RAMBU KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM/WORKSOP

Print
Category: Mesin & CNC
Last Updated on Friday, 02 May 2014 Published Date Written by sonny mulaksono

RAMBU KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

DI LABORATORIUM/WORKSOP

 0leh ; Drs. Sonny Mulaksono.MT
Widyaiswara MadyaDept Tehnik Mesin dan CNC

 

Rambu-rambu keselamatan dan kesehatan kerja adalah merupakan tanda – tanda yang dipasang ditempat kerja/laboratorium, guna mengingatkan atau mengidentifikasi pada semua pelaksana kegiatan disekeliling tempat tersebut terhadap kondisi, resiko, yang terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja.Sesuai dengan Undang-undang no 1 Tahun 1970 Pasal 14b bahwa “Memasang dalam tempat kerja yang dipimpinnya, semua gambar keselamatan kerja yang diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya, pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja “

            Yang dimaksud kan dengan rambu-rambu dalam laboratorium adalah semua bentuk peraturan yang dituangkan dalam bentuk : Gambar-gambar/poster, Tulisan/ logo/ semboyan/motto, Simbol-simbol. Rambu dalam workshop yang sering dipasang adalah : Rambu Larangan, Rambu Peringatan, Rambu Pertolongan, Rambu Prasyarat. Keempat rambu tersebut diatas sangatlah penting untuk dipahami dan disosialisasikan, disamping itu dalam kesehariannya perlu adanya contoh sebelum peserta memasuki areal tempat kerja. Pemasangan tanda isyarat yang dikenal dengan rambu - rambu di tempat kerja sangatlah penting karena sebagai fungsi kontrol guna memberikan informasi yang jelas apa yang harus diketahui dan dipersiapkan pada daerah tersebut.

 

KATA KUNCI: Warna Rambu, Bentuk Rambu, Strategi penerapan.

 

A. Standar Rambu – Rambu K3

Rambu-rambu keselamatan dan kesehatan kerja adalah merupakan tanda – tanda yang dipasang ditempat kerja/laboratorium, guna mengingatkan atau mengidentifikasi pada semua pelaksana kegiatan disekeliling tempat tersebut terhadap kondisi, resiko, yang terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja

 

Landasan Hukum

1.  Undang-undang no 1 Tahun 1970 Pasal 14b.

     “Memasang dalam tempat kerja yang dipimpinnya, semua gambar keselamatan kerja yang diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya, pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja “

2.  Permenaker No. 05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kriteria audit 6. 4. 4.

 

Manfaat Pemasangan Rambu

1.     Menyediakan kejelasan informasi dan memberikan pengarahan. umum

2.     Memberikan penjelasan tentang kesehatan dan keselamatan kerja

3.     Menunjukkan adanya potensi bahaya yang mungkin tidak terlihat

4.     Mengigatkan para pelaksanan dimana harus menggunakan peralatan perlindungan diri sebelum memulai aktifitas di tempat kerja.

5.     Menunjukkan dimana peralatan darurat keselamatan berada.

6.     Memberikan peringatan waspada terhadap beberapa tindakan yang atau perilaku yang tidak diperbolehkan.

 

Tanda digunakan untuk memperingatkan karyawan dan anggota masyarakat tentang zat-zat berbahaya seperti asam, atau untuk menunjukkan fitur-fitur keselama tan seperti keluar api. Mereka juga dapat memberikan informasi umum atau instruksi spesifik tentang peralatan yang harus dipakai di daerah yang ditunjuk. Yang dimaksud kan dengan rambu-rambu dalam laboratorium adalah semua bentuk peraturan yang dituangkan dalam bentuk :

1.         Gambar-gambar/poster

2.         Tulisan/logo/semboyan/motto

3.         Simbol-simbol

 

Beberapa tanda harus dipasang sebagai bagian yang dipersyaratkan dari aturan kesehatan dan keselamatan kerja untuk membantu mengurangi risiko berbahaya, adapun poster merupakan penjelasan yang menjelaskan suatu aktifitas dalam bentuk sebab dan akibat. Kesemua hal tersebut diatas teraplikasikan rangka untuk mengingatkan kembali pentingnya prosedur, proses pekerjaan dan hasil pekerjaan yang aman dan memenuhi standar kualifikasi yang telah ditentukan berdasarkan undang – undang keselamatan kerja yang berlaku. .

Adapun Rambu dalam workshop yang sering dipasang adalah :

1.      Rambu Larangan

2.      Rambu Peringatan

3.      Rambu Pertolongan

4.      Rambu Prasyarat

 

Keempat rambu tersebut diatas sangatlah penting untuk dipahami dan disosialisasikan, disamping itu dalam kesehariannya perlu adanya contoh sebelum peserta memasuki areal tempat kerja.

Hal ini akan menjadikan peserta dapat melaksanakan prosedur pengerjaan/ pembelajaran didalam bengkel dengan bertanggung jawab.

Pemasangan tanda isyarat yang dikenal dengan rambu - rambu di tempat kerja sangatlah penting karena sebagai fungsi kontrol guna memberikan informasi, tentang kondisi seperti larangan, peringatan, persyaratan bahkan suatu pertolongan. Oleh karena itulah sangatlah perlu adanya penjelasan pengetahuan tentang symbol, kode tentang tanda yang akan dipasang sebagai rambu-rambu dengan standar internasional.

Pemasangan rambu harus mengikuti etika standar rambu – rambu keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku, dan dapat dipahami secara internasional, tidaklah asal pasang kerena jika kita salah pasang, bisa saja yang tadinya kita ingin pekerja selamat malah membuat mereka berada dalam suatu resiko atau bahaya. Untuk memilih rambu yang tepat, kita perlu melihat kegiatan yang sedang di lakukan dengan memperhitungkan :

1.      Mengidentifikasi bahaya;

2.      Menentukan kontrol apa yang dibutuhkan; dan

3.      Menentukan jenis rambu dan indicator apa yang perlu digunakan.

 

                 Rambu – rambu K3 pada umumnya terdiri dari beberapa symbol atau kode yang menyatakan kondisi yang         perlu mendapat atensi bagi siapa saja yang ada dilokasi tersebut. Guna mempertegas suatu tanda atau            rambu, dalam pelaksanaannya dimedakan dlam bentuk warna – warna dasar yang sangat menyolok            dan mudah   dikenali . Warna yang dipasang pada setiap rambu berupa warna :

1.      Warna Merah   - tanda Larangan ( Pemadam Api )

2.      Warna kuning   - tanda Peringatan atau Waspada atau beresiko bahaya

3.      Warna Hijau      - tanda zona aman atau pertolongan

4.      Warna Biru        - tanda wajib ditaati atau prasyarat

5.      Warna Putih      - tanda informasi umum

6.      Warna oranye   - tanda beracun

Warna – warna tersebut diatas merupakan warna dasar sebagai latarbelakang (background), sedangkan gambar atau logo/simbol diatas warna dasar tersebut merupakan warna kontras. Menurut standar yang berlaku secara internasional berupa warna putih atau hitam.

Adapun bentuk – bentuk kombinasi warna dasar dan tulisan dasar rambu K3 yang perlu dipahami adalah seperti dalam table sbb:

Tabel1. Warna kombinasi

 

Penggunaan bentuk rambu yang memuat tanda – tanda atau symbol ada 3 (tiga) bentuk dasar yaitu :

1.     Bentuk Bulat           - Wajib atau bentuk larangan

2.     Segitiga                   - tanda peringatan

3.     Segi Empat- darurat, informasi dan tanda tambahan

 Bentuk dasar rambu – rambu standar :yang perlu dipahami

Gbr 2. Bentuk dasar Rambu standarambu standar

 

B.Rambu – Rambu di Laboratorium/Workshop

Kita ketahui bahwa rambu rambu keselamatan penting untuk ditaati dan dipatuhi agar kita semua terhindar dari kecelakaan. http://www.code-knacker.de/sicherheitszeichen. htm. Berikut ini beberapa gambar dan penjelasan rambu-rambu.

 

1.  Rambu Larangan

Rambu ini adalah rambu yang meberikan larangan yang wajib ditaati kepada siapa saja yang ada di lingkungan itu harus mematuhinya, tanpa ada pengecualiain. Adapun larangan yang harus ditaati adalah sesuai dengan rambu gambar atau informasi yang terpasang(Unfallverhutung – sicherheitzeichen). Ciri-ciri rambu larangan yang sering ditemui yaitu bentuk bulat, latar belakang berwarna putih, dan logo berwarna hitam, dengan lingkaran terpotong berwarna merah sebagai berikut :

 

 

Gbr 3. Rambu larangan

 

1.     Rambu Peringatan

Rambu ini adalah rambu yang meberikan peringatan yang perlu diperhatikan kepada siapa saja yang ada di lingkungan itu karena dapat mengakibatkan kejadian yang tidak diinginkan. . Adapun Peringatan yang perlu diikuti adalah sesuai dengan rambu gambar atau informasi yang terpasang. Ciri-ciri rambu peringatan yang sering ditemui yaitu bentuk segitiga, latar belakang berwarna kuning, dan logo/gambar berwarna hitam, dengan bingkai berwarna hitam.

 

Gbr 4.Rambu Peringatan

 

1.     Rambu Prasyarat/ Wajib Dilaksanakan

Rambu ini adalah rambu yang meberikan persyaratan dilaksanakan kepada siapa saja yang ada di lingkungan itu karena prasyarat tersebut merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan. Adapun Prasyarat yang perlu dilaksankan adalah sesuai dengan rambu tergambar atau informasi yang terpasang. Ciri-ciri rambu prasyarat/kewajiban yang sering ditemui yaitu bentuk bulat, latar belakang berwarna biru, dan logo/gambar berwarna putih.

 

 Gbr 5.Rambu Prasyarat

 

 

1.     Rambu Pertolongan

Rambu ini adalah rambu yang meberikan bantuan/pertolongan serta arah yang ada di lingkungan itu karena arah/per/longan tersebut merupak petunjuk arah yang harus diikuti siapa saja terutama bila terjadi kondisi darurat.

Adapun rambu pertolongan atau petunjuk arah tersebut dipasang pada tempat yang strategis dan mudah terlihat. dengan jelas. Ciri-ciri rambu pertolongan atau petunjuk arah tersebut berbentuk segi empat dengan warna dasar hijau dan logo/gambar warna putih

 

Gbr 6.Rambu Keselamatan

 

5.Strategi Penerapan

Setiap dunia usaha sewajarnya memiliki strategi yang dapat memperkecil bahkan menghilangkan kejadian kecelakaan dan penyakit akibat kerja sesuai kondisi tempat kerjanya. Strategi yang perlu diterapkan meliputi

Ø  Manajemen perlu menetapkan bentuk perlindungan bagi karyawan dalam menghadapi kejadian kecelakaan kerja

Ø  Manajemen dapat menentukan apakah peraturan tentang K3 bersifat formal ataukah informal.

Ø  Pihak manajemen dapat menggunakan tingkat penerapan K3 yang optimal sebagai faktor promosi perusahaan kekhalayak luas

 

KESIMPULAN DAN SARAN

Pemasangan rambu harus mengikuti etika standar rambu – rambu keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku, dan dapat dipahami secara internasional, tidaklah asal pasang kerena jika kita salah pasang, bisa saja yang tadinya kita ingin pekerja selamat malah membuat mereka berada dalam suatu resiko atau bahaya. Untuk memilih rambu yang tepat, kita perlu melihat kegiatan yang sedang di lakukan dengan memperhitungkan : Mengidentifikasi bahaya, Menentukan kontrol apa yang dibutuhkan,  dan Menentukan jenis rambu dan indicator apa yang perlu digunakan Berapa hal yang perlu diperhatikan dalam mempergunakan tanda rambu K3, di tempat kerja maupun disekeliling area kerja (laboratorium). Jenis rambu perlu dipasang dguna mendukung terselenggaranya praktikum dengan baik dan aman dapat berupa :Rambu dengan Simbol standar, Rambu dengan Simbol dan Tulisan, Rambu berupa pesan dalam bentuk Tulisan, Rambu tulisan seharusnya digunakan apabila tidak adanya symbol yang tersedia

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Abdul Rachmad Budiono. , SH, MH, Hukum Perburuhan di Indonesia, (Jakarta : T. Raja Grafindo Persada), 1997, hlm. 1-2

Armin Bruggisser. “Handwerkzeuge”. Sicher arbeiten , Schweizerischen unfallver -sicherungsanstalt 6002 Luzern. Suva

Alkon “Manajemen Resiko”(Risk Manajemen) lembaga pembinaan ketrampilan dan manajemen

Metall-Berufsgenossenschaften” Sicherheit beim Arbeiten mit Handwerkszeugen Berufsgenossenschaft der bauwirtschaft“Ausgabe 2007 . http://www. bgbau-medien. de/zh/z71/titel. htm?ges

Stam H. N. C , “Keselamatan dan Kesehatan di Tempat Kerja”, diterjemahkan oleh Djadjang Madya Patriana, Cetakan I Jakarta Katalis 1989

UU Nomor I Tahun 1970” KESELAMATAN KERJA” PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SUHARTO Jenderal T. N. I. Disahkan di Jakarta 12 Januari 1970.

Unfallverhütung-Sicherheitszeichen,http://www. code-knacker. de/sicherheitszeichen. htm ““

 

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG