PEMANFAATAN LIMBAH TEGEL KERAMIK MENJADI BETON BERTULANG

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Thursday, 11 April 2013 Published Date Written by Bambang Sugiyanto

PEMANFAATAN LIMBAH TEGEL KERAMIK MENJADI BETON BERTULANG 

Oleh : Bambang Sugiyanto (Widyaiswara   Dep. Bangunan PPPPTK BOE Malang) 

       Banyak cendekiawan dan bahkan yang hanya sekedar berkomentar bahwa BUMI kita saat ini sudah sangat tercemar oleh berbagai polusi yang ditimbulkan oleh industri yang biasanya berupa limbah cair maupun padat, kendaraan bermotor dan lain lain  seperti yang dikatakan Heinz Frick (1997).  Pencemaran tanah juga diakibatkan oleh industri bahan bangunan, salah satunya adalah bahan-bahan yang sulit membusuk seperti tegel keramik, tegel keramik yang tertimbun didalam tanah sangat sulit terurai kembali menjadi tanah, kecuali jika dihancurkan terlebih dahulu dan itupun butuh waktu kira kira 100 tahun untuk kembali menjadi tanah yang bisa dijadikan lahan pertanian. Sangat mungkin tanah yang dicemari akan menumbuhkan bahan makanan yang kurang sehat bagi manusia. 

Limbah tegel keramik sortiran dari pabrik maupun dari bongkaran bangunan sangat mengganggu lingkungan baik tertimbun maupun tidak tertimbun didalam tanah.Bagaimana memanfaatkan limbah tersebut agar bermanfaat bagi manusia, tentu saja tidak mudah mendapatkan jawabannya, sebagai alternatif limbah tegel keramik dimanfaatkan untuk bahan campuran beton. 

      Yang dimaksud dengan limbah tegel keramik disini adalah tegel keramik yang tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya akibat ketidak sempurna dan tidak sesuai dengan standar, tegel yang mengalami kerusakan sehingga menjadi barang sortiran, tegel bongkaran yang sering terjadi karena berubahnya fungsi ruang atau bagunan   lama menjadi baru dan lain lain. Limbah tegel keramik tersebut biasanya dibuang begitu saja tanpa mempertimbangkan efek yang akan terjadi di lingkungan sekitar, walaupun pembuangannya di lokasi yang memang telah disediakan untuknya seperti untuk urugan atau peninggian tanah bangunan. 

      Sedangkan definisi  beton menurut  PBI 1971 adalah bahan yang diperoleh dengan mencampurkan agregat halus, agregat kasar, semen portland dan air.pecampuran beton harus mempertimbangkan transportasi, alat yang dipergunakan untuk memadatkan, karena mutu beton ditentukan oleh perbandingan campuran, mutu agregat, pelaksanaan serta perawatanya.  Semakin kental campuran beton akan semakin sulit dikerjakan, tetapi jika pengerjaanya sempurna maka akan diperoleh beton dengan mutu yang lebih baik jika dibandingkan dengan beton cair.  Perlu diperhatikan bahwa beton mempunyai waktu pengikatan terbatas karena bahan pengikatnya adalah semen, untuk itu dalam pengerjaanya harus sesuai dengan SII 0013-81 bahwa pengikatan awal semen jenis 1 adalah 45 menit dan pengikatan akhir 8 jam, hal tersebut juga tertulis pada acuan produk knowledge PT.Semen Gresik,  tetapi yang sering dilakukan dilapangan mengambil waktu maksimum 2 jam kecuali jika menggunakan bahan pembantu (admicture). 

Limbah tegel keramik yang berupa limbah padat yaitu terdiri dari pecahan pecahan keramik memilki masa yang padat dan keras, dengan demikian memungkinkan digunakan sebagai bahan campuran beton, dalam hal ini difungsikan sebagai pengganti pasir, utuk menjadikan limbah tegel keramik menjadi pasir caranya adalah dengan menggiling atau memecah limbah tersebut kemudian diayak dengan ayakan diameter  5 mm. Kemudian untuk mengetahui apakah limbah tegel keramik dapat difungsikan sebagai campuran beton atau tidak, dibuatlah pengujian dengan membuat kubus-kubus beton berukuran 15x15x15 cm dengan perbandingan campuran 1 semen : 2 limbah tegel keramik : 3 kerikil dengan faktor air semen 0,55.  Pembuatan dan pengujian benda uji menyesuaikan dengan PBI 1971 sebagai acuannya,  yaitu kubus beton yang telah dicetak ditunggu hingga berumur 28 hari baru dilakukan pengujian dengan mengikuti tata cara pengujian beton. Hasil pengujian menunjukan bahwa beton dengan menggunakan limbah tegel keramik sebagai pengganti pasir dapat diperoleh nilai kuat tekan rata-rata 277,662 kg/cm2 dengan berat jenis beton 2100,74 kg/m3. 

Dari hasil pengujian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa limbah tegel keramik dapat digunakan sebagai campuran beton setelah dikondisikan seperti pasir.  Beton yang dihasilkan bisa dikatagorikan beton struktur sederhana dengan kekuatan sedang atau setara dengan beton mutu K 125-K 175 yang mana hasil akhir dari pembuatan beton juga ditentukan oleh faktor pelaksanaan dan perawatannya, beton tersebut  bisa digunakan untuk pembetonan rumah tinggal maksimal lantai 2 atau rumah bertingkat 1, disamping manfaat tersebut juga diyakini dapat membantu mengatasi  PENCEMARAN LINGKUNGANutamanya pada lahan pertanian. 

Referensi 

1. Tata Surdia a,  Shinroku Saito, 1992. Pengetahuan Bahan Teknik, Buku edisi ke 2 Jakarta:Penerbit  PT. Pradnya Paramita.

2. Departemen Pekerjaan Umum,Badan Litbang PU. 1990.Tata cara perencanaan

     pencampuran beton (SKSNI T-15-1990.D3). Jkarta:Departemen Pekerjaan Umum.

3. Heinz Frick. 1999. Teknologi Bahan. PPPGT  Malang

4. Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971.1997. Bandung:Direktorat

    Penyelidikan Masalah Bangunan, Dirjen Cipta Karya, Departemen Pekerjaan

    Umum dan Tenaga Listrik.

5. Bambang Sugiyanto. 2012. Pemanfaatan limbah tegel keramik sebagai pengganti  

    pasir  untuk pembuatan beton. PPPPTK/VEDC Malang

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG