Memilih Pompa Air

Memilih pompa air

Oleh : Drs. Hery Tarno, Dipl. HBT, MT

Widyaiswara Madya, PPPPTK BOE Malang

 

 

Abstrak

Penduduk perkotaan sudah jarang memanfaatkan air sumur sebagai sumber air. Konsekuensi dari itu adalah menjadikan PDAM sebagai satu-satunya sumber air bersih.  Namun pelanggan sering mengeluh dengan debit aliran yang kecil dan juga perilaku pelanggan terhadap pemanfaatan air bersih tidaklah sama. Pada situasi seperti inilah sistem distribusi air tidak langsung digunakan. Air dari sumber (PDAM) ditampung terlebih dahulu dalam tangki bawah, kemudian didistribusikan ke jaringan pipa dalam rumah. Untuk mendistribusikan air ke dalam sistem, digunakanlah pompa distribusi. Apabila menggunakan tangki atas yang relatif rendah, maka tekanan air juga kecil. Untuk memenuhi debit dan tekanan pada ujung pipa dapat digunakan pompa dorong. Pompa air merupakan alternatif untuk mengangkat air bersih dari tandon bawah menuju tandon atas, dan dalam sistem distribusi langsung akan memompa air bersih pada jaringan pipa rumah tangga. Dalam kondisi tekanan dan debit air pada salah satu ujung pipa terlalu kecil, maka digunakan sebagai pompa dorong.

Kata kunci : Debit, Tekanan, Pompa air

 

Pendahuluan

Jumlah penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan pada tahun 2010 berjumlah 128 juta jiwa atau mencapai 50% dari total populasi Indonesia. Bahkan, Proyeksi dari Bappenas, pada 2025 penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan akan terus meningkat 2/3 dari total populasi di Indonesia. Hal ini menimbulkan kecenderungan meningkatnya kesulitan untuk mendapatkan suplai air bersih. Penduduk perkotaan sudah mulai meninggalkan air sumur sebagai sumber air dikarenakan kualitas air bersih sudah tidak bisa diandalkan lagi, berkurangnya volume air tanah dan yang terjadi sekarang ini adalah sempitnya lahan yang dimiliki. Konsekuensi dari semua ini adalah menjadikan air dari PDAM sebagai satu-satunya sumber air bersih.

PDAM sering mendapatkan keluhan dari pelanggan karena debit aliran air PDAM pada malam hari cukup besar dan deras sedangkan pada siang hari relatif kecil dan bahkan di area tertentu air service area air kurang lancar, karena debit air yang mengalir relatif tetap, sedangkan perilaku pelanggan dalam menggunakan air setiap jamnya tidaklah sama. Pada situasi seperti inilah sistem distribusi air tidak langsung digunakan, dimana air ditampung terlebih dahulu dalam suatu tangki kemudian baru didistribusikan ke jaringan pipa dalam rumah. Seringkali terjadi bahwa debit dan tekanan air pada ujung pipa relatif kecil, sehingga diperlukan pompa air untuk meningkatkan debit dan tekanan.

Memilih Pompa Air.

Merek dan jenis pompa air banyak beredar di pasaran, sehingga bagi orang awam menjadi lebih sulit untuk menjatuhkan pilihan jenis pompa? merek pompa apa? Tipenya? Dan tentu saja harganya. Sekedar untuk acuan memilih popmpa air adalah sebagai berikut :

Sumber air. Sumber air yang dimaksud adalah apakah air yang akan didistribusikan berasal dari PDAM, sumur gali, tangki air atau sumur bor.


Jarak pompa dengan tinggi air dan jarak pompa ke ujung pipa
 tertinggi. Jarak antara permukaan air sebagai sumber dengan posisi pompa adalah menentukan sekali untuk memilih jenis dan spesifikasi pompa. Sumber air dari sumur gali harus diperhatikan, mengingat permukaan air senantiasa berubah, terutama pada musim hujan permukaan air meningkat drastis dan pada musim kemarau permukaan air turun atau bahkan kerin. Hal ini yang patut diperhatikan dalam menempatkan dan mengistal  pompa, apakah di dalam sumur? atau pada bibir sumur? Atau dengan sistem terapung?

Merk dan Spesifikasi Pompa. Setiap pabrik pembuat pompa air akan memasang sticker tipe dan spesifikasi pada setiap pompa, meskipun kadangkala tidak lengkap, namun hal ini sudah sedikit meringankan klita dalam memilih pompa air yang cocok. Setiap pompa mempunyai Kemampuan daya hisap dan daya dorong maksimal seperti tertulis pada sticker, tanpa diperhitungkan kehilangan tekanan pada pipa akib at panjang dan jenis pipa serta alat sambung yang digunakan. Yang harus diperhatikan dalam pemilihan pompa adalah mengikutsertakan kehilangan tekanan pada pipa akibat panjang dan jenis pipa serta alat sambung, terutama jika air didistribusikan langsung pada suatu jaringan pipa yang relatif banyak belokan. Jika terjadi seperti di atas maka untuk lebih sederhananya berdasarkan pengalaman diambil kehilangan tekanan sebesar 1 bar. Apabila pompa dipergunakan pada suatu sistem yang sangat sederhana, misalnya untuk menaikkan air dari tangki bawah atau sumur gali menuju tangki atas, maka biasanya besar angka kehilangan tekan ini dapat diabaikan.

Suatu contoh, sebuah pompa air dipasang langsung di atas sumur gali  dengan jarak vertikal 2 meter dari permukaan. Pompa tersebut juga untuk menaikkan air dari sumur menuju tandon atas yang mempunyai tinggi 6 meter dari kedudukan pompa. Spesifikasi pompa apa yang kita pilih? Kita perhatikan, pipa hisap 2 meter dan pipa dorong 6 meter, sehingga tinggi total adalah 8 meter. Misalnya kita pilih pompa Shimizu Tipe : PS-121 BIT, seperti gambar di atas. Daya hisap pompa maksimal 9 meter, daya tekan pompa 23-5 meter, debit air sebesar 10-31 liter/menit, dan daya listrik yang diperlukan adalah 1,5 A atau sekitar 330 Watt pada voltage 220 volt. Dengan demikian pompa Shimizu tipe tersebut dapat digunakan.

Daya Listrik. Daya listrik yang terpasang untuk keperluan rumah tangga memegang peranan penting dalam memilih pompa. Seringkali terjadi, seseorang membeli pompa, ternyata dalam realisasinya daya listrik banyak yang tersedot oleh pompa air. Tentu saja hal ini akan sangat mengganggu kenyamanan dalam rumah tangga. Kebanyakan pompa memerlukan daya listrik yang jauh lebih besar pada saat pompa  “Start-On”, sehingga harus diperhitungkan daya 2 kali lebih besar dari pada yang tertulis pada sticker pompa. Oleh karena itu penting sekali kita membandingkan beberapa merek dan tipe pompa air.

Kualitas Pompa. Banyak pilihan merek dan tipe pompa ada di pasaran, dengan berbagai kualitas pompa yang bisa dipilih. Kualitas pompa air banyak ditentukan oleh bahan yang digunakan. Pilih bahan yang tahan karat agar tahan lama seperti stainless steel. Kualitas pompa dapat diamati dalam buku manual yang komplit. Merek pompa dengan buku manual yang komplit biasanya mempunyai kualitas yang baik dan harganya cukup mahal. Pada saat pompa air diuji coba, motor pompa terdengar halus, debit dan tekanan air yang keluar kontinyu.

Harga Pompa. Harga pompa di pasar sangat bervariasi. Biasanya pompa yang berkualitas baik mempunyai harga yang mahal. Mereka dibuat dari bahan yang antikarat dan tahan lama. Demikian pula dengan sistem elektriknya yang berkualitas dan dengan keamanan yang tinggi.

Garansi Pabrik. Seharusnya, setiap produk pompa air mempunyai garansi yang berarti produk dijamin olek pabrik pembuatnya. Namun terkadang kita mengabaikan garansi tersebut, dengan anggapan semua produk yang dijual di pasaran dalam kondisi baik dan layak. Untuk pompa yang murah dan berkualitas rendah mungkin tidak begitu masalah, akan tetapi untuk pompa yang mahal dan berkualitas baik, kartu garansi mempunyai arti yang penting.

 

Kesimpulan
Bagi penghuni daerah perkotaan, sumur gali sudah jarang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari, karena kualitas air yang kurang layak, berkurangnya volume air tanah dan sempitnya lahan tempat tinggal. Oleh karena itu untuk keperluan air bersih ini penduduk semakin mengandalkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)

Kelancaran distribusi air bersih dengan debit dan tekanan yang standar adalah merupakan dambaan bagi setiap penghuni rumah yang secara rutin memanfaatkan air bersih tersebut untuk kebutuhan keseharian.  Untuk memenuhi debit dan tekanan air yang dibutuhkan setiap peralatan saniter, maka dipasanglah pompa air. Pompa air dapat dipasang secara langsung dari sumber air menuju pipa distribusi dalam rumah, atau tidak langsung yang berarti dari air dari sumber dipompa menuju tangki atas. Sebagai alternatif apabila debit dan tekanan air dari tangki atas kurang besar, maka dipasanglah pompa dorong.

 

Daftar Pustaka

Handi, 2009, Pompa Booster Untuk Menambah Tekananan Air,perkakasku.com /2008/07/09/pompa-booster-untuk-menambah-tekanan-air/

http://caramemilih.blogspot.com/2010/12/tips-dan-trik-membeli-pompa-air. html#sthash.y9UNS671.dpuf

Prihadisetyo, 2006,  Mengatur Kerja Pompa air Secara Otomatis, Error! Hyperlink reference not valid.2009/05/06/mengatur-kerja-pompa-air-secara-otomatis/,

 

Ragonesi Marco, 1993, Bautechnik der Gebaeude Huelle, vdf. Verlag der Fachvereine an den Schweizerischen Hochschulen und Techniken AG. Zuerich und B.G. Teubner Verlag, Stuttgart, 

BEDAH RUMAH

BEDAH RUMAH

( PEMBANGUNAN RUMAH LAYAK HUNI )

A.  Abstrak.

Pemerintah Kota Malang pada tahun 2013 telah menganggarkan untuk meningkatkan hunian layak bagi warganya, seperti halnya pada tahun tahun sebelumnya yang disebut dengan istilah bedah rumah. Pemerintah Kota Malang yang sekarang diJabat  Mohammad Anton atau yang dikenal dengan sebutan Abah Anton meneruskan program bedah rumah dengan sedikit meningkatkan sumbangan untuk bedah rumah sebesar Rp 12 juta per unit rumah, ini berarti ada kenaikan sebesar Rp 1 juta  per unit rumah. Sumbangan sebesar Rp 12 juta per unit rumah dengan ukuran 4 x 10 m tentunya belum cukup untuk membangun rumah layak huni. Sumbangan tersebut sebenarnya bermaksud untuk membantu warganya untuk membangun rumahnya, sedangkan kekurangannya dipenuhi dengan swadaya masyarakat yang dikelola oleh panitia Pelaksana Pembangunan rumah layak huni. Pada tanggal 15 Desember 2013 di RT 06 RW 01 Kelurahan Arjosari Kecamatan Blimbing, telah dilakukan bedah rumah dilanjutkan dengan pembangunan rumah layak huni milik Bapak Bejo.

Adapun Panitia Pembangunan Rumah Layak huni adalah sebagai berikut :

Ketua Pelaksana         : Drs. Andreas Mulyono, MT

Bendahara                  : Rusyadi

Sekretaris                    : Suparman

Seksi Donasi               : H. Ir Tasrip

                                      Tentrem Raharjo

                                      Usup ( Bp. RT 06 )

Atas kerja keras Panitia Pelaksana dan ridhlo Alloh Swt, pembangunan rumah layak huni telah terlaksana dengan baik dan lancar sesuai renana, dan berkat bantuan dari masyarakat baik berupa material, uang, konsumsi dan tenaga serta doa, kami panitia pelaksana bisa merealisasikan pembangunan rumah layak huni milik Bapak Bejo.

Kata kunci : Hunian layak huni bagi warga kota Malang.

 

 

 

 

 

 

 

B.  Pembahasan.

 

Definisi Rumah Tinggal

1. Dalam pengertian yang luas, rumah bukan hanya sebuah bangunan (struktural), melainkan juga tempat kediaman yang memenuhi syarat-syarat kehidupan yang layak, dipandang dari berbagai segi kehidupan masyarakat. Rumah dapat dimengerti sebagai tempat perlindungan, untuk menikmati kehidupan, beristirahat dan bersuka ria bersama keluarga. Di dalam rumah, penghuni memperoleh kesan pertama dari kehidupannya di dalam dunia ini. Rumah harus menjamin kepentingan keluarga, yaitu untuk tumbuh, memberi kemungkinan untuk hidup bergaul dengan tetangganya, dan lebih dari itu, rumah harus memberi ketenangan, kesenangan, kebahagiaan, dan kenyamanan pada segala peristiwa hidupnya. (Frick,2006:1).

 

2.  Rumah merupakan sebuah bangunan, tempat manusia tinggal dan melangsungkan kehidupannya. Disamping itu rumah juga merupakan tempat berlangsungnya proses sosialisasi pada saat seorang individu diperkenalkan kepada norma dan adat kebiasaan yang berlaku di dalam suatu masyarakat.Jadi setiap perumahan memiliki sistem nilai yang berlaku bagi warganya.Sistem nilai tersebut berbeda antara satu perumahan dengan perumahan yang lain, tergantung pada daerah ataupun keadaan masyarakat setempat. (Sarwono dalam Budihardjo, 1998 : 148).

 

3. Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga. (UU No.4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman).

 

4.   Rumah adalah bangunan untuk tempat tinggal (Kamus Bahasa Indonesia, 1997).

 

5.  Dalam arti umum, rumah adalah bangunan yang dijadikan tempat tinggal selama jangka waktu tertentu. Rumah bisa menjadi tempat tinggal manusia maupun hewan, namun tempat tinggal yang khusus bagi hewan biasa disebut sangkar, sarang, atau kandang. Sedangkan dalam arti khusus, rumah mengacu pada konsep-konsep sosial-kemasyarakatan yang terjalin di dalam bangunan tempat tinggal, seperti keluarga, tempat bertumbuh, makan, tidur,beraktivitas, dll. (Wikipedia, 2012).

 

6. Rumah merupakan suatu bangunan, tempat manusia tinggal dan melangsungkan kehidupannya. Disamping itu rumah juga merupakan tempat berlangsungnya proses sosialisasi pada saat seorang individu diperkenalkan kepada norma dan adat kebiasaan yang berlaku di dalam suatu masyarakat. Jadi setiap perumahan memiliki sistem nilai yang berlaku bagi warganya. Sistem nilai tersebut berbeda antara satu perumahan dengan perumahan yang lain, tergantung pada daerah ataupun keadaan masyarakat setempat. (Sarwono dalam Budihardjo, 1998 : 148)

 

Fungsi Rumah Tinggal

 1.  Turner (dalam Jenie, 2001 : 45), mendefinisikan tiga fungsi utama yang terkandung       dalam sebuah rumah tempat bermukim, yaitu :

a. Rumah sebagai penunjang identitas keluarga (identity) yang diwujudkan pada kualitas    hunian atau perlindungan yang diberikan oleh rumah. Kebutuhan akan tempat tinggal  dimaksudkan agar penghuni dapat memiliki tempat berteduh guna melindungi diri dari iklim setempat.

b. Rumah sebagai penunjang kesempatan (opportunity) keluarga untuk berkembang  dalam kehidupan sosial budaya dan ekonomi atau fungsi pengemban keluarga. Kebutuhan berupa akses ini diterjemahkan dalam pemenuhan kebutuhan sosial dan kemudahan ke tempat kerja guna mendapatkan sumber penghasilan.

c. Rumah sebagai penunjang rasa aman (security) dalam arti terjaminnya. keadaan keluarga di masa depan setelah mendapatkan rumah. Jaminan keamanan atas lingkungan perumahan yang ditempati serta jaminan keamanan berupa kepemilikan rumah dan lahan (the form of tenure).

 

2.  Rumah berfungsi sebagai wadah untuk lembaga terkecil masyarakat manusia,yang sekaligus dapat dipandang sebagai “shelter” bagi tumbuhnya rasa aman atau terlindung. Rumah juga berfungsi sebagai wadah bagi berlangsungnya segala aktivitas manusia yang bersifat intern dan pribadi. Jadi, rumah tidak semata-mata merupakan tempat bernaung untuk melindungi diri dari segala bahaya, gangguan dan pengaruh fisik belakang melainkan juga merupakan tempat bernaung untuk melindungi diri dari segala bahaya, gangguan, dan pengaruh fisik belaka, melainkan juga merupakan tempat tinggal, tempat berisitirahat setelah menjalani perjuangan hidup sehari-hari. (Ridho, 2001 : 18)

 

3.    Secara garis besar, rumah memiliki fungsi (Doxiadis dalam Dian, 2009), yaitu:

a. Rumah harus memenuhi kebutuhan pokok jasmani manusia.

b. Rumah harus memenuhi kebutuhan pokok rohani manusia.

c. Rumah harus melindungi manusia dari penularan penyakit.

d. Rumah harus melindungi manusia dari gangguan luar.

e. Rumah menunjukan tempat tinggal.

f. Rumah merupakan mediasi antara manusia dan dunia.

 

 g. Rumah merupakan arsenal, yaitu tempat manusia mendapatkan kekuatan kembali.

 

 

Mengenal Tema dan Konsep Rumah Tinggal

Sebuah rumah tinggal layaknya mampu menampung aktivitas penghuni di dalamnya. Bukan hanya itu, sebuah rumah tinggal idealnya tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dan kenyamanan penghuni, namun juga bangunan rumah tersebut ´pas´ dengan selera dan karakter penghuni rumah tersebut. Hal ini tidak hanya mencakup fungsi dan ruangan di dalamnya, namun juga meliputi desain, bentuk dasar, atribut, hingga warna dan elemen lainnya yang serta merta mengisi rumah tersebut. Sebuah rumah yang menjadi naungan bagi pemiliknya, apabila sesuai dengan selera dan karakter penghuninya, akan terasa sangat nyaman ketika menghuni rumah tersebut.

 

Sebelum memasuki tahap merencanakan, apalagi membangun sebuah rumah, ada baiknya bagi pemilik rumah untuk terlebih dahulu mengetahui dan memiliki ´wish list´ untuk rumah yang nantinya akan dibangun. Daftar ini dapat menyangkut hal apa saja yang terkait dengan bangunan rumah yang diinginkan oleh penghuninya, mulai dari konsep gaya / tema bangunan seperti apa, bentuk dan warna bangunan, hingga susunan ruangan dan fungsi-fungsi ruangan yang ada dan suasana yang ingin dibentuk, untuk menunjang aktivitas penghuni nantinya. Tentunya penyusunan daftar ini perlu juga disesuaikan dengan keadaan lahan yang tersedia, karena perlakuan arsitek akan selalu berbeda terhadap posisi lahan bangunan yang berbeda-beda pula. Hal ini akan mempermudah arsitek untuk dapat mengerti kebutuhan penghuninya yang akan dituangkan dalam desain arsitektural bangunan.

 

Suasana ruang dalam rumah tropis kontemporer dengan sentuhan krapyak tradisional memberikan kesan lokal yang unik (www.archdaily.com)

 

Tema bangunan menjadi garis besar dalam membuat desain rumah. Hal ini sangatlah bervariasi, karena hal ini sangat berantung kepada kecocokan selera antara pemilik rumah dan juga bagaimana sang arsitek menginterpretasikannya dalam bentuk desain. Ada beberapa tema-tema bangunan yang umum dipakai pada hunian, yang juga saat ini menjadi populer. Salah satu contohnya adalah arsitektur tropis (arsitektur tropis tradisional maupun kontemporer), yang mengambil aspek-aspek desain dari prinsip-prinsip penerapan bangunan pada daerah tropis. Daerah tropis memiliki sifat-sifat tertentu yang berbeda dengan daerah lain yang memiliki 4 musim, di antaranya adalah kelembapan dan curah hujan yang relatif tinggi, sinar matahari yang cukup berlimpah sepanjang tahun, dan arsitektur tropis membentuk prinsip-prinsip utama yang memanfaatkan iklim tropis menjadi ide-ide untuk mencapai kenyamanan dalam rumah tinggal, seperti penggunaan kanopi dan kantilever pada sisi luar bangunan untuk mengurangi tampias air hujan, penggunaan sistem pengudaraan alami yang optimal untuk pertukaran udara, serta penggunaan atap miring agar air hujan tidak tertampung terlalu lama pada daerah atap rumah.

 

Rumah bergaya kontemporer dengan sentuhan atap tradisional karya TWS & Partners (www.archdaily.com)

 

Selain itu, saat ini masih banyak juga rumah yang dibuat dengan desain tampak, denah, dan interior secara sederhana dan mengambil unsur garis dan bentuk geometris dasar yang lebih dikenal dengan istilah ´minimalis´. Penggunaan material pada rumah ‘minimalis’ juga mengacu pada sesuatu yang bersih, rapi, dan seringkali bernuansa warna putih. Namun demikian, rumah dengan desain serupa banyak memberikan nilai-nilai estetis yang menjadi favorit banyak keluarga.

 

Rumah bergaya minimalis dengan permainan cahaya pada malam hari (www.airows.com)

 

Selain dua tema diatas, banyak juga tema-tema lainnya yang lebih subjektif dan mengarah pada suatu kesukaan bentuk tertentu, seperti klasik, art deco, dekonstruksi, dan sebagainya. Masing-masing tema dan gaya tersebut tentunya memiliki karakter yang berbeda-beda, yang juga terkait dengan produk arsitektur yang dihasilkan. Produk ini terkait secara menyeluruh, mulai dari bentuk dan susunan ruang, ruang dalam yang terbentuk, ruang luar bangunan, hingga nuansa atau atmosfir yang tercipta pada bangunan.

Rumah bergaya klasik yang memberikan sentuhan kemegahan dan kemewahan (jual-granit.blogspot.com)

 

Sebagai contoh, sebuah rumah bergaya tropis tradisional memiliki karakter-karakter yang kuat pada elemen-elemen penyusun dan pengisi bangunan, misalnya pada bentuk atap, kusen pintu dan jendela, hingga perabot yang akan dipakai dapat mendukung terciptanya nuansa tradisional yang sesungguhnya. Lain halnya dengan tropis kontemporer, yang lebih menguaung tema ´kekinian´, dan menggunakan elemen-elemen modern di dalam rumah. Misalnya saja, penggunaan lantai dek kayu pada teras ya tetap memunculkan kesan tropis dipadukan dengan elemen beton dan kaca yang memunculkan nuansa yang modern dan kuat. Contoh lainnya, adalah penggunaan elemen-elemen klasik pada rumah, dimana dapat memunculkan kesan kemewahan, kemegahan yang kuat pada sisi luar bangunan, dan nuansa yang lebih hangat dan mewah pada ruang dalamnya.

 

 

Suasana yang bersih, modern dan simple mencerminkan gaya modernitas pada rumah tinggal (www.archdaily.com)

 

Penentuan tema dan konsep oleh pemilik rumah tidaklah terlepas dari kehadiran arsitek, dimana arsitek memegang peran yang sangat penting dalam membantu pemilik rumah untuk mewujudkan rumah impiannya. Arsitek berperan dalam menemukan kesesuaian antara kebutuhan ruang yang dibutuhkan pemilik rumah dengan lahan yang tersedia, apakah seluruh kebutuhan pemilik rumah itu dapat dengan nyaman diisi ke dalam lahan rumah yang tersedia. Selain itu, arsitek juga memegang peranan penting dalam menjaga aspek-aspek penting dalam bangunan, yang meliputi besaran dan skala bangunan, nuansa ruangan yang tercipta di dalam bangunan, hingga yang terpenting adalah mempertahankan prinsip-prinsip dasar bangunan bagi kita yang tinggal di daerah tropis, antara lain prinsip-prinsip dasar pencahayaan dan pengudaraan alami. Dengan mempertahankan prinsip-prinsip dasar ini, arsitek juga turut membantu pemilik rumah untuk menciptakan desain rumah tinggal yang nyaman, sehat, dan memiliki karakter tema bangunan yang kuat dan sesuai. (Vincent Heryanto)

 

 

C.  Pendanaan  Bedah Rumah

Sumber dana pembangunan/renovasi rumah  bapak Bejo dalam rangka program bedah rumah oleh Wali kota Malang.

Sumber dana :

Sumbangan Wali Kota Malang                                                                  : Rp 12.000.000,-

Sumbangan dari Masyarakat ( material,konsumsi dan uang ) senilai      : Rp 28.500.000,-

Total Nilai uang pembangunan renovasi rumah                                        =Rp 40.500,000,-

( empat puluh juta lima ratus rupiah )

 

D.  Denah Rumah

 

 

 

E.  Pembangunan Rumah bapak Bejo

 

 

      

Pembongkaran rumah

 

 

Pembersihan lokasi rumah

 

     

Pasangan pondasi

 

 

Hasil akhir bedah rumah

 

F.  Kesimpulan.

Ada perubahan pada gambar denah rumah karena menyesuaiakn ukuran tanah dan besar biaya yang ada,semula 4 x 10 m²  menjadi 4 x 15 m².

 

Renovasi rumah bapak bejo melalui program bedah rumah sudah selesai dengan rincian : 1 ruang tamu , 2 kamar tidur , 1 kamar dapur dan 1 kamar mandi/WC ( semula tidak ada ) dengan lantai keramik serta cat dinding.

 

Rumah milik bapak Bejo menjadi rumah yang sehat dan layak huni dengan penerangan listrik dengan daya 450 Watt.

 

G.Referensi :

 

1.       http://dellyani.blogspot.com/2013/05/definisi-dan-fungsi-rumah-tinggal.html

2.       http://www.membangunbersama.com/post/step-by-step/pra-perencanaan/mengenal-tema-dan-konsep-rumah-tinggal/

KONSEP KEWIRAUSAHAAN BAGI KEPALA SEKOLAH

KONSEP  KEWIRAUSAHAAN BAGI KEPALA SEKOLAH

Bambang Wijanarko

Abstraksi

 

Kewirausahaan adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru secara kreatif dan inovatif untuk mewujudkan nilai tambah.  Kreatif berarti menghasilkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Inovatif berarti memperbaiki/memodifikasi/mengembangkan sesuatu yang sudah ada. Nilai tambah berarti memiliki nilai lebih dari sebelumnya.

Tujuan pengembangan kewirausahaan bagi kepala sekolah adalah agar kepala sekolah inovatif, kerja keras, memiliki motivasi kuat, pantang menyerah, dan kreatif dalam mencari solusi terbaik sehingga mampu menjadi contoh bagi warga sekolahnya.

Ada dua jenis karateristik atau dimensi kewirausahaan yaitu: (1) kualitas dasar kewirausahaan meliputi kualitas daya pikir, daya hati, dan daya fisik; dan (2) kualitas instrumental kewirausahaan yakni penguasaan lintas disiplin ilmu.

Mempelajari kewirausahaan dapat dilakukan melalui berbagai upaya, misalnya: berpikir sendiri (otak kita kaya untuk berpikir), membaca (buku, jurnal, internet/web-site), magang, kursus pendek, belajar dari wirausahawan sukses, pengamatan langsung dilapangan, dialog dengan wirausahawan sukses, mengikuti seminar, mengundang wirausahawan sukses, menyimak acara-acara kewirausahaan di televisi,  atau cara-cara lain yang dianggap tepat bagi dirinya untuk mempelajari kewirausahaan.

 Kata kunci: Kewirausahaan, tujuan,karakteristik, pengembangan

 

1.  Pendahuluan

Salah satu dimensi kompetensi kepala sekolah/madrasah adalah kewirausahaan. Kewirausahaan dalam hal ini bermakna untuk kepentingan pendidikan yang bersifat sosial bukan untuk kepentingan bisnis yang mengkomersilkan sekolah/madrasah. Kewirausahaan dalam bidang pendidikan yang diambil adalah karakteristiknya (sifatnya) seperti inovatif, bekerja keras, motivasi yang kuat, pantang menyerah,  kreatif untuk mencari solusi terbaik, dan memiliki naluri kewirausahaan. Semua karakteristik tersebut bermanfaat bagi Kepala sekolah/madrasah dalam mengembangkan sekolah/madrasah, mencapai keberhasilan sekolah/madrasah, melaksanakan  tugas pokok dan fungsi, menghadapi kendala sekolah/madrasah, dan mengelola kegiatan sekolah/madrasah sebagai sumber belajar siswa.        Berikut disampaikan secara ringkas tentang definisi kewirausahaan, tujuan kewirausahaan, karakteristik/

 2.  Definisi Kewirausahaan                                                                     

 Kewirausahaan adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru secara kreatif dan inovatif untuk mewujudkan nilai tambah.  Kreatif berarti menghasilkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Inovatif berarti memperbaiki/memodifikasi/mengembangkan sesuatu yang sudah ada. Nilai tambah berarti memiliki nilai lebih dari sebelumnya.

Ada yang berpendapat bahwa istilah kewirausahaan itu merupakan singkatan dari: Kreatif, Enerjik, Wawasan luas, Inovatif, Rencana bisnis, Agresif, Ulet, Supel, Antusias, Hemat, Asa, Ambisi, Negosiatif. Sebenarnya, masih banyak lagi sifat-sifat yang harus dimiliki seorang wirausaha misalnya berani mengambil risiko dengan penuh perhitungan, mampu memanfaatkan peluang, komunikatif, mampu memasarkan, mampu bernegosiasi. Namun pada materi pelatihan ini dibatasi pada sifat-sifat kewirausahaan yang terdapat dalam lima kompetensi kewirausahaan menurut Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.      

   3.  Tujuan Pengembangan Kewirausahaan

Tujuan pengembangan kewirausahaan bagi kepala sekolah adalah agar kepala sekolah inovatif, kerja keras, memiliki motivasi kuat, pantang menyerah, dan kreatif dalam mencari solusi terbaik sehingga mampu menjadi contoh bagi warga sekolahnya.Kewirausahaan merujuk pada sifat, watak dan ciri-ciri yang melekat pada individu yang mempunyai kemauan keras untuk mewujudkan dan mengembangkan gagasan kreatif dan inovatifyang dimiliki ke dalam kegiatan yang bernilai. Jiwa dan sikap kewirausahaan tidak hanya dimiliki oleh usahawan, melainkan pula setiap orang yang berpikir kreatif dan bertindak inovatif. Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat dan sumber daya untuk mencari dan memanfaatkan peluang menuju sukses

Menjadi wirausahawan berarti memiliki kemauan dan kemampuan menemukan dan mengevaluasi peluang, mengumpulkan sumber daya yang diperlukan dan bertindak untuk memperoleh keuntungan dari peluang itu. Mereka berani mengambil risiko yang telah diperhitungkan dan menyukai tantangan dengan risiko moderat. Wirausahawan percaya dan teguh pada dirinya dan kemampuannya mengambil keputusan yang tepat. Kemampuan mengambil keputusan inilah yang merupakan ciri khas dari wirausahawan.

4.     Karakteristik/Dimensi-Dimensi Kewirausahaan

Ada dua jenis karateristik atau dimensi kewirausahaan yaitu: (1) kualitas dasar kewirausahaan meliputi kualitas daya pikir, daya hati, dan daya fisik; dan (2) kualitas instrumental kewirausahaan yakni penguasaan lintas disiplin ilmu selanjutnya penjelasan tentang karakteristik dimensi kewirausahaan sebagai berikut.

a. Kualitas Dasar Kewirausahaan

1) Daya Pikir

Kualitas dasar daya pikir kewirausahaan memiliki karakteristik/dimensi-dimensi sebagai berikut: berpikir kreatif; berpikir inovatif; berpikir asli/baru/orisinil; berpikir divergen; berpikir mengembangkan; pionir berpikir; berpikir menciptakan produk dan layanan baru; memikirkan sesuatu yang belum pernah dipikirkan oleh orang lain; berpikir sebab-akibat; berpikir lateral; berpikir sistem; berpikir sebagai perubah (agen perubahan); berpikir kedepan (berpikir futuristik); berintuisi tinggi; berpikir maksimal; terampil mengambil keputusan; berpikir positif; dan versalitas berpikir sangat tinggi.

 2) Daya Hati

Kualitas dasar daya hati kewirausahaan memiliki karakteristik/dimensi-dimensi sebagai berikut: prakarsa/inisiatif tinggi; ada keberanian moral untuk mengenalkan hal-hal baru; proaktif, tidak hanya aktif apalagi hanya reaktif; berani mengambil resiko; berani berbeda; properubahan dan bukan pro kemapanan; kemauan, motivasi, dan spirit untuk maju sangat kuat; memiliki tanggungjawab moral yang tinggi; hubungan interpersonal bagus; berintegritas tinggi; gigih, tekun, sabar, dan pantang menyerah; bekerja keras; berkomitmen tinggi; memiliki kemampuan untuk memobilisasi orang lain; melakukan apa saja yang terbaik; melakukan perbaikan secara terus menerus; mau memetik pelajaran dari kesalahan, dari kesuksesan, dan dari praktek-praktek yang baik; membangun teamwork yang kompak, cerdas, dinamis, harmonis, dan lincah; percaya diri; pencipta peluang; memiliki sifat daya saing tinggi, tetapi mendasarkan pada nilai solidaritas; agresif/ofensif; sangat humanistik dan hangat pergaulan; terarah pada tujuan akhir, bukan tujuan sesaat; luwes dalam pergaulan; selalu menginginkan tantangan baru; selalu membangun keindahan cita rasa melalui seni (kriya, musik, suara, tari, lukis, dsb.); bersikap mandiri akan tetapi supel; tidak suka mencari kambing hitam; selalu berusaha menciptakan dan meningkatkan nilai tambah sumberdaya; terbuka terhadap umpan balik; selalu ingin mencari perubahan yang lebih baik (meningkatkan/mengembangkan); tidak pernah merasa puas, terus menerus melakukan inovasi dan improvisasi demi perbaikan selanjutnya; dan keinginan menciptakan sesuatu yang baru.

 3) Daya Fisik

Kualitas dasar daya fisik/raga kewirausahaan memiliki karakteristik/dimensi-dimensi sebagai berikut: menjaga kesehatan secata teratur; memelihara ketahanan/stamina tubuh dengan baik; memiliki energi yang tinggi; dan keterampilan tubuh dimanfaatkan demi kesehatan dan kebahagiaan hidup.

b. Kualitas Instrumental Kewirausahaan

        Seseorang yang ingin menjadi wirausahawan sukses tidak cukup hanya memiliki kualitas dasar kewirausahaan, akan tetapi  kualitas instrumental kewirausahaan (penguasaan disiplin ilmu). Misalnya, seorang kepala sekolah, pengawas, atau kepala dinas pendidikan kabupaten/kota, harus memiliki ilmu pengetahuan yang luas di bidang pekerjaan yang menjadi kewenangan dan tanggungjawabnya.

      

5.  Cara-Cara Mengembangkan Kewirausahaan

 Cara-cara mengembangkan kewirausahaan dilakukan melalui pentahapan sebagai berikut.

(1)   Melakukan evaluasi diri tentang tingkat/level kepemilikan kewirausahaan. Ini dapat dilakukan melalui pengisian daftar kualitas kewirausahaan atau menjawab sejumlah pertanyaan tentang kewirausahaan yang dilakukan setulus-tulusnya dan sejujur-jujurnya. Hasil pengisian daftar/jawaban tersebut berupa profil diri kewirausahaan.

(2)   Berdasarkan hasil evaluasi diri (profil diri jiwa kewirausahaan), selanjutnya ditempuh melalui berbagai upaya yang disebut “belajar.

(3)   Mempelajari kewirausahaan dapat dilakukan melalui berbagai upaya, misalnya: berpikir sendiri (otak kita kaya untuk berpikir), membaca (buku, jurnal, internet/web-site), magang, kursus pendek, belajar dari wirausahawan sukses, pengamatan langsung dilapangan, dialog dengan wirausahawan sukses, mengikuti seminar, mengundang wirausahawan sukses, menyimak acara-acara kewirausahaan di televisi,  atau cara-cara lain yang dianggap tepat bagi dirinya untuk mempelajari kewirausahaan.

 

6.   Manfaat kompetensi kewirausahaan bagi Kepala sekolah

(1)   Mampu menciptakan kreativitas dan inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan sekolah/madrasah.

(2)  Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajaran yang efektif.

(3)  Memiliki motivasi yang kuat untuk mencapai kesuksesan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai kepala sekolah/madrasah,

(4)   Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala sekolah/madrasah,

(5)   Memiliki naluri kewirausahaan sebagai sumber belajar siswa, dan

(6)   Menjadi teladan bagi guru dan siswa di sekolahnya, khususnya mengenai kompetensi kewirausahaan. 

 

7.  Menjadi Seorang Wirausaha yang Sukses

Kepala sekolah/madrasah sebagai seorang wirausahawan yang sukses harus memiliki tiga kompetensi pokok yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap kewirausahaan. Ketiga kompetensi tersebut saling berkaitan.

Kompetensi merupakan penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Pengetahuan adalah kumpulan informasi yang disimpan di otak dan dapat dipanggil jika dibutuhkan. Keterampilan adalah kemampuan menerapkan pengetahuan. Sikap adalah sekumpulan kualitas karakter yang membentuk kepribadian seseorang. Seseorang yang tidak memiliki ketiga kompetensi tersebut akan gagal sebagai wirausahawan yang sukses.

Keterampilanyang dibutuhkan oleh seorang wirausahawan adalah keterampilan teknikal, manajemen bisnis, dan jiwa kewirausahaan personal. Keterampilan teknikal meliputi: mampu menulis, berbicara, mendengar, memantau lingkungan, teknik bisnis, teknologi, mengorganisasi, membangun jaringan, gaya manajemen, melatih, bekerja sama dalam kerja tim (teamwork). Manajemen bisnis meliputi: perencanaan bisnis dan menetapkan tujuan bisnis, pengambilan keputusan, hubungan manusiawi, pemasaran, keuangan, pembukuan, manajemen, negosiasi, dan mengelola perubahan. Jiwa wirausahawan personal meliputi: disiplin (pengendalian diri), berani mengambil risiko diperhitungkan, inovatif, berorientasi perubahan, kerja keras, pemimpin visioner, dan mampu mengelola perubahan.

 Figur Wirausahawan yang sukses

Tokoh-tokoh wirausahawan yang sukses di bidang pendidikan antara lain adalah Raden Ajeng Kartini yang berupaya keras pada jamannya merintis kesadaran tentang hak kaum perempuan, KI Hajar Dewantoro dengan Taman Siswa, Ciputra dengan Universitas Entrepreneurship, dan pendiri sekolah Global Jaya.

 KESIMPULAN

-   Kewirausahaan adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru secara kreatif dan inovatifuntuk mewujudkan nilai tambah.  Kreatif berarti menghasilkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Inovatif berarti memperbaiki/memodifikasi/mengembangkan sesuatu yang sudah ada. Nilai tambah berarti memiliki nilai lebih dari sebelumnya.

-      Tujuan pengembangan kewirausahaan bagi kepala sekolah adalah agar kepala sekolah inovatif,kerja keras, memiliki motivasi kuat, pantang menyerah, dan kreatif dalam mencari solusi terbaik sehingga mampu menjadi contoh bagi warga sekolahnya. Menjadi wirausahawan berarti memiliki kemauan dan kemampuan menemukan dan mengevaluasi peluang, mengumpulkan sumber daya yang diperlukan dan bertindak untuk memperoleh keuntungan dari peluang itu

-       Ada dua jenis karateristik atau dimensi kewirausahaan yaitu: (1) kualitas dasar kewirausahaan meliputi kualitas daya pikir, daya hati, dan daya fisik; dan (2) kualitas instrumental kewirausahaan yakni penguasaan lintas disiplin ilmu.

-     Mempelajari kewirausahaan dapat dilakukan melalui berbagai upaya, misalnya: berpikir sendiri (otak kita kaya untuk berpikir), membaca (buku, jurnal, internet/web-site), magang, kursus pendek, belajar dari wirausahawan sukses, pengamatan langsung dilapangan, dialog dengan wirausahawan sukses, mengikuti seminar, mengundang wirausahawan sukses, menyimak acara-acara kewirausahaan di televisi,  atau cara-cara lain yang dianggap tepat bagi dirinya untuk mempelajari kewirausahaan.

 

Referensi:

-     Anonim 1. 2005. Apakah Usaha dan Kewirausahaan Itu? Turin, Italiy: International Training Centre, ILO

 

-https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2010/06/14/tentang-kewirausahaan-kepala-sekolah/ diunduh tanggal 4 pebruari 2015

 -     Depdiknas. 2007. Kewirausahaan Sekolah 4 pebruari 2015

- http://www.slideshare.net/NASuprawoto/kompetensi-kewirausahaan-kepala-sekolah diunduh tanggal 4 pebruari 2015.

-    http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/disertasi/article/view/25311 diunduh tanggal 4 pebruari 2015.

-     Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah diunduh tanggal 4 pebruari 2015   

BAGAIMANA MERANCANG SEPTIC TANK ?

BAGAIMANA MERANCANG SEPTIC TANK ?

Budi Martono

Abstraksi

Septic tank adalah salah satu sistem pembuangan limbah rumah tangga yang harus dirancang dengan benar dan berfungsi secara baik. Pada umumnya, limbah rumah tangga terbagi menjadi dua jenis, yaitu : (1) limbah berupa air yang berasal dari kamar mandi, bak cuci, dapur dan lain-lain (tidak mengandung tinja) yang lazim disebut grey water; (2) limbah yang berasal dari kakus/WC berbentuk tinja yang lazim disebut black water.

Salah satu solusi terhadap permasalahan limbah rumah tangga yang berwujud black water adalah dengan merancang septictank dengan benar yang memenuhi antara lain: (1) persyaratan teknis pembuatan septic tank;(2) dimensi/ukuran septic tank; (3) jarak septic tank dan bidang resapan; (4) dan gambar rancangan septic tank. Dengan memenuhi ketentuan di atas dan menghindari kesalahan dalam pembuatan septic tank diharapkan dapat merancang septic tank dengan benar.

Kata kunci: pembuangan limbah rumah tangga, merancang septic tank.

 

1.    Pendahuluan

Dalam merancang sebuah rumah ada salah satu hal yang perlu mendapat perhatian yaitu sistem pembuangan limbah rumah tangga.

Secara umum, limbah rumah tangga terbagi menjadi dua jenis, yaitu : (1) limbah berupa air yang berasal dari kamar mandi, bak cuci, dapur dan lain-lain (tidak mengandung tinja) yang lazim disebut grey water; (2) limbah yang berasal dari kakus/WC berbentuk tinja yang lazim disebut black water.

Untuk merancang sistem pembuangan air limbah rumah tangga, maka bisa dimulai dengan menginventarisasi kebutuhan dan permasalahannya. Dari hasil inventarisasi tersebut diperoleh solusi pemecahannya.

Air limbah yang berupa grey water umumnya dibuang ke arah depan bangunan karena biasanya di sanalah terdapat saluran pembuangan (got) yang terhubung dengan saluran riol kota. Agar air mengalir lancar, maka saluran pembuangan utama sebaiknya menggunakan pipa paralon (PVC) berukuran minimal 4 inci. Saluran pun harus dibuat miring 2 %, dimana semakin ke depan semakin rendah.

Sedangkan salah satu solusi terhadap permasalahan limbah rumah tangga yang berwujud black water adalah dengan merancang septictank. Pembangunan septic tank juga perlu memperhatikan keadaan tanah, pada kondisi tanah yang terlalu lembab dalam jangka waktu yang lama, maka tanah tersebut tidak sesuai untuk lokasi septic tank. Pada tingkat tertentu kelembaban tanah sangat mendukung kehidupan manusia, tetapi pada tingkat kelembaban tanah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menimbulkan permasalahan bagi manusia

2.    Persyaratan teknis pembuatan septic tank

Untuk membuat septic tank ada beberapa persyaratan teknis yang harus dipenuhi, diantaranya adalah:

·         bahan bangunan harus kuat.

·         tahan terhadap asam dan kedap air.

·         septic tank bisa dibuat dari batu kali, bata merah, batako, beton/beton bertulang, PVC.

·         pipa penyalur air limbah bisa terbuat dari PVC, keramik atau beton. Pipa penyalur air limbah yang berada di luar bangunan harus kedap air, dengan kemiringan minimum 2%. Bila ada belokan yang lebih besar dari 45˚ maka harus dipasang clean out atau pengontrol pipa. Hindari belokan 90˚ dengan cara dibuat dua kali belokan atau memakai bak kontrol.

·         bentuk dan ukuran septic tank disesuaikan dengan jumlah pemakai (Q) serta waktu pengurasan.

·         dilengkapi dengan pipa aliran masuk dan keluar, pipa aliran masuk dan keluar dapat berupa sambungan T atau sekat.

·         adanya pipa ventilasi udara dengan diameter 50 mm (2″) dan tinggi minimal 25 cm dari permukaan tanah.

·         tersedianya lubang pemeriksa untuk keperluan pengurasan dan keperluan lainnya.

·         septic tank dapat dibuat dengan dua ruang dengan panjang tangki pada ruang pertama 2/3 bagian dan ruang kedua 1/3 bagian.

·         jarak septic tank dan bidang resapan ke bangunan adalah 1,5 m, sedangkan ke sumur air bersih adalah 10 m dan sumur resapan air hujan 5 m.

·         septic tank dengan bidang resapan lebih dari 1 jalur, perlu dilengkapi dengan kotak distribusi.

·         pipa aliran ke luar/outlet harus lebih rendah 5 – 10 cm dari pipa aliran masuk/inlet, kemudian di salurkan ke suatu bidang resapan.

3.    Dimensi/ukuran septic tank

Dalam merancang septic tank tentu perlu untuk mengetahui dimensi septic tank yang akan dibuat berdasarkan kebutuhan. Berikut ini ada tabel yang bisa dijadikan sebagai acuan dalam merancang dimensi septic tank.

 

 

*keterangan : 2 dan 3 tahun adalah waktu pengurasan septic tank

 

4.    Jarak septic tank dan bidang resapan

Agar buangan (limbah) yang dialirkan mengalami proses demineralisasi, yaitu proses penguraian suatu senyawa organik sehingga hasil penguraiannya tidak lagi menimbulkan efek yang merugikan, terutama bagi lingkungan secara baik, maka septic tank perlu dilengkapi dengan sumur resapan.

Berikut adalah tabel jarak septic tank serta bidang/sumur resapan dengan suatu unit tertentu:

Jarak dari

Septic tank

Bidang resapan

Bangunan

1,5 meter

1,5 meter

Sumur

10 meter

10 meter

Pipa air bersih

3 meter

3 meter

 

5.    Gambar rancangan septic tank

 

Gambar 1. Penampang modifikasi septic tank (Sumber: Balai Lingkungan Permukiman)

 

 

Gambar 2. Denah septic tank (Sumber: Balai Lingkungan Permukiman)

 

 

Gambar 3. Penampang septic tank (Sumber: Balai Lingkungan Permukiman)

 

 

6.    Kesalahan dalam pembuatan septic tank

Seringkali septic tank tidak bisa berfungsi secara maksimal karena ada beberapa kesalahan pada saat proses perancangan dan pembuatan. Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam perancangan septic tank dan perlu mendapatkan perhatian dalam pembuatannya.

 

 

Gambar 4. Kesalahan dalam pembuatan septic tank (Sumber: Balai Lingkungan Permukiman)

 

7.    Kesimpulan

Septic tank harus dirancang dengan benar dan berfungsi secara baik. Untuk itu, rancangan septic tank harus memenuhi beberapa hal berikut ini: (1) persyaratan teknis pembuatan septic tank;(2) dimensi/ukuran septic tank; (3) jarak septic tank dan bidang resapan; (4) dan gambar rancangan septic tank. Dengan memenuhi ketentuan di atas dan menghindari kesalahan dalam pembuatan septic tank diharapkan dapat merancang septic tank dengan benar.

 

REFERENSI:

http://19design.wordpress.com/2011/08/02/merancang-tangki-septik-septictank/

http://sipil-inside.blogspot.com/2010/05/tata-cara-perencanaan-tangki-septik.html

http://inspeksisanitasi.blogspot.com/2009/08/septic-tank.html

DAYA TAHAN LAPISAN FINISHING TERHADAP PENGARUH KELEMBABAN UDARA

 DAYA TAHAN LAPISAN FINISHING TERHADAP PENGARUH KELEMBABAN UDARA

Cahyo Kuncoro*

 

ABSTRAK

Pada umumnya masyarakat saat ini terhadap pengaruh lingkungan di sekitar kayu ternyata rata-rata berpandangan bahwa hanya suhu udara atau temperatur yang membuat MC (kadar air) kayu berubah. Udara panas yang akan menarik air di dalam kayu terlepas ke udara. Kondisi ini yang memang memiliki pengaruh paling besar.  Negara subtropis cenderung memiliki suhu udara lebih dingin tapi apabila kita ekspor produk furniture ke sana justru kontrol masalah MC (kadar air) harus lebih hati-hati. Udara di sekitar kita mengandung air yang berupa uap air, dan khususnya daerah tropis seperti Indonesia memiliki kelembaban udara yang cukup tinggi.

Pada keadaan normal, kandungan air di udara masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan kandungan air di dalam kayu ketika masih basah sehingga pada saat kayu dikeringkan di dalam Kiln Dry (oven pengering kayu), masih terdapat ruang di udara untuk menampung uap air. Hal ini pula salah satu alasan mengapa sistem sirkulasi udara di dalam ruang pengeringan harus berjalan dengan baik.

Ketika musim (turun) hujan kelembaban udara meningkat drastis dan hingga pada titik tertentu tidak lagi ada 'ruang' bagi uap air dari kayu. Apabila anda memiliki masalah proses pengeringan yang lebih lama pada saat musim hujan, bukan lain adalah karena masalah kelembaban udara. Pada kasus tertentu bahkan kayu yang telah dikeringkan pada level 14% ketika diletakkan di gudang penyimpanan yang lembab atau luar ruangan, level MC (kadar air) bisa beranjak naik ke level 18% bahkan 20%.

Kata Kunci : Pengaruh iklim, material bahan finishing, kadar air

 

Pendahuluan

Finishing adalah kegiataan untuk melaburkan berbagai  bahan-bahanfinishing (cat, pernis, stain) pada permukaan produk kayu untuk melindungi, memelihara penampilan dan memungkinkan permukaan untuk dibersihkan. Meskipun kayu dapat digunakan didalam maupun diluar ruangan tanpa di finishing, banyak permukaan kayu yang tidak di finishingbila terkena pengaruh cuaca akan berubah warna karena terjadi pencucian zat-zat ekstraktif, serangan jamur, dan menjadi kasar karena terkena sinar matahari dan pecah permukaan yang lambat laun akan terdegradasi (Feist 1982).

Penggunaan kayu sebagai bahan struktural maupun bahan perkakas rumah tangga (furniture) belum dapat tergantikan seluruhnya sampai sekarang. Kayu merupakan bahan hayati yang awet, meskipun ditanam dalam tanah, dipaparkan terhadap cuaca terbuka, atau disimpan dalam makam-makam kuno namun kayu dapat bertahan selama bertahun-tahun. Hal ini dapat dipertegas oleh banyaknya bangunan-bangunan peninggalan jaman dulu yang terbuat dari kayu masih bertahan sampai sekarang (Hoadley 2000). Selain kuat dan awet, kayu juga memiliki penampilan yang menarik dengan corak dan pola khas yang tidak dapat dijumpai pada bahan lain. Namun demikian, kayu yang terdiri dari bahan organik (selulosa, hemiselulosa, lignin, dan zat ekstraktif dapat terdegradasi oleh pengaruh lingkungan baik secara fisik karena perubahan kadar air yang terus-menerus maupun secara kimiawi karena pengaruh radiasi ultra violet (Kalnins dan Feist 1993). Kayu ditempatkan  di dalam atau di luar  ruangan membutuhkan perlindungan dari bahan kimia, panas.

 Salah satu cara untuk menjaga agar daya tahan kayu seperti kekuatan dan penampilanya tetap terpelihara adalah dengan mengaplikasikan bahan finishingke permukaan kayu. Produk-produk kayu (kayu gergajian, kayu lapis, papan serat, papan partikel, balok laminasi) dapat di finishing dengan berbagai bahan finishing kayu. Karakteristik hasil finishing dipengaruhi oleh substrat  kayu (pola serat, tekstur, warna, dan aspek kimia), sifat-sifat bahan finishing (kualitas & kuantitas), dan metode pelaburan (Williams 1999). Salah satu persyaratan untuk mendapatkan penampilan kayu yang memuaskan dari bahan finishing adalah sifat melekat bahan finishing yang baik pada permukaan kayu. Kemampuan kayu untuk mempertahankan bahan finishing dipengaruhi oleh karakteristik alami setiap jenis kayu (sifat anatomi, fisis, dan tahan lapisan finishing yang terbentuk dari dua jenis bahan kimia) dan tekstur permukaan (papan tangensial, papan radial).

Faktor-faktor alami kayu yang mempengaruhi hasil finishing sangat bervariasi, tidak hanya antar jenis tetapi juga pada satu pohon dari jenis yang sama. Kondisi struktur anatomi kayu menjadi penyebab pertama tekstur permukaan kayu (trakeida atau diameter vesel dan tebal dinding sel). Penyebab tekstur kedua adalah metode pemesinan kayu (bekas gigitan bilah gergaji pita atau pisau mesin ketam). Penyebab ketiga ditentukan oleh variasi dalam metoda pemesinan karena vibrasi, kesalahan setting dan mata gergaji yang tumpul, (Richter et al. 1995).

Tekstur permukaan kayu dapat berupa permukaan kasar hasil penggergajian (rough-sawn lumber) dan permukaan halus karena diserut (smooth-sawn lumber). Papan yang dihasilkan dari penggergajian gergaji pita tidak persis berupa papan radial (quarter sawn) ataupun papan tangensial (plain sawn), tetapi yang sering dihasilkan adalah kombinasi dari kedua jenis papan tersebut (bastard-sawn). Dengan memperhatikan kenyataan ini dan fakta bahwa Indonesia memiliki berbagai macam jenis kayu yang penampilan dan daya tahannya rendah, serta memiliki kondisi iklim yang mendukung terjadinya degradasi, maka perlu dilakukan penelitian khusunya daya tahan finishing eksterior terhadap pengaruh cuaca. Salah satu bahan finishing yang dapat membentuk lapisan tipis pada permukaan kayu adalah pernis (varnish). Penampilan alami corak kayu masih nampak jelas melalui penggunaan pernis transparan (clear vanishes). Namun pernis membutuhkan perawatan yang lebih sering untuk menjaga penampilan kayu, dan kemampuan lapisan pernis menolak air masih terbatas karena sinar ultra violet (UV) dapat menembus lapisan pernis secara perlahan.

Menurut Williams (1999) perubahan cuaca saat pemaparan dapat menyebabkan degradasi pada semua bahan organik termasuk bahan finishing yang terdiri dari polimer organik, yang diakibatkan oleh adanya perubahan kelembaban (relative humidity) yang cepat dan radiasi ultra violet pada permukaan kayu. Beberapa hasil penelitian yang dirangkum oleh Feist (1982) menunjukkan bahwa lapisan finishing berupa pernis mulai mengalami kerusakan setelah dipaparkan pada cuaca terbuka selama satu tahun pada kondisi pemaparan yang ekstrim, dan untuk mempertahankan fungsi perlindungan lapisan finishing tersebut maka harus dilakukan kegiatan finishing ulang.

 

Pembahasan

1.      Pengaruh Kondisi Permukaan terhadap Daya Tahan LapisanFinishing

Rata-rata rating daya tahan lapisan finishing terhadap cacat mikroba dan retak untuk kayu diketam dan tidak diketam mengindikasikan bahwa rating daya tahan terhadap cacat mikroba maupun terhadap cacat retak untuk kayu yang diketam sedikit lebih baik dibandingkan dengan kayu yang tidak diketam. Semakin besar cacat retak pada lapisan finishing maka akan mengakibatkan mikroba dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat menembus ke permukaan kayu. Adanya kecenderungan bahwa daya tahan lapisan finishing kayu yang diketam lebih baik dibandingkan lapisan kayu tidak diketam dapat disebabkan oleh terbentuknya ketebalan lapisan cat yang seragam pada permukaan kayu yang diketam. Pengetaman dapat menghasilkan permukaan kayu yang lebih rata dan halus, sehingga ketebalan lapisan bahan finishing yang terbentuk pada permukaan yang rata dan halus ini lebih seragam. Dengan ketebalan bahan finishing yang seragam, fungsi perlindungan lapisan finishing terhadap perubahan kelembaban akan lebih baik sehingga stabilitas dimensi kayu dapat terjaga. Richter et al. (1995) menyatakan bahwa daya tahan lapisan finishing terhadap retak lebih baik pada permukaan kayu yang diketam daripada permukaan yang tidak diketam.

Williams (1999) menambahkan bahwa permukaan kayu yang kasar atau tidak diketam akan menyerap bahan finishing yang lebih banyak sehingga lebih boros akan bahan cat.

 

2.      Pengaruh Jenis Bahan Finishing terhadap Daya Tahan Lapisan Finishing

Rating daya tahan terhadap cacat-cacat mikroba dan retak menurun dengan menyolok mulai dari bulan pertama pemaparan. Pada masa pemaparan selama enam bulan, kerusakan yang terjadi pada permukaan kayu yang tidak di finishing terlihat sangat nyata bila dibandingkan dengan kayu yang dilindungi dengan lapisan finishing. Hal ini mengindikasikan bahwa lapisan finishing eksterior mampu memberikan perlindungan pada kayu dan secara tidak langsung akan mampu memperpanjang masa pakai kayu untuk penggunaan di luar ruangan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa setelah enam bulan pemaparan daya tahan lapisan finishing terhadap cacat mikroba dan retak baik yang menggunakan Ultran Lasur UV maupun Ultran Politur P-03 UV pada umumnya sangat baik. Namun pada akhir bulan keenam permukaan kayu yang tidak di finishing telah mengalami kerusakan yang sangat berarti akibat cacat mikroba dan retak. Persentase permukaan bercacat pada kayu yang tidak di finishing masing-masing sebesar 95% karena cacat mikroba dan 81% karena cacat retak. Hal ini mengindikasikan dengan jelas bahwa kayu yang tidak dilindungi lapisanfinishing akan terkena dampak langsung dari perubahan cuaca yang mengakibatkan permukaan kayu menjadi kasar akibat dari serat-serat kayu terangkat dan munculnya retak-retak pada permukaan tersebut.

Pemakaian bahan finishing telah dapat menghambat terjadinya kerusakan permukaan kayu, sehingga masa pakai kayu akan menjadi lebih lama. Masa pakai kayu bahkan dapat dipertahankan dengan melakukan pemeliharaan berupa kegiatan finishing ulang pada permukaan kayu begitu tanda-tanda kerusakan mulai terlihat.

Meskipun serangan mikroba tersebut masih pada lapisan cat dan belum sampai pada permukaan kayu, namun karena retak lapisan cat sudah semakin hebat maka mikroba akan lebih mudah dan cepat dapat masuk kepermukaan kayu. Dengan demikian dapat diperkirakan bahwa lapisan cat ini (Ultran Lasur dan Ultran Politur) sudah seharusnya dilapisi kembali dengan lapisan baru sebelum masa pemaparan mencapai 2 tahun, sehingga kualitas dan penampilan kayu akan tetap terjaga.

 

     KESIMPULAN

1.  Lapisan finishing dari bahan Ultran Lasur UV dan Ultran Politur P-03 UV secara nyata dapat melindungi permukaan kayu dari degradasi baik oleh cacat mikroba (microbial disfigurement) maupun retak (cracking).

2.  Secara sederhana, kelembaban udara mempengaruhi level MC bisa dilihat pada table berikut. Tinggi rendahnya kelembaban udara akan mempengaruhi maksimal MC yang bisa dicapai oleh kayu.

3.  Meranti batu dengan berat jenis paling tinggi memiliki daya tahan lapisanfinishing paling rendah dibandingkan dengan jenis kayu kamper dan keruing. Kayu yang diketam memperlihatkan daya tahan lapisan finishing sedikit lebih baik daripada kayu yang tidak diketam Kayu dengan penampang radial menunjukkan daya tahan lapisanfinishing lebih baik dibandingkan dengan penampang tangensial.

4.  Perencanaan packaging yang baik akan sangat membantu menyelamatkan produk kayu dari kerusakan karena kadar air level yang terlalu tinggi. Plastik merupakan bahan packing yang baik untuk membantu melindungi produk dari pengaruh udara lembab masuk kembali ke dalam kayu. Namun perlu diingat bahwa tetap diperlukan beberapa lubang udara untuk ventilasi.

 

DAFTAR PUSTAKA

http://www.tentangkayu.com/2008/08/jenis-bahan -finishing kayu.

 

http:ww.tentangkayu.com/2008/04/pengaruh-kelembapan-udara-terhadap-mc

 

 

Wayan Darmawan,Itan Iskova Purba,Daya Tahan Lapisan Finishing Exterior Beberapa Jenis Kayu Terhadap Pengaruh Cuaca, Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Hutan 2(1):1-8(2009)

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG