MENGENAL GAYA BELAJAR

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Monday, 04 December 2017 Published Date Written by Super User

Oleh: Supono, S.Pd., ST., MT. (Widyaiswara Departemen Bangunan PPPPTK BOE Malang)

Pernahkah kita melihat seorang anak yang sedang belajar sambil mendengarkan musik atau menonton televisi tanpa merasa terganggu? Atau kita melihat seorang siswa yang suka menyendiri untuk belajar agar tidak terganggu temannya? Nah, keadaan seperti itu sering kita temui di sekitar kita. Atau mungkin juga anak kita sendiri yang melakukan hal tersebut. Kita dibuat tidak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh anak kita ketika ia belajar, yang menurut kita, kita tidak bisa melakukan hal seperti itu. Dari beberapa sumber yang pernah kita baca, kita bisa tahu bahwa tenyata masing-masing anak mempunyai cara sendiri untuk belajar. Cara belajar yang dilakukan seseorang, dalam ilmu pendidikan, dinamakan gaya belajar.

Rita Dunn, seorang pelopor di bidang gaya belajar, telah menemukan banyak variabel yang mempengaruhi cara belajar seseorang. Gaya belajar melibatkan beberapa faktor, antara lain faktor fisik, emosional, sosiologis, dan lingkungan. Sebagian orang, misalnya, dapat belajar paling baik secara berkelompok, sedang yang lain lagi memilih adanya figur otoriter seperti orang tua atau guru, yang lain lagi merasa bahwa bekerja sendirilah yang paling efektif bagi mereka. Ada orang-orang yang memerlukan lingkungan kerja yang teratur dan rapi, tetapi yang lain lagi lebih suka menggelar segala sesuatunya supaya semua dapat terlihat.

Menurut DePorter & Hernacki, ada tiga macam gaya belajar yaitu visual, auditorial, dan kinestetik. Orang visual belajar melalui apa yang mereka lihat, pelajar auditorial melakukannya melalui apa yang mereka dengar, dan pelajar kinestetik belajar lewat gerak dan sentuhan. Pada umumnya kita belajar dengan menggunakan ketiga gaya tersebut sesuai dengan situasinya untuk mempelajari hal tertentu. Namun pada akhirnya seseorang akan cenderung belajar dengan menggunakan salah satu gaya belajar di antara ketiga gaya belajar tersebut.

Bagaimana kita bisa mengenali gaya belajar yang kita sukai? Salah satu caranya yaitu dengan memperhatikan perilaku kita ketika menghadiri seminar. Apakah kita menyerap lebih banyak informasi dari membaca makalah atau dengan mendengarkan penyajinya? Orang-orang auditorial lebih suka mendengarkan materinya dan kadang-kadang kehilangan urutannya jika mereka mencoba mencatat materinya selama presentasi berlangsung. Orang-orang visual lebih suka membaca makalah dan memperhatikan ilustrasi yang ditempelkan pembicara di papan tulis. Mereka juga membuat catatan-catatan yang sangat baik. Pelajar kinestetik lebih baik dalam aktivitas bergerak dan interaksi kelompok.

Banyak ciri-ciri perilaku lain yang merupakan petunjuk kecenderungan gaya belajar kita. Ciri-ciri berikut ini akan membantu kita untuk mengenali dan menyesuaikan gaya belajar yang terbaik bagi kita.

 

Orang-Orang Visual

Orang-Orang Auditorial

Orang-Orang Kinestetik

-   rapi dan teratur

-   berbicara dengan cepat

-   perencana dan pengatur jangka panjang yang baik

-   teliti dan detail

-   mementingkan penampilan, baik dalam hal pakaian maupun presentasi

-   pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka

-   mengingat apa yang dilihat dari pada yang didengar

-   mengingat dengan asosiasi visual

-   biasanya tidak terganggu oleh keributan

-   mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya

-   pembaca cepat dan tekun

-   lebih suka membaca dari pada dibacakan

-   membutuhkan pandangan dan tujuan yang menyeluruh dan bersikap waspada sebelum secara mental merasa pasti tentang sesuatu masalah atau proyek

-   mencoret-coret tanpa arti selama berbicara di telepon dan dalam rapat

-   lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain

-   sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat ya atau tidak

-   lebih suka melakukan demonstrasi dari pada berpidato

-   lebih suka seni dari pada musik

-   seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai memilih kata-kata

-   kadang-kadang kehilangan konsentrasi ketka mereka ingin memperhatikan

-     berbicara kepada diri sendiri saat bekerja

-     mudah terganggu oleh keributan

-     menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca

-     senang membaca dengan keras dan mendengarkan

-     dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama, dan warna suara

-     merasa kesulitan untuk menulis, tetapi hebat dalam bercerita

-     berbicara dalam irama yang terpola

-     biasanya pembicara yang fasih

-     lebih suka musik dari pada seni

-     belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat

-     suka berbicara, suka berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu panjang lebar

-     mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan visualisasi, seperti memotong bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain

-     lebih pandai mengeja dengan keras dari pada menuliskannya

-     lebih suka gurauan lisan dari pada membaca komik

-     berbicara dengan perlahan

-     menanggapi perhatian fisik

-     menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka

-     berdiri dekat ketika berbicara dengan orang

-     selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak

-     mempunyai perkembangan awal otot-otot yang besar

-     belajar melalui manipulasi dan praktik

-     menghafal dengan cara berjalan dan melihat

-     menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca

-     banyak menggunakan isyarat tubuh

-     tidak dapat duduk diam untuk waktu lama

-     tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang telah pernah berada di tempat itu

-     menggunakan kata-kata yang mengandung aksi

-     menyukai buku-buku yang berorientasi pada plot, mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca

-     kemungkinan tulisannya jelek

-     ingin melakukan segala sesuatu

-     menyukai permainan yang menyibukkan

 

Referensi:

Bobbi DePorter & Mike Hernacki. 2011. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan (Terjemahan). Penerbit Kaifa, Bandung, Cetakan XXX.