PENGGUNAAN ALAT BANTU CEKLIS AUDIT INTERNAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENEMUKAN EVIDEN DALAM AUDIT INTERNAL BAGI PESERTA DIKLAT AUDIT INTERNAL GURU SMK DI PPPPTK BIDANG OTOMOTIF DAN ELEKTRONIKA MALANG

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Wednesday, 15 April 2015 Published Date Written by dalono

PENGGUNAAN ALAT BANTU CEKLIS AUDIT INTERNAL  UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENEMUKAN EVIDEN DALAM AUDIT INTERNAL BAGI PESERTA DIKLAT AUDIT INTERNAL GURU SMK DI PPPPTK BIDANG OTOMOTIF DAN ELEKTRONIKA MALANG

 

 Dalono

 

PPPPTK/VEDC Malang, Jl. Teluk Mandar Arjosari Malang

 

Dalono_arwana@yahoo.com.au.

 

 ABSTRAK

 

        Salah satu profil Sekolah Menengah Kejuruan bertaraf internasional sekolah tersebut harus memiliki Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ( SMM ) ISO 9001 : 2000 yang diperoleh dari lembaga indipenden yang menyelenggarakan sertifikasi untuk lembaaga/ institusi yang mengimplementasikan SMM ISO 9001 : 2000

 

        Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan ( PPPPTK ) bidang Otomotif dan Elektronika Malang tahun 2008, struktur program diklatnya adalah: (1) Teknik Audit dengan waktu 10 jam @ 45 menit, (2) Ceklis dan tela’ah standar ISO 9001 : 2000 dengan waktu 10 jam @ 45 menit, (3) Praktek Audit dengan waktu 10 jam @ 45 menit, dan (4) Laporan Audit dengan waktu 10 jam @ 45 menit  ( Program Diklat 2008 ).  Sebagai persyaratan peserta, ( 1 ) peserta barasal dari wakil – wakil Unit Kerja SMK, ( 2 ) pernah mengikuti pemahaman SMM ISO 9001 : 2000, ( 3 ) Sudah bekerja di SMK asal minimal 2 tahun. ( Program Diklat 2008 )

 

      Kemampuan peserta diklat  dalam memanfaatkan ceklis Audit Internal pada sa’at ini masih rendah sehingga tidak dapat mengungkap eviden secara obyektif. Dalam Proses diklat Audit Internal peneliti belum memanfa’atkan ceklis Audit Internal sebagai alat Bantu proses diklat Audit Internal

 

Hipotesis penelitian tindakan dikat adalah: melalui pemanfaatan alat bantu berupa ceklis audit internal dapat meningkatkan kemampuan peserta diklat guna menemukan eviden dalam kegiatan praktek Audit Internal bagi peserta diklat Audit Internal

 

        Berdasarkan tindakan dan refleksi yang dilakukan dari Tindakan awal ke  tindakan siklus I dari 2.23 menjadi 2.54, meningkan sebesar 7.75%.  Berdasarkan standar nilai PPPPTK Malang pada saat kondisi awal ke tindakan siklus I ada kenaikan kemampuan peserta sebesar 31.82 % . Tindakan Siklus I dan II rata – rata nilai yang diperoleh dari 22 responden sebesar 2.63 berarti naik sebesar 2.25 %.  Berdasarkan standar nilai PPPPTK Malang pada tindakan siklus I ke Tindakan Siklus II terjadi peningkatan kemampuan sebesar 36.36 %. Dengan demikian secara teoritik dan emperik menunjukan hasil positip, hipotesis melalui pemanfaatan alat bantu berupa ceklis audit internal dapat meningkatkan kemampuan peserta diklat guna menemukan eviden dalam kegiatan praktik Audit Internal bagi peserta diklat Audit Internal, diterima.

 

Kata kunci: Alat Bantu, Sistem Manajemen Mutu, ISO 9001:2000, Ceklis, Audit Internal

 

 PENDAHULUAN

 

                        Kompetensi yang harus dikuasai peserta Diklat Audit Internal meliputi Teknik Audit, Pembuatan Ceklis Audit, Tela’ah standar ISO 9001:2008, Praktek Audit dan Pembuatan Laporan Audit. Dalam pelaksanaan Praktek Audit Internal peserta harus menggunakan Ceklis Audit Internal sebagai alat bantu untuk mendapatkan bukti fisik peluang perbaikan kinerja organisasi. Kemampuan peserta diklat dalam memanfaatkan ceklis Audit Internal pada saat ini masih rendah sehingga ceklis tidak dapat mengungkap bukti fisik secara obyektif. Dalam Proses Diklat Audit Internal peneliti belum memanfaatkan ceklis Audit Internal yang mengacu pada persyaratan standar ISO 9001:2008 mulai pasal 4 sampai dengan pasal 8 sebagai alat Bantu proses Diklat Audit Internal.

 

            Kemampuan peserta Diklat dalam membuat ceklis Audit Internal pada saat ini masih rendah sehingga ceklis tidak dapat mengungkap bukti fisik secara obyektif. Diharapkan kemampuan peserta diklat dalam menganalisis pasal – pasal ISO 9001 : 2008 disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan di SMK menjadi kunci agar supaya peserta Diklat mampu membuat ceklis Audit Internal. Sedangkan tujuan umum penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan peserta Diklat dalam menemukan bukti Audit Internal sebagai bahan untuk mengidentifikasi peluang-peluang menemukan upaya perbaikan bagi organisasi.Sedangkan tujuan secara khusus dalam pendidikan dan pelatihan tersebut untuk meningkatkan kemampuan peserta guna menemukan bukti-bukti obyektif dalam kegiatan praktek Audit Internal melalui pemanfaatan alat bantu ceklis Audit Internal.

 

Menjadi suatu keharusan peneliti memaanfaatkan ceklis Audit Internal untuk digunakan peserta Diklat sebagai alat bantu untuk mendapatkan bukti peluang perbaikan organisasi dalam pelaksanaan  praktek Audit Internal.Peneliti memanfaatkan ceklis Audit Internal untuk digunakan sebagai alat bantu mengajar peserta Diklat untuk mendapatkan bukti peluang perbaikan organisasi dalam pelaksanaan praktek Audit Internal.

 

Pengertian Pendidikan dan Pelatihan

 

Menurut Pusdiklat Pegawai Depdiknas 2003Pendidikan dan Pelatian didfinisikan sebagai bagian dari manajemen sumberdaya manusia (MSM) yang mencakup pendayagunaan sumber daya manusia, manajemen peningkatan kemampuan sumber daya manusia dan manajemen lingkungan kerja sumber daya manusia. Peningkatan kemampuan sumber daya manusia adalah pengalaman belajar yang terorganisasi, yang dilaksanakan dalam waktu tertentu, untuk meningkatkan kemungkinan bagi pegawai, peningkatan kinerja dan berkembang dalam organisasi. Peningkatan kemampuan sumberdaya manusia terdiri atas pelatihan, pendidikan dan pengembangan atau apapun istilah yang dipakai untuk mengidentifikasi perbedaannya.

 

Diklat Audit Internal

 

Diklat Audit Internal yang telah didesain Pusat Pengembangan pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) bidang Otomotif dan Elektronika Malang tahun 2008, bertujuan: (1) mempersipan petugas audit internal di Institusinya, (2) meningkatkan pemahaman standar ISO 9001 : 2008 melalui pembuatan ceklis dan daftar pertanyaan, (3) pembekalan keterampilan audit melalui praktik audit internal, dan (4) pembekalan pembuatan laporan hasil audit internal. Sedangkan struktur program Diklatnya adalah: (1) Teknik Audit dengan waktu 10 jam @ 45 menit, (2) Ceklis dan telaah standar ISO 9001:2008 dengan waktu 10 jam @ 45 menit, (3) Praktek Audit dengan waktu 10 jam @ 45 menit, dan (4) Laporan Audit dengan waktu 10 jam @ 45 menit (Program Diklat 2008). Sebagai persyaratan peserta, (1) peserta barasal dari wakil-wakil Unit Kerja SMK, (2) pernah mengikuti pemahaman SMM ISO 9001:2008, (3) Sudah bekerja di SMK asal minimal 2 tahun (Program Diklat 2008).

 

Alat Bantu Mengajar

 

Alat bantu mengajar atau media pembelajaran ada beberapa pengertian seperti yang disampaikan Rossi dan Breidle (1966) dalam Sanjaya (2007) media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan pendidikan seperti radio, televisi, buku, koran, majalah, dan sebagainya. Alat-alat tersebut apabila digunakan dan diprogramkan untuk pendidikan dan pelatihan maka merupakan media pembelajaran. Selanjutnya Sanjaya (2007) menyatakan bahwa media pengajaran meliputi perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras adalah alat-alat yang dapat mengantarkan pesan seperti overhead proyektor, radio, televisi dan sebagainya. Perangkat lunak adalah isi program yang mengandung pesan seperti informasi yang terdapat pada transparasi atau buku dan bahan-bahan cetakan lainnya, materi yang disuguhkan dalam bentuk bagan, grafik, diagram, tabel termasuk didalamnya adalah checklist dan question card.

 

Audit Internal

 

Audit Internal merupakan bagian dari suatu proses Implementasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9000:2008 pada suatu Institusi, apakah institusi itu merupakan Institusi Negeri maupun Institusi Swasta baik yang bergerak dalam bidang jasa maupun produk berupa barang. Tidak menutup kemungkinan untuk Institusi yang bergerak dalam bidang jasa pendidikanpun dapat mengimplementasikan sistem ini.

 

Pengertian audit adalah suatu proses secara sistematis, mandiri, terdokurnentasi untuk memperoleh bukti objektif dan menilainya secara objektif untuk menentukan kriteria audit telah dipenuhi.Audit internal, kadang-kadang dinamakan audit pihak kesatu, dilakukan oleh, atau atas nama, organisasi sendiri untuk tujuan internal dan dapat merupakan dasar bagi pernyataan diri organisasi tentang kesesuaiannya persyaratan terpenuhi

 

Dalam standar ISO 19011 versi tahun 2008 menyatakan rangkaian ISO 9000 dan ISO 14000 dari Standar Internasional menekankan pentingnya audit sebagai suatu alat manajemen untuk memantau dan memverifikasi keefektifan penerapan kebijakan mutu dan atau lingkungan organisasi. Audit juga bagian dari kegiatan asesmen kesesuaian seperti sertifikasi/registrasi eksternal dan penilaian rantai pasokan dan survaillance.

800x600 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 st1\:*{behavior:url(#ieooui) } /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";}

METODOLOGI

 

Kerangka berfikir penelitian tindakan Diklat diuraikan dalam bentuk diagram proses seperti dalan gambar1

 


   Hipothesis

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian tindakan Diklat adalah: melalui pemanfaatan alat bantu berupa ceklis audit internal dapat meningkatkan kemampuan peserta Diklat guna menemukan bukti-bukti dalam kegiatan praktek Audit Internal bagi peserta Diklat Audit Internal yang diselenggarakan oleh PPPPTK bidang Otomotif dan Elektronika Malang

 

HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN

 

Kondisi Awal

 

       Kondisi awal tanpa perlakuan mehasikan hasil yang kurang memuaskan ditinjau dari dasar analisis nilai rata – rata menunjukan jumlah nilai responden dibawah rata – rata nilai sebanyak 16 responden  dari 22 responden atau setara 72.27 %, sedangkan yang mendapat nilai diatas nilai rata – rata sebanyak 6 responden dari 22 responden atau setara dengan 27. 27 %

 

 

       
   
 
 

Sumber: Data Analisis

Gragik 2: Standar Nilai PPPPTK Malang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 Siklus I

 

       Reflaksi Tindakan Siklus I, bila dibandingkan dengan kondisi awal.  Maka tindakan siklus I jauh lebih baik, nilai rata – rata kondisi awal sebesar 2.23 sedangkan pada Tindakan Siklus I nilai rata – rata sebesar 2.54 atau ada kenaikan sebesar 7.75 %.  Sedangkan berdasar pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dan pengamat ada perbedaan yang sangat jelas antara kegiatan kondisi awal dengan kegiatan pada tindakan siklus I, pada kondisi awal suasan serba tidak teratur masing – masing responden saling tergantung pada responden lain, sementara pada tindakan siklus I masing – masing kelompok bekerja sesuai dengan tanggung jawab dan wewenang masing. Suasana audit sangat kondosif, ini membuktikan antara teori dan kenyataan terbukti ada peningkatan kemampuan

 

responden. Lebih jelas dapat dilihat Grafik 4.5: Nilai kondisi awal dan Siklus I, seperti berikut ini:

 

       
   
 
 

Sumber: Data Analisis

Gragik3:Nilai Kondisi awal dan Siklus I Malang

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

       Ditinjau dari perolehan nilai pada kondisi awal yang memperoleh nilai dengan kata gori cukup sebesar 22 responden atau sebesar 100 %, sedangkan pada kondisi Tindakan Siklus I yang memperoleh nilai dengan kata gori cukup sebanyak 15 respoden atau sebasar 68.18 % terdapat penurunan sebasar 21. 82 %.  Sedang responden mendapat nilai baik sebanyak 7 responden atau sebesar 21.82 %., dengan demikian sacara kuantitas ada kenaikan kualitas sebasar 21.82 %.

 

Siklus II

 

Reflaksi Tindakan Siklus II, bila dibandingkan dengan Tindakan SiklusI.  Maka tindakan siklus II jauh lebih baik, nilai rata – rata Tindakan Siklus sebesar 2.54 sedangkan pada Tindakan Siklus I nilai rata – rata sebesar 2.63 atau ada kenaikan sebesar 2.25 %.  Sedangkan berdasar pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dan pengamat ada perbedaan yang sangat jelas antara kegiatan Tindakan Siklus I dengan kegiatan pada tindakan siklus II, pada TindakanSiklus I suasana sudah cukup baik, sedang pada tindakan siklus II situasi jauh lebih baik, masing – masing kelompok bekerja sesuai dengan tanggung jawab dan wewenang masing. Suasana audit sangat kondosif, ini membuktikan antara teori dan kenyataan terbukti ada peningkatan kemampuan responden.Lebih jelas dapat dilihat Grafik 4: Nilai kondisi siklus I dan Siklus II, seperti berikut ini:

 

 

       
 
 
   

Sumber: Data Analisis

Gragik 5:Nilai Tindakan Siklus I danTindakan Sklus II PPPPTK Malang

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 Hasil analisis pada kondisi Awal, Siklus I dan Siklus II menunjukan hasil kenaikan yang siknifikan yaitu dari nilai rata-rata 2,23 menjadi 2,54 dan menjadi 2,63.

 

Dengan demikian melalui pemanfaatan alat bantu berupa ceklis audit internal dapat meningkatkan kemampuan peserta Diklat guna menemukan bukti-bukti dalam kegiatan praktek Audit Internal bagi peserta Diklat Audit Internal yang diselenggarakan oleh PPPPTK bidang Otomotif dan Elektronika Malang, Maka hipotesis yang diajukan terbukti

 

PENUTUP

Simpulan

 

        Berdasarkan tindakan dan refleksi yang dilakukan dari Tindakan awal nilai rata – rata dari 22 responden menunjukan sebesar 2.23 sedangkan nilai rata – rata pada tindakan siklus I menjadi 2.54 atau meningkan sebesar 7.75%.  Ditinjau dari perolehan nilan berdasarkan standar nilai PPPPTK Malang pada saat kondisi awal semua responden mendapat kata gori cukup atau sama dengan 100%.  Pada tindakan siklus I responden yang mendapat kata gori Cukup sebanyak 15 respondek atau setara 68.18 %, responden yang mendapat kata gori Baik sebanyak 7 responden atau setara 31.82 %.  Dengan demikian ada kenaikan kemampuan peserta sebesar 31.82 % dari kondisi awal ke kondisi tindakan siklus I.   Dibandingkan dengan Tindakan Siklus I dan II rata – rata nilai yang diperoleh dari 22 responden sebesar 2.63 berarti naik sebesar 2.25 %.  Ditinjau dari perolehan nilan berdasarkan standar nilai PPPPTK Malang pada saat pada tindakan siklus I responden yang mendapat kata gori Cukup sebanyak 15 responden atau setara 68.18 %, responden yang mendapat kata gori Baik sebanyak 7 responden atau setara 31.82 %.  Pada Kondisi Tindakan Siklus II responden yang mendapat kata gori Cukup sebanyak 7 respondek atau setara 31.82 %, responden yang mendapat kata gori Baik sebanyak 15 responden atau setara 68.18 %  atau terjadi peningkatan kemampuan responden sebesar 36.36 %.

 

      Dengan demikian secara teoritik dan emperik menunjukan hasil positip, dengan demikian hipotesis melalui pemanfaatan alat bantu berupa ceklis audit internal dapat meningkatkan kemampuan peserta diklat guna menemukan eviden dalam kegiatan praktik Audit Internal bagi peserta diklat Audit Internal yang diselenggarakan PPPPTK Malang bertempat di SMK Negeri 2 Manado,  diterima.

 

Saran

 

Bagi PPPPTK Malang

 

Perlu dilakukan Penelitian Tindakan Diklat serupa dengan variabel tetap maupun variabel bebas yang berbeda untuk dapat meningkat mutu diklat di organisasi ini.

 

Bagi Kepala Sekolah

 

Dalam implementasi SMM ISO 9001 : 2000, untuk mendapatkan eviden dalam audit internal para auditor untuk selalu menggunakan dan mengembangkan Ceklis Audit Internal dalam upaya meningkatkan kenerja organisasi.

 

Bagi Guru

 

Guna terus meningkatkan kompetensi sebagai seorang auditor internal, sangat penting penguasaan pasal – pasal standar ISO 9001 : 2000 di identifikasikan dengan proses – proses disertai bukti fisik yang terjadi di Sekolah.  Oleh karena Standar ini bersifat jenerik.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anonim, 2006. Petunjuk Pelaksanaan Program Imbal Swadaya Persiapan SMK Internasional 2.2.38 – PS , Direktorat Pembinaan SMK, Jakarta

 

Anonim, 2007. Salinan Permen  Pendidikan Nasional No: 8 tentang: Organisasi dan Tata kerja Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.

 

Anonim, 2000, Persyaratan Standar ISO 19011 : 2000, ISO/IEC, London.

 

Hasan, A.S.K. 1999. Penerapan Total Quality Management dan ISO 9000 dalam Pendidikan Teknik, Jilid 1 - 4, LPTK dan ISPI, Malang.

 

PPPPTK. 2008. Panduan Diklat Audit Internal, PPPPTK bidang Otomotif dan Elektronika,  Malang.

 

PPPPTK. 2008. Dokumen Mutu, PPPPTK bidang Otomotif dan Elektronika,  Malang.

 

Supriyanto, A dan Rohmat, A . 2002. Pengembangan dan Implementasi Total Quality Management pada Sistem Layanan Akademik, Jilid 9, LPTK dan ISPI, Malang.

 

Usman, H. 2006. Sistem Manajemen Mutu Kurikulum Berbasis Kompetensi, Jilid 13, LPTK dan ISPI, Malang.

 

Wiraadmadja,R. 2007. Metode Penelitian Tindakan Kelas, PT kenanga Rosedakarya, Bandung.  

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG