Bagaimana merawat mebel kayu agar tetap awet?

Bagaimana merawat mebel kayu agar tetap awet?

 

Budi Martono *

 

Abstraksi

 

Sudah lama kayu digunakan sebagai mebel untuk pelengkap dari sebuah bangunan rumah, kehadiran mebel kayu sebagai bagian dari rumah juga sangat diperlukan untuk memberikan nilai artistik, elegansi dan citra diri dari rumah maupun pemilik rumah tersebut. Keutamaan dari penggunaan mebel kayu yaitu memberikan kesan hangat, klasik, mewah, dan elegan dari sebuah rumah yang tidak akan didapatkan dari rumah dengan interior furnitur logam. Meskipun demikian, keberadaan mebel kayu sebagai interior rumah memerlukan perhatian untuk perawatan agar warna finishing tidak menjadi kusam atau pudar dan berjamur. Bahan untuk merawat mebel kayu ada bermacam-macam, diantaranya adalah wax polish, teak oil, dan furniture polish. Peralatan yang digunakan antara lain lap kain, kuas, dan penyedot debu. Untuk menjaga keawetan mebel kayu maka jangan ditempatkan pada ruangan yang lembab atau jangan terkena sinar matahari secara langsung.

 

Kata kunci: mebel kayu, perawatan

 

 

Gambar 1. Mebel kayu tertata di dalam suatu ruangan

 

Sumber: http://rakons.com/beranda/46-kumpulan-tips/66-merawat-furniture-kayu.html

 

 

 

1.    Pendahuluan

 

Untuk mengetahui bahwa sebuah mebel kayu berkualitas adalah dengan cara melihat jenis kayu yang digunakan, konstruksi mebel itu dibangun, dan sentuhan akhirnya atau finishing yang diaplikasikan. Jenis kayu yang digunakan sebagai bahan baku sangat mempengaruhi umur mebel.

 

Sebelum memutuskan untuk membeli sebuah mebel kayu, ketahuilah apakah mebel tersebut dibentuk dari kayu keras. Pada umumnya mebel produksi Indonesia yang berbahan dasar kayu keras yang dikeringkan seperti jati, mahoni, merbau, kamfer, bingkirai dan sejenisnya, dapat dibentuk menjadi mebel yang berkualitas baik dan berumur panjang.

 

Mebel berbahan kayu mahoni (Swietenia mahagoni) mempunyai serat yang indah dan tekstur permukaan yang sangat halus, walaupun dengan kualitas finishing yang standart. Mahoni termasuk kayu dengan kelas awet III dan kelas kuat II, III. Mebel berbahan kayu mahoni tidak cocok untuk out door, mebel dari kayu mahoni yang relatif muda, sangat rentan terhadap gangguan hama kayu, untuk hal itu jenis mebel berbahan kayu mahoni disarankan sering dibersihkan dan sesekali disemprot dengan obat anti hama kayu.

 

2.    Memilih mebel kayu yang baik

 

Bagi orang yang mengerti kualitas kayu, mebel berbahan kayu merbau atau kayu ipil menjadi pilihan yang cerdas, karena kayu ini mempunyai kualitas tinggi (termasuk kayu kelas awet dan kuat I, II). Merbau juga terbukti tahan terhadap serangga atau hama kayu. Kelemahan kayu merbau adalah dapat menimbulkan noda hitam (pigmen ungu kehitaman) apabila berhubungan dengan besi atau terkena air.Tapi jangan kawatir, dengan memberikan finishing yang baik dan tahan air, masalah ini akan dapat diatasi secara mudah.

 

Kayu jati sering di anggap sebagai kayu dengan serat dan tekstur paling indah. Karakteristiknya yang tahan lama membuat kayu ini menjadi pilihan utama untuk pembuatan berbagai bahan bagunan termasuk mebel. Kayu jati terbukti tahan terhadap jamur dan hama kayu karena kandungan minyak di dalam kayu jati itu sendiri. Karena tidak ada kayu lain yang memberikan kualitas dan penampilan sebanding dengan kayu jati, maka hingga saat ini mebel kayu jati paling disukai oleh konsumen. Namun berhati-hatilah karena mebel berbahan jati pun tidak semuanya berkualitas prima. Jenis pertama adalah mebel dengan kualitas kayu hutan jati jawa sekelas ”Jati Bojonegoro” yang tidak perlu diragukan lagi. Biasanya jenis kayu ini dikeluarkan oleh PERHUTANI. Karena kualitas yang super, biasanya mebel dari jenis kayu jati kelas satu ini mempunyai harga yang super pula, mebel jati kelas ini diyakini mempunyai umur hingga dapat diwariskan dari generasai ke generasi. Jenis mebel jati yang kedua adalah jenis mebel jati dari kayu yang berasal dari hutan rakyat atau kayu jati yang ditebang dari kebun pribadi milik rakyat. Jenis jati ini banyak yang mempunyai kualitas bagus tapi tidak sedikit berkualitas kurang. Kayu yang kurang berkualitas dihasilkan dari kayu yang ditebang pada umur muda dan berdiameter kecil. Hal ini umum terjadi karena alasan kebutuhan ekonomi (uang) dari sang pemilik pohon jati. Kayu yang kurang berkualitas ini ditandai dengan diameter kayu yang kecil, banyaknya warna putih (sap wood), ada bercak hitam atau doreng, serat kayu dengan banyak bekas percabangan yang mati (mata mati), terkadang terdapat warna putih keabuan yang biasanya kurang disukai oleh konsumen luar negeri. Mebel jati jenis ini mempunyai kualitas rata-rata atau sedang, namun kalau teliti dalam membeli dan memiliki supplier terpercaya, banyak mebel di kelas ini mempunyai kualitas yang baik. Jenis ketiga adalah jenis mebel jati ”aspal” (asli tetapi palsu). Jenis ini adalah produk mebel kayu jati yang dicampur dengan kayu bukan jati. Biasanya dicampur dengan kayu lamtoro, kayu akasia atau bahan kayu lain yang mempunyai serat dan warna sekilas mirip dengan kayu jati. Biasanya supplier yang nakal melakukan hal ini untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar karena harga kayu lamtoro dan kayu akasia jauh lebih murah. Kayu jenis akasia sebenarnya termasuk kayu kelas awet III, cukup tahan terhadap cuaca pada kondisi normal, tapi mudah jamuran dan tidak tahan terhada hama kayu. Untuk membedakan kayu ”aspal” ini dari kayu jati bisa dilihat dari warna dan seratnya serta baunya yang tidak khas kayu jati. Lamtoro mempunyai ciri warna coklat kemerahan atau keemasan sedang akasia mempunyai warna coklat muda hingga coklat tua kehijauan. Namun demikian pembeli yang tidak mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang cukup hampir dipastikan tidak akan mampu membedakannya. Lebih-lebih kalau produk mebel kayu jati jenis ini sudah difinishing dengan warna yang gelap.

 

Satu produk mebel jati yang saya masukkan juga ke kelas ini adalah produk mebel kayu jati yang dari penampilannya 100 % kelihatan sebagai mebel jati, namun sebenarnya pada bagian-bagian tertentu, mebel kayu yang kelihatan sebagai kayu jati dari luar, tenyata didalamnya adalah kayu bekas bangunan atau kayu bukan jati lainnya dan hanya ±5 mm pada bagian luar merupakan papan jati. Ciri produk seperti ini kalau dilihat dengan teliti akan terlihat ada sambungan tipis yang hampir tidak terlihat pada susut-sudutnya kayunya.

 

Jenis yang terakhir adalah jenis mebel yang cukup trendi saat ini, jenis mebel ini dibuat dari bahan kayu jati lama dari bekas bangunan-bangunan kuno atau kapal-kapal kayu yang telah rusak, dibentuk lagi menjadi berbagai produk mebel jati yang unik tanpa menghilangkan tektur asli produk sebelumnya. Keunikan produk ini adalah tidak ada duanya atau lebih mirip sebagai produk barang antik, yang membuat beberapa produk jenis ini berharga cukup mahal.

 

3.    Keutamaan dari penggunaan mebel kayu

 

Keutamaan dari penggunaan mebel kayu yaitu memberikan kesan klasik dan mewah serta elegan dari sebuah rumah yang tidak akan didapatkan dari rumah dengan interior furniture logam. Mebel kayu dapat membangun suasana hangat di dalam ruangan. Selain itu mebel kayu juga dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama

 

Mebel kayu yang terbuat dari bahan kayu jati merupakan mebel khas Indonesia yang digemari semua lapisan masyarakat di dalam negeri maupun di luar negeri.  

 

Banyak pengrajin dari beberapa daerah di Jawa yang mengukir kayu jat dengan desain yang klasik dan menarik, memberi nilai tambah yang tinggi pada kayu jati sehingga nilai jual mebel jati menjadi semakin tinggi.

 

Mebel kayu jati memiliki banyak pilihan desain, diantaranya desain mebel minimalis maupun mebel ukiran, keduanya sama-sama memiliki pangsa pasar tersendiri, dari harga yang murah hingga bernilai puluhan juta rupiah. Produk yang dihasilkan antara lain meja, kursi, sofa, lemari, sketsel, tempat tidur, dan lain-lain.

 

 

 

                 

Sumber: http://mebelfurniturejepara.blogspot.com/2012/09/tren-furniture-minimalis.html

 

 http://bebozz.com/furniture-minimalis-dari-kayu-jati.jpg

 

Gambar 1. Mebel kayu jati model minimalis

 

 

             

  Sumber: http://www.kotamebel.com/set-meja-kursi-makan-jati-ukir-jepara.htm; www.kursijepara.com/bale-bale-ukiran-bali-jati-jepara-006.html; http://kajukonah.com

 

Gambar 2. Mebel kayu jati ukir Jepara, Bali, Madura

 

Design yang terus menerus berubah mengikuti perkembangan selera masyarakat membuat mebel kayu jati tetap abadi digemari masyarakat. Kekuatan dan keawetan dari kayu jati membuat masyarakat tetap memilih kayu jati sebagai prioritas pilihan pada waktu membeli mebel kayu.

 

4.    Cara merawat mebel kayu

 

Perawatan mebel kayu jati memang tidak boleh asal-asalan, tetapi harus mengetahui cara merawat mebel kayu yang benar dan tepat sehingga membuat mebel kayu masih terlihat seperti baru dan awet. Mebel kayuharus mendapatkan penanganan tepat sehingga hasil yang diperoleh pun akan bagus.

 

Dengan perawatan yang tepat dan penanganan yang baik, mebel kayu dapat menjadi suatu investasi dan dapat diwariskan ke generasi berikutnya. Baik itu menggunakan bahan kayu jati, nyatoh, merbau, semua jenis mebel kayu memerlukan sebuah perawatan yang konstan dan memadai. Mebel dari kayu harus dijaga dari suhu yang ekstrim, sinar matahari langsung, debu dan kelembaban. Kelembaban pada ruangan yang berlebihan serta kekeringan dapat merusak kayu. Paparan dari sinar matahari langsung dapat mengubah warna mebel kayu. Sinar matahari langsung bisa membuat pudar dan memutih dan bercak yang terlihat tentu memberi pengaruh noda dan cat di permukaannya.

 

Hal-hal penting dalam perawatan mebel kayu yang benar dan tepat, sebagai berikut:

 

1.    Gunakan lap yang lembut atau kemucing untuk membersihkan debu pada permukaan kayu dan gunakan kuas pada ukirannya karena kuas bisa menjangkau sudut-sudut yang sulit dijangkau dengan tangan. Bisa juga menggunakan mesin penyedot debu yang ujungnya berbentuk sikat, sehingga bisa membersihkan dan menyedot debu lebih maksimal.

           

 

Sumber: http://furniturejepara.info/perawatan-mebel-kayu

 Sumber:http://furnitureinteriorjazidha.blogspot.com/2012/07/4-langkah-mudah-membersihkan-furniture.html

 Gambar 3.

Kain lap dan penyedot debu yang ujungnya berbentuk sikat sebagai alat pembersih mebel

 

2.    Selanjutnya lapisi dengan wax menggunakan kuas kemudian biarkan mengering selama ± 3 menit, setelah kering kemudian digosok perlahan dan memutar dengan kain lap yang lembut. Setelah dilap maka warna mebel kayu akan terlihat bersinar. Fungsi wax atau poles adalah memberikan perlindungan dari debu.

 

 

 

                                                           

Sumber: http://www.lilyfieldlife.com/2013/06/how-to-antique-furniture-using-dark-wax.html

 

Gambar 4: Bahan pembersih mebel berupa wax, silikon, furniture polish

 

Bisa juga menggunakan bahan silikon yang disemprotkan seperti merk Pledge atau bahan cair seperti Teak Oil, Sun Flower Oil, dan Linsheed Oil yang dioleskan pada permukaan mebel menggunakan kain lap seperti minyak kayu/furniture polish ini bisa bertahan kurang lebih 6 bulan.

 

3.    Lakukan perawatan mebel kayu secara berkala, setidaknya seminggu sekali. Khusus untuk perawatan mebel antik, dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama sekitar 1 tahun sekali.

 

4.    Jangan lupa untuk menempatkan mebel antik di tempat yang kering dengan suhu ruangan yang tidak terlalu dingin/lembab. Sinar matahari secara langsung juga dapat merusak finishing mebel.

 

5.    Jagalah permukaan mebel dengan baik, hindari adanya goresan, noda maupun warna yang semakin kusam, misalnya dengan selalu menggunakan taplak di atas permukaan meja atau kursi dan sofa diberi busa sebagai alasnya. Taplak tersebut dapat meminimalkan kemungkinan-kemungkinan yang dapat merusak mebel antik secara perlahan.

 

6.    Tempatkan mebel di tempat yang memiliki suhu normal dan tidak lembab. Usahakan pula agar mebel tersebut tidak terkena sinar matahari langsung atau sumber panas lainnya secara langsung, karena dapat membuat mebel terlihat kusam, lapisan retak atau melengkung.

 

7.    Bersihkan sela-sela ukiran atau sudut mebel kayu dengan menggunakan kuas halus ukuran kecil. Di sudut-sudut inilah debu dan jamur sering bersarang. Kuas kecil akan menyapu sudut-sudut yang susah dijangkau dengan kain lap. Sapukan kuas dengan halus sampai bersih.

 

8.    Setiap penanganannya harus dilakukan dengan hati-hati, misalnya cara memindahkan sebuah kursi harus diangkat dari bagian dudukannya, bukan digeser, ditarik atau hanya dipegang bagian lengan atau sandarannya saja karena dapat melemahkan kaki, lebih aman untuk diangkat. Periksa mebel secara menyeluruh pada setiap konstruksi sambungannya.

 

9.    Gunakan tatakan gelas atau wadah berkualitas baik untuk melindungi meja kayu dari tumpahan, noda dan kerusakan dari gelas/piring panas yang tidak disadari ditempatkan di atas meja.

 

 Sumber: http://www.alliafurniture.com/2012/11/tips-praktis-perawatan-furniture-kayu.html

 Gambar 5: Tatakan gelas sebagai pelindung permukaan mebel

 

10.  Berhati-hatilah agar air tidak tumpah pada permukaan mebel kayu. Bila terjadi tumpahan bilaslah segera dengan kain katun lembut atau lap penyerap.

 

  Sumber: http://www.alliafurniture.com/2012/11/tips-praktis-perawatan-furniture-kayu.html

 Gambar 6: Tumpahan cairan pada permukaan mebel kayu harus segera dibersihkan

  

11. Pembersihan dari debu adalah suatu keharusan, menghilangkan debu paling baik dilakukan dengan menggunakan kain lembab ringan atau kain yang kering, debu membuat tampilan mebel terlihat kusam dan tidak menawan lagi.

 

  Sumber: http://www.bhg.com/decorating/lessons/furniture-guide/wood-furnishings-care/

 Gambar 7: Kain lap untuk membersihkan debu pada permukaan mebel kayu

 

5.    Kesimpulan

 

Mebel kayu memberikan kesan hangat, klasik, mewah, dan elegan dari sebuah rumah. Mebel kayu sebagai interior rumah memerlukan perhatian untuk perawatan agar warna finishing tidak menjadi kusam atau pudar dan berjamur. Bahan untuk merawat mebel kayu diantaranya adalah wax polish, teak oil, dan furniture polish. Peralatan yang digunakan untuk merawat mebel kayu antara lain lap kain, kuas, dan penyedot debu. Untuk menjaga keawetan mebel kayu maka jangan ditempatkan pada ruangan yang lembab atau jangan terkena sinar matahari secara langsung.

 

Referensi:

 

1.    http://furniturejepara.info/perawatan-mebel-kayu/, diunduh tgl.13 Jan 2014

2.    http://kawakoldmeuble.com/Perawatan-Mebel-Kayu-Jati 26th August 2013, diunduh tgl. 13 Jan 2014

3.    http://www.jeparaminimalis.com/artikel-blog/cara-merawat-furniture-mebel-jati/ diunduh 13 Jan 2014

4.    http://rakons.com/beranda/46-kumpulan-tips/66-merawat-furniture-kayu.htmldiunduh 13 Jan 2014

5.http://madeinbali.blogspot.com/2010/11/tip-membeli-produk-funirture-kayu-jati.html diunduh tgl 23 Mei 2014

 6.    http://kreasikayu.wordpress.com/tag/furniture-kayu/diunduh tgl 23 Mei 2014

PERANAN SISTEM VENTILASI DALAM LINGKUNGAN PABRIK

PERANAN SISTEM VENTILASI DALAM LINGKUNGAN PABRIK

  Bambang Wijanarko

 

 Abstraksi

Peranan sistim ventilasi dalam lingkungan pabrik adalah sangat penting untuk melindungi pencemaran udara dilingkungan pabrik ,terutama mencegah kontaminasi udara, panas, menghindari bahaya, menciptakan lingkungan yang nyaman dan segar, mensuplai oksigen untuk manusia, mengencerkan dan membuang gas beracun dan debu . Teknik mengisolasi dan menyedot pencemaran menggunakan berbagai macam kipas angin maupun pembersih udara, serta menggunakan aplikasi ventilasi cooling, ventilasi dinding, serta ventilasi atap yang sering digunakan.

Kata kunci : sistim ventilasi, lingkungan pabrik

 1.  PENDAHULUAN

 Higiene Industri Keselamatan Lingkungan yang diselenggarakan oleh Dewan keselamatan dan Kesehatan Kerja bekerjasama dengan Depnakertrans RI di Jakarta 11 januari 2005 yang dimaksud dengan hygiene industry adalah produksi yang memenuhi syarat-syarat produksi bersih yaitu salah satunya dengan pemasangan exhaust fan sebagai upaya pengendalian lingkungan kerja. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisasi dampak paparan yang diterima pekerja dari pencemaran udara diruang pabrik. Dalam proses produksi seringkali terjadi berbagai macam dampak yang merupakan efek samping dari suatu kegiatan yaitu salah satunya dengan terjadinya pencemaran udara.

 Peranan utama sistem ventilasi terhadap pencemaran udara yang tejadi diruang pabrik adalah :

  •  Mencegah kontaminasi udara
  • Menghindari bahaya panas , mikroba , panas dan lain-lain.
  •  Menciptakan lingkungan yang nyaman dan segar
  •   Mensuplai oksigen untuk manusia dan alat-alat
  •  Mengencerkan dan membuang gas beracun dan debu dari tempat kerja
  • Menjaga temperatur dan kelembaban udara agar sesuai dengan tingkatkenyamanan pekerja.

 2. PENCEMARAN UDARA

 Jenis – jenis partikel yang menimbulkan pencemaran udara adalah :

 a.  Gas ( partikel pencemar yang berupa gas yang biasanya bersifat toksik contoh : HCL,H2S )

 b.  Uap ( Pencemaran udara dalam fase cair / padat pada suhu kamar )

 c.   Embun/ FOG ( Pencemaran udara dalam fase cair )

 d.  Asap / SMOKE ( Pencemaran udara dalam fase padat )

 e.  Debu ( Partikel pencemar dalam ukuran 1-75 mikron yang tidak melayang tetapi sudah mengendap )

 Dalam menangani masalah pencemaran udara ini , bagian produksi harus mempunyai tahap-tahap penanganan , antara lain :

 2.1. Evaluasi

Dalam tahap ini produksi mempunyai tanggung jawab untuk mengawasi terjadinya pencemaran. Dengan bantuan ahli toksikologi yang bertugas mengawasi sumber dan dampak dari pencemaran udara dalam ruang pabrik.

 Dalam melaksanakan tugas , toksikologis memperoleh data tentang pencemaran udara dalam ruang produksi dari :

 Pengalaman dan data atau catatan perusahaan

  • Literatur terbitan umum atau instansi berwenang
  • Informasi dari supplier ( pemasok )

 Dari data tersebut , toksikologis dapat menentukan hal-hal yang berkaitan dengan dampak pencemaran udara terhadap pekerja , antara lain :

 a.  Toksisitas pada pernafasan

 Dampak : mengganggu pernafasan , dapat menimbulkan penyakit bissinosis jika pemaparan terjadi dalam jangka panjang , penyakit paru-paru kotor , dan lain-lain.

 b.  Pemaparan pada mata

 Dampak : iritasi mata luar , kornea , dan bagian dalam.

 c.   Pemaparan pada kulit melalui penyerapan

 Dampak : Terjadi gatal-gatal dan alergi pada kulit pekerja

 d.  Gangguan pada pencernaan

 Dampak : pencemar yang tertelan saat menghirup nafas dapat menyebabkan gangguan pencernaan terutama bila mengandung toksik.

 2.2. Pemantauan

       Dalam tahap pemantauan terjadinya pencermaran udara di ruang pabrik terdapat beberapa faktor pertimbangan yaitu :

 a.  Survai menyeluruh

     Pabrik melakukan survai terhadap kondisi udara dalam ruang pabrik dengan cara

     mengambil   sampel dan membawanya ke laboratorium pemeriksaan.

 b.  Keadaan darurat

 Pabrik hanya member estimasi saat terjadi keadaan pencemaran yang darurat dan                 berdampak fatal.

 c.  Level pemantauan

 d.  Tanya jawab informal

 Sedangkan peralatan sampling yang digunakan dalam pemantauan pemantauan keadaan pencemar antara lain penyedot udara , Analisir debu dan embun , indicator gas mudah terbakar , pemantau oksigen , pengamat bocor.

 2.3 Penanggulangan

 Dalam hal ini pabrik mulai melakukan penanggulangan terhadap dampak pencemaran udara diruang pabrik terhadap pekerja. Hal – hal yang perlu diperlihatkan dalam tahap penanggulangan adalah :

 a.  Peralatan Pengamanan Pernafasan

  •  Peralatan pemasok udara ( suits , hoods , dan mask )

     Udara dialirkan dari sumber luar maksimal 8 meter.

  •  Peralatan Pernafasan Mandiri

    Pasokan udara dari tabung bila kandungan pencemaran udara tidak diketahui.

  •  Pembersih Udara

   Menggunakan penyerap untuk pencemar tertentu dengan kadar rendah

  •  Perlengkapan penghubung ( fittings ) dan peralatan

 Mencegah kebocoran terhadap tekanan tinggi atau rendah. Parameter : inspeksi , pembersihan , reparasi , dan penyerapan.

 b.  Pengendalian Rekayasa / Peralatan

 Cara terbaik untuk mengurangi atau menghilangkan pencemaran udara adalah :

  •  Ventilasi Pengenceran ( ke dalam )
  • Ventilasi Pembuangan ( keluar )
  •   Isolasi / penutupan

 3. PRINSIP KERJA VENTILASI

 3.1. Ventilasi Pengeceran

      Pencemar dalam ruangan tidak dihilangkan atau tetap ada jika dilakukan dengan ventilasi pengeceran. Langkahnya , dimasukkan udara segar tak terkontaminasi ( untuk ruang kerja terbuka ). Hal ini dilakukan hanya untuk mengurangi konsentrasi pencemar. Ventilasi pengeceran untuk mengatasi pencemaran hanya dapat digunakan jika :

a.    Kadar pencemar rendah

b.    Ruangan terbuka ( tak terisolasi )

c.    Toksisitas pencemar rendah ( Treshold Level Value tinggi )

d.    Jarak sumber pencemar dengan pekerja jauh

e.    Laju kontaminasi pencemar tetap

 Dalam sistem pengenceran ini , terdapat beberapa masalah dalam sistem aliran udara , yaitu :

a.    Gravitasi ( udara pansa akan naik keatas )

b.    Aliran udara masuk masuk berbeda dengan aliran udara keluar sehingga udara yang tercemar dapat keluar.

c.    Aliran udara turbulent karena adanya peralatan atau instalasi dalam ruangan.

d.    Volume udara masuk sama dengan volume udara keluar memungkinkan mendorong

      pencemar berpindah keruang dengan tekanan udara rendah.

e.    Udara keluar dapat masuk lagi

 3.2. Ventilasi Penyedotan

      Ventilasi penyedotan memiliki cara kerja dimana udara tercemar dikeluarkan dari sistem ( untuk ruang kerja tertutup ) dan umumnya keluar sebagai udara panas. Salah satu lantai produksi yang menggunakan sistem ventilasi penyedotan adalah industri makanan yaitu ruang pembotolan pada perusahan air minum dalam kemasan AQUA. Teknik penyedotan dalam pembersihan ruang pabrik dari pencemaran udara ada tiga jenis :

 1). Hoods

       Teknik dengan mengisolasi dan menyedot pencemaran. Teknik ini ada empat jenis , yaitu :

a.    Isolasi Udara Total

     Biasanya dilakukan diruang tertutup dengan laju udara rendah. Pencemar dalam aliran lambat maka penyedotannya tidak boleh cepat. Misal : Pada ruang raktor , atau ruang pembotolan.

b.    Isolasi udara Parsial

      Udara ikiy tersedot dan terdorong masuk , maka pencemar akan naik keatas .Hoods penerima / receiving akan menyedot udara panas langsung di atas sumber , tempatnya jauh dari sumber panas.

c.    Exterior Hoods

           Cerobongnya terbuka dan dihisap tepat pada sumber.

 2). Kipas Angin ( Fans)

 Ada 2 teknik ventilasi dengan menggunakan kipas :

 a.  Sentrifugal ( untuk tekanan dan konsentrasi pencemar tinggi, semburan

    angin tersebar dan tidak terpusat,untuk ruang-ruang dipabrik )

 b.  Axial ( kipas biasa , dilakukan diruang dengan aliran udara sejajar sumber. Biasanya untuk ruang belajar . Semburan angin kedepan dan terpusat. Masuk dari belakang , tersembur kedepan).

                                                                    

  Gambar 1. Gambar Kipas untuk industri

 3). Pembersih Udara

        Alat ini cenderung mahal di mana alat pembersih udara ini digunakan untuk “menangkap” pencemar dan mencegah pencemar kembali lagi. Ada dua teknik dalam pembersih udara :

a.    Pembersih asap debu ( dengan teknilk penyaringan )

b.    Pembersih uap dan gas ( penyerapan )

 Maka untuk mengatasi hal-hal itu perlu di aliri udara yang cukup ke dalam terowongan bawah tanah untuk menyuplai oksigen dan membuang/ mengurangi gas-gas beracun tersebut, atau istilahnya disebut ventilasi.

 Komponen utama ventilasi adalah intake, working dan exhaust. Intake adalah sistem terowongan dan sumuran tempat udara dialirkan dari permukaan ke dalam tambang. Working adalah tempat pekerja dan peralatannya bekerja. Tempat ini biasanya tempat yang menghasilkan gas dan debu dan juga tempat yang menghabiskan oksigen. Exhaust adalah sistem terowongan dan sumuran yang dialui udara untuk mengalir menuju permukaan.

 Ada berbagai jenis ventilasi yang digunakan, yaitu:

a.    Sistem Ventilasi Utama, untuk menyerupai semua udara yang mengalir di dalam working. Udara dialirkan melalui kipas utama yang biasa dipasang di saluran intake dan exhaust. Ada juga Blower fan yang mengalirkan udara di ventilation intake, dan kipas pembuangan (Exhaust fan).

b.    Booster fan (Kipas penguat), untuk meningkatkan jumlah udara ventilasi utama ke bagian tambang.

c.    Ventilasi tambahan, digunakan jika suatu drift atau tempat kerja hanya memiliki satu jalan masuk. Karena hanya memiliki satu jalan masuk, udara tidak bisa mengalir melalui tempat kerja , untuk itu diberi kipas tambahan , yang udaranya dialirkan kearah working face menggunakan vent bag. Udara bertekan , kadang-kadang digunakan untuk mengalirkan udara ke raise atau tempat kerja lainnya. Udara bertekanan hanya digunakan ditempat yang memerlukan aliran udara dalam jumlah sedikit.

 4. FAN DAN BLOWER

 Hampir kebanyakan pabrik menggunakan fan dan blower untuk ventilasi dan untuk proses industri yang memerlukan aliran udara. Sistem fan penting untuk menjaga pekerjaan proses industri ,dan terdiri dari sebuah fan , motor listrik , sistem penggerak , saluran atau pemipaan , peralatan pengendali aliran , dan peralatan penyejuk udara ( filter , kumparan pendingin , penukar panas , dan lain-lain).

 Departemen Energi Amerika Serikat memperkirakan bahwa 15 persen listrik industri manufakturing Amerika dipakai oleh motor. Hal yang sama disektor komersial , listrik yang dibutuhkan untuk mengoperasikan motor fan yang merupakan bagian dari biaya energi terbesar untuk penyejukan ruangan ( US DOE , 1989 ).Fan , blower dan kompresor dibedakan oleh metode yang digunakan untuk Penggerakan udara , dan oleh tekanan sistem operasinya. The American Society of Mechanical Engineers ( ASME ) menggunakan rasio spesifik , yaitu rasio tekanan pengeluaran terhadap tekanan hisap , untuk mendefinisikan fan , blower dan kompresor.Fan beroperasi di bawah beberapa hukum tentang kecepatan , daya dan tekanan. Perubahan dalam kecepatan ( putaran per menit atau RPM ) berbagai fan akan memprediksi perubahan kenaikan tekanan dan daya yang diperlukan untuk mengoperasikan fan pada RPM yang baru.

 4.1. Jenis- jenis Fan

     Terdapat dua jenis fan yaitu fan sentrifugal menggunakan impeler brputar untuk menggerakan aliran udara dan fan aksial menggerakan aliran udara sepanjang sumbu fan.

                                        

  Gambar 2. Jenis-jenis Fan

 A). Fan Sentrifugal

 Fan sentrifugal meningkatkan kecepatan aliran udara dengan impeller berputar. Kecepatan meningkat sampai mencapai ujung blades dan kemudian diubah ke tekanan. Fan ini mampu menghasilkan tekanan tinggi yang cocok untuk kondisi operasi yang kasar, seperti elati dengan suhu tinggi, aliran udara kotor atau lembab, dan handling bahan.

 Fan sentrifugal dikategorikan oleh bentuk bladenya. Karakteristik salah satu jenis fan sentrifugal yaitu fan radial dengan blades datar:

 Cocok untuk tekanan statis tinggi (sampai 1400 mmWC) dan suhu tinggi

  •  Rancangannya sederhana sehingga dapat dipakai untuk unit penggunaan khusus
  • Dapat beroperasi pada aliran udara yang rendah tanpa masalah getaran
  • Efisiensinya mencapai 75%
  • Memiliki jarak ruang kerja yang lebih besar yang berguna untuk handling padatan yang terbang (debu, serpih kayu dan skrap logam)
  • Hanya cocok untuk laju aliran udara rendah sampai medium
  •  Fan yang melengkung ke depan, dengan blade yang melengkung ke depan
  • Dapat menggerakkan volume udara yang besar terhadap tekanan yang relative rendah, ukurannya relative kecil
  • Tingkat kebisingannya rendah (disebabkan rendahnya kecepatan) dan sangat cocok digunakan untuk pemanasan perumahan, ventilasi, dan penyejuk udara (HVAC)
  •  Hanya cocok untuk layanan penggunaan yang bersih, bukan untuk layanan kasar dan bertekanan tinggi
  • Penggerak harus dipilih secara hati-hati untuk menghindarkan beban motor berlebih sebab kurva daya meningkat sejalan dengan aliran udara.

B).  Fan Aksial

 Fan aksial menggerakkan aliran udara sepanjang sumbu fan. Cara kerja fan seperti impeler pesawat terbang: blades fan menghasilkan pengangkatan aerodinamis yang menekan udara.

 Fan ini terkenal di industry karena murah, bentuknya yang kompak dan ringan. Jenis utama fan dengan aliran aksial (impeller, pipa aksial dan impeller aksial). Karakateristik salah satu jenis fan aksial yaitu Propeller Fan:

 -       Menghasilkan laju aliran udara yang tinggi pada tekanan rendah

-       Tidak membutuhkan saluran kerja yang luas (sebab tekanan yang dihasilkannya kecil), murah    sebab konstruksinya yang sederhana

-       Efisiensi energinya relatif rendah

-       Mencapai efisiensi maksimum, hamper seperti aliran yang mengalir sendiri, dan sering digunakan pada ventilasi atap

-       Dapat menghasilkan aliran dengan arah berlawanan, yang membantu dalam penggunaan ventilasi

-       Kebisingan aliran udara sedang

-       Efisiensi energinya relatif rendah (65%)

 4.2. Jenis-Jenis Blower

 Blower dapat mencapai tekanan yang lebih tinggi daripada fan, sampai 1,20 kg/ cm2. Dapat juga digunakan untuk menghasilkan tekanan negatif untuk sistem vakum di industri. Blower sentrifugal dan Positive displacement blower merupakan dua jenis utama blower.

                                            

                         Gambar 3. Jenis-jenis Blower

a. Blower Sentrifugal

 Blower sentrifugal terlihat lebih seperti pompa sentrifugal dari pada fan. Impelernya digerakkan girdan berputar 15.000 rpm. Pada blower multi-tahap, udara dipercepat setiap melewati impeller.Apada blower tahap tunggal, udara tidak mengalami banyak belokan, sehingga lebih efisien.

 Blower sentrifugal beroperasi melawan tekanan 0,35 sampai 0,70 kg/cm2, namun dapat mencapai tekanan yang lebih tinggi. Satu karakteristik adalah bahwa aliran udara cenderung turun secara drastic begitu tekanan sistem meningkat, yang dapat merupakan kerugian pada sistem pengangkutan bahan yang tergantung pada volume udara yang mantap.Oleh karena itu, alat ini sering digunakan untuk penerapan sistem yang cenderung tidak terjadi penyumbatan.

 

  Gambar 4. Blower sentrifugal

 b.  Blower Jenis Positive-Displacement

 Blower jenis positive displacement memiliki rotor, yang “menjebak” udara dan mendorongnya melalui rumah blower. Blower ini menyediakan volume udara yang konstan bahkan jika tekanan sistemnya bervariasi.

Cocok digunakan untuk sistem yang cenderung terjadi penyumbatan, karena dapat menghasilkan tekanan yang cukup (biasanya sampai mencapai 1,25 kg/ cm2) untuk menghembus bahan-bahan yang menyumbat sampai terbebas.

 Blower ini berputar lebih pelan daripada blower sentrifugal (3.600 rpm) dan seringkali digerakkan dengan belt untuk memfasilitasi perubahan kecepatan.

 

      Gambar 5. Blower Positif Displacement

 5. APLIKASI VENTILASIDI LINGKUNGAN PABRIK DAN GEDUNG

 Beberapa alternative yang biasa diaplikasikan di pabrik dan gedung adalah:

 Sistem Ventilasi Cooling Pad

 Metode pendinginan dilakukan dengan pemasangan sistem karton basah, melalui pendinginan menggunakan hasil penguapan, Gsi wind Chill effect, dan ventilasi tekanan negatif untuk memudahkan membersihkan gedung dari bau dan udara yang stagnan serta menjaga suhu gedung agar konsisten.

 Ada beberapa keuntungan dengan sistem ini, yaitu setelah pemasangan sistem kombinasi, secara efektif menghabiskan udara bertemperatur tinggi untuk menurunkan suhu di dalam gedung secara cepat dan menjaganya pada kondisi yang paling nyaman, yaitu antara 25-320Celcius. Aplikasi sistem ini bisa meningkatkan efisiensi pabrik. Kemudian, sistem ini juga secara efektif meningkatkan pertukaran udara di dalam gedung sekitar 95-99%. Sistem kombinasi ini merupakan cara yang terbaik dalam menurunkan suhu di dalam gedung.

 5.1. Sistem Ventilasi dinding

 Teori pertukaran udara dan distribusi udara membuang udara yang baud an stagnan keluar gedung, dan digantung di jendela atau pintu-pintu masuk untuk membawa udara segar ke dalam. Dengan sistem ini, kecepatan aliran udara per detik, jumlah pertukaran udara setiap jam, jumlah udara segar yang akan dialirkan ke dalam, dapat di kontrol secara akurat. Sistem ini dikenal juga sebagai cara yang paling ekonomis, ini terdiri dari beberapa sistem yaitu:

 Sistem ventilasi dinding merupakan sistem ventilasi tekanan negatif yang terbaik. Cara ini sangat efektif meningkatkan efisiensi ventilasi pabrik hingga 90-97%. Untuk mencegah lepasnya udara panas kepada tetangga, ventilasi tekanan negatif yang dipasang di dinding (jenis siku) merupkan solusi yang tepat.

 Dengan cara ini pembuangan udara panas kemudian diarahkan ke atas maupun ke bawah. Cara ini merupakan sistem ventilasi yang bersahabat dengan lingkungan dan efektif dan meningkatkan efisiensi pertukaran udara di pabrik sekitar 85-95%.

 5.2. Sistem Ventilasi Atap

 Apabila sistem ventilasi tekanan negatif yang dipasang di dinding tidak bisa digunakan, maka dipakailah sistem ini. sistem Ventilasi tekanan negative yang di pasang di atap dirancang khusus untuk di aplikasikan diatap. Dalam hal ini yang terpenting adalah membangun suatu dasar , baru kemudian menginstal exhaust fan FRP untuk memecahkan masalah sekali dan untuk selamanya. Cara ini termasuk juga sistem ventilasi yang bersahabat dengan lingkungan. Exhaust fan FRP dibentuk dalam satu unit. Cara ini memberikan sifat-sifat yang dapat diandalkan , berdaya tahan lama , terlihat indah dan tahan terhadap angin topan. Namun FRP membutuhkan lebih banyak biaya. Dengan merk dagang kolowa ini  adalah exhaust fan tipe LR54-3D.

6. Kesimpulan

Peranan sistim ventilasi adalah sangat penting untuk melindungi pencemaran udara dilingkungan pabrik panas,terutama mencegah kontaminasi udara, menghindari bahaya, menciptakan lingkungan yang nyaman dan segar, mensuplai oksigen unutk manusia, mengencerkan dan membuang gas beracun dan debu . Teknik mengisolasi dan menyedot pencemaran menggunakan berbagai macam kipas angin maupun pembersih udara, serta menggunakan aplikasi ventilasi cooling, ventilasi dinding, serta ventilasi atap.  

 Referensi:

 -http://www.scribd.com/doc/98399314/Blower-Dan-Kipas-Sentrifugal

 -tp://greentech01.en.made-in-china.com/product/OoFQdZtSSKpE/China-Positive-Displacement-Blower-PD-Blower-.html

 -http://navale-engineering.blogspot.com/2012/04/klasifikasi-dan-jenis-pompa.html

 -Anizar,2009. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja Di Industri. Graha Ilmu : Jakarta.

 -http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-28107-2109106031-illustration-santoso.pdf

 -     http://akademik.che.itb.ac.id/labtek/wp-content/uploads/2010/08/fan-sentrifugal.pdf

-http://www.energyefficiencyasia.org/docs/ee_modules/indo/Chapter%20-%20Fans%20

and%20Blowers%20%28Bahasa%20Indonesia%29.pdf

 

 

PROSES PEMBUATAN MEBEL BAMBU

PROSES PEMBUATAN MEBEL BAMBU

Hartiyono (Widyaiswara Madya )

Departemen Bangunan PPPPTK BOE / VEDC Malang

 

ABSTRAK

Perancangan produk mebel bambu yang ada selama ini tampak masih belum banyak yang memperhatikan dan mempertimbangkan kelayakan ergonomic Padahal keergonomisan sebuah produk ataupun fasilitas kerja yang nantinya akan digunakan oleh manusia sungguh sangat penting agar bisa memenuhi kriteria kriteria efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien (ENASE).Rancangan produk mebel bambu yang banyak dijumpai dan diperjualbelikan lebih terfokus pada aspek fungsional dan kurang melihat parameterparameter yang terkait dengan keinginan maupun kepuasan konsumen parameter parameter yang mampu memberikan kepuasan konsumen untuk kemudian dijadikan dasar penentuan parameter parameter teknis dalam proses perancangan produk mebel bambu..Dengan melakukan analisa dan evaluasi ergonomic antropometri dan biaomekanik terhadap prototipe yang dibuat dapat diperoleh kesimpulan apakah rancangan baru mebel bambu tersebut benar benar memiliki kelayakan ergonomis dibandingkan dengan yang selama ini ada. Kata kunci: Rancangan Produk Mebel Bambu, Kepuasan Konsumen, Quality

 

1.    PENDAHULUAN

Bambu merupakan bahan lokal yang sudah sangat dikenal di Indonesia dan  memegang peranan sangat penting dalam kehidupan masyarakat, ini dapat dilihat dari banyaknya penggunaan bambu pada berbagai keperluan masyarakat kita sejak nenek moyang kita ada. Di Indonesia ditemukan sekitar 60 jenis dan bambu  banyak ditemukan di dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian sekitar 300 m diatas permukaan laut.   Pada umumnya ditemukan ditempat-tempat terbuka dan daerahnya bebas dari genangan air. Dari kurang lebih 1.000 species bambu dalam 80 genera, sekitar 200 species dari 20 genera ditemukan di Asia Tenggara (Dransfield dan Widjaja, 1995). Di Indonesia bambu hidup merumpun (symphodial), kadang-kadang ditemui berbaris membentuk suatu garis pembatas dari suatu wilayah desa yang identik dengan batas desa. Di Jawa, penduduk  sering menanam bambu disekitar rumahnya dicampur dengan tanaman lain untuk berbagai keperluan. Bambu dikenal memiliki sifat-sifat yang sangat menguntungkan untuk dimanfaatkan karena,  batangnya kuat, ulet, lurus, rata, keras, mudah dibelah, mudah dibentuk dan mudah dikerjakan serta ringan sehingga mudah diangkut. Selain itu bambu juga relatif murah dibandingkan dengan bahan bangunan lain seperti kayu.

 

2. TUJUAN PENGAWETAN BAMBU

Untuk meningkatkan daya tahan dan performanya bambu dan produk dari bambu perlu diawetkan, baik dengan bahan pengawet yang bersifat kimiawi atau pun tanpa bahan kimia, dengan cara tradisional ataupun yang lebih moderen. Adapun tujuan dari pengawetan bambu adalah:

  • Meningkatkan daya tahan dan waktu pemanfaatan bambu.
  • Menahan dan menunda kerusakan
  • Mempertahankan stabilitas struktur bambu dan kekuatannya
  • Menambah ketahanan lain misalnya lebih tahan terhadap api.
  • Meningkatkan mutu bambu secara estetika.

3.    PERSIAPAN BAHAN BAKU

Bahan baku dalam kegiatan usaha ini adalah bambu wulung hitam (Gigantochloa verticillata) yang masih dapat diperoleh dengan mudah. Pihak pengrajin dimudahkan dalam penyediaan bahan baku tersebut, karena petani bambu telah menyiapkan kebutuhan batang bambu hingga pengangkutan ke sanggar bambu.
Kebutuhan bahan pembantu berupa rotan tali, rotan gelondong dan rotan antik umumnya diperoleh dari Jepara dan Cirebon melalui pedagang langsung. Ada beberapa pengrajin yang bertindak sebagai pedagang juga, sehingga pada saat pengangkutan produk mebel ke Jepara atau Cirebon, maka pada saat kembali selalu mendapatkan titipan dari sesama pengrajin untuk berupa tali rotan tersebut.


4. PENGERINGAN

Bambu yang digunakan untuk pembuatan mebel umumnya dipotong setelah berumur 13 bulan dengan pertimbangan bahwa bambu tersebut telah memiliki umur dan ketebalan batang yang cukup untuk diolah menjadi produk kerajinan. Pada daerah tropis, tanaman bambu biasanya kurang tahan lama karena mengandung kanji yang disukai oleh rayap dan menjadi tempat tumbuh yang baik bagi cendawan akibat suhu dan kelembaban tinggi sehingga diperlukan proses pengeringan dan pengawetan bambu agar menjadi lebih keras dan mampu bertahan hingga lebih dari 10 tahun.
Bambu yang telah dipotong cukup disandarkan dalam keadaan berdiri agak tegak (kemiringan 75 derajat) ditempat yang cukup teduh dan dibiarkan sampai kadar airnya berkurang. Posisi bambu pada saat proses pengeringan diupayakan jangan sampai terkena sinar matahari langsung secara terus menerus karena batang bambu bisa melengkung dan membentuk warna yang tidak dikehendaki, sesekali perlu dilakukan penyusunan ulang dengan membalikkan posisi sandar sehingga bambu dapat kering secara merata. Untuk menghindari kelembaban tanah yang naik ke batang, sebaiknya batang bambu dilindungi dengan menggunakan batu pada bagian bawah batang yang telah dipotong. Proses pengeringan ini memakan waktu 4-7 hari, apabila hari sering turun hujan makan proses pengeringan akan berjalan lebih lama.

5. PENGAWETAN

Yang dimaksud dengan pengawetan tradisional di sini adalah praktik dan perlakuan terhadap yang dilakukan olah masyakat secara turun temurun yang bertujuan untuk meningkatkan masa pakai bambu. Berbagai cara pengawetan tersebut diantaranya berupa :

5.1. Pengendalian waktu tebang

Adalah pengawturan waktu penebangan bambu pada saat-saat tertentu yang menurut kepercayaan atau kebiasaan masyarakat dapat meningkakan daya tahan bambu dibandingkan dengan penebangan pada sembarang waktu. Pengendalian waktu tebang di Indonesia ada banyak versi, diantaranya:

  • penebangan pada bulan tertentu (mongso/mangsa) dalam bahasa jawa/sunda, umumnya pada mongso 9 (bulan maret) dianggap sebagai waktu yang paling tepat untuk memotong bambu.
  • penebangan pada jam tertentu, misalnya penebangan dilakukan pada waktu menjelang subuh dipercaya dapat meningkatkan ketahanan bambu.
  • Penebangan pada waktu tertentu, misalnya penebangan pada waktu bulan purnama dibeberapa daerah dipercaya dapat mengurangi serangan hama pada bambu.

5.2. Perendaman bambu

bambu yang telah ditebang direndam selama berbulan-bulan bahkan tahunan agar bambu tesebut tahan terhadap pelapukan dan serangan hama. Perendaman dilakukan baik di kolam, sawah, parit, sungai atau di laut.penebangan waktu pada bulan tertentu (mongso/mangsa) dalam bahasa jawa/sunda, umumnya pada mongso 9 (bulan maret) dianggap sebagai waktu yang paling tepat untuk memotong bambu. Kelemahan dari sistem ini adalah, bambu yang direndam dalam waktu lama, ketika diangkat akan mengeluarkan lumpur dan bau yang tidak sedap, akan butuh waktu yang cukup lama setelah perendaman untuk mengeringkan hingga bau berkurang dan dapat dipakai sebagai bahan bangunan.

 

5.3. Pengasapan bambu

selain pengendalian waktu penebangan dan perendaman, secara tradisional bambu juga kadangkala diasap untuk meingkatkan daya tahannya. Secara tradisional bambu diletakkan di tempat yang berasap (dapur atau tempat pembakaran lainnya), secara bertahap kelembaban bambu berkurang sehingga kerusakan secara biologis dapat dihindari. Saat ini sebenarnya cara pengasapan sudah mulai dimodernisasi, beberapa produsen bambu di Jepang dan Amerika Latin telah menggunakan sistem pengasapan yang lebih maju untuk mengawetkan bambu dalam skala besar untuk kebutuhan komersil.

 

 

5.4. Pencelupan dengan kapur

Bambu dalam bentuk belah atau iratan dicelup dalam larutan kapur (CaOH2) yang kemudian berubah menjadi kalsium karbonat yang dapat menghalangi penyerapan air hingga bambu terhindar dari serangan jamur.

 

5.5. Pemanggangan/pembakaran

Biasanya dilakukan untuk meluruskan bambu yang bengkok atau sebaliknya. Proses ini dapat merusak struktur yang ada dalam bambu membentuk karbon , sehingga tidak disenangi oleh kumbang atau jamur.

6. PROSES PRODUKSI

Dalam menjalankan proses produksi, para pengrajin mebel bambu memiliki teknik yang sama, yaitu pembuatan rangka mebel, pengikatan dengan rotan tali, penyusunan iratan pada alas kursi dan meja serta iratan pada sandaran kursi yang sudah diukir. Pada tahapan akhir dilakukan proses finishing dengan cara mengampelas, memberi vernis atau melamin serta proses pengeringan. Tahapan-tahapan tersebut akan dibahas

berikut ini :

6.1. Pembuatan bagian-bagian mebel

Dari keseluruhan proses produksi pembuatan kerajinan mebel bambu, tahapan pembuatan rangka merupakan tahapan paling kritis dalam usaha ini, karena perlu perhitungan yang tepat dalam ukuran maupun pembuatan lubang untuk sendi/siku. Beberapa pengrajin memiliki tenaga kerja terampil khusus untuk pembuatan rangka ini sehingga tingkat kerusakan/kegagalan dapat ditekan.  Untuk membuat satu set kursi model Sudut diperlukan sekitar 6 batang bambu dan 12 batang untuk model Sofa. Batang bambu yang telah diukur untuk masing-masing bagian dalam rangka mebel akan dipotong dengan menggunakan gergaji kayu. Batang bambu dengan diameter terbesar (bagian bawah bambu) difungsikan sebagai kaki-kaki kursi (posisi vertikal) karena bagian ini memiliki ketebalan batang paling besar sehingga memiliki kekuatan yang paling besar pula. Sementara untuk batang bambu yang lebih kecil akan digunakan untuk palang bilah dengan posisi horizontal.

 

6.2. Perakitan

Proses perakitan mebel bambu dimulai dengan pekerjaan memasukkan bambu kedalam bagian kaki kursi yang telah dilubangi Ukuran lobang harus disesuaikan dengan ukuran batang bambu yang akan dimasukkan agar rangka kursi tidak bergoyang, dan proses ini harus dilakukan dengan hati-hati agar bambu tidak retak dan rangka mebel dapat berdiri dengan kokoh. Hingga tahapan ini setiap rangka akan diperiksa secara teliti oleh pengrajin karena hasil ini akan sangat mempengaruhi kualitas akhir.  Untuk memperkuat posisi sudut dari rangka, maka dilakukan pengikatan dengan menggunakan rotan tali,. Pengikatan ini selain agar posisi sambungan sudut lebih kuat juga memberikan sentuhan seni yang dapat meningkatkan nilai jual produk ini. Ikatan dengan tali rotan akan dilakukan pada bagian rangka yang dinilai cukup banyak dipandang mata sehingga menambah daya tarik mebel tersebut.  Untuk model Sudut, jumlah bagian mebel yang diikat dengan rotan berjumlah 42 buah, dengan rincian 2 buah kursi dengan 2 sandaran masing-masing 9 ikatan, kursi 1 sandaran terdapat 8 ikatan, meja sudut 12 ikatan dan meja tengah 4 ikatan. Berat rotan tali yang dibutuhkan untuk satu set mebel kayu model Sudut sekitar 85 gram, sedangkan untuk model Sofa dibutuhkan sekitar 100 gram rotan tali. Sedangkan untuk model Sofa dibutuhkan 32 ikatan dengan rincian kursi dengan sandaran 3, 2, 1 dan meja masing-

masing memiliki jumlah ikatan 8 buah.


6.3. Pelupuh

Pelupuh atau papan bambu adalah susunan dari batangan bambu yang dibelah dengan menggunakan parang pada satu sisi dari atas ke bawah dan berbentuk iratan/belahan batang dengan ukuran lebar sekitar 2 cm. Iratan tersebut kemudian disusun hingga berbentuk seperti papan atau dinding. Bentuk ini juga memberikan nilai seni tersendiri dan memudahkan sirkulasi udara khususnya untuk bagian bawah kursi maupun meja. Pada kerajinan mebel bambu ini pelupuh terdiri dari 2 macam, yaitu pelupuh polos dan pelupuh ukir. Tidak ada perlakukan khusus untuk pelupuh polos karena batang bambu hanya dipotong sesuai ukuran yang diperlukan. Untuk pelupuh pada alas duduk ditata sejajar dan diikat rotan antik dengan cara membentuk huruf "X" dan diikatkan ke batang bambu yang dipasang dibawah susunan iratan tersebut sehingga masing-masing iratan dapat terikat dengan erat

Sementara itu proses penyusunan pelupuh ukir diberlakukan beberapa tahapan :

  • Batang bambu yang akan dijadikan pelupuh ukir harus dipilih dari bagian batang yang baik;
  • Batang bambu diukir oleh tenaga terampil yang memang memiliki keterampilan khusus untuk melakukan ukiran pada batang bambu.
  • Batang bambu yang telah diukir akan diserut/seset menggunakan pisau raut untuk menghilangkan kulit bambu yang berwarna hitam pada bagian-bagian yang telah ditentukan, sehingga motif ukiran akan terlihat dengan jelas.
  • Proses selanjutnya adalah pemotongan batang bambu tersebut menjadi iratan-iratan dan disusun menjadi pelupuh.

Bila bambu yang telah diukir dan diseset/serut kulit bagian luar dengan menggunakan pisau raut selanjutnya dipotong-potong menjadi iratan-iratan dan disusun hingga berbentuk pelupuh/papan bambu. Pemotongan bambu ukir tersebut harus dilakukan dengan hati-hati agar bentuk potongan lurus sehingga mudah untuk disusun pada sandaran kursi atau alas meja. Apabila pelupuh sudah tersusun rapi dilakukan pengikatan dengan rotan gelondong pada bagian pinggir pelupuh yang mengitari sandaran kursi.

7. FINISHING
Proses finishing dilakukan apabila seluruh proses perakitan sudah selesai dilaksanakan dan telah mendapat pengecekan dari pengrajin. Proses finishing yang dilakukan meliputi kegiatan :

  • mengampelas seluruh ruas bambu agar halus. Cara mengampelas tidak boleh terlalu keras karena bisa merusah warna bambu yang sudah alami;
  • memberi vernis atau melamin pada seluruh lapisan bambu menggunakan kuas, dengan maksud untuk mempercantik mebel serta memberikan lapisan kepada kulit bambu agar kuat dan tahan lama/awet.

Setelah proses finishing dilakukan, mebel bambu tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung karena akan memudahkan terjadinya pecah-pecah pada lapisan yang telah divernis/melamin, mebel cukup ditata di tempat penyimpanan atau di ruang pamer sehingga dapat terkena hembusan angin secara langsung. Vernis/melamin tersebut akan kering dalam waktu 2-3 jam dan mebel siap untuk dijual.

 8. KESIMPULAN 

1.  Bambu merupakan bahan yang ramah lingkungan (green materials) yang dapat   digunakan sebagai pengganti kayu karena, mudah diperbarukan (renewable), mudah diperbaiki (restorative) dan mudah dibentuk (versatile).

2. Potensi bambu sangat banyak dan hampir di seluruh wilayah Indonesia ada dan     sudah familiar dengan masyarakat sejak nenek moyang kita ada.

3. Harganya murah dan tidak memerlukan peralatan yang mahal dan tenaga kerja dengan skill tinggi.

4.  Dengan teknologi yang maju sekarang ini, kelemahan bambu sudah dapat di atasi misalnya dengan pengawetan atau menjadikan produk sebagai produk bambu komposit.

5.  Kekuatan bambu komposit sudah teruji dan dapat disetarakan dengan kayu konstruksi. 

 

9. DAFTAR PUSTAKA 

1.   British Standard, Code of Practice 112 (1971)

2.   Indian Standard 6874 (1973), Methods of Tests for Round Bamboos

3.   Sulthoni A., 1983, Petunjuk Ilmiah Pengawetan Bambu Tradisional dengan perendaman Dalam Air, International Development Research Center Ottawa, Canada.

4.   Morisco, 1996 ; Bambu sebagai Bahan Rekayasa, Pidato Pengukuhan Jabatan Lektor Kepala Madya dalam Bidang Ilmu Teknik Sipil, Fakultas Teknik UGM.

5.   ISO 22156 (2004) Bamboo – Structure Design and ISO 22157-1: 2004 (E) Bamboo – Determination of physical and mechanical properties – Part 1: Requirements and Part 2: Laboratory manual. INBAR – 2004.    

 

Tips Cermat Membeli Rumah Idaman Dgn KPR

Tips Cermat Membeli Rumah Idaman Dgn KPR

Drs. Cahyo Kuncoro, MT. Widyaiswara Madya

PPPPTK BIDANG OTOMOTIF DAN ELEKTRONIKA MALANG

 

 

Semakin tingginya harga tanah dan bangunan di daerah-daerah perkotaan, membuat pembelian rumah tanpa kredit bagaikan mimpi di siang bolong. Memang saat ini beberapa bank telah mencoba menjebataninya dengan mengeluarkan produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), namun seringkali orang masih merasa gamang mengambil KPR karena belum siap mental berutang dalam jangka panjang, masih ragu akan kemampuan melunasi dan berbagai alasan lainnya. Untuk itu, bagi Anda yang ingin mewujudkan rumah impian melalui KPR, berikut ini tips cermat yang perlu Anda ketahui:

1.    Jangka Waktu Pengambilan KPR. 

Di Indonesia saat ini, jangka waktu maksimal KPR yang ditawarkan adalah 15 tahun. Makin panjang jangka waktukredit, makin besar pula total bunga yang harus dibayarkan. Meskipun demikian, lebih baik jika Anda mengajukan jangka waktu kredit terpanjang supaya cicilan per bulannya kecil. Dengan demikian Anda masih memiliki sisa penghasilan yang bisa digunakan untuk keperluan dan investasi lain. Pengambilan jangka waktu kredit terpanjang juga disarankan mengingat investasi properti (rumah& tanah) nilainya selalu meningkat dari tahun ke tahun.

 

2.    Menentukan Besarnya Kredit & Cicilan. 

Jika Anda memutuskan untuk mengambil KPR, ANda tentu harus menentukan besarnya KPR yang akan diambil, Anda harus menyesiakan dana uang muka rumah sebesar 30% dari harga rumah, sedangkan yang bisa dipinjam dari bank berupa KPR sebesar 70% dari harga rumah. Penentuan besarnya KPR ini akan mempengaruhi jumlah cicilan per bulan. Anda bisa memperoleh keterangan mengani jumal cicilan yang harus Anda bayar dari Account Officer di bank. Sangat disarankan bahwa besaran cicilan KPR -jika digabungkan dengan aneka kredit yang Anda ambil saat ini- tidak lebih dari 30% dari penghasilan Anda. Hal ini penting agar keuangan keluarga tidak tergerus hanya oleh cicilan hutang. Ingatlah pula, bahwaAnda masih harus mengeluarkan biaya-biaya ekstra untuk renovasi, aneka perabotan dsb. Hati-hati jika permohonan kredit Anda ternyata cicilannya melebihi 30% penghasilan Anda. Besar kemungkinan Bank akan menolak permohonan kredit Anda, karena meragukan kemampun Anda dalam mengembalikan pinjaman.

 

3.    Fasilitator Kredit KPR. 

Melalui Bank Atau Developer? Saat ini developer pun aktif menawarkan KPR yang langsung bisa diurus oleh calon pembeli rumah. Keuntungannya: Tujuannya jelas, menawarkan kepreaktisan bagi si calon pembeli rumah. Biasanya developer bekerja sama dengan saru atau beberapa bank untuk menjadi rekanan dari developer tersebut. Cara ini memberikan kepraktisan bagi si calon pembeli rumah, karena tidak perlu repot mungurus sendiri KPR ke bank dan biasanya surat-surat terkati rumah yang akan dibeli sudah disiapkan pihak developer. Kelemahannya: KPR ini hanya bisa digunakan untuk membeli rumah (baru) yang ditawarkan oleh developer yang bersangkutan. Demikian pula biasanya jika mengajukan kredit via developer, Anda harus menggunakan KPR daribank yang mereka tunjuk sehingga Anda tidak dapat memilih bank lain yang mungkin menawarkan bunga lebih rendah atau lebih familiar dengan Anda. Sebaliknya, mengajukan kredit langsung ke bank menawarkan fleksibilitas dalam memilih bank. Namun dengan konsekwensi sedikit repot mengurus semua persyaratannya termasuk surat-surat rumah yang diperlukan.

 

4.    Biaya-Biaya KPR. 

Meskipun bank meluluskan permohonan KPR Anda, bukan berarti Anda bebas melenggang tanpa uang tunai. Anda masih memerlukan uang tunai dalam jumlah lumayan dalam pengurusan KPR ini, antara lain untuk:

1) Biaya-biaya administrasi dari bank, terdiri atas booking fee, biaya penilaian jaminan, administrsi kredit dan provisi kredit. 

2) Biaya Asuransi, antara lain berupa asuransi jiwa untuk meng-cover debitur dan asuransi kebakaran untuk meng-cover rumah yang dijadikan agunan KPR tersebut. 

3) Biaya pengikatan kredit secara hukum, terdiri atas biaya Akta Pengakuan Utang dan Perjanjian Kredit, Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT), Akta jual-beli biaya bea balik nama sertifikat, BPHTB dan jasa notaris.

 

5.    Perbandingan. 

Selalu bandingkan paket-paket KPR yang ditawarkan antar bank dan pilihlah yang paling ringan untuk Anda. Pilihlah bank yang mempunya riwayat hubungan dengan Anda sebagai nasabahnya. Ini akan mempermudah penyelesaian seandainya terjadi masalah dengan KPR Anda.

 

6.    Track Record. 

Jagalah track record pembayaran kredit Anda di bank manapun tetap baik. Catatan pembayaran kredit yang kurang baik di salah satu bank akan bisa dilacak oleh bank Anda dan cukup bisa menjadi alasan ditolaknyapermohonan KPR Anda. Ingatlah bahwa bank bisa melakukan crosscheck antarbank melalui Bank Indonesia, tepatnya melalui fasiliatas Daftar Hitam Nasabah (DHN).

 

7.    Persiapkan Formal dan Non Formal. 

Perbaiki “penampilan” keuangan Anda dengan cara menampilkan saldo yang cukup dan pergerakan keluar-masuk dana yang aktif di rekening kora/tabungan sehingga kreditor yakin akan kemampuan Anda dalam mengembalikan kredit rumah tersebut. Sedangkan beberapa persyaratan formal yang perlu Anda ketahui adalah : usia pemohon KPR antara 21 s/d 60 tahun (pada waktu berakhirnya pinjaman), fotokopo KTP pemohon (suami/istri/penjamin), fotokopi kartu keluarga/kartu nkah, fotokopi rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir, slip gaji (untuk karyawan), fotokopi ijin praktek (untuk kaum profesional).

 

-       Disadur dari beberapa sumber

 

-       tipsanda.com/2009/03/15/tips-cermat-membeli-rumah-idaman-dgn-kpr

“Membangun sikap peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler Kepramukaan sesuai amanat Kurikulum 2013”

“Membangun sikap peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler Kepramukaan sesuai amanat Kurikulum 2013”

 Budi Martono*

Abstraksi

 

Kegiatan Kepramukaan sebagai ekstrakurikuler wajib bagi peserta didik di Sekolah Dasar dan Menengah, sejalan dan relevan dengan amanat Sistem Pendidikan Nasional dan Kurikulum 2013. Ada dua hal yang menjadi alasan dalam menjadikan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib: (1) dasar legalitas berupa UU nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka,(2)Pramuka mengajarkan banyak nilai, mulai dari kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaan alam, hingga kemandirian.Membangun sikap tidak bisa dilakukan hanya di dalam kelas tetapi dibentuk melalui ekstrakurikuler dan ko-kurikuler, untuk itulah, gerakan Pramuka menjadi salah satu kegiatan yang diwajibkan dalam ekstrakurikuler. Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk setiap Pramuka peserta didik memiliki sikap, pengetahuan dan keterampilan yang baik sebagai warganegara Indonesia. Kegiatan ekstrakurikuler Pramuka pada satuan pendidikan memiliki fungsi pengembangan, sosial, rekreatif, dan persiapan karir. Implementasi kegiatan Pramuka sebagai pembentuk karakter peserta didik yang dapat dilakukan adalah melalui (a) keterampilan tali temali, (b) keterampilan Pertolongan Pertama Gawat Darurat, (c) ketangkasan pionering, (d) keterampilan Morse dan Semaphore, (e) keterampilan membaca sandi Pramuka, (f) penjelajahan dengan tanda jejak, (g) kegiatan pengembaraan, (h) keterampilan baris berbaris, dan (i) keterampilan menentukan arah.

Kata Kunci: ekstrakurikuler wajib Kepramukaan, pembentuk karakter peserta didik.

1.   Pendahuluan

“Kurikulum harus segera dibentuk dengan cara menarik pokok substansinya dan segera saja dibagikan kepada semua dan gugus depan. Kalau bisa tahun ini juga bisa dibagikan kepada instruktur juga,” kata Wapres Boediono saat memberikan arahan pada Sosialisasi Nasional Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (26/3/2013).

Disamping itu juga Mohammad Nuh kepada wartawan usai penandatangan Nota Kesepahaman dengan Dewan Mesjid Indonesia di Gedung A Kemdikbud, Selasa (20/11/2013) menjelaskan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, akan menjadi kegiatan ekstrakurikuler wajib bagi peserta didik di Sekolah Dasar dan Menengah. Pramuka bukan menjadi mata pelajaran wajib, melainkan tetap menjadi kegiatan ekstrakurikuler. Ada penambahan waktu dalam kurikulum baru dari 26 jam menjadi 30 jam seminggu, karena kewajiban ekstrakulikuler pramuka tersebut. "Pramuka wajib di setiap sekolah, melalui pramuka NKRI akan terjaga secara utuh. Dan juga komposisi proses pembelajaran kan ada intrakurikuler dan ekstrakurikuler,” katanya. Beliau juga menandaskan bahwa setidaknya ada dua hal yang menjadi alasan dalam menjadikan pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib. “Pertama, dasar legalitasnya jelas. Ada undang-undangnya,” ujarnya. Undang-undang yang dimaksud adalah UU Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Alasan kedua, Pramuka mengajarkan banyak nilai, mulai dari kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaan alam, hingga kemandirian. “Dari sisi organisasinya juga sudah proven. Jadi, kami sarankan ekstra yang satu ini wajib di semua level, terutama untuk siswa sekolah dasar dan menengah,” ucapnya.

Diingatkan juga oleh Mendikbud Muhammad Nuh, membangun sikap tidak bisa dilakukan hanya di dalam kelas tetapi dibentuk melalui ekstrakurikuler dan ko-kurikuler. Untuk itulah, lanjut Mendikbud, Pramuka adalah salah satu kegiatan yang diwajibkan dalam ekstrakurikuler.

 Sumber: poskotanews.com

 

2. Dasar penyelenggaraan Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler

Dasar Penyelenggaraan Gerakan Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler diatur berdasarkan:

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 81A tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013 pada Lampiran III, kegiatan ekstrakurikuler merupakan perangkat operasional (supplement dan complements) kurikulum yang perlu disusun dan dituangkan dalam rencana kerja tahunan dan kalender pendidikan sekolah.

 

3.  Tujuan kegiatan Pramuka

Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk setiap Pramuka:

1) memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, berkecakapan hidup, sehat jasmani, dan rohani;

2) menjadi warga negara yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan.

Mengacu Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 81A tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013, lampiran III dijelaskan bahwa tujuan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka pada satuan pendidikan adalah untuk:

1) Meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik.

2) Mengembangkan bakat dan minat peserta didik dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya.

 

4.  Fungsi kegiatan Pramuka

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 81A tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013, lampiran III dijelaskan bahwa fungsi kegiatan ekstrakurikuler Pramuka pada satuan pendidikan memiliki fungsi pengembangan, sosial, rekreatif, dan persiapan karir, yaitu:

1) Fungsi pengembangan, yaitu bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mendukung perkembangan personal peserta didik melalui perluasan minat, pengembangan potensi, dan pemberian kesempatan untuk pembentukan karakter dan pelatihan kepemimpinan.

2) Fungsi sosial, yaitu bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. Kompetensi sosial dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperluas pengalaman sosial, praktik keterampilan sosial, dan internalisasi nilai moral dan nilai sosial.

3) Fungsi rekreatif, yaitu bahwa kegiatan ekstrakurikuler dilakukan dalam suasana rileks, menggembirakan, dan menyenangkan sehingga menunjang proses perkembangan peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat menjadikan kehidupan atau atmosfer sekolah lebih menantang dan lebih menarik bagi peserta didik.

4) Fungsi persiapan karir, yaitu bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik melalui pengembangan kapasitas.

 

5. Jenis kegiatan Pramuka sebagai pembentuk karakter

Pramuka sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah sangat relevan sebagai wadah penanaman nilai karakter. Nilai karakter yang dapat dikembangkan melalui kegiatan kepramukaan adalah sebagai berikut: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.

Keterampilan kepramukaan yang dapat membentuk karakter peserta didik, termasuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, adalah sebagai berikut:

a.    Keterampilan tali temali

b.    Keterampilan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD)

c.    Ketangkasan pionering

d.    Keterampilan morse dan semaphore

e.    Keterampilan membaca sandi Pramuka

f.     Penjelajahan dengan tanda jejak

g.    Kegiatan pengembaraan

h.    Keterampilan baris berbaris

i.      Keterampilan menentukan arah.

 

6. Implementasi kegiatan Pramuka sebagai pembentuk karakter

a. Keterampilan tali temali 

Keterampilan tali temali digunakan dalam berbagai keperluan diantaranya membuat tandu, memasang tenda, membuat tiang jemuran, dan tiang bendera. Setiap anggota gerakan pramuka diharapkan mampu dan dapat membuat dan menggunakan tali-temali dengan baik.

Implementasi nilai karakternya adalah: membuat simpul dan ikatan diharapkan dapat membentuk karakter ketelitian, kesabaran, kerjasama, dan tanggung jawab. Membuat tandu diharapkan dapat membentuk karakter ketelitian, kesabaran, kerjasama, dan tanggung jawab.

 Sumber: foto Antara/Ari Bowo Sucipto

b. Keterampilan Pertolongan Pertama Gawat Darurat  

Keterampilan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD)merupakan kegiatan untuk memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan atau orang sakit. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah bahwa tindakan ini hanya tindakan pertolongan sementara. Langkah berikutnya tetap harus segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Implementasi nilai karakternya adalah: mencari dan memberi obat diharapkan dapat membentuk karakter ketelitian, kesabaran, kerjasama, tanggung jawab, dan peduli sosial. Membalut luka, menggunakan bidai dan mitela diharapkan dapat membentuk karakter ketelitian, kesabaran, kerjasama, tanggung jawab, dan peduli sosial.

  

Sumber: http://www.ganto.or.id/berita/257/uk-pramuka-adakan-medical-first-responden.html

 

c. Ketangkasan pioneering 

Ada beberapa kegiatan keterampilan dan pengetahuan yang sekiranya dapat membantu membuat kegiatan kepramukaan tetap menarik dan menantang minat peserta didik untuk tetap menjadi anggota gerakan pramuka. Kegiatan ketangkasan pionering merupakan kegiatan yang sudah biasa dalam kegiatan kepramukaan. Kegiatan itu meliputi membuat gapura, menara pandang, membuat tiang bendera, membuat jembatan tali goyang, meniti dengan satu atau dua tali.

   Sumber : http://www.solopos.com/

 

Implementasi nilai karakternya adalah:dalam kegiatan membuat gapura, menara pandang dan membuat tiang bendera diharapkan dapat membentuk karakter ketelitian, percaya diri, ketekunan, dan kerjasama. Dalam kegiatan membuat jembatan tali goyang dan meniti dengan satu atau dua tali diharapkan dapat membentuk karakter keberanian, ketelitian, percaya diri, ketekunan, dan kesabaran.

 

Sumber: http://bakti-husada.blogspot.com

 

d. Keterampilan morse dan semaphore

Kedua keterampilan ini sebenarnya merupakan bahasa sandi dalam kepramukaan. Perbedaan keduanya adalah terletak pada penggunaan media.

 Sumber: http://vaperamuka.blogspot.com

 Morse menggunakan media peluit, senter, bendera, dan pijatan. Semaphore menggunakan media bendera kecil berukuran 45 cm x 45 cm. Keterampilan ini perlu dimiliki oleh setiap anggota gerakan pramuka agar dalam kondisi darurat mereka tetap dapat menyampaikan pesan.

Implementasi nilai karakternya adalah: morse dan semaphore diharapkan dapat membentuk karakter kecermatan, ketelitian, tanggung jawab, dan kesabaran.

 

e. Keterampilan membaca sandi Pramuka 

Keterampilan ini sangat diperlukan dalam kegiatan penyampaian pesan rahasia dengan menggunakan kunci yang telah disepakati. Seorang pramuka harus dapat dipercaya untuk dapat melakukan segala hal termasuk penyampaian dan penerimaan pesan-pesan rahasia. Dalam menyampaikan pesan rahasia ini diperlukan kode-kode tertentu yang dalam kepramukaan disebut sandi. Sandi dalam pramuka antara lain sandi akar, sandi kotak biasa, sandi kotak berganda, sandi merah putih, sandi paku, dan sandi angka.

 Implementasi nilai karakternya adalah: sandi akar, sandi kotak biasa, sandi kotak berganda, sandi merah putih, sandi paku, dan sandi angka diharapkan dapat membentuk karakter kreatif, ketelitian, kerjasama, dan tanggung jawab.

  

f.  Penjelajahan dengan tanda jejak 

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk latihan berpetualang. Anggota gerakan pramuka harus terbiasa dengan alam bebas. Di alam bebas tidak terdapat rambu-rambu secara jelas sebagaimana di jalan raya. Oleh karena itu, seorang anggota gerakan Pramuka harus dapat memanfaatkan fasilitas alam sebagai petunjuk arah dan atau tanda bahaya kepada teman kelompoknya.

Implementasi nilai karakternya adalah: penjelajahan dengan memasang dan membaca tanda jejak diharapkan dapat membentuk karakter religius, toleransi, cinta tanah air, peduli lingkungan, kerja sama, dan tanggung jawab.

     

Sumber: http://www.ensiklopediapramuka.com

 

g. Kegiatan pengembaraan 

Kegiatan pengembaraan ini bukan sekedar jalan-jalan di alam bebas atau rekreasi bersama melainkan melakukan perjalanan dengan berbagai rintangan yang perlu diperhitungkan agar tujuan kita dapat dicapai. Hal ini dengan sendirinya juga mendidik generasi muda bahwa untuk dapat mencapai cita-cita itu banyak rintangan dan sangat memerlukan perjuangan yang kuat. Oleh karena itu, Oleh karena itu, pendidikan di alam bebas dengan berbagai rintangan merupakan pendidikan yang menantang dan menyenangkan.

Implementasi nilai karakternya adalah: kegiatan pengembaraan ini diharapkan dapat membentuk karakter mandiri, peduli lingkungan, tangguh, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, peduli sosial, ketelitian, dan religius.

 

Sumber: http://sos1rejoso.blogspot.com

 

h. Keterampilan baris berbaris

Di lingkungan gerakan Pramuka, peraturan baris-berbaris disebut keterampilan baris-berbaris. Kegiatan ini merupakan keterampilan untuk melaksanakan perintah atau instruksi yang berkaitan dengan gerakan-gerakan fisik. Keterampilan baris-berbaris ini dilakukan untuk melatih kedisiplinan, kekompakan, keserasian, dan seni dalam berbaris.

Implementasi nilai karakternya adalah: keterampilan baris-berbaris ini diharapkan dapat membentuk karakter kedisiplinan, kreatif, kerja sama, dan tanggung jawab.

   

 Sumber: http://klbfscout.blogspot.com

 

i. Keterampilan menentukan arah 

Keterampilan ini merupakan suatu upaya bagi anggota gerakan Pramuka untuk mengetahui arah. Dalam penentuan arah ini dapat digunakan kompas, dan benda yang ada di alam sekitar, misalnya: kompas sederhana (silet, magnet, dan air) bintang, pohon, dan matahari. Hal ini sangat penting apabila anggota gerakan Pramuka itu tersesat di alam bebas ketika melakukan pengembaraan.

 

Sumber: http://trieznawardana.blogspot.com/ 2012/02/navigasi-darat.html

 

Implementasi nilai karakternya adalah: keterampilan menentukan arah ini diharapkan dapat membentuk karakter kreatif, kerja keras, rasa ingin tahu, dan kerja sama.

 

7. Internalisasi nilai-nilai karakter

Beberapa strategi yang dapat lakukan untuk membentuk karakter peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka adalah sebagai berikut:

a. Intervensi

Intervensi adalah bentuk campur tangan yang dilakukan pembimbing ekstrakurikuler Pramuka terhadap peserta didik. Jika intervensi ini dapat dilakukan secara terus menerus, maka lama kelamaan karakter yang diintervensikan akan terpatri dan mengkristal pada diri peserta didik. Di berbagai jenis kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, terdapat banyak karakter yang dapat diintervensikan oleh pembimbing terhadap peserta didik yang mengikuti kegiatan ekstra kurikuler Pramuka. Pembimbing dapat melakukan intervensi melalui pemberian pengarahan, petunjuk dan bahkan memberlakukan aturan ketat agar dipatuhi oleh para peserta didik yang mengikutinya.

 

b. Pemberian keteladanan

Kepala sekolah dan guru pembimbing peserta didik adalah model bagi peserta didik. Apa saja yang mereka lakukan, banyak yang ditiru dengan serta merta oleh peserta didik. Oleh karena itu, berbagai karakter positif yang mereka miliki, sangat bagus jika ditampakkan kepada peserta didik dengan maksud agar mereka mau meniru atau mencontohnya.Karakter disiplin yang ingin disemaikan kepada peserta didik, haruslah dimulai dengan contoh keteladanan yang diberikan oleh kepala sekolah dan guru, termasuk ketika dalam pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler pramuka.Karakter disiplin yang dicontohkan oleh kepala sekolah dan guru dalam kegiatan ekstra kurikuler pramuka ini, dapat diwujudkan dalam bentuk selalu hadir tepat waktu saat latihan/kegiatan ekstra kurikuler pramuka, mentaati waktu dan jadwal latihan yang disepakati. Dengan contoh konkret yang diberikan secara terus menerus, dan kemudian ditiru secara terus menerus, akan membentuk karakter disiplin peserta didik.

 

c. Habituasi/pembiasaan

Ada ungkapan menarik terkait pembentukan karakter peserta didik: “Hati-hati dengan kata-katamu, karena itu akan menjadi kebiasaanmu. Hati-hati dengan kebiasaanmu, karena itu akan menjadi karaktermu”. Ini berarti bahwa pembiasaan yang dilakukan secara terus menerus, akan mengkristal menjadi karakter.

Ada ungkapan senada terkait dengan pembentukan kebiasaan ini. Yaitu, “Biasakanlah yang benar, dan jangan membenarkan kebiasaan”. Kebenaran harus dibiasakan agar membentuk karakter yang berpihak pada kebenaran. Semenara itu, tidak semua kebiasaan itu benar, dan oleh karena itu, hanya yang benar saja yang perlu dibiasakan. Sementara yang salah, sebagai salah satu ujung dari karakter yang tidak positif, hendaknya tidak dibiasakan. Dalam realitas kehidupan, orang menjadi bisa karena biasa atau banyak membiasakan.

 

d. Mentoring/pendampingan

Pendampingan adalah suatu fasilitasi yang diberikan oleh pendamping kegiatan ekstra kurikuler pramuka terhadap berbagai aktivitas yang dilaksanakan oleh peserta didik, agar karakter positif yang sudah disemaikan, dicangkokkan dan diintervensikan tetap terkawal dan diimplementasikan oleh peserta didik. Dalam proses pendampingan ini, bisa terjadi terdapat persoalan actual riil keseharian yang ditanyakan peserta didik kepada pembimbingnya, sehingga pembimbing yang dalam hal ini berfungsi sebagai mentor, dapat memberikan pencerahan sehingga tindakan peserta didik tidak keluar dari koridor karakter positif yang hendak dikembangkan.

Pembimbing peserta didik, dalam proses-proses pendampingan (mentoring), juga bisa mengedepankan berbagai kelebihan dan kekurangan, efek positif dan negatif setiap tindakan manusia, serta keuntungan dan kerugian (jangka pendek dan jangka panjang), baik tindakan yang positif maupun negatif. Dengan demikian, sebelum dan selama peserta didik bertindak, senantiasa dikerucutkan pada tujuan-tujuan yang positif dan juga dengan menggunakan cara-cara yang positif. Untuk mencapai tujuan yang baik hanya boleh dengan menggunakan tindakan yang baik dan dengan menggunakan cara yang baik juga. Tujuan tidak membolehkan segala cara untuk mencapainya, sebaik dan sepositif apapun tujuan tersebut. Hanya dengan cara yang baiklah, tujuan yang baik itu boleh dicapai.

 

e. Penguatan

Dalam berbagai perspektif psikologi, penguatan yang diberikan oleh pembimbing ekstra kurikuler pramuka berkhasiat untuk memperkuat perilaku peserta didik. Oleh karena itu, jangan sampai pembimbing peserta didik kalah start dengan peer group peserta didik yang sering mencuri start dalam hal memberikan penguatan perilaku sebayanya. Sebab, jika peer group peserta didik telah “dikuasi” oleh peer group-nya, termasuk peer group yang mengarahkan ke tindakan-tindakan yang negatif, akan sangat sukar dikuasai oleh pembimbingnya. Penguasaan atas peserta didik ini dapat ditempuh dengan secepatnya memberikan penguatan terhadap perilaku berkarakter positif.


f. Keterlibatan berbagai pihak

Berbagai pihak yang sepatutnya terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah urusan kesiswaan, guru pembimbing ekstrakurikuler pramuka, komite sekolah, pengawas sekolah dan orang tua siswa.

Berbagai bentuk keterlibatan berbagai pihak tersebut dapat bertanggung jawab sebagai berikut:

1)  Kepala Sekolah sebagai Ketua Mabigus.

2)  Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan

3)  Pembimbing Kegiatan Ektra Kurikuler Pramuka sebagai Ketua Gugus Depan Pramuka

4)  Pengawas Sekolah

5)  Komite Sekolah.

 

8. Kesimpulan

a.  Dasar penyelenggaraan gerakan Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler diatur berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 81A tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013 pada Lampiran III, kegiatan ekstrakurikuler merupakan perangkat operasional (supplement dan complements) kurikulum yang perlu disusun dan dituangkan dalam rencana kerja tahunan dan kalender pendidikan sekolah

b.  Mengacu Permendikbud RI Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013, lampiran III dijelaskan bahwa tujuan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka pada satuan pendidikan adalah untuk: (1) meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik, (2) mengembangkan bakat dan minat peserta didik dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya.

c.   Fungsi kegiatan ekstrakurikuler Pramuka pada satuan pendidikan memiliki fungsi pengembangan, sosial, rekreatif, dan persiapan karir.

d.  Strategi yang dapat lakukan untuk membentuk karakter peserta didik melalui kegiatan ekstra kurikuler pramuka adalah intervensi, pemberian keteladanan, habituasi/pembiasaan, mentoring/pendampingan dan penguatan.

*)Penulis adalah Widyaiswara pada Departemen Bangunan PPPPTK BOE Malang, mantan aktivis Pramuka dari tingkat Siaga sampai dengan Pandega.
 

Referensi:

1.  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81A tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013.

2.  Undang-undang Nomor 12 tahun 2000 tentang Kepramukaan.

3.  Bahan ajar Kepramukaan pada implementasi Kurikulum 2013.

 

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG