Cara Mengkalibrasi Pesawat Penyipat Datar

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Wednesday, 05 February 2014 Published Date Written by Andreas Mulyono

 Cara Mengkalibrasi Pesawat Penyipat Datar.

Oleh : Drs. Andreas Mulyono,MT

( Widyaiswara PPPPTK BOE Malang)

 

A.  Cara Menyetel Pesawat Penyipat Datar

 

Pada prinsipnya penyetelan alat pesawat penyipat datar atau wate pas adalah mendirikan pesawat diatas statif. Adapun caranya adalah sebagai berikut :

1.    Dirikankan tripod atau statip pada permukaan tanah yang datar,upayakan kepala statif pada kondisi datar .

2.    Pastikan kaki-kaki statip masuk ke dalam tanah dengan cara menginjak sepatu pada kaki statif, tinggi statip disesuaikan dengan orang yang akan membidik dan permukaan kepala statip diusahakan relatif datar.

3.    Letakkan  pesawat penyipat datar  diatas statif kemudian dikunci.

4.    Mengatur ketiga buah sekrup penyetel ( A, B, C), untuk menentukan gelembung nivo posisi ditengah.

                  Posisi  gelembung nivi di tengah lingkaran

 

5.    Sejajarkan teropong dengan dua buah sekrup A dan B (kadudukan I), kemudian sekrup diputar searah (jika masuk, masuk semua; jika keluar, keluar semua) agar kedudukan gelembung nivo tepat di tengah-tengah.

6.    Putar teropong 90 derajat supaya posisinya tegak lurus terhadap dua sekrup A, B (kedudukan II), kemudian putar sekrup C agar kedudukan gelembung nivo tepat di tengah-tengah.

7.    Dirikan rambu ukur secara tegak lurus didepan (rambu A) dan dibelakang (rambu B )pesawat penyipat datar berjarak ± 30 meter.

8.    Arahkan teropong pesawat penyipat datar ke rambu A,kemudian baca benang tengah( misal 1.568 ).

9.    Putar dan arahkan teropong pesawat penyipat datar ke rambu B,kemudian baca benang tengah ( misal 1.244 ).

 

10.Pindahkan pesawat penyipat datar didepan rambu B berjarak ± 5 meter,lalu stel pesawat dengan baik sehingga gelembung nivo ditengah-tengah.

11.Arahkan teropong pesawat ke rambu A,lalu baca benang tengah ( misal 1.688 ), kemudian arahkan teropong pesawat ke rambu B, lalu baca benang tengah ( misal  1.369 ).

12.Hitunglah beda tinggi kedua titik yang diukur pada dua posisi ! Dari contoh hasil pembacaan kedua posisi diatas didapat Beda tinggi posisi I = 1.568 – 1.244 = 0.324 ,  Beda tinggi posisi II = 1.688- 1.369 = 0.329

13.Dari hasil kedua  pengukuran didapatkan beda tinggi yang tidak sama atau ada perbedaad  sebesar 0.329 – 0.324 = 0.005 m atau 5 mm, kalau pesawat penyipat datar tersebut pada kondisi laik pakai,maka kedua beda tinggi tersebut harus sama. Bisa dikatakan bahwa pesawat penyipat datar tersebut tidak laik/tidak presisi.

 

B.Cara Mengkalibrasi Pesawat Penyipat Datar

 

1.  Bukalah penutup lensa okuler pada teropong pesawat penyipat datar,pada posisi II arahkan teropong ke rambu A.

2.  Putarlah pengatur koreksi benang tengah dengan tuas yg tersedia di kotak pesawat , sehingga bacaan rambu A berkuarng setengah kesalahan ( 2 mm ) sehingga bacaac benang tengah menjadi 1. 686.

3.  Pindahkan pesawat penyipat datar ditengah-tengan antara rambu A dan rambu B ( posisi I ),kemudian stel gelembung nivo berada ditengah,siap untuk melakukan pembacaan.

4.  Arahkan teropong pesawat ke rambu A,lakukan pembacaan benang tengah (misal 1.544 ).

5.  Putar teropong pesawat dan arahkan ke rambu B, lalu lakukan pembacaan benang tengah ( misal 1.221 ).

 

 

6.  Pindahkan pesawat penyipat datar didepan rambu B ( posisi I) ± 5 meter,kemudian stel gelembung nivo berada ditengah,siap untuk melakukan pembacaan.

7.  Arahkan teropong pesawat ke rambu A,lakukan pembacaan benang tengah (misal 1.665 ).

8. Putar teropong pesawat dan arahkan ke rambu B, lalu lakukan pembacaan benang tengah ( misal 1.330).

9.  Pindahkan pesawat penyipat datar didepan rambu B ± 5 meter,kemudian stel hingga gelembung nivo berada ditengah.

 

              Posisi gelembung nivo ditengah

              Apabila pada posisi ini gelembung nivo tidak bisa berada ditengah lingkaran, maka nivo kotak tidak presisi. Nivo kotak perlu dikalibrasi, caranya adalah sebagai berikut :

Dengan menggunakan ketiga skrup koreksi nivo, gelembung nivo distel ditengah-tengah  secara perlahan-lahan.

10.    Arahkan teropong ke rambu B  ,kemudian baca benang tengah (misal 1.441 ),kemudian arahkan teropong ke rambu A,lalu baca benang tengah (misal 1.765 ).

11.    Hitunglah beda tinggi kedua posisi pengukuran tersebut, yaitu beda tinggi posisi I = 1.655-1.330 = 0.325 dan beda tinggi posisi II = 1.765-1.441= 0.324  ada selisih sebesar 0.001 atau 1 mm.

Kalau pesawat penyipat datar memiliki acurasi 1-2 mm, maka kesalahan ini masih dalam toleransi atau dengan kata lain pesawat sudah laik pakai.

 

Referensi :

1.  Diundo dari www.ilmutekniksipil.com/ilmu-ukurtanah/Cara menyetel pesawat penyipat datar.

2.  Buku Manual Pesawat Penyipat Datar Merk TOPCON.

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  

 

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG