METODE PERBAIKAN RUMAH

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Thursday, 06 February 2014 Published Date Written by tukiman

METODE PERBAIKAN RUMAH

Oleh: Drs.Tukiman,MT

 

A.  PENDAHULUAN

Metode perbaikan rumah adalah suatu cara penyelesaian masalah yang terjadi pada kerusakan rumah akibat tidak fungsinya komponen rumah secara maksimal dengan demikian metode peraikan rumah ini dimaksudkan untuk  memberikan wawasan dan dapat digunakan sebagai acuan bagi perencana, pelaksana maupun masyarakat  dalam perencanaan dan pelaksanaaan bangunan gedung dan rumah tinggal

1.  Rumah sederhana

adalah bangunan rumah layak huni yang bagian huniannya berada langsung di atas permukaan tanah, berupa rumah tunggal, rumah kopel dan rumah deret. Harganya terjangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah dan sedang. Luas lantai bangunan tidak lebih dari 70 m2, yang dibangun di atas tanah dengan luas kaveling 54 m2 sampai dengan 200 m

 2.  Rumah bertingkat

adalah rumah tinggal berlantai dua (2) atau lebih, rumah susun (rusun) baik untuk golongan berpenghasilan rendah (rumah susun sederhana sewa), golongan berpenghasilan menengah (rumah susun sederhana) maupun golongan berpenghasilan atas (rumah susun mewah ≈ apartemen)

 3.  Bangunan gedung sederhana

adalah bangunan gedung dengan karakter sederhana serta memiliki kompleksitas dan teknologi sederhana, klasifikasi bangunan Gedung sederhana adalah

a.    Gedung kantor yang sudah ada disain prototipenya, atau bangunan gedung kantor dengan jumlah lantai s.d. lantai 2 dengan luas sampai dengan 500 m2.

b.    Gedung pelayanan kesehatan: seperti contoh puskesmas

c.    Gedung pendidikan tingkat dasar dan/atau lanjutan dengan jumlah lantai s.d. 2 lantai.

 4.  Bangunan gedung bertingkat

adalah bangunan gedung berlantai lebih dari 2 (dua

 

 B.MENGATEGORI  KERUSAKAN RUMAH DAN TINDAKAN YANG PERLU DILAKUKAN

1.  Kerusakan Ringan Non-Struktur

Suatu bangunan dikategorikan mengalami kerusakan nonstruktur apabila terjadi hal-hal sebagai berikut :

a.    retak halus (lebar celah lebih kecil dari 0,075 cm) pada plesteran

b.    serpihan plesteran berjatuhan

c.    mencakup luas yang terbatas

Tindakan yang perlu dilakukan adalah perbaikan (repair) secara arsitektur tanpa mengosongkan bangunan.

 2.  Kerusakan Ringan Struktur

Suatu bangunan dikategorikan mengalami kerusakan struktur tingkat ringan apabila terjadi hal-hal sebagai berikut : :

a.    retak kecil (lebar celah antara 0,075 hingga 0,6 cm) pada dinding.

b.    plester berjatuhan.

c.    mencakup luas yang besar.

d.    kerusakan bagian-bagian nonstruktur seperti cerobong, lisplang, dsb.

e.    kemampuan struktur untuk memikul beban tidak banyak berkurang.

f.     Laik fungsi/huni

Tindakan yang perlu dilakukan adalah perbaikan (repair) yang bersifat arsitektur agar daya tahan bangunan tetap terpelihara. Perbaikan dengan kerusakan ringan pada struktur dapat dilakukan tanpa mengosongkan bangunan.

 3.  Kerusakan Struktur Tingkat Sedang

Suatu bangunan dikategorikan mengalami kerusakan struktur tingkat sedang apabila terjadi hal-hal sebagai berikut :

a.    retak besar (lebar celah lebih besar dari 0,6 cm) pada dinding;

b.    retak menyebar luas di banyak tempat, seperti pada dinding pemikul beban, kolom; cerobong miring; dan runtuh;

c.    kemampuan struktur untuk memikul beban sudah berkurang sebagian;

d.    laik fungsi/huni.

Tindakan yang perlu dilakukan adalah :

a.    restorasi bagian struktur dan perkuatan (strenghtening) untuk menahan beban gempa;

b.    perbaikan (repair) secara arsitektur;

c.    bangunan dikosongkan dan dapat dihuni kembali setelah proses restorasi selesai.

4.  Kerusakan Struktur Tingkat Berat

Suatu bangunan dikategorikan mengalami kerusakan struktur tingkat berat apabila terjadi hal-hal sebagai berikut :

a.    dinding pemikul beban terbelah dan runtuh;

b.    bangunan terpisah akibat kegagalan unsur-unsur pengikat;

c.    kira-kira 50% elemen utama mengalami kerusakan;

d.    tidak laik fungsi/huni.

Tindakan yang perlu dilakukan adalah merubuhkan bangunan. Atau dilakukan restorasi dan perkuatan secara menyeluruh sebelum bangunan dihuni kembali. Dalam kondisi kerusakan seperti ini, bangunan menjadi sangat berbahaya sehingga harus dikosongkan

 5.  Kerusakan Total

Suatu bangunan dikategorikan sebagai rusak total /roboh apabila terjadi hal-hal sebagai berikut :

a.  Bangunan roboh seluruhnya ( > 65%)

b.  Sebagian besar komponen utama struktur rusak

c.   Tidak laik fungsi/ huni

Tindakan yang perlu dilakukan adalah merubuhkan bangunan, membersihkan lokasi, dan mendirikan bangunan baru.

 

C.METODE PERBAIKAN DAN SAMBUNGAN TULANGAN KOLOM, BALOK

1.  Perbaikan dinding retak diagonal

Untuk retak kecil (retak dengan lebar celah antara 0,075 cm dan 0,6 cm:

- Plesteran lama di sekitar retak dikupas lalu retak tersebut diisi dengan air semen.

- Setelah celah rapat dinding diplester kembali dengan campuran spesi 1 semen : 3 pasir

      

Gambar: 1                                     Gambar: 2

 

Untuk retak yang besar (retak yang mempunyai lebar celah lebih besar dari 0,6 cm):

- Plesteran lama di sekitar retak dikupas lalu retak tersebut diisi dengan air semen

- Setelah celah rapat, pada bagian bekas retakan dipasang kawat anyaman yang dipaku kuat.

- Dinding diplester kembali dengan campuran spesi 1 semen : 3 pasir

 

2.  Penulangan balok dan kolom pada Rumah Bertingkat dengan Dinding Tembok Penuh dengan Konstruksi dan Lantai Beton Bertulang

Penempatan dan pengaturan tulangan, terutama pada sambungan-sambungan harus mendapat perhatian atau pengawasan khusus. Ujung-ujung tulangan harus dijangkarkan dengan baik. (Lihat Gambar 2)  merupakan contoh bangunan rumah bertingkat yang menggunakan struktur beton bertulang.

 

 

Gambar: 3

Gunakan kekuatan tekan beton minimum 175 kg/cm2, dan kekuatan tarik baja 2400 kg/cm2. Diameter tulangan sengkang minimum baik untuk balok maupun kolom adalah 8 mm, jarak sengkang dan luas tulangan atas dan tulangan bawah dari balok dan plat harus dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku, begitu juga untuk luas tulangan untuk kolomnya. Pada setiap penampang balok dan kolom harus terpasang minimum empat batang besi tulang.

a.  Metode penyambungan tulangan pada persilangan balok berbeda ukuran dan balok.

        

Gambar: 4a                                         Gambar: 4b

 

Pada pertemuan penulangan dua balok dan penuangan kolom adalah sangat rumit pengerjaanya maka, cara yang sederhana dapat digunakan adalah rangkaian tulangan kolom merupakan rangkaian kolom utuh sedangkan untuk balok rangkaian penulangan yang terputus, kemudian dibutuhkan tulangan penyambung dengan panjang sesuai dengan panjang lewatan sesuai dengan peraturan (Gambar 4a dan 4b)

b.  Metode penyambungan tulangan pada pertemuan sudut balok dan ujung kolom

    

Gambar: 5a                                         Gambar: 5b

  

Gambar: 5c

dibutuhkan  2 tulangan sambung berbentuk U untuk balok besar dan 2 tulangan berbentuk L untuk kolom dan 2 untuk balok kecil

 

c.  Metode penyambungan tulangan pada pertemuan balok dan ujung kolom

     

Gambar: 6a                                      Gambar: 6b

 

Gambar: 6c bentuk penyambung

Pada penyambungan tulangan pada pertemuan balok dan ujung kolom tulangan penyambung yang dibutuhkan pada balok kecil adalah 4 potong tulangan lurus dengan panjang sesuai dengan peraturan sambungan lewatan, dan pada balok besar 2 buah tulangan berbentuk U, serta pada ujung tulangan kolom dibengkokan keluar semuanya dikat seperti gambar 6a dan 6b

d.  Metode penyambungan tulangan pada persilangan balok dan ujung kolom

      

Gambar: 7a                                         Gambar: 7b

Penyambungan tulangan ini berbentuk 4 potong tulangan lurus untuk balok kecil dan  4potong tulangan lurus untuk balok besar denan panjang sesuai dengan peraturan, sedangkan ujung tulangan kolom dibengkokan keluar.(gambar 7a dan 7b)

 

e.  Metode penyambungan tulangan pada pertemuan sudut balok dan kolom

     

Gambar: 8a                                        Gambar: 8b

 

 

Gambar: 8c

Bentuk tulangan penyambung untuk balok kecil dan untuk balok besar adalah sama hanya yang berbeda adalah tinggi h

 

KESIMPULAN

Metode perbaikan rumah merupakan tata cara perbaikan akibat dari usia rumah yang sudah tua, kesalahan konstruksi pada waktu pelaksanaan, bencana alam dan perubahan akibat pengaruh lain misalnya kelebihan beban, perbahan akibat dari renovasi yang tidak diperhitungkan dengan baik.

Rumah dapat dikategorikan rusak apabila telah mengalami penurunan fungsi, sehingga kalau bicara tentang rumah adalah mulai dari pondasi, dinding(kolom,balok) dan atap, namun disini baru dikupas sebagian atau hanya bagian yang sering timbul kerusakan dan cara- cara perbaikan,  hal tersebut dipandang penting karena sering terjadi dan cukup vital dalam suatu rumah.

Pertemuan penulangan kolom, balok itu sering terjadi kesulitan, sering terjadi keropos akibat banyaknya besi tulangan dibengkokan kedalam yang membuat kerikil menumpuk sehingga hasil pengecoran menjadi keropos.

 

DAFTAR PUSTAKA

Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa,  Direktur Jenderal Cipta Karya, Jakarta 2006

http://www.bd.gov.hk/english/documents/code/bmg/bmg.htm

http://www.youtube.com/watch?v=vc4_5M1rhFg ,3D Animation of the construction of a Multi Story Building