menggunakan spray gun . Berbagai macam spray gun terdapat di pasaran sesuai dengan fungsi masing-masing. Pada dasarnya terdapat 3 pengatur utama pada setiap spray gun.

 

                                    Gambar 2. Bagian-bagian pengatur pada spray gun

Sumber: http://www.minitruckinweb.com

1. Pengatur Jumlah Cairan Finishing


Baut pengatur ini berfungsi untuk mengatur besar-kecilnya jumlah cairan finishing yang keluar dalam sekali tekan/semprot. Sebenarnya baut pengatur ini mengatur jarak lubang nozzle dengan jarum nozzle ketika pelatuk spray gun ditekan. Jarak tersebut yang membuat udara bertekanan menarik cairan finishing keluar.

Memutar baut pengatur tersebut ke kiri (berlawanan arah jarum jam) akan memperbesar jarak jarum nozzle sehingga cairan finishing lebih banyak keluar. Tekanlah pelatuk hingga menyentuh batasnya (penting sekali dalam setiap penyemprotan) lalu putar baut pengatur pada saat yang sama searah jarum jam untuk mengatur jumlah cairan finishing.

2. Pengatur Volume Tekanan Udara

Biasanya terletak di samping spray gun dan berfungsi untuk mengatur jumlah udara yang ke luar dalam sekali tekanan pelatuk. Udara bertekanan tersebut akan ke luar melalui lubang di ujung spray gun dan segera bercampur dengan cairan finishing menjadi partikel yang kecil (atomized). Arah dan ukuran cairan finishing yang bercampur udara tadi diatur oleh lubang angin di ujung spray gun. Baut pengatur ini pula yang mengatur lebar dan arah semprotan. Dasar pengaturannya sama dengan Pengatur Jumlah Cairan Finishing.

3. Pengatur Tekanan Pelatuk Spray Gun


Ini adalah pengatur terakhir yang bisa digunakan untuk mengatur semprotan cairan finishing. Pengatur ini mengatur besar kecilnya tekanan udara yang masuk melalui spray gun. Semakin kecil tekanan yang akan digunakan, semakin besar 'pattern' bahan yang tercapai.

IV.        PENGENDALIAN SPRAY GUN

Penyemprotan sangat mempengaruhi  hasil finishing, di mana spray gun yang telah dipersiapkan  dengan baik  tidak akan berarti  apabila tidak disertai  pengendalian yang  benar selama  proses aplikasi.

 

Di samping itu, perlakuan terhadap bermacam-macam bentuk, posisi, dimensi  dan keadaan benda kerja harus dikuasai. Agar diperoleh hasil yang optimal dalam aplikasi dengan menggunakan spray gun, haruslah dikuasai hal-hal sebagai berikut:

 

1. Perlengkapan  spray gun

 

Perlengkapan  yang dimiliki oleh  spray gun akan  berguna  bagi  peningkatan kuantitas  maupun kualitas hasil penyemprotan.Spray gun dikatakan  mempunyai  perlengkapan yang  baik jika  memiliki minimal seperti pada Gambar 3.

 

 

Gambar 3. Perlengkapan pada spray gun

Sumber: Agus Sunaryo, Reka Oles Mebel Kayu, Penerbit Kanisius, Yogyakarta, 1997.

 

 

2. Mengatur bentuk bidang pancar

 

Cara  mengatur  bentuk bidang  pancar agar bulat dan melebar, yaitu seperti Gambar 4.

 

 

Gambar 4. Mengatur bentuk bidang pancar bulat dan lebar

Sumber: Agus Sunaryo, Reka Oles Mebel Kayu, Penerbit Kanisius, Yogyakarta, 1997.

 

Cara mengatur bidang pancar untuk tegak dan mendatar, yaitu seperti Gambar 5:

 

Gambar 5. Mengatur bidang pancar tegak dan datar

Sumber: Agus Sunaryo, Reka Oles Mebel Kayu, Penerbit Kanisius, Yogyakarta, 1997.

                                                   

3. Mengatur  volume dan tekanan angin

Pengaturan dilakukan dengan cara menyetel baut pengatur seperti Gambar 6

 

         Gambar 6. Mengatur volume dan tekanan angin

Sumber: Agus Sunaryo, Reka Oles Mebel Kayu, Penerbit Kanisius, Yogyakarta, 1997.

 

4. Mengatur volume bahan yang keluar

Hal yang juga mempengaruhi jumlah volume keluaran bahan cairan adalah sebagai berikut:

·         Penyetelan  panjang dan pendeknya jarum pancar. Semakin pendek  jarum pancar,  semakin banyak  volume cairan.

·         Pemilihan  diameter   lubang  pancar  pada  nozzle (alat percik). Semakin besar lubang  diameternya, semakin besar pula keluaran.

 

Gambar 7. Mengatur volume bahan yang keluar

Sumber: Agus Sunaryo, Reka Oles Mebel Kayu, Penerbit Kanisius, Yogyakarta, 1997.

 

Persiapan  yang  harus  dilakukan  pada  perlengkapan spray gun dalam penyemprotan  meliputi :

·         Pemeriksaan kebersihan  pistol  semprot, terutama  alat percik, tudung udara,  tabung cat, saluran cat (pipa) dan katup  pengatur yang berasal  dari teflon serta tudungnya;

·         Pemilihan alat percik yang tepat (diameter lubangnya);

·         Pengaturan tekanan  udara  yang disesuaikan  dengan cara menyemprot maupun  volume bahan yang  keluar;

·         Penyesuaian baut pengatur volume  bahan  yang akan disemprotkan;

·         Pengaturan katup atur bentuk tekanan, pancaran kipas angin bulat/lebar, juga  posisi pancar tegak atau mendatar;

·         Pengecangan tiap baut dan pencegahan kebocoran pada saluran, agar tidak terjadi penyemprotan yang terputus-putus.

 

5. Mengatur jenis pancaran

Jenis pancaran  harus sesuai  dengan kedudukan  dan bentuk  benda kerja. Pancaran  datar  dan tegak  dipakai  untuk benda  lebar serta kedudukannya  vertikal dan mendatar,  sedang untuk benda  sempit (kecil) digunakan pancaran  yang bundar  atau vertikal, dengan  gerakan  penyemprotan  yang cepat seperti Gambar 8 :

 

Gambar 8. Mengatur jenis pancaran

Sumber: Agus Sunaryo, Reka Oles Mebel Kayu, Penerbit Kanisius, Yogyakarta, 1997.

 

6. Mengatur jarak semprot

 

Jarak semprot  antara  ujung spray gun dengan  permukaan benda kerja, umumnya 15-20 cm. Bila jarak semprot  terlalu kecil, serta volume  keluaran  tidak disesuaikan, akan timbul cat yang meleleh  atau  mengalir ke bawah. Bila jarak spray gunterlalu jauh, partikel cat menjadi kering sebelum menempel di permukaan kayu atau benda kerja, lihat Gambar 9.

 

Gambar 9. Mengatur jarak semprot

Sumber: Agus Sunaryo, Reka Oles Mebel Kayu, Penerbit Kanisius, Yogyakarta, 1997.

 

7. Mengatur sudut semprot

Spray gun  sedapat mungkin diarahkan tegak lurus pada benda kerja. Spray gun  yang miring mengakibatkan  penyemprotan cat tidak merata. Hanya gerakan pistol  yang sejajar dan tegak lurus dengan bidang semprot menjamin hasil penyemprotan yang merata, lihat Gambar 10.

Gerakan melengkung pada saat mengayun pada saat menyemprot menyebabkan bagian tengah benda kerja terlalu banyak mendapat cat. 

 

Gambar 10. Mengatur sudut semprot

Sumber: Agus Sunaryo, Reka Oles Mebel Kayu, Penerbit Kanisius, Yogyakarta, 1997.

8. Mengatur kecepatan semprot

      Kecepatan penyemprotan yang lambat, lapisan semprot menjadi tebal dan ada  kemungkinan meleleh. Bila penyemprotan dilakukan dengan kecepatan tinggi  atau terlalu cepat  gerakannya, hasil pelapisannya akan kasar dan tipis. Untuk mendapatkan kecepatan yang baik, disarankan  untuk menyemprot  dengan kecepatan 20 meter per menit  untuk jenis bahan finishing melamin.  

                       

Cara melatih kecepatan semprot adalah sebagai berikut :

1) Siapkan lebih dahulu  perlengkapan antara lain 

·         Pistol  semprot yang kosong, sebagai alat peraga.

·         Sediakan stop watch atau arloji untuk menghitung waktu penyemprotan.

·         Ukurkan pada dinding atau di atas daun meja suatu jarak sepanjang 1 meter.

2) Lakukan cara simulasi dengan menghitung kecepatan semprot seperti gambar latihan kecepatan menyemprot.

 

 

Gambar 11. Latihan kecepatan menyemprot

Sumber: Agus Sunaryo, Reka Oles Mebel Kayu, Penerbit Kanisius, Yogyakarta, 1997.

8. Mengukur jumlah volume bahan yang keluar

Ketebalan  lapisan cat  berkaitan erat dengan jumlah volume bahan finishing yang disemprotkan. Volume bahan yang keluar dapat diatur dengan cara memutar  baut pengatur  jarak jarum penutup. Jumlah volume  keluaran yang ideal untuk jarak dan kecepatan  semprot di atas adalah  75 – 100 ml. permenit.

Dengan memutar ke kiri, jarak antara lubang percik dengan ujung jarum lebih besar, sehingga cat  atau bahan finishing ke luar lebih banyak, lihat Gambar 12.

 

Gambar  12. Mengukur volume bahan yang ke luar

Sumber: Agus Sunaryo, Reka Oles Mebel Kayu, Penerbit Kanisius, Yogyakarta, 1997.

 

9. Mengatur jumlah pelapisan dan metode tumpang lapis

Metode tumpang lapis ini harus separuh dari bidang pancar yang disemprotkan sebelumnya. Dengan kata lain, tumpang lapis atau overlapingnya sebanyak 50%, seperti  terlihat  pada ilustrasi gambar 13.

 

 

Gambar  13. Penyemprotan dengan metode tumpang lapis

Sumber: Agus Sunaryo, Reka Oles Mebel Kayu, Penerbit Kanisius, Yogyakarta, 1997.

 

10. Mengatur tekanan angin

Tekanan  angin, diatur sebesar 1 – 5 bar. Bagi  spray gun yang tanpa  alat  pengatur  tekanan udara, dapat  dilakukan pengaturan tekanan dengan menyetelan pada regulator udara tekan, yang pada umumnya  menjadi satu dengan  filter penampung  air pipa instalasi.

V.        PERAWATAN SPRAY GUN

Supaya spray gun selalu siap digunakan dengan hasil semprotan yang baik, maka spraygun harus dibersihkan dan dirawat secara konsisten setiap kali selesai digunakan, sehingga spray gun akan selalu bekerja dengan baik.

 

Langkah kerja perawatan spray gun secara umum adalah sebagai berikut:

1.    Bersihkan tabung spray gun dengan thinner dan gunakan kain secara memutar pada bagian dalam yang akan membersikan tabung dari sisa bahan finishing.

2.    Isilah tabung dengan thinner , selanjutnya semprotkan dengan tekanan tinggi. Kemudian isi ulang kembali tabung dengan thinner dan semprotkan  kali ini dengan gerakan dinamis menyumbat-membuka ujung jari pada kepala spray gun. Gerakan ini akan menghasilkan suara mendesis dan membersihkan lubang di dalam spray gun (pembersihan seperti mengocok dan mengaduk sisi dalam spray gun).

3.    Isi kembali tabung kira-kira 1/4 bagian dengan thinner bersih dan semprotkan melalui ujung kepala spraygun sekali lagi. Pastikan Anda kemudian membersihkan cangkir secara menyeluruh.

4.    Selanjutnya, semprotkan thinner lagi melalui kepala dan pastikan hanya thinner yang ke luar dengan bersih dan tidak adalagi cat yang tersisa, apabila masih terdapat sisa cat ulangi lagi proses di atas sampai benar - benar bersih.

5.    Semprotkan udara kering pada spray gun untuk menghilangkan sisa thinner pada spray gun. Untuk membersihkan sisa kotoran yang mengeras dan menyumbat pada saluran kepala spraygun maka gunakan sikat khusus yang biasanya terdapat pada paket anda membeli spray gun atau gunakan sesuatu yang dapat menggores untuk membersihkan kotoran yang menyumbat dan mengganggu kinerja spray gun.

6.    Terakhir gunakan kain bersih untuk mengeringkan spray gun, simpanlah spray gun dengan posisi vertikal setelah dikeringkan.

 

VI.        KESIMPULAN

Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam pelaksanaan finishing kayu sebaiknya digunakan spraygun sebagai alat aplikasinya. Sebelum dilakukan aplikasi haruslah lebih dahulu dipahami dan dikuasai hal-hal sebagai berikut: memilih tipe spray gun yang sesuai, menyetel pengatur-pengatur pada spray gun, pengendalian spray gun, dan perawatan spary gun.

REFERENSI:

http://threeo-uchiha.blogspot.com/2012/09/tips-menggunakan-perawatan-spray-gun.html, diunduh tgl. 16 Mei 2013

www.tentangkayu.com/2008/05/bagaimana-spray-gun-bekerja.html, diunduh tgl. 7 Okt 2014

http://www.answers.com/topic/spray-gun, diunduh tgl. 16 Mei 2013

http://www.abac.co.uk/Spraying/HowSprayGunsWork.htm, diunduh tgl. 16 Mei 2013

http://www.fujispray.com/hvlp-components/, diunduh tgl. 16 Mei 2013

www.tentangkayu.com, diunduh tgl. 30 Oktober 2012

http://threeo-uchiha.blogspot.com/2012/09/tips-menggunakan-perawatan-spray-gun.html, diunduh tgl. 16 Mei 2013

http://www.minitruckinweb.com/tech/body/0706mt_spray_gun_basics/photo_02.html , diunduh tgl. 6 Nopember 2014.

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG