Air Bersih Bagi Kita

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Monday, 20 April 2015 Published Date Written by HT

AIR BERSIH BAGI KITA

Oleh : Drs. Hery Tarno, Dipl. HBT, MT

Widyaiswara Madya, PPPPTK BOE Malang

 

Abstrak

Air dari sudut pandang teknis adalah zat yang tidak hanya terdiri dari H2O , unsur-unsur hidrogen dan oksigen, akan tetapi pada saat yang sama adalah pembawa unsur. Ketersediaan air Indonesia mencapai 15.500 m3 per kapita per tahun, masih jauh di atas ketersediaan air rata-rata di dunia yang hanya 8.000 m3 per tahun. Kendala yang kita hadapi adalah pengelolaan sumber daya air yang buruk yang mengakibatkan tidak meratanya penyebaran air, sehingga kita masih saja mengalami kelangkaan air bersih. Sekitar 119 juta rakyat Indonesia belum memiliki akses terhadap air bersih.Lemahnya pengelolaan lingkungan di Indonesia, memberikan dampak negatif terhadap sektor air bersih dan sanitasi. Jumlah rumah tangga yang memiliki akses terhadap air bersih yang layak sebanyak 47,71% dan rumah tangga yang memiliki akses sanitasi sebanyak 51,19%. Air bersih dapat diartikan air yang memenuhi persyaratan untuk pengairan sawah, untuk treatment air minum dan sanitasi.

Kata kunci : Air bersih, Kelangkaan

 

Pendahuluan


Air adalah sumber segala kehidupan dan peradaban manusia, dimana ia adalah salah satu elemen yang paling menarik di alam, yang mana hal ini memiliki fitur yang tidak akan mungkin tanpa kehidupan di bumi. Air dari sudut pandang teknis, air adalah zat yang tidak hanya terdiri dari H2O , unsur-unsur hidrogen dan oksigen, akan tetapi pada saat yang sama adalah pembawa unsur dan informasi. Sebuah atom lemah oksigen bermuatan negatif diikat oleh dua atom lemah hidrogen positif . Ini terhubung pada sudut 104,5 derajat satu sama lain dan menyebabkan dipolarity.

Ketersediaan air Indonesia mencapai 15.500 meter kubik per kapita per tahun, masih jauh di atas ketersediaan air rata-rata di dunia yang hanya 8.000 meter kubik per tahun. Data terakhir yang diperoleh Bappenas, jumlah penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan pada tahun 2010 berjumlah 128 juta jiwa atau mencapai 50% dari total populasi Indonesia. Kendala yang dihadapai oleh Indonesia sekarang adalah pengelolaan sumber daya air yang buruk yang mengakibatkan tidak meratanya penyebaran air, sehingga kita masih saja mengalami kelangkaan air bersih. Sekitar 119 juta rakyat Indonesia belum memiliki akses terhadap air bersih.

Lemahnya pengelolaan lingkungan di Indonesia, memberikan dampak negatif terhadap sektor air bersih dan sanitasi. Terbatasnya ketersediaan air baku menjadi salah satu masalah yang dihadapi dalam penyediaan layanan air bersih di Indonesia. Laporan MDGs 2010 yang diterbitkan oleh Bappenas, jumlah rumah tangga yang memiliki akses terhadap air bersih yang layak sebanyak 47,71% dan rumah tangga yang memiliki akses sanitasi sebanyak 51,19%. Target yang ingin dicapai Indonesia pada tahun 2015 sebesar 68,87% untuk air bersih dan 62,41% untuk sanitasi. Widianarko (2009) menyatakan bahwa banyaknya permasalahan dalam pengelolaan sumber daya air akibat kurang memperhatikan relasi kompleks antara air, ekosistem dan manusia. Hal ini dapat terjadi karena paradigma dominan dalam pengelolaan sumber daya air adalah pendekatan manajemen dan ekonomi.

Pengertian Air Bersih dan Air Minum

Undang-Undang RI No.7 Tahun 2004 dan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 907 Tahun 2002, disebutkan bahwa difinisi air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. Dengan kata lain air bersih merupakan salah satu jenis sumber daya berbasis air bermutu baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas mereka sehari hari termasuk diantaranya adalah sanitasi.


Air bersih
dapat diartikan air yang memenuhi persyaratan untuk pengairan sawah, untuk treatment air minum dan untuk treatmen air sanitasi.

Persyaratan disini ditinjau dari persyaratan kandungan kimia, fisika dan biologis. Atau memenuhi syarat sebagai berikut :

1.    Secara Umum adalah air yang aman dan sehat yang bisa dikonsumsi manusia.

2.    Secara Fisik : Tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa.

3.    Secara Kimia : PH netral, tidak mengandung racun dan logam berat berbahaya, dan parameter-parameter seperti : BOD, COD, DO, TS, TSS dan konduktivitasnya memenuhi aturan pemerintah setempat.

Air dapat dikatakan bersih apabila memenuhi Parameter sebagai berikut, yaitu :

1.    Kesadahan. Kesadahan merupakan petunjuk kemampuan air untuk membentuk busa apabila dicampur dengan sabun.

2.    Alkalinitas. Alkalinitas secara umum menunjukkan konsentrasi basa atau bahan yang mampu menetralisir keasaman yang ada dalam air.

3.    pH. pH sangat penting sebagai parameter kualitas air karena ia mengontrol tipe dan laju kecepatan reaksi beberapa bahan didalm air.

4.    Karbon Dioksida (CO2). Karbon dioksida dalam air pada umumnya merupakan hasil respirasi dari ikan dan phytoplankton.

5.    Salinitas. Salinitas merupakan parameter penunjuk jumlah bahan terlarut dalam air.

Air Minum (drinking water) adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Saat ini kualitas air minum di kota-kota besar di Indonesia masih memprihatinkan. Kepadatan penduduk, tata ruang yang salah dan tingginya eksploitasi sumber daya air sangat berpengaruh pada kualitas air. Pemerintah telah mengeluarkan Kepmenkes No 907/Menkes/SK/VII/2002 tentang Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum. Syarat air minum sesuai Permenkes yaitu harus bebas dari bahan-bahan anorganik dan organik, dengan kata lain kualitas air minum harus bebas bakteri, zat kimia, racun, limbah berbahaya dan lain sebagainya.
Organisasi Kesehatan Dunia menyarankan untuk minum 2-3 liter air murni. Aturan praktis untuk jumlah yang tepat air adalah : Setidaknya 30-40 mililiter air per kilogram berat badan . Ini berarti pada manusia dengan 50 kg berat badan 2 liter air per hari , dengan berat badan 75 kg , ini berarti 2,5 liter dan 100 kilogram berat badan 3 liter air per hari .

Sumber Air Bersih

Sumber air bersih adalah sumber air yang akan digunakan oleh masyarakat untuk keperluan sehari-hari. Air adalah kebutuhan dasar untuk kehidupan manusia, terutama untuk digunakan sebagai air minum, memasak makanan, mencuci, mandi dan kakus. Ketersediaan sistem penyediaan air bersih merupakan bagian yang selayaknya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat baik di perkotaan maupun pedesaan. Hingga saat ini penyediaan oleh pemerintah menghadapi keterbatasan, baik sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya.

Air merupakan zat cair yang dinamis bergerak dan mengalir melalui siklus hidrologi yang abadi. Pertama-tama, penguapan sebanyak 502.800 km3 dari air laut dan penguapan dari daratan sebanyak 74.200 km3 ke udara per tahun. Kemudian turun curah hujan yang jatuh ke laut sebanyak 458.000 km3 dan ke daratan 119.000 km3 per tahun. Selanjutnya air daratan berjumlah 44.800 km3 terbagi menjadi 42.700 km3 mengalir di permukaan tanah dan 2,100 km3 mengalir di dalam tanah selanjutnya semua berkumpul di laut.

Sumber air bersih yang akan digunakan oleh masyarakat untuk keperluan sehari-hari dapat berasal dari :

1.    Air Tanah, adalah air yang berada di bawah tanah yang mengalir melalui rongga-rongga tanah. Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas) 2009, sekitar 70 persen warga masih mengandalkan air tanah. Namun, jumlah itu terus merosot. Pada periode yang sama, penggunaan air minum dalam kemasan (AMDK) dan air isi ulang naik tiga kali lipat, dari 4,1 persen menjadi 12,2 persen dari rumah tangga nasional (lihat grafik).

2.    Air Permukaan, adalah air yang mengalir dipermukaan bumi, pada umumnya akan mendapatkan pengotoran selama pengalirannya, misalnya oleh batang kayu, kotoran industri, lumpur dan lainya. untuk bisa diminum harus melewati proses yang benar-benar sempurna. Air Permukaan Sebagai Sumber Air Untuk Sistem Penyediaan Air Bersih.

3.    Mata Air. Mata air yaitu sumber air yang berada di atas permukaan tanah dan debitnya sulit untuk diduga. Sama seperti air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tanah dan hampir tidak dipengaruhi oleh musim. Sumber air semacam ini yang terbesar di Jawa Timur terdapat di daerah Umbulan - Pasuruan yang berhulu di Gunung Bromo.

4.    Air Hujan. Air hujan juga termasuk kedalam sumber air jika ingin menjadikan air hujan menjadi air minum hendaknya jangan pada saat air hujan baru mulai turun, karena air hujan yang baru turun masih mengandung banyak sekali kotoran. Air hujan juga memiliki sifat agresif terutama terhadap pipa penyalur ataupun bak sehingga akan terjadi karatan ataupun korosi.

5.    Air Laut. Air laut ini mengandung garam (NaCl) sehingga terasa asin. Kadar garam (NaCl) didalam air laut sekitar 3%. Dengan demikian air laut tidak memenuhi syarat untuk bisa diminum.

Kesimpulan

Air adalah kebutuhan dasar untuk kehidupan manusia, terutama untuk digunakan sebagai air minum, memasak makanan, mencuci, mandi dan kakus. Kendala yang dihadapai oleh Indonesia sekarang adalah pengelolaan sumber daya air yang buruk yang mengakibatkan tidak meratanya penyebaran air, sehingga kita masih saja mengalami kelangkaan air bersih. Lemahnya pengelolaan lingkungan di Indonesia, memberikan dampak negatif terhadap sektor air bersih. Air bersih dapat diartikan air yang memenuhi persyaratan untuk pengairan sawah, untuk treatment air minum dan untuk treatmen air sanitasi. Persyaratan disini ditinjau dari persyaratan kandungan kimia, fisika dan biologis. Ketersediaan sistem penyediaan air bersih merupakan bagian yang selayaknya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat baik di perkotaan maupun pedesaan.

Daftar Pustaka

agathaastyarini, Makalah Air Bersih, http://athaagatha.wordpress.com/ 2012/11/;

http://uripsantoso.wordpress.com/2010/01/18/kualitas-dan-kuantitas-air-bersih -untukpemenuhan-kebutuhan-manusia-2;

http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-16528-2208100660-Chapter2.pdf;

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/rekayasa_lingkungan/bab2_sistem_pe- nyedian_air_bersih.pdf;

Kuehn Thomas, Dr., Wasser trinken, aber richtig, https://www.google.co.id/............... http%3A%2F%2Fwww.apimanu.com%2FWasser-trinken-aber-richtig..............

Reca Denis, 2010, Kualitas dan Kuantitas Air Bersih Untuk Pemenuhan Kebutuhan Manusia, Jakarta

 

 

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG