Memahami Dasar-Dasar Pekerjaan Finishing Bangunan Gedung

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Monday, 25 May 2015 Published Date Written by uberlin

Memahami Dasar-Dasar Pekerjaan Finishing Bangunan Gedung

Uberlin

Abstrak

pekerjaan finishing adalah pekerjaan akhir dari sebuah kegiatan pembangunan dalam rangka menutupi, melapisi dan memperindah dari sebuah bangunan atau konstruksi tersebut. Dalam rangka melakukan efisiensi terhadap pekerjaan finishing maka kesalahan-kesalahan pekerjaan awal harus dihindari.

Manfaat dari pekerjaan finishing adalah menambah nilai estetika, merapikan, melapisi dan meningkatkan keawetan bangunan gedung.

Pekerjaan finshing terdiri dari pekerjaan finishing basah dan pekerjaan finishing kering, finishing basah meliputi : pasangan batu bata, plesteran, acian, pekerjaan cat, pasangan tegel keramik dan pasangan granit, sedangkan finishing kering adalah pekerjaan yang dalam aplikasinya tidak menggunakan air sebagai medianya yang meliputi : pekerjaan Wall Paper, dinding partisi, karpet, dinding enamel dll

Kata kunci : pekerjan finishing, finishing kering,finishing basah, dekorasi.

A.           Pengertian dasar pekerjaan finishing.

Pada dasarnya pekerjaan finishing adalah pekerjaan akhir dari sebuah kegiatan pembangunan gedung, jembatan, jalan maupun sebuah kegiatan lainnya.

Pekerjaan finishing merupakan pekerjaan yang memakan biaya yang tidak sedikit oleh sebab itu seharusnya di hindari, untuk mereduksi pekerjaan finishing memang tidak mudah tetapi dapat dilakukan dengan mengurangi kesalahan dan meningkatkan kualitas produksi serta kompetensi tenaga kerja pada pekerjaan tersebut.

Pekerjaan finishing adalah upaya untuk menghaluskan dengan menambah beberapa assesoris sehingga bangunan tersebut menjadi lebih indah.

Dengan melihat pemahaman tersebut diatas maka dapat disimpulkan bahwa pekerjaan finishing adalah pekerjaan akhir dari sebuah kegiatan pembangunan dalam rangka menutupi, melapisi dan memperindah dari sebuah bangunan atau konstruksi tersebut

Adapun pekerjaan finishing dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :

a.            Pekerjaan finishing basah yaitu pekerjaan finishing yang dalam aplikasinya menggunakan air sebagai medianya yang meliputi pasangan batu bata, plesteran,acian, pasangan tegel keramik, pasangan granit dan pekerjaan pengecatan.

b.     Sedangkan pekerjaan finishing kering yaitu pekerjaan yang dalam aplikasinya tidak menggunakan air sebagai medianya yang meliputi : pekerjaan Wall Paper, dinding partisi, karpet, dinding enamel dll.

 

Gbr.1. Salah satu pekerjaan finishing basah

Finishing basah adalah seluruh kegiatan pekerjaan finishing yang pada proses pengerjaan bahan dasarnya berhubungan dengan bahan cair, contohnya pada pekerjaan pengecatan dimana untuk mencampurnya agar dapat diaplikasikan menggunakan air.

  Gbr.2 Salah satu pekerjaan finishing pasang bata ringan

Sedangkan finishing kering adalah seluruh kegiatan pekerjaan finishing yang pada proses pengerjaan bahan dasarnya tidak berhubungan secara langsung dengan bahan cair, contohnya pada pekerjaan pemasangan wall paper, parket dan dinding partisi.

 

                   Gbr.3. Pekerjaan finishing kering pasang parket

B.           Fungsi Pekerjaan Finishing.

Berdasar penjelasan diatas maka pekerjaan finshing cukup mahal namun tetap dibutuhkan sebab pekerjaan tersebut memberi nilai tambah dari sebuah konsep membangun dari sebuah kegiatan pemabngunan.

Adapun fungsi dari pekerjaan finshing adalah :

 

Gbr.5.Hasil dari pekerjaan finishing

C.           Jenis dan Macam Pekerjaan Finishing .

Seperti penjelasan diatas bahwa pekerjaan finishing basah adalah merupakan pekerjaan finishing yang dalam proses pengerjaannya berhubungan dengan bahan cair sehingga dapat diidentifikasikan sebagai berikut, antara lain:

 

1.            Pekerjaan Finishing Basah

Pasangan batu bata dapat dikategorikan pekerjaan finishing dengan mengacu pada pengertian pekerjaan finishing yaitu untuk menutupi bagian bangunan dan jika pasangan bata tersebut di ekspose atau tanpa diplester sehingga nampak keindahan pasangan batu batanya.

 

                      

Gbr.6. Pasangan bata ekspose

Pasangan tegel keramik berfungsi untuk memberikan keindahan dan kebersihan dari sebuah bangunan gedung, dengan corak warna dan pola yang dipilih maka bangunan mejadi indah dan berkualitas.

Pemasangan tegel keramik pada dinding dan lantai dapat diaplikasikan dengan dua cara yaitu cara tebal dan cara tipis.

Cara tebal yaitu cara mengaplikasikan keramik dimana spesi adalah campuran semen dan pasir dengan komposisi 1 pc : 2 ps dengan ketebalan spesi 1 cm – 2cm.

Sedangkan cara tipis adalah metode mengaplikaiskan tegel keramik dengan mengunakan bahan dry mix (campuran kering yang sudah siap pakai), dimana komposisi sudah sesuai dengan standar industri dan memiliki tingkat keplastisan yang bagus.

 

                                      

 Gbr.7.Pasangan tegel keramik

Plesteran merupakan salah satu lapisan penutup yang berfungsi untuk melindungi dan menutupi permukaan batu bata agar permukaan menjadi rata dan terlindung dari pengaruh cuaca, sehingga bangunan menjadi lebih awet dan sehat.

Pasangan granit menrupakan lapisan penutup yang terdiri dari dua macam cara pengerjaan yaitu cara basah dan cara kering, jadi keramik atau granit dapat dikelompokan pada dua jenis pekerjaan finishing.

 

                                                     

 

 

 

 

 

 

 

Gbr.8.Pasangan batu alam pada tembok

Pengecatan akan memperindah konstruksi bangunan dengan variasi warna yang berbeda membuat bangunan akan menjadi indah namun ketahanan terhadap pengaruh cuaca menjadikan pekerjaan finishing ini tidak awet.

 

     

 

  

   

Gbr.9.Aplikasicat pada tembok

Finishing permukaan beton dilakukan agar permukaan menjadi rata, padat dan halus sehingga terlihat lebih bagus, disamping itu dapat juga dibuat teksture dengan efek-efek tertentu sehingga menampilkan permukaan beton yang lebih menarik.

Adapun finishing permukaan beton dapat diaplikasikan seperti hard finish, epoxy, grinding, finishing sudut dan lain-lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                   

   Gbr.10.Finishing sudut

D.           Pekerjaan Finishing Kering

                    

 

Gbr. 11.Contoh pasangan wallpaper pada dinding.

 

Gbr.11.Contoh pasangan karpet pada lantai.

 

 

 

                                         

 

            Gbr. 12.Contoh pasangan parket

 

Kesimpulan.

Pekerjaan Finishing adalah merupakan proses pekerjaan akhir dalam rangka memperbaiki, menutupi atau melapisi,meningkatkan keawetan bangunan serta memperindah sebuah pekerjaan bangunan. pekerjaan finshing diupayakan se efisien mungkin untuk menekan biaya pekerjaan yaitu dengan meningkatkan kualitas pekerjaan sebelumnya. pekerjaan finishing meliputi pekerjaan finishing basah dan finishing kering

 

Daftar Pustaka.

Susanta, Gatut, Panduan Lengkap Membangun Rumah,Jakarta,  Penebar Swadaya, 2001.

PPPPTK/VEDC, Job Sheet, Pemasangan Tegel Keramik, Malang 2010

Sudarwati, Memilih, Memasang, Merawat Keramik ,Jakarta,Penebar Swadaya, 2006

Susanta, Gatut, Lantai,Jakarta,  Penebar Swadaya, 2007.

Susanta, Gatut, Dinding ,Jakarta,  Penebar Swadaya, 2007

Ismaya, Bayu dkk, Mengatasi Kerusakan Rumah ,Jakarta,  Penebar Swadaya, 2006

Kusjuliadi , Danang. Membangun Rumah Kuat dan Artistik, Jakarta,  Penebar Swadaya, 2007

http://properti.kompas.com/read/2012/05/16/17053023/7.Langkah.Mengganti.Lantai.Parket.yang.Rusak

http://blog.ubinkayu.com/info/renovasi

http://www.pasangkarpetkantor.com/2010_11_01_archive.html