PENGELOLAAN DAN PERAWATAN PERALATAN BENGKEL SEKOLAH

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Thursday, 07 May 2015 Published Date Written by Cahyo Kuncoro

PENGELOLAAN DAN PERAWATAN PERALATAN BENGKEL SEKOLAH

Cahyo Kuncoro, Widyaiswara Madya PPPPTK BOE Malang

 

Abstraksi

          Laboran sangat diperlukan agar laboratorium dapat berfungsi dengan sebaik baiknya. Laboran adalah petugas laboratorium yang membantu guru agar kegiatan di laboratorium dapat optimal. Jika ada lebih dari satu laboratorium, setiap laboratorium sekurang kurangnya memerlukan seorang laboran dan mungkin juga seorang teknisi laboratorium sebagai koordinator laboran. Jika seorang laboran sekaligus sebagai teknisi laboratorium, maka dia harus memiliki kemampuan dan ketrampilan membantu guru di laboratorium, termasuk mereparasi alat laboratorium sampai tingkat kesukaran tertentu. Dia harus memahami azas kerja berbagai jenis alat sehingga dapat melakukan perbaikan perbaikan terbatas terhadap beberapa jenis alat. Seorang laboran IPA harus mengenal berbagai zat kimia yang ada di sekolah, mampu dan terampil membuat larutan yang diperlukan.         

           Perawatan / pemeliharaan alat sangat penting mendapat perhatian, untuk menjaga alat-alat dalam keadaan siap pakai. Petugas laboratorium segera melakukan perbaikan / penggantian, apabila ada alat yang rusak. Tentu saja hal ini berakibat pada pembiayaan tambahan. Oleh karena itu, pemeliharaan alat perlu disosialisasikan ke siswa agar ikut memelihara alat yang sedang digunakan. Rencana biaya perbaikan / penggantian alat harus diprogramkan pada awal tahun pelajaran, khususnya bagi alat-alat yang jumlahnya terbatas dan sangat diperlukan.  Sistem pemeliharaan alat dapat digolongkan sebagai pemeliharaan terencana dan tidak terencana. Pemeliharaan terencana terdiri atas pemeliharaan preventif, korektif, dan prediktif. Sedangkan pemeliharaan tidak terencana merupakan pemeliharaan darurat.

Kata kunci : Laboratorium, Perawatan, Sistem Pemeliharaan

 

A.   Pengertian Manajemen Perawatan Peralatan

Manajemen berasal dari Bahasa Latin manus yaitu tangan dan egere adalah melakukan, digabungkan menjadi managere yang artinya menangani. Diterjemahkan ke Bahasa Inggris, manage, dengan kata benda management, dan manager untuk orang yang melakukan kegiatan, akhirnya management diterjemahkan ke Bahasa Indonesia manajemen atau pengelolaan.

Manajemen (pengelolaan) sebagai fungsi meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, kepemimpinan, pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut hasil. Tetapi liputan manajemen ini dapat lebih disederhanakan menjadi Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengawasan (P3).

Sebagai pihak yang berhubungan dengan penggunaan bengkel dan pengelolaan perawatan adalah kepala bengkel dan teknisi.

a.    Tugas Pokok teknisi

1)   Mempersiapkan bahan praktik,

2)   Melayani bon bahan, membantu guru,

3)   Melayani peminjaman alat,

4)   Melayani fasilitas untuk kegiatan maintenance,

5)   Bertanggung jawab terhadap alat / mesin, dan

6)   Mengecek kelayakan alat / mesin

 

  1. Perawatan

Perawatan adalah suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang, memperbaikinya sampai pada suatu kondisi yang dapat diterima. Merawat dalam pengertian “suatu kondisi yang dapat diterima” antara bengkel di suatu sekolah berbeda dengan bengkel sekolah lainnya.

Produk yang dibuat industri / bengkel SMK harus mempunyai hal-hal sebagai berikut :

1)   Kualitas baik

2)   Harga pantas

3)   Di produksi dan diserahkan ke konsumen dalam waktu yang tepat.

Oleh karena itu proses produksi harus didukung oleh peralatan yang siap bekerja setiap saat dan handal, hal itu diperoleh dengan adanya peralatan-peralatan yang menunjang proses produksi ini dirawat dengan teratur dan terencana.

 

B.   Teori dasar pengoperasian dan perawatan alat dan mesin Mesin

adalah gabungan / susunan dari berbagai bagian-bagian mesin / elemen-elemen mesin yang masing-masing mempunyai peranan tertentu, yang kemudian secara bersama-sama bertugas menghasilkan fungsi suatu alat atau mesin. Sedangkan yang disebut peralatan adalah suatu preparat baik utama maupun yang bantu, yang wujudnya terdiri dari beberapa rangkaian komponen secara mekanis maupun elektris ataupun tidak sama sekali. Peralatan sifatnya ringan, dapat berfungsi sebagai alat bantu, dan dapat dijinjing atau dipindah-pindah. Mesin dan peralatan semuanya sebagai sarana untuk terselenggaranya PBM (proses belajar mengajar) di laboratorium atau di bengkel kerja. Keduanya mempunyai kedudukan yang sama di tempatnya masing-masing dan mempunyai kemiripan dalam fungsi.

 

C.   Mengapa Ada Bagian Perawatan ?

1)   Agar mesin-mesin industri / bengkel sekolah , bangunan, dan peralatan lainnya selalu dalam keadaan siap pakai secara optimal.

2)  Untuk menjamin kelangsungan produksi sehingga dapat membayar kembali modal yang telah ditanamkan dan akhirnya akan mendapatkan keuntungan yang besar.

 

D.   Tujuan Utama Perawatan:

1)    Untuk memperpanjang umur penggunaan alat.

2)  Untuk menjamin ketersediaan optimum peralatan yang dipasang untuk produksi dan dapat diperoleh laba yang maksimum.

3)  Untuk menjamin kesiapan operasional dari seluruh peralatan yang diperlukan dalam keadaan darurat setiap waktu.

4)   Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan tersebut.

 

E.   Jenis-Jenis Perawatan

Dalam istilah perawatan disebutkan bahwa disana tercakup dua pekerjaan yaitu “perawatan” dan “perbaikan”. Perawatan yang dimaksudkan sebagai aktifitas untuk mencegah kerusakan, sedangkan istilah perbaikan dimaksudkan sebagai tindakan untuk memperbaiki kerusakan.

Secara umum, ditinjau dari saat pelaksanaan pekerjaan perawatan, dapat dibagi menjadi dua cara:

a)    Perawatan yang direncanakan (Planned maintenance)

b)   Perawatan yang tidak direncanakan (Unplanned maintenance)

 

Jenis – jenis perawatan meliputi :

  1. Perawatan Preventif (Preventive Maintenance),adalah pekerjaan perawatan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan, atau cara perawatan yang direncanakan untuk pencegahan (preventif).
  2. Perawatan Korektif, adalah pekerjaan perawatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi fasilitas / peralatan sehingga mencapai standar yang dapat diterima.
  3. Perawatan Berjalan, dimana perawatan dilakukan ketika fasilitas atau peralatan dalam keadaan bekerja, diterapkan pada peralatan-peralatan yang harus beroperasi terus dalam melayani proses produksi.
  4. Perawatan Prediktif, dilakukan untuk mengetahui terjadinya perubahan atau kelainan dalam kondisi fisik maupun fungsi dari sistem peralatan, biasanya dilakukan dengan bantuan panca indra atau alat-alat monitor yang canggih.
  5. Perawatan setelah terjadi kerusakan (Breakdown Maintenance), adalah perawatan yang dilakukan setelah terjadi kerusakan pada peralatan, dan untuk memperbaikinya harus disiapkan suku cadang, material, alat-alat dan tenaga kerjanya.
  1. Perawatan darurat (Emergency  Maintenance),adalah pekerjaan perbaikan yang harus segera dilakukan karena terjadi kemacetan atau kerusakan yang tidak terduga.

Disamping jenis-jenis perawatan yang telah disebutkan diatas, terdapat juga beberapa jenis pekerjaan lain yang bisa dianggap merupakan jenis pekerjaan perawatan seperti:

1) Perawatan dengan cara penggantian (Replacement instead of maintenance) Perawatan dilakukan dengan cara mengganti peralatan tanpa dilakukan perawatan, karena harga peralatan pengganti lebih murah bila dibandingkan dengan biaya perawatannya. Atau alasan lainnya adalah apabila perkembangan teknologi sangat cepat, peralatan tidak dirancang untuk waktu yang lama, atau banyak komponen rusak tidak memungkinkan lagi diperbaiki.

2)  Penggantian yang direncanakan (Planned Replacement) dengan telah ditentukan waktu mengganti peralatan dengan peralatan yang baru, berarti industri tidak memerlukan waktu lama untuk melakukan perawatan, kecuali untuk melakukan perawatan dasar yang ringan seperti pelumasan dan penyetelan. Ketika peralatan telah menurun kondisinya langsung diganti dengan yang baru. Cara penggantian ini mempunyai keuntungan antara lain, pabrik selalu memiliki peralatan yang baru dan siap pakai.

 

Ø  Istilah-istilah yang umum dalam perawatan:

1.     Availability:

      Perioda waktu dimana fasilitas / peralatan dalam keadaan siap untuk dipakai / dioperasikan.

2.     Down time:

     Perioda waktu dimana fasilitas / peralatan dalam keadaan tidak dipakai / dioperasikan. 

3.     Check:

      Menguji dan membandingkan terhadap standar yang ditunjuk. 

4.     Facility Register:

      Alat pencatat data fasilitas / peralatan, istilah lain bisa juga disebut inventarisasi peralatan / fasilitas. 

5.     Maintenance management:

      Organisasi perawatan dalam suatu kebijakan yang sudah disetujui bersama. 

6.     Maintenance Schedule:

      Suatu daftar menyeluruh yang berisi kegiatan perawatan dan kejadian- kejadian yang menyertainya. 

7.     Maintenance planning:

     Suatu perencanaan yang menetapkan suatu pekerjaan serta  metoda, peralatan, sumber daya manusia dan waktu yang diperlukan untuk dilakukan dimasa yang akan datang.

8.     Overhaul:

      Pemeriksaan dan perbaikan secara menyeluruh terhadap suatu

      fasilitas atau bagian dari fasilitas sehingga mencapai standar yang  dapat diterima.

9.     Test:

      Membandingkan keadaan suatu alat/fasilitas terhadap standar yang   dapat diterima.

10. User:

      Pemakai peralatan/fasilitas.

11. Owner:

      Pemilik peralatan/fasilitas.

12. Vendor:

      Seseorang atau perusahaan yang menjual peralatan/perlengkapan,    pabrik-pabrik dan bangunan-bangunan.

13. Efisiensi:

 
 

 

 

 

 

14. Trip:

      Mati sendiri secara otomatis (istilah dalam listrik).

15. Shut-in:

      Sengaja dimatikan secara manual (istilah dalam pengeboran       minyak).

16. Shut-down:

      Mendadak mati sendiri / sengaja dimatikan.

 

F.    Peminjaman Peralatan Bengkel

Berikut ini hal-hal yang tercantum pada format peminjaman peralatan:

1.    Nama Peminjam

2.    Nama Peralatan

3.    Jumlah Peralatan

4.    Satuan

5.    Tanggal Peminjaman

6.    Tanggal Kembali

7.    Tandatangan Peminjam

8.    Tandatangan Teknisi

9.    Keterangan Menjelaskan Kondisi Peralatan

 

Ø  Peminjaman peralatan di bengkel secara umum dapat dibagi menjadi 2 menurut jenisnya:

1. Peralatan Hand-tool dan Mesin Portable,digunakan tanpa bantuan operator secara khusus. Peminjaman  harus dibawah pengawasan operator dalam pengoperasian.

2. Peralatan Mesin Stationer, digunakan atas arahan operator mesin secara khusus. Selama peminjaman harus dibawah pengawasan operator.

 

G.   Peraturan Bengkel

Didalam peraturan bengkel menyangkut beberapa hal :

1. Penggunaan Bengkel, semua pengguna bengkel (siswa/guru/karyawan) yang menggunakan bengkel harus menggunakan masker, sarung tangan, sepatu kerja, kaca mata dan pelindung telingasesuai dengan bengkel tempat kita bekerja.

2. Ruang Bengkel, kunci pintu, kebersihan lantai, penggunaan penerangan buatan, larangan merokok, membawa makanan dan minuman, disipkan perangkat K3.

3. Peralatan, membersihkan alat setelah dipakai, mengecek melalui daftar dan menyimpan peralatan di kotak alat, mengikuti SOP dalam pengopersian alat, melaporkan pada toolman bila peralatan atau mesin mengalami trouble dalam pengoperasian. Siswa/guru/karyawan bertanggungjawab secara individual atas kerusakan dan penggantian biaya peralatan jika rusak. Tidak boleh membawa peralatan keluar tanpa ijin tertulis kepada bengkel bangunan.

4.    Mebelair, membersihkan mebelair setelah dipakai, menata mebelair sesuai fungsiny, memindahkan mebelair ke ruang lain harus seijin penanggungjawab bengkel.

5.    Lingkungan Bengkel, adanya tempat sampah, tempat mencuci peralatan, peralatan penyedot debu, gudang bahan.

 

H.   Schedule Perawatan

1.  Pendahuluan, terhentinya suatu proses pendidikan dan produksi di sekolah seringkali disebabkan adanya masalah pada fasilitas yang ada, misal kerusakan mesin yang tidak terdeteksi selama proses pendidikan dan proses produksi berlangsung, hal tersebut tentu akan sangat merugikan, oleh sebab itu perlu melakukan terobosan-terobosan baru untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya dengan melakukan implementasi perawatan peralatan.

2. Penentuan Komponen Kritis, penentuan umur komponen kritis untuk menganalisis dan memcahkan persoalan dari kondisi  yang riil yang ada di sekolah, perlu diuraikan langkah-langkah pemecahannya sehingga dapat memberikan gambaran yang yang jelas bagaimana persoalan tersebut dapat dipecahkan.

3.    Keandalan, adalah tingkat kemampuan suatu barang.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keandalan berdasarkan siklus hidup peralatan adalah :

a.    Tahap perancangan dan pengembangan

b.    Tahap produksi

c.    Tahap penyimpanan dan transportasi

d.    Tahap operasi

 

—  Upaya mempertahankan kinerja peralatan :

a.    Keandalan

b. Kualitas, kemampuan sebuah komponen dalam pemenuhan spesifikasi yang tidak tergantung pada variabel waktu. Baik kualitas maupun keandalan akan mempengaruhi usia kerja peralatan.

c.    Deteksi secara dini mengenai kegagalan sistem.

 

4. Kegagalan,  adalah berakhirnya kemampuan suatu barang dalam melaksanakan fungsi yang dibutuhkan.

Kegagalan bergantung pada :

a. Derajat kegagalan, kegagalan sebagaian (parsial) akibat adanya deviasi karakteristik atau parameter di luar batas spesifikasi, tetapi tidak sampai mengurangi fungsi alat secara keseluruhan.

b.  Penyebab kegagalan, bisa karena salah penggunaan, tidak mengikuti prosedur, menggunakan kemampuan di luar btas spesifikasi yang telah ditetapkan atau memang ada kelemahan yang melekat pada peralatan.

c.     Laju kegagalan, dibagi 2 yakni :

§  kegagalan mendadak, kegagalan yang tidak dapat diduga

§  Kegagalan bertahap, yang dapat diduga melalui pengujian sebelumnya.

 

I.    Administrasi Bahan

 

1. Administrasi bahan dan alat laboratorium yang terkait dengan kegiatan belajar termasuk administrasi ringan yang dapat dikerjakan  oleh teknisi/laboran.

2.   Pekerjaan administrasi bahan dan alat laboratorium antara lain: penggunaan bahan dan alat untuk praktek rutin, kondisi alat laboratorium, keaadaan persediaan bahan praktek, perawatan alat dan sebagainya.

3. Kondisi peralatan yang diadministrasi dengan tertib sangat menolong rencana pengadaan, perawatan dan penggantian komponen.

4.   Administrasi alat sebaiknya juga menjangkau supplies yang diambil~ dari booklet atau kontak langsung lengkap jenis produk, alamat dan harganya.

5.  Administrasi bahan juga menolong rencana pengadaan yang~ umumnya rutin tiap tahun sehingga tidak perlu bersusah payah membuat spesifikasi.

6.  Pekerjaan yang komplek ini perlu dukungan komputer agar mudah diakses oleh umum dan memudahkan pengarsipan.

7.  Program yang dipergunakan umumnya program exell, karena dalam program ini pembuatan table yang besar dapat diakomodasi, disamping itu perhitungan yang terkait dengan jumlah dan harga langsung dapat deprogram.

 

J.    Tata Tertib Laboratorium

 

1.  Tempat kerja utama memiliki ruang yang cukup luas untuk perletakan alat dan pergerakan kerja  Alat dan bahan yang frekuensi penggunaannya tinggi diletakkan pada tempat yang mudah dijangkau.

2.   Peralatan dipastikan selalu bersih dan diletakkan sesuai dengan jenis alat masing- masing.

3.  Bahan yang mudah terbakar disimpan dalam ruang tertutup.

4.    Lantai ruang kerja tidak licin dan ditandai rambu garis bahaya.

5.    Penerangan dan penghawaan ruang cukup.

6. Gudang bahan terbagi sesuai jenis bahan yang disimpan.

7.    Pintu dan tangga bahaya mudah dikenal dengan akses langsung keluar.

8.    Tersedia perlengkapan pertolongan kecelakaan.

9.    Tersedia alat pemadam kebakaran.

10.Tertib memakai kelengkapan kerja seperti pakaian, sepatu, dan pelindung muka.

 

Kesimpulan

1.   Laboran sangat diperlukan agar laboratorium dapat berfungsi dengan sebaik baiknya. Laboran adalah petugas laboratorium yang membantu guru agar kegiatan di laboratorium dapat optimal. Jika ada lebih dari satu laboratorium, setiap laboratorium sekurang kurangnya memerlukan seorang laboran dan mungkin juga seorang teknisi laboratorium sebagai koordinator laboran.

2.    Jika seorang laboran sekaligus sebagai teknisi laboratorium, maka dia harus memiliki kemampuan dan ketrampilan membantu guru di laboratorium, termasuk mereparasi alat laboratorium sampai tingkat kesukaran tertentu. Dia harus memahami azas kerja berbagai jenis alat sehingga dapat melakukan perbaikan perbaikan terbatas terhadap beberapa jenis alat.

3.    Seorang laboran IPA harus mengenal berbagai zat kimia yang ada di sekolah, mampu dan trampil membuat larutan yang diperlukan. Dia juga berpengalaman dalam melakukan sejumlah percobaan dalam biologi, fisika, dan kimia.

4.    Perawatan/pemeliharaan alat sangat penting mendapat perhatian, untuk menjaga alat-alat dalam keadaan siap pakai. Petugas laboratorium segera melakukan perbaikan/ penggantian, apabila ada alat yang rusak. Tentu saja hal ini berakibat pada pembiayaan tambahan.

5.    Oleh karena itu, pemeliharaan alat perlu disosialisasikan ke siswa agar ikut memelihara alat yang sedang digunakan.

6.    Rencana biaya perbaikan/penggantian alat harus diprogramkan pada awal tahun pelajaran, khususnya bagi alat-alat yang jumlahnya terbatas dan sangat diperlukan. 

7.      Sistem pemeliharaan alat dapat digolongkan sebagai pemeliharaan terencana dan tidak terencana. Pemeliharaan terencana terdiri atas pemeliharaan preventif, korektif, dan prediktif. Sedang pemeliharaan tidak terencana merupakan pemeliharaan darurat.

 

Daftar Pustaka

https://id.scribd.com/doc/224487532/Pengelolaan-Dan-Perawatan-Peralatan-Bengkel-Bangunan

http://skp.unair.ac.id/repository/GuruIndonesia/Bagaimanacaramenge_EtnaRufiati_9654.pdf

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/aan-ardian-mpd/2c-handout-perawatan-dan-perbaikan-mesin.pdf

     https://muhal.files.wordpress.com/2014/02/materi-bimtek-        pengelola-lab-bengkel-smk.pdf

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG