Sistem Air Bersih Dalam Rumah

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Monday, 20 April 2015 Published Date Written by Hery Tarno

Sistem distribusi air bersih dalam rumah

Oleh : Drs. Hery Tarno, Dipl. HBT, MT

Widyaiswara Madya, PPPPTK BOE Malang

 

Abstrak

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih dalam suatu rumah tangga, penting harus diperhatikan dari mana sumber air tersebut berasal, debit, dan kualitas airnya. Sebagai sumber air bersih dapat diperoleh dari air sumur, air PDAM dan air sumber yang didistribusi dengan pipa. Kualitas air, debit air bersih yang mencukupi dan tekanan air pada ujung pipa yang tepat adalah merupakan suatu persyaratan kenyamanan yang diidamkan oleh setiap penghuni rumah. Dua sistem distribusi yang digunakan adalah sistem distribusi langsung yang mendistribusikan air langsung dari sumber (air PDAM), meskipun biasanya tekanan air PDAM relatif kecil untuk mendorong air bersih ke seluruh peralatan saniter dalam rumah. Sistem distribusi tidak langsung adalah alternatif untuk mengatasi kekurangan debit, yaitu dengan menampung air terlebih dahulu dalam suatu tangki, dan kemudian baru didistribusikan kejaringan perpipaan dalam rumah.

Kata Kunci : Distribusi langsung, Distribusi tidak langsung

 

Pendahuluan

Dalam menjalankan fungsi kehidupan sehari-hari manusia amat tergantung pada air, karena air dipergunakan pula untuk mencuci, membersihkan peralatan, mandi, dan lain sebagainya. Manfaat lain dari air berupa pembangkit tenaga, irigasi, alat transportasi, dan lain sebagainya yang sejenis dengan ini. Semakin maju tingkat kebudayaan masyarakat maka penggunaan air makin meningkat

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih dalam suatu rumah tangga, maka harus diperhatikan dari mana sumber air tersebut berasal, debit air yang mensuplai dan kualitas air bersihnya. Pada umumnya sebagai sumber air bersih adalah air sumur, air PDAM dan air sumber yang didistribusi dengan pipa.

Kualitas air yang memenuhi syarat, debit air bersih yang mencukupi dan tekanan air pada ujung pipa yang tepat adalah merupakan suatu persyaratan kenyamanan yang diidamkan oleh setiap penghuni rumah. Permasalahan yang sering muncul di lapangan adalah debit air yang tidak memadai dan tekanan air yang kurang. Apalagi dengan kondisi musim hujan seperti sekarang ini, untuk mendapat air bersih menjadi semakin sulit. Selanjutnya, bagaimana cara kita bisa mendapatkan air bersih dengan debit dan tekanan yang cukup pada ujung pipa?

Sistem Distribusi.

Ada dua sistem distribusi air bersih yang kita kenal yaitu sistem distribusi langsung dan tidak langsung. Sistem distribusi langsung biasanya dilakukan pada sumber air yang berasal dari PDAM dengan anggapan bahwa tekanan air PDAM tersebut cukup untuk mendorong air bersih ke seluruh sistem perpipaan dalam rumah. Sumur sebagai sumber air bersih yang dipompakan langsung ke pipa distribusi dalam rumah dikategorikan ke dalam sistem langsung. Sistem lainnya adalah sistem tidak langsung, artinya air tidak langsung didistribusikan ke jaringan, melainkan air dari sumber ditampung terlebih dahulu dalam suatu tangki penampung air, misalnya tangki dalam tanah (Groundtank). Manakah yang lebih menguntungkan dari kedua sistem tersebut? Jawabannya tentu saja tergantung dari situasi dan kondisi lingkungan dalam rumah tangga tersebut.


Sistem distribusi langsung.
Seperti yang telah disampaikan di atas, bahwa air bersih dari sumber langsung didistribusikan melalui perpipaan dalam gedung menuju titik-titik peralatan saniter atau kran-kran sebagai titik keluarnya air bersih.

Gambar di samping menunjukkan, bahwa sumber air dari PDAM masuk ke Meter Air yang ada dalam persil biasanya menggunakan pipa diameter ½”. Sebaiknya diameter pipa setelah Meter Air menuju pipa distribusi dalam rumah menggunakan pipa dengan diameter yang lebih besar yaitu ¾” atau 1”. Hal ini diasumsikan apabila suatu saat sistim distribusi pada utama suatu saat akan disempurnakan, maka diameter minimal pipa utama sudah memenuhi syarat.

Sistem distribusi langsung lainnya dapat diaplikasi pada sumber air sumur dangkal ataupun sumur dalam. Pada gambar di samping, air dari sebuah sumur dangkal dipompakan langsung ke sistem perpipaan dalam rumah dengan menggunakan pompa. Keuntungan apabila menggunakan pompa adalah bahwa tekanan dan debit air yang dibutuhkan pada setiap ujung pipa dapat dapat terpenuhi, tergantung dari spesifikasi pompa yang digunakan.


Kelebihan dari sistem distribusi langsung ini adalah :

·         Sistem perpipaan di luar bangunan lebih sederhana.

·         Relatif lebih hemat dari sisi biaya apabila dari Meter air langsung didistribusi menuju sistim instalasi dalam rumah.

Kelemahannya :

·         Debit air yang keluar dari PDAM setelah meter air tidak konstan dan tekanan relatif kecil.

·         Debit air yang keluar seringkali tidak memenuhi kebutuhan apabila beberapa peralatan saniter digunakan secara bersamaan.

·         Diameter pipa setelah meter air pada umumnya hanya ½”, sehingga untuk menyambungkan pipa distribusi dengan diameter yang lebih besar harus menggunakan Socket Reducer.

·         Pompa tidak boleh digunakan secara langsung setelah meter air.

·         Daya listrik rumah harus mencukupi, apabila dari sumur didistribusikan langsung dengan menggunakan pompa.

 

Sistem distribusi tidak langsung. Sistem tidak langsung ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan debit dan tekanan air yang mencukupi, sehingga kenyamanan pemanfaatan air bersih dalam rumah relatif terpenuhi. Sebelum air bersih didistribusikan ke sistem, air ditampung terlebih dahulu dalam suatu tangki penampungan, baik itu berupa tangki atas maupun tangki dalam tanah (Groundtank) dengan volume tangki yang diperhitungkan mampu untuk kebutuhan rumah minimal dalam 1 hari.

Masalah yang sering muncul adalah ketinggian tangki atas yang rendah dan membuat tekanan dan debit air relatif kecil. Dalam upaya memenuhi kebutuhan penghuni rumah, maka dipasang pompa dengan spesifikasi yang tepat. Pompa tersebut berfungsi sebagai pompa pendorong. Beberapa produk pompa pendorong telah banyak beredar di pasaran dengan berbagai spesifikasi yang bisa dipilih untuk keperluan tersebut.


Gambar disamping menunjukkan sebuah pompa dan tangki tekan dipasang pada sebuah tangki atas dalam rangka menaikkan tekan dan debit air. Pemasangan tangki tekan berfungsi untuk meminimalisasi “On – Off” kerja pompa.


Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, sumber air dari PDAM seringkali tidak konstan. Oleh karena itu dibuatlah tangki dalam tanah (Groundtank) dengan kapasitas tertentu untuk menampung air dari PDAM,sebelum didistribusikan ke sistem instalasi atau dialirkan menuju tangki atas. Untuk mengontrol kerja pompa, maka dipasang “Level control-Switch”. Dengan mengatur pelampung atas dan bawah, maka pada ketinggian air tertentu, maka pompa akan “bekerja atau mati”.

Kelebihan sistem ini adalah :

·         Debit dan tekanan air bersih untuk keluarga dapat tercukupi, sehingga kenyamanan dapat terpenuhi.

·         Apabila menggunakan tangki atas (sistem gravitasi), kebutuhan air bersih masih dapat berfungsi apabila listrik padam.

Kelemahannya :

·         Pada sistem gravitasi (Tangki atas),  tekanan air dalam sistem kurang bagus  apabila ketinggian tangki atas kurang dari 7 meter.

·         Daya listrik rumah harus mencukupi, apabila dari tandon didistribusikan dengan menggunakan pompa.

·         Biaya lebih mahal daripada sistem langsung karena harus menggunakan pompa

·         Memerlukan perencanaan yang teliti.

Sistem perpipaan

Jaringan pipa instalasi hendaknya dilaksanakan sesederhana mungkin dengan sedikit belokkan agar tidak banyak terjadi kehilangan tekanan pada sistem distribusi.

Secara sederhana tanpa menggunakan perencanaan yang teliti, pipa distribusi utama untuk bangunan rumah 1 s/d 2 lantai digunakan diameter 1”. Hal ini dimaksudkan apabila tekanan air tidak begitu bagus, maka kehilangan tekanan dalam sistem dapat diminimalisir. Pipa dari sumber air atau tangki dapat didistribusikan ke peralatan saniter atau perlengkapan lainnya melalui bawah lantai yang disebut dengan sistem dari bawah ke atas, atau melalui atas plafon rumah yang biasa disebut sistem dari atas ke bawah. Sedangkan untuk bangunan lebih dari satu lantai dapat menggunakan gabungan dari dua sistem tersebut. Manakah yang lebih baik dari kedua sistem tersebut? Kedua sistem tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Salah satu kelebihan dari sistem atas ke bawah adalah apabila ada perbaikan, maka tidak akan banyak merusak perlengkapan bangunan yang lainnya. Sedangkan kelemahan dari sistem dari bawah ke atas adalah apabila ada perawatan perpipaan, maka mau tidak mau akan merusak lantai bangunan (bangunan satu lantai).

Penggunaan pipa galvanis dan pipa PVC di beberapa negara sudah tidak diperbolehkan, karena bahan kimia yang terkandung di dalamnya. Jenis pipa-pipa baru yang beredar di pasaran antara lain PP-R  (Polypropyline Random – produk dari Wavin atau Toro 25 atau Vesbo dll), PE (Polyethylene-Wavin Black), Pipa Multilayer (produk Rifeng dll.), pipa Stainless dll. Namun di Indonesia penggunaan pipa galvanis dan PVC masih diperbolehkan.

Kesimpulan

Tekanan dan debit  air dari PDAM biasanya tidak kontinyu, sehingga hal ini akan berpengaruh terhadap kenyamanan penghuni dalam rumah. Dengan membuat tangki penampung (Groundtank atau tangki atas) maka diharapkan volume air pada hari tersebut dapat terpenuhi olehnya. Ketinggian tangki atas akan sangat mempengaruhi tekanan dan debit air yang keluar dari ujung pipa. Oleh karena itu ketinggian tangki air sedapat mungkin minimal 7 meter dari atas tanah. Jika posisi tangki atas relatif rendah atau menggunakan tangki bawah tanah (Groundtank) disarankan menggunan unit pompa dorong.

Jaringan pipa instalasi hendaknya dilaksanakan sesederhana mungkin dengan sedikit belokkan agar tidak banyak terjadi kehilangan tekanan pada sistem distribusi. Sedangkan pipa distribusi utama dalam rumah sebainya digunaka diameter 1”, untuk mengurangi kehilangan tekanan dalam pipa.

Daftar Pustaka

Handi, 2009, Pompa Booster Untuk Menambah Tekananan Air,perkakasku.com /2008/07/09/pompa-booster-untuk-menambah-tekanan-air/

Kuehn Thomas, Wasser trinken, aber richtig, http://www.apimanu.com/Wasser-trinken-aber-richtig.html

PT. Wavin Duta Jaya, 2009/ Panduan Teknik dan Katalog Produk,-Wavin Black, Jakarta

PT. Wavin Duta Jaya, 2009,  Panduan Teknik dan Katalog Produk,-Wavin Tigris Green, Jakarta

Prihadisetyo, 2006,  Mengatur Kerja Pompa air Secara Otomatis,Error! Hyperlink reference not valid.2009/05/06/mengatur-kerja-pompa-air-secara-otomatis/,

 

Technical List N/07, PPR Pipes and Fitting, ATP s.r.l Barletta (BA)-Italy