MANAJEMEN RESIKO DALAM PROYEK KONSTRUKSI

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Wednesday, 22 April 2015 Published Date Written by singgihbudi sayogo

MANAJEMEN RESIKO DALAM PROYEK KONSTRUKSI

Singgih Budi Sayogo, Widyaiswara Madya PPPPTK Malang

 

 

Abstraksi

Resiko adalah variasi dalam hal-hal yang mungkin terjadi secara alami atau kemungkinan terjadinya peristiwa diluar yang diharapkan yang merupakan ancaman terhadap properti dan keuntungan finansial akibat bahaya yang terjadi. Manajemen risiko merupakan Pendekatan yang dilakukan terhadap risiko yaitu dengan memahami, mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko suatu proyek. Hasil studi menunjukkan bahwa manajemen risiko sangat penting dilakukan bagi setiap proyek konstruksi untuk menghindari kerugian atas biaya, mutu dan jadwal penyelesaian proyek. Melakukan tindakan penanganan  yang dilakukan terhadap risiko yang mungkin terjadi (respon risiko) dengan cara : menahan risiko (risk retention), mengurangi risiko (risk reduction), mengalihkan risiko (risk transfer), menghindari risiko (risk avoidance).

Kata Kunci : Manajemen resiko, proyek konstruksi

 

Proyek konstruksi merupakan suatu bidang yang  dinamis dan mengandung risiko. Risiko            dapat memberikan  pengaruh terhadap produktivitas, kinerja, kualitas dan batasan biaya dari proyek. Risiko dapat dikatakan suatuakibat yang mungkin terjadi secara tak terduga. Walaupun suatu kegiatan telah direncanakan sebaik mungkin, namun tetap  mengandung ketidak pastian bahwa nanti akan berjalansepenuhnya sesuai rencana. Risiko pada proyek konstruksi bagaimanapun tidak dapat dihilangkan tetapi dapat dikurangi atau ditransfer dari satu pihak kepihak lainnya (Kangari,1995). Bila risiko terjadi akan berdampak pada terganggunya kinerja proyek secara keseluruhan  sehingga dapat menimbulkan kerugian terhadap biaya,waktudan kualitas pekerjaan. Para pelaku dalam industri konstruksi sekarang ini makin menyadari akan pentingnya memperhatikan risiko pada proyek- proyek yang ditangani karena kesalahan dalam memperkirakan dan menangani risiko akan menimbulkan dampaknegatif,baik secara langsung maupun tidak  langsungpadaproyekkonstruksi. Risiko dapat menyebabkan pertambahan biaya dan  keterlambatan jadwal penyelesaian proyek.

A.   Risiko

Risiko merupakan variasi dalam hal iniyangmungkin terjadi secaraalamididalam suatu situasi (Fisk,1997). Risiko adalah ancaman terhadap kehidupan propertiataukeuntungan finansial akibat bahaya yangterjadi (Duffield & Trigunarsyah, 1999). Secara umum risiko dikaitkan dengan kemungkinan (probabilitas) terjadinya peristiwa diluar yang diharapkan (Soeharto, 1995).

Jadi risiko adalah   variasi dalamhal-hal yang mungkin terjadi secara            alami atau kemungkinan terjadinya peristiwa diluar yang diharapkan yang merupakan  ancaman terhadap properti dan keuntungan finansialakibatbahayayang terjadi. Secara umum risiko dapat diklasifikasikan menurut  berbagai sudut pandang yang tergantung dari kebutuhan  dalam penanganannya (Rahayu, 2001) :

1. Risiko murni dan risiko spekulatif (Pure riskandspeculativerisk) yaitu dimana risiko murni dianggap sebagaisuatuketidakpastian yang dikaitkandengan adanya suatu luaran (outcome)  yaitu kerugian. Contoh risiko murni kecelakaan kerja di proyek. Karena itu risiko murni dikenaldengan nama risiko statis. Risiko spekulatif mengandung dua keluaran yaitu kerugian (loss) dan keuntungan (gain). Risiko spekulatif dikenal sebagai risiko dinamis. Contoh risiko spekulatif pada perusahaanasuransi jika risiko yang dijamin terjadi maka pihak asuransi akanmengalami kerugian karena harus menanggung uang pertanggungan sebesar nilai kerugianyangterjadi tetapi bila risiko yangdijamin tidak terjadi maka perusahaan akan  meperoleh keuntungan.

 

2. Risiko terhadap benda dan manusia, dimana risiko terhadap benda adalah risiko yang menimpa  benda sepertirumahterbakar sedangkan risiko terhadap manusia adalah risiko yangmenimpa manusia seperti risiko haritua,kematiandan sebagainya.

3. Risiko fundamental dan risiko khusus (fundamentalrisk andparticularrisk)

adalah risiko fundamental adalah risiko  yang kemungkinannyadapat timbul pada hampir sebagian besar anggota Masyarakat dan tidak dapat disalahkan pada  seseorang atau beberapa orang sebagai penyebabnya, contoh risiko fundamental : bencana alam, peperangan.Risiko khusus adalah risiko yang bersumber dari peristiwa peristiwa yang mandiri dimana sifat dari risiko ini adalah tidak selalu bersifatbencana, bisa dikendalikan atau umumnya dapat diasuransikan.

Contoh risiko khusus : jatuhnya kapal terbang, kandasnya kapal dan sebagainya.

 

B.   Jenis risiko

Risiko-risiko yang terdapat padaproyek konstruksi sangat banyak, namun tidak semua risiko tersebut perlu diprediksi dan diperhatikan untuk memulai suatu proyek karena hal itu akanmemakan waktu yang lama. Oleh karena itu pihak pihak didalam proyek kontruksiperluuntuk memberi prioritas pada risiko- risiko yang penting yang akanmemberikan pengaruh terhadap keuntungan  proyek.

Menurut (Wideman, 1992) risiko-risiko tersebut adalah:

1     Risiko External, tidak dapat diprediksi (tidak dapat dikontrol) yaitu :

a.    Perubahanperaturan perundang- undangan,

b.    Bencana alam : badai, banjir, gempa bumi,

c.    Akibat kejadianpengrusakan dan sabotase,

d.    Pengaruh lingkungan dan sosial,sebagai akibat dari proyek,

e.    Kegagalan penyelesaian proyek External, dapat diprediksi (tetapi  tidak dapat dikontrol) contohnya :

a)  Resiko pasar,

b)  Operasional (setelah proyek selesai),    

c) Pengaruh lingkungan,

d)  Pengaruh sosial, 

e)  Perubahanmata uang,

f) Inflasi, 

g)  Pajak

2     Internal, non teknik (tetapi umumnya dapat dikontrol):

1)    Manajemen,

2)    Jadwal yang terlambat,

3)   Pertambahan biaya,

4)    Cash flow,

5)    Potensikehilanganatas manfaat dan keuntungan teknik(dapat dikontrol)  misalnya:

a. Perubahan teknologi,

           b. Risiko-risiko spesifikasi atas teknologi proyek,

           c. Desain  

d.  Hukum, timbulnya kesulitan akibat dari :

a)  Lisensi,

                     b)  Hak paten, 

                     c)  Gugatan dari luar,

                     d)  Gugatandari dalam,

                     e)  Hal-hal tak terduga

 

Manajemen Risiko dalam Proyek Konstruksi (Mastura Labombang) menurut Flanagan& Norman(1993), risiko-risiko dalam proyekkonstruksi adalah :

1.    Penyelesaian yang gagal sesuai desain yang telah  ditentukan / penetapan waktu konstruksi.

2.    Kegagalan untuk memperoleh gambar perencanaan, detail perencanaan / ijin dengan waktu yang tersedia.

3.    Kondisi tanah yang tak terduga.

4.    Cuaca yang sangat buruk.

5.    Pemogokan tenaga kerja.

6.    Kenaikan harga yang tidak  terduga untuk tenagakerja danbahan.

7.    Kecelakaan yang terjadi dilokasi yang menyebabkan luka.

8.    Kerusakan yang terjadi pada  struktur akibat cara kerja yang jelek.

9.    Kejadian tidak terduga  (banjir, gempa bumi, dan lain–lain).

10.Klaim dari kontraktor akibat kehilangan dan biaya akibat keterlambatan produksi karena detail desain oleh tim desain.

11.Kegagalan dalam penyelesaian proyek dengan biaya yang telah ditetapkan.

 

Sumber–sumber risiko menurut Flanagan dan Norman adalah :

1. Timbulnya inflasi,

2). Kondisi tanah yang tidak terduga,

3. Keterlambatan material,

4. Detail desain yang salah, seperti ukuran yang salah dari gambar yang dibuat oleh arsitek.

 
 

 

 

 

 

 

 

 

C.   Proyek konstruksi

Proyek konstruksi adalah suatu rangkaian kegiatan yang hanya satu kali dilaksanakan dan umumnya berjangka pendek serta jelas waktu awal dan akhir kegiatannya. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, ada suatu proses yangmengolahsumberdaya proyek menjadi suatuhasil kegiatan berupa bangunan.

Prosesyang terjadi dalam rangkaian kegiatan tersebut tentunya melibatkan pihak-pihak yang terkait baik secara langsung maupun tidak langsung. Menurut Ervianto( 2002), proyek konstruksi mempunyai tiga karakteristik yang dapat dipandang secara tiga demensi yaitu :

1) Bersifat unik : tidak pernah terjadi rangkaian kegiatan yangsamapersis

    (tidak ada proyek yangidentik,yang ada adalah proyek sejenis), proyek  bersifat sementara dan       selalu melibatkan    guru pekerja yang berbeda-beda

2) Dibutuhkan sumber daya : setiap proyek konstruksi membutuhkan sumber    daya yaitu tenaga kerja, uang, peralatan,    metode dan material.

e.  Organisasi : setiap organisasi mempunyai keragaman tujuan di dalamnya    terlibat sejumlah individu dengan         keahlian yang bervariasi.

Langkah awal yang harus dilakukan adalah menyatukan fisi menjadi satu tujuan  yangditetapkan organisasi dalam proses          mencapai batasan/kendala yaitu (triple  constraint) diantaranya besarnya biaya/anggaran dan yang dialokasikan, mutu dan jadwal yang harus dipenuhi.

 

Kesimpulan

1. Dalam setiap proyek konstruksi sangat penting dilakukan manajemen risiko untuk    untuk menghindari kerugian atas biaya, mutu dan jadwal proyek.

2. Manajemen risiko merupakan Pendekatan yang dilakukan terhadap risiko yaitu dengan memahami, mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko suatu proyek.

    Kemudian mempertimbangkan apa yang akan dilakukan terhadap dampak yang  ditimbulkan dan kemungkinan      pengalihan risiko kepada pihak lain atau  mengurangi resiko yang terjadi.

3.Penilaian  risiko   yang dilakukan meliputi : 

a.    Identifikasi risiko, 

b.   Memahami kebutuhan atau

c.   Mempertimbangkan risiko,

d.   Menganalisis dampak dari risiko tersebut / evaluasi risiko,

e.   Menetapkan siapa yang bertanggung jawab terhadap risiko tertentu (alokasi 

     risiko).

4, Melakukan tindakan penanganan yang dilakukan terhadap risiko  yang mungkin terjadi (respon risiko) dengan cara : 

a.    Menahan risiko (risk retention),

b.    Mengurangi risiko (risk reduction),

c.    Mengalihkanrisiko (risk transfer),

d.    Menghindari risiko (risk avoidance).

 

 Daftar Pustaka

Duffield,C&Trigunarsyah,B.1999. Project Management- Conception

To Completion. Engineering Education Australia (EEA).   Australia. Ervianto.A.U

Dan Joshua,  M. (2001). Manajemen Proyek kontruksi  Andi, Yogyakarta

Fisk,  E.R.1997. Construction Project Administration Fifth Edition. Prentice Hall. New Jersey.

Flanagan,R &Norman,G.1993, Risk Management and Construction. Blackwell Science, London.

Kangari, R. 1995. Risk  Management Perceptions and Trends of U.S. Construction.  Journal of Construction Engineering and Management. ASCE. December.

Kerzner, H. 2001. Project Management. Seventh Edition.John Wiley & Sons, Inc. New York.

Rahayu, P.H. 2001. Asuransi Contractor’s All  Risk sebagai Alternatif Pengalihan Risiko Proyek Dalam Industri Konstruksi Indonesia.Seminar Nasional ManajementKonstruksi 2001. FakultasTeknik Universitas katolik Parahyangan. Bandung.

Soeharto, I. 1995. Manajemen Proyek dari konseptual sampai operasional. Erlangga. Jakarta.

Well Stam, D Van, et.al., 2004. Project Risk Management: anessential tool for managing andcontrolling project, Kogan Page,London and Sterling VA. Wideman,Max.R.1992. Project And

Program Risk Management: A Guide To Managing Project

Risk Opportunities. Project Management