PENGETAHUAN KAYU

Print
Parent Category: ARTIKEL Category: Bangunan
Last Updated on Friday, 19 April 2013 Published Date Written by Andreas Mulyono

PENGETAHUAN KAYU

Oleh : Drs. Andreas Mulyono,MT.

Pohon

Kayu berasal dari pohon, pohon pada dasarnya terdiri dari akar, batang, cabang, ranting dan Daun. Akar adalah bagian dari pohon yang terletak pada bagian bawah yang umumnya berhubungan dengan tanah. Ada dua system perakaran, yaitu Akar Serabut dan Akar Tunggang. yang berguna untuk menyalurkan atau menghisap air, zat hara dan garam serta mineral-mineral dari dalam tanah (misalnya: fosfor, kalsium, kalium, asam kersik dan lain-lain) untuk disalurkan ke daun untuk diproses.

Batang adalah bagian pohon dimulai dari pangkal akar sampai ke bagian bebas cabang. Batang berfungsi sebagai tempat tumbuhnya cabang, ranting, tunas serta daun. Selain itu sebagai lalu lintas bahan makanan dari akar ke daun melalui kulit dalam. Menurut kegunaannya batang dapat digolongkan menjadi 4 golongan pemakaian yang berbeda beda, yaitu  :

Gambar 1. Pohon

1.Bagian pangkal umumnya tak bermata kayu, digunakan untuk kayu pertukangan yang baik.

2.Bagian tengah digunakan untuk indutri kayu ubah bentuk ( kertas, triplek dll)

3.Bagian percabangan biasanya dimanfaat untuk kebutuhan mebel maupun konstruksi industri kayu.

4.Bagian cabang dan ranting orang memanfaatkan untuk kebutuhan memasak sebagai bahan bakar.

Cabang, ranting dan daun adalah bagian yang terdapat pada bagian atas batang utama, yang pada setiap jenis pohon berbeda beda.

Perlu diketahui bahwa Indonesia memiliki sumber potensi hutan yang tidak sedikit, sekitar 4.000 lebih jenis kayu. Dari jumlah tersebut hanya sebagian kecil saja yang telah diketahui sifat serta kegunaannya dan jumlah ini pun masih juga belum memenuhi sasaran tujuan pemakaian. Sebagaian masyarakat masih cenderung menggunakan jenis kayu tertentu. Misal Pulau Jawa masih identik dengan kayu Jati. Demikian dengan Pulau Kalimantan yang identik dengan kayu Kampernya. Akibatnya jenis kayu lainnya yang justru mungkin memiliki potensi lebih besar belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat atau pengusaha mebel kayu.

Menurut perkiraan pada tahun 1980 an di Indonesia terdapat kurang lebih sebanyak 4.000 jenis kayu. Perkiraan ini didasarkan atas material herbarium yang telah dikumpulkan oleh Balai Penelitian Hutan dari berbagai wilayah hutan di Indonesia yang jumlahnya hampir mendekati 4.000 jenis pohon yang diameternya diatas 40 cm.Dari sejumlah kurang lebih 4.000 jenis kayu tersebut, sejumlah 400 jenis kayu mempunyai peranan penting dalam kebutuhan dibidang konstruksi  maupun kebutuhan dibidang furnitur, karena jenis tersebut sudah dimanfaatkan. Jenis-jenis kayu tersebut diatas dikelompokan kedalam kayu perdagangan sejumlah 120 jenis kayu perdagangan.

BAGIAN BAGIAN KAYU

Gambar 31. Penampang kayu gubal dan kayu teras

Gambar diatas  menunjukkan pohon yang mempunyai kayu gubal dan kayu teras, dengan nama lain pohon kayu teras. Perbedaan kayu teras dan kayu gubal tampak jelas. Kayu teras mempunyai warna gelap, terdapat di sebelah dalam batang dan bagian luarnya adalah kayu gubal berwarna terang.

 

Gambar 32. Penampang kayu gubal dan kayu masak

Gambar diatas menunjukkan pohon yang mempunyai kayu gubal dan kayu masak, tidak memiliki kayu teras. Pada pohon masak dari luar, perbedaan antara kayu teras dan kayu gubal tidak begitu jelas. Dari luar arah kedalam kelihatan warnanya makin gelap, maka dikatakan masak dari luar.

 

Susunan Kayu

 

Gambar 33. Bagian dari kayu

Dari gambar diatas, dapat dijelaskan bahwa kayu terdiri dari beberapa bagian.

A. Kulit

Adalah bagian yang terdapat pada bagian terluar, disini saya bedakanmenjadi dua bagian yaitu

Kulit luar yang mati, mempunyai ketebalan yang bervariasi menurut jenis pohon.

Kulit berfungsi sebagai pelindung bagian-bagian yang terdalam, terhadap kemungkinan pengaruh dari luar yang bersifat merusak, misalnya iklim, serangan serangga, hama, kebakaran serta perusak kayu lainnya. Selain itu berfungsi sebagai jalan bahan makanan dari daun ke bagian-bagian tanaman.

B.Kambium

Merupakan jaringan yang lapisannya tipis dan bening, melingkari kayu, ke arah luar membentuk kayu yang baru. Dengan adanya kambium maka pohon lambat laun bertambah besar. Pertumbuhan meninggi ditentukan oleh jaringan meristem. Kambium terletak antara kulit dalam dan kayu gubal.

C.Kayu gubal

Bagian kayu yang masih muda terdiri dari sel-sel yang masih hidup, terletak di sebelah dalam kambium dan berfungsi sebagai penyalur cairan dan tempat penimbunan zat-zat makanan. Tebal lapisan kayu gubal bervariasi menurut jenis pohon. Jenis yang tumbuh cepat mempunyai lapisan kayu gubal lebih tebal dibandingkan dengan kayu terasnya. Kayu gubal biasanya mempunyai warna terang.

D.Kayu teras

Terdiri dari sel-sel yang dibentuk melalui perubahan-perubahan sel hidup pada lingkaran kayu gubal bagian dalam, disebabkan terhentinya fungsi sebagai penyalur cairan dan lain-lain proses kehidupan. Ruang dalam kayu teras dapat mengandung berbagai macam zat yang memberi warna lebih gelap. Tidak mutlak semua kayu teras demikian. Hanya pada jenis-jenis yang kayu terasnya berisi tiloses. Pada beberapa jenis tertentu kayu teras banyak mengandung bahan-bahan ekstraktif, yang member keawetan pada kayu tersebut, membuat lebih berat dan lebih awet. Akan tetapi tidak semua jenis kayu yang memilikizat ekstraktif sudah dapat dipastikan keawetannya. (Misalnya yang mempunyai kandungan zat gula, zat tepung dan lain sebagainya).

E.Hati

Merupakan bagian kayu yang terletak pada pusat lingkaran tahun (tidak mutlak pada pusat bontos). Hati berasal dari kayu awal, yaitu bagian kayu yang pertama kali dibentuk oleh kambium. Oleh karena itu umumnya mempunyai sifat rapuh atau sifat lunak.

F.Lingkaran  tahun

Batas antara kayu yang terbentuk pada permulaan dan pada akhir suatu musim. Melalui lingkaran-lingkaran tahun ini dapat diketahui umur pohon. Apabila pertumbuhan diameter (membesar) terganggu oleh musim kering karena pengguguran daun, ataupun serangga/hama, maka lingkaran tahun dapat terdiri lebih dari satu lingkaran tahun (lingkaran tumbuh) dalam satu musim yang sama. Hal ini disebut lingkaran palsu. Lingkaran tahun dapat mudah dilihat pada beberapa jenis kayu daun lebar. Pada jenis- jenis lain, lingkaran tahun ada kalanya sulit dibedakan terutama di daerah tropis.

G.Jari-jari

Dari luar ke dalam berpusat pada sumbu batang, berfungsi sebagai tempat saluran bahan makanan