Pembuatan Almari Nakas (almari kecil)

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Thursday, 30 April 2015 Published Date Written by amin suminto

Pembuatan Almari Nakas (almari kecil)

Oleh Amin Suminto (Widyaiswara Madya PPPPTK BOE Malang)

 

Abstraksi:

Dalam pembuatan almari nakas kayu ini banyak yang dilakukan hanya berdasarkan angan-angan dan pengalaman atau tidak tertulis secara jelas dan terperinci maupun terstruktur, maka mengakibatkan hasilnya tidak baik, tidak benar, kurang sempurna, dan membutuhkan waktu pembuatan yang lebih lama.

Untuk menghindari kejadian semua yang tersebut di atas, maka kami membuat Almari Nakas ini secara tertulis dengan langkah-langkah yang benar dan berurutan sampai 7(tujuh) langkah kerja untuk pembuatan almari nakas, agar hasilnya tidak ada kesalahan, waktunya lebih cepat, dan lebih sempurna atau layak jual.

Kata kunci: nakas, terstruktur, layak jual.

 

Adapun urutan langkah-langkah pembuatan almari nakas yang benar  sebagai berikut.

 

1.    Bahan Baku Dasar Almari Nakas:

Langkah Kerja :

Kayu Lapis

          

1.    Memilih bahan baku harus di pertimbangkan konstruksi dan desain mebel yang akan dibuat serta kemudahan bahan yang ada di pasaran.

 

 

 

Kayu Masip

 

 
   

 


2.    Konstruksi kayu masip di pergunakan pada dinding laci dan kerangka pintu.Harus diperhatikan kekerasan kayu,warna kayu, serta kekeringan untuk mempermudahkan proses pengerjaaan.

 

 

              

 

Gergaji Bermeja

 

       

3.    Memotong kayu lapis dengan gergaji bermeja untuk body almari nakas yang jumlahnya lebih dari 2 buah harus menggunakan stop blok supaya didapat hasil yang sama.

Assesoris

      

 

4.    Assesoris yang digunakan harus berkualitas baik dan model atau bentuknya di sesuaikan dengan desain mebel yang akan di buat atau dipakai.

Keselamatan kerja:

-       Gunakan kacamata, tutup telinga, dan masker pada saat pemotongan pada gergaji berlengan maupun gergaji bermeja.

Gambar kerja:

-        Daftar kebutuhan bahan yang sudah dibuat.

Instruksi kerja:

-        Potonglah sesuai dengan daftar potong.

2.    Daftar Bahan Almari Nakas:

 

Langkah Kerja:

Format Kebutuhan Bahan

No

Uraian

P

L

T

Ket

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.    Membuat format kebutuhan bahan almari nakas yang bertujuan untuk menghitung kebutuhan bahan antara lain:

-        Kayu lapis/kayu masif

untuk body

-        Penggantung dan pengunci

-        Bahan finishing

 

Bahan kayu lapis

6.    Mencatat kebutuhan kayu lapis dengan mengurangi tebal lis kayu masif di bagian tepi yang diperlukan pada konstruksi mebel.

 

 

Penggantung dan penguci

  1. Mencatat kebutuhan penggantung dan pengunci dengan spesifikasi yang jelas terkait dengan jenis bahan, ukuran, model dan jumlah yang diperlukan pada konstruksi mebel.

Keselamatan kerja

-       Gunakan alat sesuai dengan fungsinya.

-       Simpan alat pada tempatnya.

Gambar kerja:

-       Almari Nakas.

Instruksi kerja:

-       Kerjakan secara teliti supaya tidak ada bahan yang kurang.

3.    Gambar Kerja Almari Nakas:

Langkah Kerja:

Skala gambar

Macam Skala

Skala

Penggunaan

Skala kecil

1 : 100 s/d    1 : 200

 

 

1 : 100 s/d    1 : 50

 

 

 

 

1 : 50 s/d

1 : 20

Gambar situasi / Master plan

 

 

Gambar Perencanaan (gambar  Denah, Tampak, Potongan)

 

 

Gambar plat, Balok kolom sederhana

 

Skala Besar

1 : 20 s/d      1 : 10

 

 

 

 

1 : 10 s/d      1 : 5

Gambar Detail Struktur  Bangunan

-     Kolom, balok, pondasi

 

 

Gambar  Detail

-     Kusen, profil

 

 

7.    Menentukan skala gambar antara benda kerja yang akan di gambar disesuaikan  dengan ukuran kertas gambar yang disediakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tampak Depan

 

 

 

 

 

 

 

  1. Menggambar pandangan depan secara jelas atau lengkap dengan beserta ukurannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tampak Samping

 

 

 

 

 

2.    Menggambar pandangan samping secara jelas lengkap dengan  ukuran-ukurannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tampak Atas

 

 

 

 

 

3.    Menggambar pandangan atas secara jelas beserta ukuran-ukurannya.

 

 

 

 

 

Keselamatan kerja:

-          Gunakan alat sesuai fungsinya.

-          Letakkan alat pada tempatnya.

Gambar kerja:

Almari nakas.

Instruksi kerja:

Gambarkan,pandangan depan,samping,atas,potongan dan detail beserta ukuran  supaya mudah untuk dikerjakan.

 

4.    Komponen-komponen Nakas:

Langkah Kerja:

Mesin Ketam Perata

 
 

 


8.    Mengetam muka I dan II pada mesin ketam perata yang selanjutnya beri tanda siku–siku dengan pensil untuk pedoman pada pengetaman selanjutnya.

 

Mesin Ketam Penebal

9.    Mengetam muka III dan IV pada mesin ketam penebal selanjutnya menentukan ukuran tebal dan lebar sesuai dengan daftar potong.

Mesin Gergaji Bermeja  

10.Memotong panjang ukuran bersih pada mesin gergaji bermeja dan gunakan stoper bila yang dipotong lebih dari satu supaya hasilnya sama panjang.

Keselamatan kerja:

-       Gunakan alat keselamatan kerja yang sudah disiapkan.

-       Kontrol ukuran harus sama dengan daftar potong / gambarkerja.

Gambar kerja

-       Daftar potong yang sudah dibuat.

Instruksi kerja:

-       Harus konsentrasi dalam pengoperasian mesin.

-       Jika ragu-ragu mintalah penjelasan pada pengajar.

5.    Konstruksi Sambungan Nakas:

Langkah Kerja:

 

 

 

 

Sambungan ekor burung

pada laci

 

 

 

 

 

 

 

11.Menggambari pada benda kerja serta memberi tanda lubang yang akan dihilangkan dan pen yang akan ditinggal.

 

 

DSC00622

 

12.Konstruksi sambungan  pada laci sepenuhnya dikerjakan manual dengan alat tangan karena tidak bisa dikerjakan dengan mesin dengan menggunakan sambungan ekor burung.

 

 

Sambungan pen dan lubang pada pintu


13.Konstruksi sambungan  pada pintu sepenuhnya dikerjakan manual dengan alat tangan yaitu di kerjakan lubang dulu baru pen disesuaikan dengan gambar kerja.

 


14.Pembuatan konstruksi pintu di perkuat dengan lem dan dowel Ø (diameter) 6mm. yang tidak tembus pada bagian permukaan depan pintu.

Sambungan pada body


15.Sambungan pada konstruksi body menggunakan sambungan lamello antara dinding samping dan ambang atasbawah.Sedangkan sambungan rak bagian tengah tidak permanen dengan menggunakan tundanbesi (pen dari besi penyangga rak).

 


16.Konstruksi nakas sebelum di rakit harus dicoba dulu untuk memastikan bahwa sambungan lamello tidak ada masalah.

 

Keselamatan kerja:

-       Gunakan alat tangan sesuai dengan fungsinya.

-       Simpanlah alat pada tempatnya.

-       Gunakan alat keselamatan kerja yang sudah disediakan.

Gambar kerja:

-       Gambar Almari Nakas.

Instruksi kerja:

-   Konstruksi sambungan pen dan lubang kerjakan dulu lubang sedangkan pen menyesuaikan.

6.    Penggantung dan Assesoris Nakas:

  Langkah Kerja Pemasangan Penggantung dan Assesoris   Nakas:

Pegangan stenlisstel


17.Macam–macam pegangan stanlisstel ada bentuk yang lurus,lenkung dan bulat penggunaannya di sesuaikan dengan desain yang ada.

 

Sepatu plastik


18.Sepatu plastik ini dipakai untuk melapisi konstruksi bagian bawah dengan tujuan supaya tidak terkena langsung dengan air dan mudah dipindah atau digeser.

Keselamatan kerja:

-       Penyetelan pintu speling harus rata 2 mm keliling.

-       Gunakan alat sesuai dengan fungsinya.

-       Pemasangan engsel disesuaikan dengan gambar. 

Gambar kerja:

-       Almari Nakas. 

Instruksi kerja:

-       Untuk penyetelan pintu gunakan ketam tangan. 

7.    Perakitan Nakas:

Langkah Kerja:

Mengelem sambungan sebelum dirakit


19.Mengelem sambungan lamello dengan body lubang pada ambang di lem tipis dan rata sebelum sambungan dirakit untuk mendapatkan pengeleman yang kuat gunakan lem kayu nasional.

 

 

 

Klos Kayu

20.  Merakit komponen nakas untuk mendapatkan hasil yang rapat maka digunakan klos untuk dipukul.

 

 

 

 

 

Mengklem Benda Kerja


21.Menjepit dengan klem F arah lebar dan panjang dengan dilapisi klos kayu supaya tidak merusak pada benda kerja. Selanjutnya kencangkan sedikit demi sedikit sampai hasilnya rapat.

 

 

 

Kontrol Siku

22.Mengontrol kesikuan pada benda kerja setelah di klem baru di kontrol dengan menggunakan siku yang besar atau dengan cara mengukur diagonal sama panjang, ini berarti sudah siku dan jangan lupa bila sudah siku kencangkan semua klem pada benda kerja.

Membersihkan Lem

23.Membersihkan lem pada benda kerja dengan kain yang sedikit basah supaya bisa bersih lem yang berada pada benda kerja.

 

 

 

 

 

 

 

       

Keselamatan kerja:

  1. Gunakan klos kayu pada saat menjepit.
  2. Kontrol kesikuan dengan mengukur diagonal sama panjang.
  3. Bersihkan lem pada benda kerja. 

Gambar kerja:

-       Almari nakas.

Instruksi kerja:

-       Klos kayu tidak boleh kena lem.

 

Kesimpulan:

Untuk menghindari kejadian semua yang tersebut di atas, maka pembuatan Almari Nakas ini secara tertulis dengan langkah-langkah yang benar dan berurutan sampai 7 (tujuh) langkah kerja, agar hasilnya tidak ada kesalahan, waktunya lebih cepat, dan lebih sempurna atau layak jual.

 

Disamping hasil yang memuaskan juga efektip bahan, efektif waktu pembuatan, dan dapat dicoba oleh orang yang akan mengerjakannya lebih senang dan puas.

 

Referensi:                                          

-        http://renewstyle.wordpress.com/interiorfurniture/

http://iwananashaya.multiply.com/journal/item/445Workshop   Exercises Wood “ International Technical Education Media Servis “  ‘Item’

-       Modul Gambar Teknik Tahun 1995

-       http://gurumuda.com/bse/membuat-komponen-mebel-bentuk-sederhana.

-       http://www.tentangkayu.com/2007/12/sambungan-sudut-rangka-kayu_30.html

-                  http://gurumuda.com/bse/memasang-asesoris-mebel

http://www.tentangkayu.com/2009/02/tips-pemasangan-kitchen-  set.html

 

 

 

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG