ANALISIS KEDIKLATAN DEPARTEMEN BANGUNAN Tahun 2012 sd 2014

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Monday, 25 May 2015 Published Date Written by dalono

ANALISIS KEDIKLATAN DEPARTEMEN BANGUNAN
Tahun 2012 sd 2014

 

DALONO
Dalono_arwana@yahoo.com.au

 

ABSTRAK

 

Visi Departemen Bangunan menjadi Departemen yang mampu menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan tenaga terampil dalam bidang keahlian bangunan dengan pengakuan kualitas internasional. Kegiatan Departeman bangunan pada tahun 2012 sd 2014 terdiri dari kegiatan Diklat untuk Pendidik dan Tenaga kependidikan, Pengembangan organisasi, dan pengembangan Sumber Daya Manusia.

 

Analisis ini dilakukan untuk mengetahui tingkat tetercapaian program kegiatan selama tahui 2012 sd 2014 dan rekomendasi yang dapat disampaikan untuk mengambil kebijakan manajemen ditahun mendatang.

 

Dari hasil analisis direkondasikan regenerasi pada tahun 2016 Widyaiswara di Departemen Bangunan sudah ada yang pensiun, berturut – turut tahun 2017, tahun 2018 dan seterusnya sampai dengan tahun 2022 Widyaiswara akan habis. Perlu dipikirkan suatu strategi regenerasinya.

 

Kata Kunci:Departemen Bangunan, Visi, Misi, Diklat

 

 A.    PENDAHULUAN

 

1.      Latar Belakang

 

Departeman Bangunan dengan menggunakan kode Unit Kerja Departemen 30 dibawah organisasi Proyek Pengembangan Penataran Guru Teknologi atau VEDC Malang.Berdiri sejak tahun 1985 berlokasi menjadi satu dengan STM Negeri Malang di Jalan Raya Mondoroko, dengan tiga program keahlian yang diprakarsai oleh para Expert dari Swiss.Ketiga program keahliannya adalah Program Keahlian Gambar Teknik, Program Keahlian Kerja Batu dan Program Keahlian Kerja Kayu. Masing masing mempunyai tenaga ahli dari Swiss yang didampingi para Instruktur dari dalam negeri.

 

Pada tahun 1986, menempati kampus baru di jalan Teluk Mandar Arjosari dengan kegiatan mendidik calon Guru dengan Program DIII bekerjasama dengan IKIP Negeri Malang.Dalam perkembangannya berturut- turut terjadi penambahan Program Studi Gambar Arsitektur dan Program Studi Ukur Tanah. Program DIII berakhir sampai dengan tahun 1992 karena kebutuhan guru yang berbasis teknik bangunan telah terpenuhi. Dilanjutkan dengan program pelatihan untuk guruguru teknik dibidang bangunan khususnya untuk Indonesia bagian timur.

 

Untuk mengantisipasi tuntutan perkembangan kebutuhan akan pelatihan maka dikembang penambahan satu program keahlian yaitu program studi Plumbing. Departemen Bangunan telah berganti nama beberapa kali dalam upaya menyesuaikan perkembangan yang terjadi pada saat itu, begitu pula program Keahlian ikut serta dalam perubahan namanya, sehingga sampai saat itu nama Unit Kerja yang digunakan adalah Departemen Bangunan dengan Program Keahlian Desain dan Perencanaan, Program Keahlian Survey dan Pemetaan, Program Keahlian Teknologi Batu dan Beton, Program Keahlian Teknologi Kayu, dan Program Keahlian Plumbing dan Sanitasi.

 

2.      VISI Departemen Bangunan

 

Menjadi Departemen yang mampu menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan tenaga terampil dalam bidang keahlian bangunan dengan pengakuan kualitas internasional.

 

3.      MISI Departemen Bangunan

 

-        Meningkatkan keterampilan Pendidik dan Tenaga  kependidikan bidang keahlian bangunan.

 

-        Mencetak supervisor muda dalam Program Keahlian Plumbing, Teknologi Batu dan Beton, Teknologi Kayu, Survey Pemetaan serta Desain dan Perencanaan.

 

-        Meningkatkan keterampilan tenaga pelaksana lapangan pada bidang keahlian bangunan.

 

-        Mengirimkan tenaga ahli ke beberapa daerah dalam rangka meningkatkan keterampilan SDM di bidang keahlian bangunan.

 

-        Bekerjasama dengan instansi terkait dalam menyelenggarakan pelatihan dibidang konstruksi nasional Indonesia.

 

-        Bekerjasama dengan lembaga sertifikasi profesi dalam menyelenggarakan uji kompetensi dibidang keahlian bangunan.

 

-        Menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK) bidang keahlian Bangunan.

 

-        Menyelenggarakan pendidikan formal setingkat Diploma IV dengan Program Study Economic Engeenering Building.

 

4.      Tujuan Departemen Bangunan

 

-        Mampu mendidik dan melatih Pendidik dan tenaga Kependidikan untuk bidang keahlian bangunan.

 

-        Mampu mendidik, melatih dan membimbing para generasi muda menjadi tenaga terampil tingkat teknisi bangunan.

 

-        Mampu mendidik dan melatih keterampilan yang dibutuhkan customer/pelanggan sesuai dengan kebutuhannya dibidang pekerjaan bangunan.

 

-        Mampu mengirimkan tenaga ahli / konsultan ke beberapa daerah guna meningkatkan keterampilan SDM daerah di bidang keahlian bangunan.

 

-        Mampu mentransfer keahlian di bidang pengelolaan bengkel pelatihan kepada daerah lain.

 

-        Mampu menguji kompetensi dan mensertifikasi guru SMK, tenaga supervisor dan tenaga pelaksana untuk bidang pekerjaan bangunan.

 

-        Mampu bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dalam mengelola Tempat Uji Kompetensi (TUK).

 

-        Mampu mendidik, melatih dan membimbing Community College program keahlian Finishing Bangunan Gedung, Perabot Kayu (Mebeler), Hotel Engeenering, Survey Building Construction, dan Gambar Bangunan.

 

-        Mampu mendidik, melatih dan membimbing mahasiswa Diploma IV.

 

B.    RENCANA DAN REALISASI

 

1.      PELAKSANAAN DIKLAT

 

Kegiatan diklat di Departemen Bangunan dibagi menjadi tiga kegiatan utama.Selama periode pertengahan tahun 2012  sampai dengan akhir tahun 2014 rencana dan realisasi kegiatan diklat tersebut adalah sebagai berikut:

 

a.      Diklat DIPA

 

Kegiatan Diklat tahun 2012 terdiri dari Diklat Uji Kompetensi terdiri dari 18 kelas atau 216 orang peserta dari rencana tersebut.Peserta yang hadir sejumlah 210 orang peserta atau 97,22 %. Sedangkan kegiatan Diklat Non Uji Kompetensi terdiri dari empat kelas atau36 orang peserta.Dari rencana tersebut peserta yang hadir sejumlah 34 orang atau setara dengan 94,44%.

 

Kegiatan Diklat tahun 2013 terdiri dari Diklat Uji Kompetensi terdiri dari 12 kelas atau 157 orang peserta. Dari rencana tersebut peserta yang hadir sejumlah 156 orang peserta atau 99,36%. Sedangkan kegiatan Diklat Non Uji Kompetensi pada tahun ini tidak diselenggarakan.

 

Kegiatan Diklat tahun 2014 terdiri dari Diklat Uji Kompetensi terdiri dari 3 kelas atau 36 orang peserta. Dari rencana tersebut peserta yang hadir sejumlah 35 orang peserta atau 97,22 %. Sedangkan kegiatan Diklat Non Uji Kompetensi pada tahun ini tidak diselenggarakan.

 

Berikut secara lebih rinci dapat dilihat dalam grafik dibawah ini:

 

           b.      IHT

 

Kegiatan IHT di Departemen Bangunan baru diadakan pada tahun 2014 dikarenakan kebutuhan pemenuhan kekurangan angka kredit bagi Widyaiswara yang belum bisa terpenuhi dari kegiatan diklat dengan menggunakan alokasi dana DIPA P4TK/VEDC Malang.

 

Sehingga tahun 2012 dan tahun 2013 belum ada kegiatan, sedangkan kegiatan IHT pada tahun 2014 terdapat kegiatan Diklat 5 kelas atau dengan jumlah peserta78 orang dari rencana tersebut yang hadir sebanyak 77 orang peserta atau 98,72 %.

 

Berikut secara lebih rinci dapat diperlihatkan dalam grafik dibawah ini:

 


C.      Diklat Non DIPA

 

Kegiatan Diklat Non DIPA tahun 2012 terdiri dari dua kelas dengan jumlah peserta 20 orang peserta. Dari rencana tersebut peserta yang hadir sebanyak 20 orang peserta atau 100%.

 

Pada tahun 2013 terdiri dari empat kelas dengan jumlah 46 orang peserta. Dari rencana tersebut peserta yang hadir  sebanyak 46 peserta atau setara dengan 100%.

 

Sedangkan pada tahun 2014 terdiri dari15 kelas dengan jumlah 186 peserta dari rencana yang hadir sejumlah 183 orang peserta atau setara 98,39%.

 

Berikut secara lebih rinci dapat diperlihatkan dalam grafik dibawah ini:

 


 2.      PENGEMBANGAN ORGANISASI

 

a.      Pengembangan Bahan Ajar

 

Pengembangan bahan ajar dalam bentuk Mapping sampai dengan akhir tahun 2014 secara administrasi belum jelas yang bertanggung jawab, baik tingkat Departemen maupun tingkat institusi. Sehingga pelaporan terkait dengan kepastian modul yang telah disetujui secara institusi belum ada aliran sampai dengan di Departemen terkait.

 

Berikut sebagai gambaran kasar mapping yang dimiliki Departemen Bangunan seperti dalam tabel berikut :

 

No

Prodi

Kompetensi Keahlian

Modul yang belum dibuat

Jumlah yang Dibuat

Sisa

Modul

Uji Kompetensi

Jumlah

1

30

6

340

340

680

27

653

2

32

1

81

81

162

5

157

3

33

1

19

19

38

4

34

4

34

1

61

61

122

7

115

5

35

2

142

142

284

7

277

5

36

1

37

37

74

4

70

 

 b.      Pengembangan Peralatan

 

Pengembangan peralatan di Departemen Bangunan terbagi menjadi tiga sumber dana, yaitu dana dari DIPA, dana dari USK dan dana dari BSK. Secara berturut – turut disampaikan penambahan peralatan bengkel per Program Keahlian mulai tahun 2012, 2013, dan tahun 2014 sebagai berikut :

 

No

Program Studi

2012

USK 2013

2014

TOTAL

1

Departemen

5 Unit

7 Unit

3 Unit

15 Unit

2

Prodi 32

2 Unit

14 unit

-

16 Unit

3

Prodi 33

8 Unit

3 Unit

-

11 Unit

4

Prodi 34

11 Unit

3 Unit

32 Unit

46 Unit

5

Prodi 35

6 Unit

3 Unit

-

9 Unit

6

Prodi 36

12 Unit

18 unit

-

30 Unit

 

c.      Pengembangan Departemen

 

Pengembangan organisasi di Departeman Bangunan terkait dengan pengembangan peningkatan operasional Departeman Bangunan terkait dengan fasilitasi pendidikan dan pelatihaan.

 

Berikut disampaikan pengembangan yang diprogramkan di Departemen Bangunan :

 

No

Kegiatan

Realisasi

1

Pembuatan logo Departemen Bangunan

Masih dalam konsep

2

Desain Bengkel 34,35 dan 36

Belum ada realisasi

3

Perencanaan peralatan Training Center

Belum ada realisasi

4

Penulisan Modul Mapping

Realisasi 23 modul

5

Rencana penggantian peralatan bengkel

4 prodi terealisasi 1 prodi masih dalam usulan

6

Pengembangan ruang kelas eksklusif

Terrealisasi

7

Bekerjasama dengan lembaga sertifikasi

Terrealisasi dengan 3 lembaga

8

Sebagai tempat uji kompetensi

Masih dalam rintisan

9

Menyelenggarakan pendidikan formal setingkat Diploma IV

Belum ada realisasi

10

Pengembangan Smart Building

Pra Desain

 

 

3.      SUMBER DAYA MANUSIA

 

a.      Keberadaan Sumber Daya Manusia

 

Sumber daya manusia di Departemen Bangunan terdiri dari Laboran 3 orang dan Widyaiswara 27 orang serta Instruktur muda 1 orang. Dalam perkembangannya pada akhir tahun 2014 Sumber daya manusia di Departemen Bangungan terdiri dari 3 orang Laboran, satu orang Widyaiswara pindah di Departemen Edukasi dan 1 orang Widyaiswara meninggal dunia sehingga Widyaiswara yang masih eksis sejumlah 25 Orang. Sedang satu orang Instruktur Muda ditarik menjadi Pengembang Teknologi pembelajaran, lebih rinci diperlihatkan pada grafik sebagai berikut :

 

 

 

b.      Umur

 

Struktur umur Sumber Daya Manusia Departemen Bangunan, usia 36 s.d 40 tahun berjumlah 1 orang, usia 41 s.d 45 tahun berjumlah 1 orang, usia 46 s.d 50 tahun berjumlah 5 orang, usia 51 s.d 55 tahun berjumlah 55 tahun, usia 56 s.d 60 tahun berjumlah 5 orang. Sehingga pada tahun 2022 mendatang Sumber Daya Manusia Di Departemen bangunan tinggal 7 orang kalau tidak diantisipasi dengan regenerasi. Berikut diperlihatkan struktur umur Sumber Daya Manusia di Departemen Bangunan :

 

 

 

c.      Pangkat dan Golongan

 

Struktur Golongan Kepangkatan Sumber Daya Manusia di Departemen Bangunan adalah golongan IIb 2 orang, golongan IIIa 1 orang, golongan IIIb 3 orang, golongan IIId 2 orang, golongan IVa 6 orang, golongan IVb 11 orang, golongan IVc 6 orang. Berikut diperlihatkan struktur golongan kepangkatan sebagai berikut :

 

 

 

d.    Latar Belakang Pendidikan

 

Sumber Daya Manusia di Departemen Bangunan dilihat dari struktur pendidikan adalah, lulusan SMP 1 orang, lulusan SMA/SMK 2 orang lulusan S1 9 orang, lulusan S2 18 orang. Berikut diperlihatkan struktur pendidikan sebagai berikut :

 

 

 

e.      Dinas Luar

 

Selama 3 tahun terakhir jumlah Dinas Luar Sumber daya manusia di Departemen Bangunan terendah selama 3 hari, paling banyak 171 hari. Berikut diperlihatkan grafik dinas luar di Departemen Bangunan :       

 

Program Studi Desain dan Perencanaan

 

 

 

 

 

Program Studi Survey dan Pemetaan

 

 

 

 

 

 

 

Program Studi Teknologi Batu dan Beton

 

 

 

Program Studi Teknologi Kayu

 

 

 

Program Studi Plumbing Dan Sanitasi

 

C.   REKOMENDASI

 

1.      Regenerasi

 

Pada tahun 2016 Widyaiswara di Departemen Bangunan sudah ada yang pensiun, berturut – turut tahun 2017, tahun 2018 dan seterusnya sampai dengan tahun 2022 Widyaiswara akan habis. Perlu dipikirkan suatu strategi regenerasinya.

 

2.      Pengembangan Organisasi

 

Pengembangan organisasi perlu ditindaklanjuti oleh manajemen Departemen Bangunan di masa mendatang, adalah sebagai berikut :

 

No

Kegiatan

Realisasi

1

Pembuatan logo Departemen Bangunan

Masih dalam konsep

2

Desain Bengkel 34,35 dan 36

Belum ada realisasi

3

Perencanaan peralatan Training Center

Belum ada realisasi

4

Penulisan Modul Mapping

Realisasi 23 modul

5

Rencana penggantian peralatan bengkel

4 prodi terrealisasi 1 prodi masih dalam usulan

6

Pengembangan ruang kelas eksklusif

Terrealisasi

7

Bekerjasama dengan lembaga sertifikasi

Terrealisasi dengan 3 lembaga

8

Sebagai tempat uji kompetensi

Masih dalam rintisan

9

Menyelenggarakan pendidikan formal setingkat Diploma IV

Belum ada realisasi

10

Pengembangan Smart Building

Pra Desain