KAJIAN TENTANG FASILITAS PARKIR SEPEDA MOTOR DI SEKOLAH

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Monday, 25 May 2015 Published Date Written by tukiman

KAJIAN TENTANG FASILITAS PARKIR SEPEDA MOTOR DI SEKOLAH

tukimanvedc@yahoo.com

Abstrak

Bagi kalangan anak Sekolah di SMK/SMA sepeda motor adalah kendaraan yang sudah biasa dipakai untuk transportasi  ke sekolah setiap hari, karena selain mudah dikendarai, alat tranportasi ini sangat pleksibel mana kala jalan macet/ padat dapat dengan mudah mereka mencari jalan yang tidak padat.

Banyaknya kendaraan ini membuat pengguna jalan harus hati- hati agar tidak terjadi kecelakaan, selain itu dengan banyaknya anak sekolah membawa sepeda motor yang terjadi di sekolah tidak tersedia tempat parkir yang cukup untuk menampung sejumlah kendaraan yang dibawa oleh siswa, dengan demikian harus ada pemecahan supaya sekolah juga bisa menyediakan fasilitas yang cukup untuk parkir untuk itu muncul beberapa usaha untuk mendapatkan tempat parkir.

Permasalahan Apakah disekolah yang ada di perkotaan telah mempunyai lahan parkir yang cukup untuk menampung jumlah kendaraan para siwa/siswinya ?Apakah Belum ada tata kelola  parkir disekolah yang dikelola dengan baik, aman dan efisien?

Langkah penelitian ini adalah, melakukan observasi kesekolah- sekolah di kota Malang, melakukan interview kepada pengguna parkir melalui angket yang telah disiapkan dan studi litelatur, hasilnya di olah dan akhirnya di rangkum.

Hasil penelitian ini dapat disampaikan sebagai berikut:

Dengan meningkatnya harga tanah di kota maka lahan menjadi mahal sehingga dalam membangun komplek sekolah baru atau pengembangan sekolah yang lama, lahan parkir tidak menjadi prioritas, yang utama masih pada sarana gedung teori, lab, bengke/worshop dan tempat olah raga.

Parkir kendaraan menjadi di kenal setelah banyaknya kendaraan dan banyaknya usaha parkir legal dan tidak legal, sedang sekolah belum menerapkan manajemen parkir yang baik, bahkan hanya pekerjaan sampingan penjaga sekolah/ tukang kebun sekolah, yang mana mereka tidak terlalu tahu tentang manajemen parkir

 Kata kunci    : parkir, sepeda motor, sekolah

 I.       PENDAHULUAN

1.1.    Latar belakang

Sepeda motor adalah kendaraan beroda dua yang digerakkan oleh sebuah mesin denganmenggunakan paling sedikit dua roda yang letak kedua rodanya  sebaris lurus dan pada kecepatan tinggi sepeda motor tetap stabil disebabkan oleh gaya giroskopik. Sedangkan pada kecepatan rendah, kestabilan atau keseimbangan sepeda motor bergantung kepada pengaturan setang oleh pengendara. Penggunaan sepeda motor di Indonesia sangat populer karena harganya yang relatif murah, terjangkau untuk sebagian besar masyarakat dan lagi pula penggunaan bahan bakarnya serta biaya operasionalnya cukup murah.

Menurut sejarahnya sepeda motor merupakan pengembangan dari sepeda konvensional yang lebih dahulu ditemukan pada tahun 1868, oleh Michaux ex Cie, yaitu suatu perusahaan pertama di dunia yang memproduksi sepeda dalam skala besar, dimulai mengembangkan mesin uap sebagai tenaga penggerak sepeda, Namun usaha tersebut masih belum berhasil dan kemudian dilanjutkan oleh Edward Butler, seorang penemu asal Inggris. Butler membuat kendaraan roda tiga dengan suatu motor melalui pembakaran dalam, Sejak penemuan tersebut, semakin banyak dilakukan percobaan untuk membuat motor dan mobil. Salah satunya dilakukan oleh Gottlieb Daimler dan Wilhelm Maybach dari Jerman.

Kedua penemu tersebut bertemu ketika bekerja bersama di Deutz-AG-Gasmotorenfabrik, produsen mesin stasioner terbesar pada tahun 1872. Pemilik Deutz-AG-Gasmotorenfabrik yang bernama Nikolaus Otto berhasil membuat mesin empat langkah atau yang disebut juga mesin empat tak dan penemuan tersebut dipatenkan pada tahun 1877. Pada tahun 1880Daimler dan Maybach mendirikan sebuah bengkel di Suttgart dan kemudian pada tahun 1885, keduanya menciptakan karburator untuk mencampur bensin dan udara sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar mesin empat tak . Mereka mengembangkan mesin empat tak tersebut menjadi silinder 100 cc dan meletakkan mesin tersebut pada sebuah sepeda kayu  disebut sebagai Reitwagen ("riding car") dan menjadi sepeda motor pertama di dunia.

Dengan perkembangan yang sangat pesat sepeda motor ini sampai sekarang, kendaraan ini di Indonesia menjadikendaraan utama/ tulang punggung transportasi jarak pendek yang sangat mendukung kebutuhan para pemakai untuk mendukung kegiatanya  dalam  bekerja sehari- hari  misalnya ke pabrik, kantor, proyek, pasar, sekolahdan kebutuhan pengantaran lain yang murah.

Populasi kendaraan ini makin lama semakin banyak sehingga untuk kebutuhan kesekolah para siswa/siswi banyak menggunakan kendaraan ini setiap pergi ke sekolah dan akhirnya terjadilah penumpukan sepeda dihalaman sekolah, dengan demikian  banyak terjadi di sekolah- sekolah di kota yang hanya mempunyai halaman sempit dan tidak lagi mampu menampung kendaraan para siswanya dan perlu dicari solusinya.

1.2.        Rumusan  masalah

a)    Apakah disekolah yang ada di perkotaan telah mempunyai lahan parkir yang cukup untuk menampung jumlah kendaraan para siwa/siswinya ?

b)    Apakah Belum ada tata kelola  parkir disekolah yang dikelola dengan baik, aman dan efisien?

1.3.        Tujuan dan manfaat

Adapun tujuan penelitian ini hasilnya diharapkan dapat memberikan masukan serta bahan pertimbangan dalam membangun/ mengembangkan sekolah yang  mana diharapkan perencanaan sekolah mampu mengakomodasi kebutuhan parkir pada sekolah dan selain itu dapat dipakai sebagai bahan referensi khususnya yang berkaitan dengan parkir, meskipun perparkiran telah ada dimana- mana namun belum menyelesaiakan masalah, karena kebutuhan terus meningkat sedang lokasi terbatas sehingga dengan demikian tujuan nya adalah untuk mendapatkan alternatif solusi pagi para pengelola sekolah agar fasilitas parkir di sekolah dapat disediakan dengan kenyamanan, keamanan dan ketertipan agar para siswa dalam mengikuti kegiatan belajar tidak terganggu oleh rasa ketidak tenteraman, sedang manfaatnya adalah penambah pengetahuan dan pengalaman pagi peneliti dan diharapkan di masa mendatang bisa selalu ditingkatkan kemampuan untuk melakukan penelitian.

1.4.        Metodologi Penelitian

Metode yang kami lakukan adalah dengan mencari literature dari buku, Internet, survai di Sekolah Lanjutan Atas(SLA) Negeri yang ada di Malang dan wawancara pada sekolah- sekolah yang dipakai populasi, dengan alur penelitian sebagai berikut:

Alur Penelitian:

 

 
 
 
 
 

Gambar 1: Bagan alur penelitian

 

II.    LANDASAN TEORI

Kajian Teoretis

2.1.  irih Sudirahardjo (2004) Undip, Analisis Kebutuhan Ruang Parkir di Pasar Bandarjo Ungaran

Penyediaan fasilitas pelayanan parkir Off Street harus diikuti dengan pengelolaan atau manajemen yang baik dan selain itu mengupayakan kebijakan subsidi atau kebijakan pemberlakuan tarif progresif. Untuk mencukupi ruang parkir maka dapat diambil langkah untuk kondisi saat Ini  membuka lahan parkir baru, atau  mengembangkan parkir menjadi 2 lantai dengan lantai 2 sebagai area parkir.

 

 2.2. Rahayu Widhiastuti1), Eka Priyadi2), Akhmadali 3 (2013) Untan,Evaluasi dan Analisis Kebutuhan Ruang Parkir di Kampus Politeknik Negeri Pontianak (Polnep)

Analisis kebutuhan parkir sepedamotordengan 1050 SRP yang ada saat ini,kebutuhan ruang parkir sepeda motor diPolnep sudah tidak dapat mencukupikapasitas parkir sepeda motor yang ada, terbuktidengan kapasitas parkir yang ada sebesar 220SRP/kendaraan/jam, padahal denganpermintaan pada puncak parkirsebesar 1443 SRP/kendaraan/jam Nilai IP > 1 pada pukul 6.30 s.d.16.30 WIB. Ini menunjukkanakumulasi parkir di daerah studimelebihi kapasitas parkir yang ada.Nilai IP maksimum sebesar 5,45 makakebutuhan parkir berdasarkan akumulasimaksimum untuk sepeda motoradalah sebanyak minimal 5,45  265 =1443 SRP. Berarti, perlu penambahanruang parkir minimal sebanyak 1443 –1050 = 393 SRP sepeda motor.

 

2.3.    PP No.43 tahun 1993, tentang Prasarana dan Lalu lintas Jalan

DefinisiParkirsuatu keadaan dimana kendaraan tidak bergerak dalam jangka waktu tertentu (tidak bersifat sementara), sedangkan Indeks Parkir (IP), adalah ukuran untuk menyatakan penggunaan panjang jalan dan dinyatakan dalam persentase ruang yang ditempati oleh kendaraan parkir.IP = (Akumulasi x 100%) / Petak Parkir Tersedia. Rata-rata Durasi Parkir, adalah nilai rata-rata lama waktu parkir dari semua kendaraan.

D = (d1 + d2 + … + dn) / n, d1 ... dn → durasi kendaraan ke 1 s/d ke n, n → jumlah kendaraan yang parkir. Jumlah ruang parkirZ = ( Qp x D ) / T, Qp→∑ kendaraan yang parkir per periode waktu tertentu, semisal dari jam 07:00 s/d 19:00, D → rata-rata durasi parkir (jam), T → lamanya periode pengamatan (jam), satuan ruang parkir (SRP).

Ukuran luas efektif untuk meletakkan kendaraan (mobil penumpang, bus/truk, atau sepeda motor), termasuk ruang bebas dan lebar buka pintu untuk hal-hal tertentu bila tanpa penjelasan,

 

III.        PEMBAHASAN

Tata kelola Parkir di negara maju lebih baik dibanding dengan Negara berkembang,selain itu pengendara mematuhi aturan peraturan parkir yang ada,sedangkan di negara berkembang adalah terjadi sebaliknya,  meskipun ada tukang parkir tetapi tidak melakukan dan patuh dalam mengatur kendaraan, sedang situasi parkir di Sekolah adalah sebagai berikut:

3.1.    Mempunyai lahan parkir yang cukup untuk menampung jumlah kendaraan para siswa/ siswinya:

Keadaan sekolah di perkotaan pada umumnya hampir mempunyai masalah yang sama yaitu tentang keterbatasan lahan, namun ada beberapa sekolah yang masih mempunyai lahan yang cukup untuk mengembangkan area parkir dan sarana umum lainya.dari sekolah – sekolah yang di pakai untuk penelitian ini adalah hasilnya sebagai berikut: dari 24 sekolah sampel, yang mempunyai lahan parkir bernilai cukup(3) ada 9 sekolah dan bernilai kurang(2) ada 9 sekolah, sedangkan yang lainya bernilai baik(4), ini menunjukan bahwa makin tahun makin berkurang, karena semua sampel ini adalah diambil dari sekolah negeri  yang pada umumnya waktu pendirian sekolah tersebut telah memenuhi lahan sebagai sekolah lihat grafik sbb:


Gambar 2: Data lahan parkir setiap sekolah

 

3.2.    Tata kelola  parkir disekolah yang dikelola dengan baik, aman dan efisien:

Tata kelola Parkir dapat disampaikan bahwa pada umumnya parkir di sekolah dikelola cukup sampai baik, ini membuktikan di sekolah sebetulnya ada penjaga sekolah yang juga bertugas serabutan,karena terbatasnya tenaga maka penjaga parkir juga berfungsi penjaga keamanan sekolah, ada 2 sekolah atau (8,33%) bernilai kurang dari cukup, ini semuanya dikarenakan tempat parkir yang tidak memenuhi syarat, sehingga mengalami kerepotan, dilihat dari grafik ini tidak ada pengelolaan parkir yang mendapat nilai lebih dari 4.Ini menunjukan tata kelola parkir di sekolah belum ada yang sangat baik.


 Gambar 3: Data Tata kelola  parkir di sekolah.

Tingkat Keamanan parkir di sekolah adalah relative aman meskipun ada beberapa sekolah sering terjadi kehilangan, dari hasil grafik dibawah bahwa tingkat keamanan parkir disekolah yang mendapat nilai 2 hanya satu sekolah atau(4,17%) ini menandakan sebagian besar sekolah masih dalam kelompok cukup sampai baik (91,66%) sedangkan nilai sangat baik satu sekolah atau (4,17%)


 Gambar 4: Data Tingkat Keamanan parkir.

 

IV.    KESIMPULAN SARAN

4.1.    Kesimpulan:

Memperhatikan dari uraian pembahasan diatas maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: untuk luasan parkir di sekolah pada umumnya masih ada kemungkinan bisa di kembangkan asal dalam mengembangkanya memperhatikan efektifitas lahan, misalnya bisa dilakukan bertingkat, pengelolaan parkir masih sederhana, apabila dengan manajemen yang baik dapat lebih efektif,sedang keamanan parkir meskipun menajemen yang sederhana rata- rata sekolah yang dipakai penelitian ini masih relatif aman.

4.2.    Saran:

Parkir secara Umum dapat menggunakan Siklus Periode Parkir, Parkirsiklus umumnya diperlukan untuk 3 periode waktu yaitu:

a.    Jangka Pendek <2 jam;

b.    Jangka Menengah 2-12 Jam;

c.    Jangka Panjang> 12 Jam

Namun untuk sekolah kelihatanya tidak mungkin, karena siswa belajar/ berada di sekolah sesuai jadwal sekolah dan jam belajar.

Persyaratan Umum Parkir, Fasilitas parkir hendaknya harus mempunyai persyaratan sebagai berikut :

a.    Berlokasi yang straregis;

b.    Aman;

c.    Mudah digunakan;

d.    Terlihat secara nyata ;

e.    Disukai;

f.     Terlindung.

Disarankan bahwa fasilitas parkir harus ditempatkan sedekat mungkin dengan pintu masuk, dimaksudkan untuk melayani agar kenyamanan dan keamanan dapat dimaksimalkan serta dalam pandangan yang jelas.

Stand parkir ditempatkan dalam lorong gelap atau di belakang tidak akan menarik karena,dalam hal keamanan dan kenyamanan tidak mungkin tercapai.

Untuk penelitian lebih lanjut disarankan penelitian yang berkaitan pada  jumlah kendaran setiap satuan luas, dan perhitungan menyangkut biaya secara ekonomis

 

V.  DAFTAR PUSTAKA

Ririh Sudirahardjo (2004).Analisis Kebutuhan parkir di Pasar Bandarjo Ungaran, Journal Pilar http://eprints.undip.ac.id/4635/1/RIRIH_SUDIRAHARDJO.pdf, diunduh Pebruari 2015

 

Rahayu Widhiastuti. at all,(2013) Evaluasi dan Analisis Kebutuhan Ruang Parkir di Kampus Politeknik Negeri Pontianak,Journal Teknik Sipil Untan,Volume 13 nomor 1 http://www.academia.edu/11332128/Evaluasi_dan_Analisis_KebutuhanRuang_Parkir_di_Kampus_Politeknik_Negeri_Pontianak, diunduh Pebruari 2015

 

Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 tahun 1993 Tentang Prasarana dan lalu  lintas jalan Presiden Republik Indonesia, jakarta

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG