Konstruksi Atap Dan Penutup Atap

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Wednesday, 05 February 2014 Published Date Written by Andreas Mulyono

KONSTRUKSI ATAP DAN PENUTUP ATAP

Disajikan Oleh Drs. Andreas Mulyono, MT

( Widyaiswara P4TK BOE Malang )

 

A.     Pengertian Struktur Konstruksi Atap

 

Atap adalah bagian dari suatu bangunan yang berfungsi sebagai penutup seluruh ruangan yang ada di bawahnya terhadap pengaruh panas, debu, hujan, angin atau untuk keperluan perlindungan.

Bentuk atap berpengaruh terhadap keindahan suatu bangunan dan pemilihan tipe atap hendaknya disesuaikan dengan iklim setempat, tampak yang dikehendaki oleh arsitek, biaya yang tersedia, dan material yang mudah didapat.

Konstruksi rangka atap yang digunakan adalah rangka atap kuda-kuda. Rangka atap atau kuda–kuda adalah suatu susunan rangka batang yang berfungsi untuk mendukung beban atap termasuk juga berat sendiri dan sekaligus memberikan bentuk pada atap. Pada dasarnya konstruksia kuda–kuda terdiri dari rangkaian batang yang membentuk segitiga. Dengan mempertimbangkan berat atap serta bahan penutup atap, maka konstruksi kuda–kuda akan berbeda satu sama lain. Setiap susunan rangka batang haruslah merupakan satu kesatuan bentuk yang kokoh yang nantinya mampu memikul beban yang bekerja padanya tanpa mengalami perubahan.

 

B.    Syarat-Syarat Konstruksi Atap

 

Adapun syarat-syarat konstruksi atap yang harus dipenuhi antara lain :

1.  Konstruksi atap harus kuat menahan berat sendiri dan tahan terhadap beban-beban yang bekerja padanya. Pemilihan bentuk atap yang sesuai sehingga menambah keindahan serta kenyamanan bagi penghuninya.

2.  Bahan penutup atap harus sesuai dengan fungsi bangunan tersebut, dan tahan terhadap pengaruh cuaca.

3.  Sesuai dengan ciri khas arsitektur tradisional bangunan sekitar.

4.  Kemiringan atau sudut atap harus sesuai dengan jenis bahan penutupnya. Makin rapat jenis bahan penutupnya, maka kemiringannya dapat dibuat lebih landai, seperti bahan dari seng, kaca, asbes dan lain – lainnya.

C.    Syarat-Syarat Umum Penutup Atap

Adapun syarat-syarat umum penutup atap antara lain :

1. Bahan bersifat isolasi terhadap panas, dingin dan bunyi

2. Rapat terhadap air hujan dan tidak tembus air

3. Tidak mengalami perubahan bentuk akibat pergantian cuaca

4. Tidak terlalu banyak memerlukan perawatan khusus.

5. Tidak mudah terbakar

6. Bobot ringan dan mempunyai kedudukan yang mantap setelah dipasang

7. Awet.

D.    Macam – Macam Tipe Atap

 Macam-macam tipe atap antara lain :

1.    Atap datar (platdak), biasanya menggunakan beton bertulang yang dihitung tersendiri sesuai dengan bentangan dan tebal plat. Meskipun tipe ini dikatakan datar, namun permukaan atap selalu dibuat miring untuk menyalurkan air hujan kelubang talang.

Gambar Atap datar (platdak),

2.    Atap strandar (lessenaar), terdiri dari sebuah bidang atap miring kebagian tepi atasnya menempel pada dinding bangunan induk, pada bentuk ini menggunakan konstruksi setengah kuda-kuda.

Gambar Atap strandar (lessenaar),

3.    Atap pelana (Zadeldak), terdiri dari dua bidang miring atap yang tepi atasnya bertemu pada satu garis lurus yang disebut bubungan. Tipe ini banyak digunakan untuk rumah sederhana dan banyak dijumpai di daerah pedesaan Bali, Jawa Barat, Jawa timur, dan Jawa Tengah.

Gambar Atap pelana (Zadeldak)

4.    Atap perisai (schildak), merupakan menyempurnaan dari bentuk atap pelana dengan menambahkan dua bidang atap miring yang membentuk segitiga pada ujung akhir atap bangunan.

Gambar Atap perisai (schildak)

5.    Atap tenda (tentdak), biasa dipakai pada bangunan yang ukuran panjang dan lebarnya sama, ini berarti atap terdiri dari empat bidang atap dan empat jurai dengan bentuk, ukuran dan lereng yang sama yang bertemu pada satu titik tertinggi, yaitu pada tiang penggantung.

Gambar Atap tenda (tentdak)

6.    Atap Gergaji

Atap ini terdiri dari dua bidang atap yang tidak sama lerengnya. Atap ini

bisa digunakan untuk bangunan pabrik, gudang atau bengkel.

Gambar Atap Gergaji

7.    Atap Setengah Bola ( Kubah )

Bentuk atap melengkung setengah bola. Atap ini banyak digunakan untuk

bangunan masjid dan gereja.

Gambar Atap Setengah Bola ( Kubah )

8. Bentuk Atap Joglo

Atap joglo hampir sama dengan atap limas tersusun sehingga atpnya seperti bertingkat. Atap ini banyak dibangun di daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat

Gambar Atap Joglo

9.    Atap Minangkabao

Atap minangkabau seolah – olah berbentuk tandukpada tepi kanan dan

kiri. Bentuk atap ini banyak kita jumpai di Sumatra

Gambar Atap Minangkabau

10.   Atap mansard

Bentuk atap ini seolah – olah terdiri dari dua atap yang terlihat bersusun atau bertingkat. Atap mansard jarang digunakan untuk bangunan rumah di daerah kita, kerna sebetulnya atap ini dibangun oleh pemerintah belanda saat menjajah di negara kita.

Gambar  Atap mansard

11.   Atap Menara

Bentuk atap menara sam dengan atap tenda, bedanya atap menara puncaknya lebih tinggi sehingga kelihatan lebih lancip. Atap ini banyak kita jumpai pada bangunan – bangunan gereja, atap menara masjid dan lain – lain.

Gambar Atap Menara

12.  Atap Piramida

Bentuk atap ini terdiri lebih dari empatbidang yang sama bentuknya.

Bentuk denah bangunan dapat segi 5, segi 6, aegi 8 dan seterusnya

Gambar Atap Piramida

E.       Kriteria Pemilihan Jenis Bahan Penutup Atap

Jenis bahan penutup atap merupakan factor yang sangat mempengaruhi keserasian atap. Dalam pemilihan jenis penutup atap ini ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan yaitu sebagai berikut :

1. Tinjauan terhadap ikllim setempat

2. Bentuk keserasian atau

3. Fungsi dari bangunan tersebut

4. Bahan penutup atap mudah diperoleh

5. Dana yang tersedia

F.    Kemiringan Atap

Kemiringan dari suatu bentuk atap dibuat dengan maksud :

1. Agar air hujan yang jatuh pada permukaan bidang atap dengan cepat dapat mengalir meninggalkan bidang atap tersebut, sehingga kemungkinan rembes sangatlah kecil.

2. Menambah keindahan pandangan dari suatu bangunan.

3. Didapat ruangan atas yang sekaligus dapat berfungsi sebagai isolasi terhadap iklim.

Dan bila dalam keadaaan memaksa dapat dipakai untuk gudang penyimpanan barang-barang kecil dan ringan.

Hubungan antara jenis bahan penutup dengan Besar-kecilnya sudut lereng (kemiringan) atap.

Atap Beton                     kemiringannya         = 1 – 2

Atap Kaca                       kemiringannya         = 10 – 20

Atap Semen Asbes       kemiringannya         = 15 – 25

Atap Seng                      kemiringannya         = 20 – 25

Atap Genteng                kemiringannya         = 30 – 40

Atap Sirap                      kemiringannya         = 25 – 40

Atap Seng, Ijuk              kemiringannya         >= 40

 

 

Referensi :

Sumber : http://fandicivilba89.blogspot.com/2011/06/konstruksi-atap-dan-penutup-atap_307.html

Sumber : https://www.google.com/search?q=gambar+konstruksi+atap+plat+kaca&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ei=rUnXUruYIeWWiQf794HwCA&ved=0CG8QsAQ&biw=1352&bih=634#facrc=_&imgdii=_&imgrc=_bG9bpYImCtP_M%253A%3BoP2f27roNNewGM%3Bhttp%253A%252F%252Fwww.arsindo.com%252Fwp-content%252Fuploads%252F2012%252F05%252Fatapkaca.jpg%3Bhttp%253A%252F%252Fselebritiindonesia.info%252Fjenis%252Fjenis-besi-konstruksi.html%252Fpage%252F3%3B433%3B325

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG