MENGENAL LEBIH DEKAT ELEKTRODA PASARAN

Print
Parent Category: ARTIKEL Category: Tek.Peng.Logam
Created on Friday, 07 June 2013 Last Updated on Friday, 05 December 2014 Published Date Written by Fandi

MENGENAL LEBIH DEKAT ELEKTRODA PASARAN 

 

 

Oleh: Fandi Dahlan, S.Pd, MT 

(Widyaiswara PPPPTK BOE Malang) 

  

 

            Pada era sekarang ini banyak dilakukan penyambungan pada logam pelat dengan mempergunakan arus listrik, dimana arus digunakan untuk melumerkan bahan tambah agar dapat menyatukan dua pelat yang akan disambung. Pelumeran bahan tambah pada las listrik dilakukan oleh busur elektroda listrik. Busur elektroda listrik ini memberikan panas yang tinggi untuk melumerkan bahan tambah serta bahan yang akan dilas. 

           Didalam proses pengelasan, diperlukan ketrampilan dalam pemilihan elektroda oleh juru las, sehingga hasil las dapat maksimal. Selain pemilihan elektroda, juru las harus menguasai beberapa pengetahuan yang lainnya. Pengetahuan tentang las yang baik meliputi:

a.    pengetahuan dasar penyambungan metal dengan las, 

b.   pengetahuan bahan yang mempelajari sifat fisik, kimia, dan mekanis suatu bahan yang ada hubungannya dengan proses pengelasan, 

c.    pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja las, 

d.    pengetahuan tentang bahan tambah atau elektroda batang las (welding rod). 

 Penulisan pada artikel kali ini lebih condong pada elektroda las busur listrik manual (SMAW). Dimana yang dimaksud elektroda pasaran dalam hal ini adalah elektroda yang sering digunakan oleh juru las untuk menyelesaikan pekerjaannya. Elektroda yang dimaksud tersebut adalah elektroda E 6013 dan E 7016. Kedua jenis elektroda tersebut banyak digunakan di bengkel-bengkel, perusahaan, bahkan juga sering digunakan pada acara-acara lomba ketrampilan. 

 

1.    Elektroda E 6013

Sifat Umum

            Elektroda ini dapat digunakan pada semua posisi dengan arus las AC atau DC. DC straight polarity (DC-) dapat memperkecil percikan (spatter) dan under cut. Karena itu rigi-rigi lasan yang terjadi sangat bagus dengan bentuk yang mulus dan datar (flat), teraknya mudah dibuang, dan busurnya dapat dikendalikan dengan mudah, terutama pada elektroda yang diameternya kecil, misalnya 1.5 mm, 2 mm, dan 2.5 mm. Kecilnya elektroda ini memungkinkan pemakaian tegangan busur yang lebih rendah.

            Pemakaian elektroda E 6013 lebih diutamakan untuk pengelasan pelat-pelat tipis dengan ketebalan maksimum ⅜”, dengan busur rendah dan pembakaran yang dangkal. Sifat-sifat mekaniknya sedikit lebih baik daripada elektroda E 6012.

            Pada dasarnya elektroda E 6013 dirancang khusus untuk mengelas pelat. Tetapi elektroda-elektroda yang ukurannya lebih besar yaitu 3.25 mm (⅛”) ke atas, dapat dipakai untuk mengelas bahan yang menghendaki daya busur yang lebih tenang, bentuk rigi-riginya lebih halus dan baik.

            Umumnya elektroda E 6013 yang merknya berbeda-beda, menghasilkan cairan logam pada pancaran busur yang berbeda pula. Beberapa pabrik mencampur salutannya sedemikian rupa sehingga pemindahan tetesannya memencar dengan baik terhadap logam yang dilas. Sifat pancaran pemindahan tetesan cairan yang baik sangat diperlukan pada waktu pengelasan tegak lurus (vertical) dan di atas kepala (over head).  

 

Sistem Kutub

            Elektroda jenis E 6013 dapat dipakai pada mesin las AC dan DC straight polarity (DC-). Jadi pada saat pemakaian, kabel las yang terhubung dengan holder harus dipasang pada kutub negatif, sedangkan kabel las yang terhubung dengan tang massa harus dipasang pada kutub positif.

 

Bahan Salutan

            Elektroda E 6013 mempunyai salutan yang hampir sama dengan elektroda E 6012, yaitu jenis natrium titania tinggi (high titania sodium) atau yang lazim disebut elektroda bersalut rutile yang mengandung selulosa dan ferro manganese. Ada beberapa merk elektroda yang menambah salutannya dengan serbuk besi untuk memudahkan pemakaiannya pada mesin las AC.

            Karena campuran pada salutannya, elektroda E 6013 memberi keuntungan karena daerah lasan terbebas dari penyusupan-penyusupan terak (slag inclusion) dan dari pengaruh oksidasi jika dibandingkan dengan elektroda E 6012. Sehingga pada pemeriksaan kualitas dengan menggunakan radiografi sinar-x, hasil lasan elektroda E 6013 akan lebih baik dibandingkan E 6012.

 

Sifat Busur dan Pembakaran

            Elektroda E 6013 ini sifat busurnya lemah dengan daya penembusan yang dangkal. Karena itu elektroda E 6013 dapat dengan baik dipakai pada tegangan rendah. Elektroda E 6013 ini sangat baik untuk mengelas pelat-pelat tipis tetapi kurang baik untuk mengelas pelat-pelat yang tebal, apalagi untuk mengelas kampuh dengan celah yang curam, karena pembakarannya yang kurang dalam.

 

Pemakaian Utama

            Elektroda ini dipakai khusus untuk mengelas baja lunak, terutama untuk pengelasan pelat-pelat yang tipis. Walaupun demikian, elektroda E 6013 dengan diameter yang besar yaitu 3.25 mm ke atas dapat dipakai untuk mengelas benda lain, tetapi pada pengelasan pertama didahului dengan elektroda E 6012. Arus tinggi yang biasa dipakai pada pengelasan elektroda E 6012 tidak dapat dipakai untuk pengelasan dengan elektroda E 6013, kecuali pada pengelasan posisi tegak lurus dan di atas kepala (over head). Arus untuk elektroda E 6013 dapat disamakan dengan arus yang diperlukan untuk elektroda E 6012.

 

Tabel 1. Besar Arus dan Tegangan pada Elektroda E 6013

DIAMETER BATANG LAS

ARUS LAS (ampere)

TEGANGAN BUSUR (volt)

inci

mm

1/16

5/64

3/32

1/8

5/32

3/16

7/32

1/4

5/16

1.50

2.00

2.50

3.25

4.00

5.00

5.50

6.00

8.00

20 ─ 40

25 ─ 60

45 ─ 90

80 ─ 120

105 ─ 180

150 ─ 230

210 ─ 300

250 ─ 350

320 ─ 430

17 ─ 20

17 ─ 21

17 ─ 21

16 ─ 22

18 ─ 22

20 ─ 24

21 ─ 25

22 ─ 26

23 ─ 27

 

 

 

2.    Elektroda E 7016

Sifat Umum

            Elektroda ini merupakan jenis elektroda hidrogen rendah (low hydrogen). Salutannya mengandung sejumlah kalium silikat tertentu dan garam kalium yang lain, yang membuat elektroda ini dapat dipakai pada mesin las AC ataupun DC+. Logam inti serta sifat-sifat lainnya sama dengan elektroda E 7015.

 

Sistem Kutub

            Untuk pengelasan dengan elektroda E 7016 dapat dipakai mesin las AC atau DC+.

 

Bahan Salutan 

            Elektroda E 7016 mempunyai salutan jenis kalium hidrogen rendah (low hydrogen kalium). 

 

Sifat Busur dan Penembusannya

            Sifat busur dan daya tembus pembakaran elektroda E 7016 ini sama dengan sifat-sifat elektroda E 7015, yaitu kuat busurnya sedang dan dalamnya pembakaran sedang. Sebaiknya diusahakan pada waktu mengelas busurnya dibuat sependek mungkin agar dicapai hasil las yang baik. 

 

Pemakaian Utama

            Elektroda E 7016 ini dapat dipakai pada mesin las DC dan AC. Jadi perbedaan pemakaian elektroda E 7016 dengan elektroda E 7015 adalah jika elektroda E 7016 dapat dipakai dengan mesin las AC dan DC, sedangkan elektroda E 7015 hanya dapat dipakai dengan mesin las DC saja. 

 

Tabel 2. Besar Arus dan Tegangan pada Elektroda E 7016

DIAMETER BATANG LAS

ARUS LAS (ampere)

TEGANGAN BUSUR (volt)

inci

mm

3/32

1/8

5/32

3/16

7/32

1/4

5/16

2.50

3.25

4.00

5.00

5.50

6.00

8.00

65 ─ 100

100 ─ 150

140 ─ 200

180 ─ 255

240 ─ 320

300 ─ 390

375 ─ 475

17 ─ 22

18 ─ 22

20 ─ 24

21 ─ 25

23 ─ 27

24 ─ 28

24 ─ 28

   

Referensi:

Goklas Marihot HTB. 1984. Mengelas Logam dan Pemilihan Kawat Las. Jakarta: PT Gramedia. 

http://ntrux.wordpress.com/2011/04/12/elektroda-las   

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG