Mengoperasikan Mesin Ketam Perata (Surfacer/Planner)

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Thursday, 30 April 2015 Published Date Written by amin suminto

Mengoperasikan Mesin Ketam Perata (Surfacer/Planner)

Oleh: Amin Suminto  WI. Madya PPPPTK/VEDC BOE. Malang

 

Abstraksi:

 

Dalam mengoperasikan mesin ketam perata (surfacer/planner) tetap, ini dibutuhkan konsentrasi dan kesabaran yang sangat tinggi karena mesin ketam perata ini bertenaga listrik tinggi, maka sangat berbahaya dan beresiko fatal bila tidak berkonsentrasi penuh.

 

Tentang K3 (kesehatan dan keselamatan kerja) harus betul-betul ditaati tidak bisa ditawar-tawar lagi sesuai dengan prosedur pengoperasian yang benar dan aman agar tidak terjadi kecelakaan pada pelaksana kerja, benda kerja, mesin yang dioperasikan, dan lingkungan kerja di sekitarnya.

 

Maka dari itu disampaikan cara mengoperasikan mesin ketam perata (surfacer/planner) dan langkah-langkah pengoperasian mesin ketam perata yang benar dan sistemmatis berurutan, agar tidak terjadi kecelakaan kerja yang fatal bagi semua pihak.

 

Kata kunci: surfacer, planner,  K3,

 

 

Adapun cara mengoperasikan mesin ketam perata dan langkah-langkahnya sebagai berikut:

 

Mesin Ketam Perata (Surfacer )

        Mesin ketam perata adalah sebuah mesin kayu yang digunakan untuk mengetam kayu dua sisi yang berdekatan sehingga menjadi lurus, rata dan siku. Mesin kayu ini terdiri: rangka badan, meja muka dan meja belakan, sumbu ketam dan motor. Untuk berfungsi dengan baik dan aman, maka mesin ketam perata tersebut masih dilengkapi dengan pengantar (Fence), tudung pengaman (safety guard) dan alat pengatur naik turunnya meja.     

 

Fungsi Mesin Ketam Perata

a. Untuk meratakan lurus, siku dan halus permukaan kayu

b. Untuk mengetam rata, lurus, siku sisi tebal kayu.

 

Pekerjaan-pekerjaan lain yang dapat dikerjakan dengan mesin ketam perata adalah :

a. Mengetam miring

b. Mengetam sponing

c Mengetam tirus

d. Mengetam cowokan

e. Mengetam kepala kayu.

 

Secara garis besar konstruksinya terdiri dari :

a. Rangka badan

b. Meja muka dan meja belakang

c. Sumbu ketam

d. Motor

 

Perlengkapan lainnya adalah :

a. Pengantar

b. Pengatur naik dan turunnya meja

c. Tudung pengaman

d. Pengunci meja

e. On/Of motor

f. Isolator switch

g. Cutter head.

 

         Nama Bagian Mesin Ketam Perata ( Surfacer / Planner )

                       

                          Gambar 1. Mesin Ketam Perata (Surfacer/Planner.

            Sumber: Buku Teknik Perkayuan Revisi Ketiga, oleh Budi Martono.

 

                        

                          Gambar 2. Tudung Pengaman Pisau Fleksibel.

            Sumber: Buku Teknik Perkayuan Revisi Ketiga, oleh Budi Martono.

 

Tudung Pengaman harus selalu terpasang pada saat mesin jalan, ini bertujuan untuk melindungi operator dari kecelakaan bekerja.

 

 

                Gambar 3. Rip Peredam Suara Putaran Mesin Ketam.

  Sumber: Buku Teknik Perkayuan Revisi Ketiga, oleh Budi Martono.

 

Bentuk sirip-sirip pada meja mesin ini untuk mengurangi getaran mesin ketika pisau ketam dihidupkan.

             

              Gambar 4. Mesin Ketam Perata Dengan Penghantar Bantu.

Sumber: Buku Teknik Perkayuan Revisi Ketiga, oleh Budi Martono.

 

Penghantar bantu berfungsi untuk mengerjakan kayu yang kecil dan pendek.                      

   

Gambar 5. Blok Pisau dengan Dua Mata Pisau.

   Sumber: Buku Teknik Perkayuan Revisi Ketiga, oleh Budi Martono.

 

Cutter block adalah tempat menempelnya mata pisau ketam. Jumlah mata pisau pada cutter block ini 2 mata pisau.                            

Gambar 6. Blok Pisau dengan Tiga Mata Pisau.

Sumber: Buku Teknik Perkayuan Revisi Ketiga, oleh Budi Martono.

 

Cutter block dengan tiga mata pisau hasilnya lebih halus dari blok pisau dengan dua mata pisau.                 

                Gambar 7. Blok Pisau dengan Empat Mata Pisau.

          Sumber: Buku Teknik Perkayuan Revisi Ketiga, oleh Budi Martono.

 

Cutter block dengan empat mata pisau hasilnya jauh lebih halus dari blok pisau dengan 3 mata pisau.                               

 

Gambar 8. Blok Pisau dengan Mata Pisau Spiral.

Sumber: Buku Teknik Perkayuan Revisi Ketiga, oleh Budi Martono.

 

Blok pisau dengan mata pisau spiral, hasil ketamnnya lebih halus dan licin.                        

              

Gambar 9. Penyetelan Pisau Ketam Terhadap Blok.

      Sumber: Buku Teknik Perkayuan Revisi Ketiga, oleh Budi Martono.

 

Cara penyetelan / pemasangan mata pisau pada blok pisau dengan menggunakan mal penyetel ketinggian pisau ketam

 

Penyetelan Tinggi Mata Pisau Ketam

 

 
 
 
 
 

Gambar 10. Penyetelan Tinggi Mata Pisau Ketam.

Sumber: Buku Teknik Perkayuan Revisi Ketiga, oleh Budi Martono.

 

Alat ini dapat digunakan untuk menyetel piasu mesin ketam. Setelah pisau ketam dimasukkan pada blok pisau, letakkan alat kontrol tersebut (blok tapak pisau) di atas blok pisau secara merata (permukaan pisau harus menempel pada blok tapak pisau), baru kemudian baut pengunci pisau dikencangkan dari bagian tepi-tepi dulu menuju ke tengah

 

Gambar 11. Menyetel Pisau Secara Manual.

Sumber: Buku Teknik Perkayuan Revisi Ketiga, oleh Budi Martono.

 

Setelah pisau dipasang secara manual, kemudian cara mengontrolnya adalah dengan sebuah papan yang lurus ditempelkan pada meja depan dan belakang mesin ketam lurus sejajar dengan pisau.

            Cara Menggunakan Ketam Perata

a.    Mengetam Rata, Lurus dan Licin Permukaan Kayu

Gambar 12. Mengetam Rata, Lurus dan Licin.
   Sumber: Buku Teknik Perkayuan Revisi Ketiga, oleh Budi Martono.

 

Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut: 

a)   Siapkan kayu pekerjaan

b)   Periksa kayu pekerjaan tidak terdapat benda-benda keras

c)   Periksa meja belakang sama tinggi dengan putaran pisau

d)   Letakkan papan pada posisiseperti gambar, bagian yangcekung dimakankan dulu dengan

e)   kecepatan dorong yang sesuai.

f)    Atur pemakanan pisau antara 0,8 mm sampai dengan 1,6 mm

g)   Atur tudung pengaman hanya ada kebebasan 5 mm dari kayu yang diketam

h)  Jalankan mesin, mulai mengetam dengan tekanan tangan kiri menekan kayu terhadap meja awal pengetaman tangan kanan mendorong

i)    Setelah kayu lewat mata ketam kira-kira 20 cm pindah penekanan pada meja belakang, tangan kanan mendorong ke muka dengan menggunakan blok pendorong.

 

b.     Mengetam Papan Pendek

             

Gambar 13. Cara Mengetam Papan Pendek.

Sumber: Buku Teknik Perkayuan Revisi Ketiga, oleh Budi Martono.

    

             Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut: 

a)   Siapkan kayu pekerjaan

b)   Periksa kayu pekerjaan tidak terdapat benda-benda keras

c)   Periksa meja belakang sama tinggi dengan putaran pisau

d)   Letakkan papan pada posisiseperti gambar, bagian yangcekung

dimakankan dulu dengankecepatan dorong yang sesuai.

e)   Atur pemakanan pisau antara 0,8 mm sampai dengan 1,6 mm

f)    Atur tudung pengaman hanya ada kebebasan 5 mm dari kayu akan diketam

g)   Jalankan mesin, mulai mengetam dengan tekanan tangan kiri menekan kayu terhadap meja awal pengetaman tangan kanan mendorong

h)  Gunakan alat bantu pendorong benda kerja apabila papan/benda kerja yang akan diketam pendek sekali, perhatikan seperti pada gambar diatas.

 

d.   Mengetam Sisi Tebal / Menyikukan


   Gambar 14. Mengetam Sisi Tebal/Menyikukan.

Sumber: Buku Teknik Perkayuan Revisi Ketiga, oleh Budi Martono.

 

Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut: 

a)     Siapkan kayu pekerjaan dan periksa jangan sampai ada benda yang dapat merusak mata ketam

b)     Menyamakan tinggi meja belakang dengan putaran pisau

c)     Menyetel dalamnya pengetaman

d)     Mengatur pengantar siku-siku terhadap meja

e)     Mengatur tudung pengaman, kebebasan ± 5 mm dari kayu pekerjaan

f)      Cek semua penyetelan, apakah sudah terkunci dengan baik

g)     Jalankan mesin, pada pengetaman mulailah mengetam dengan tekanan terhadap meja muka dan pengantar

h)     Untuk selanjutnya, tekanan dipindahkan ke meja belakang dan pengantar, tangan kanan mendorong kayu pekerjaan.

i)       Mengetam sisi papan perludiperhatikan tentang kesikuanantara muka I dan II, sehinggapada saat mendorong benda kerjamuka I harus segaris dengan penghantar siku serta tudung pengaman pisau harus menempel pada benda kerja.

 

 Mengetam Miring


   Gambar 15. Mengetam Miring .

Sumber: Buku Teknik Perkayuan Revisi Ketiga, oleh Budi Martono.

 

Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut: 

a)    Lukis miringnya pengetaman pada kepala kayu pekerjaan

b)    Stel meja belakang sama tinggi dengan putaran mata ketam

c)    Stel pengetaman dengan cara menurunkan meja muka

d)    Stel siku goyang sesuai dengan miringnya yang dikehendaki

e)    Stel miringnya pengantar dengan pertolongan siku goyang

f)     Dicoba dulu mengontrol penyetelan

g)    Jalankan mesin, kerjakan pengetaman miring seperti pengetaman lurus.

 

Kesimpulan:

   Untuk Kesehatan dan Keselamatan Kerja harus betul-betul ditaati tidak bisa ditawar-tawar lagi sesuai dengan prosedur pengoperasian yang benar dan aman agar tidak terjadi kecelakaan pada pelaksana kerja, benda kerja, mesin yang dioperasikan, dan lingkungan kerja di sekitarnya.

 

  Diinformasikan cara mengoperasikan mesin ketam perata (surfacer / planner) dan langkah-langkah pengoperasian mesin ketam perata yang benar dan sistemmatis berurutan, agar tidak terjadi kecelakaan kerja yang fatal bagi semua pihak yang mengoperasikan mesin ketam perata.

 

Bila pengguna mesin ketam perata peduli dan mau melakukan dengan urutan langkah-langkah cara pengoperasian mesin yang benar, maka waktu mengoperasikan mesin ketam perata menjadi lebih tenang, lebih nyaman, dan terhindar dari kecelakaan untuk semua aspek,  

 

 

 

Referensi

Job Sheet Kerja Kayu no. 35700109 G Tahun 1988 oleh Hartiyono

          Buku Teknik Perkayuan Revisi Ketiga, oleh Budi Martono