BEKERJA AMAN DENGAN PERALATAN TANGAN

Print
Category: Mesin & CNC
Last Updated on Monday, 12 May 2014 Published Date Written by sonny mulaksono

BEKERJA AMAN DENGAN PERALATAN TANGAN

Oleh.Sonny Mulaksono
Widyaiswara Madya Departemen Mesin dan CNC

 

 RINGKASAN

 

             Peralatan  tangan adalah alat-alat tangan yang digunakan dengan kekuatan tangan manual (tenaga manusia).yang dimaksud dengan contoh peralatan tangan  diantaranya  adalah palu, kunci pas, tang, obeng dan pahat, gergaji.dan beberapa peralatan tajam lainya.Alat-alat tangan pada umumnya dipakai sebagai alat bantu yang menggunakan tenaga otot/tangan manusia.dengan kata lain alat tanakan ngan adalah alat bantu kerja yang penggunaannya selalu menggunakan tenaga tangan manusia. Pemilihan peralatan tangan sangat penting sekali untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang prima terukur dan presisi sekali, untuk itu segala jenis peralatan harus dipergunakan sesuai dengan fungsi dan ukurannya. Penggunaan peralatan tangan manual yang salah dan tidak tepat akan mengikibatkan peralatan tersebut rusak dan dapat merusak peralatan lain , dan tidak sesuai dengan yang diharapkan.Yang penting dalam hal ini adalah peralatan tangan manual tersebut dipakai sesuai dengan ukuran dan fungsinya .Kebiasaan mempergunakan peralatan yang sesuai akan menjadikan suatu kebiasaan yang positif dan menghasilkan pekerjaan yang presisi dan akurat.Kesalahan penggunaan akan mengikibatkan kecelakaan yang tidak terduga-duga dan dapat mengakibatkan kerusakan dan cacat pada manusia, hasil pekerjaan, maupun kerusakan pada alat tersebut

 

Kata kunci : Palu, Pahat, Obeng, Kunci Pas,Pisau, Gergaji, Kikirsekrap, Pahat, Tang

 

 

ATURAN DASAR

 

 

Beberapa peraturan pelaksanaan yang  diijinkan dan perlu diperhatikan, dalam mempergunakan peralatan tangan untuk melindungi dari kecelakaan antara lain:

 

 

 

 

 

01.  Hanya peralatan dengan mempergunakan bahan perkakas dari kwalitas Baik yang dipakai.

02.  Memilih peralatan dengan kekerasan yang benar. Untuk peralatan yang bersifat keras akan timbul kawakan ( serpihan) pada pangkal, untuk yang bersifat lunak benda itu akan majalpada pangkal.

03.  Memilih peralatan yang sesuai dengan genggaman ukuran tangan.

04.  Pada bagian yang mengandung tegangan/arus listrik, pegunakanlah peralatan yang memakai isolasi.

05.  Untuk suara keras/ledakan yang membahayakan pendengaran, maka pergunakanlah penutup telinga.

06.  Peralatan/instrument yang lepasdari mesin,maka jika terpaksa segara dihentikan atau diganti.

07.  Pegangan/tangkai harus bersih(Gbr. 2)

08.  Penggunaan peralatan untuk tujuan yang sesuai dengan fungsinya (Gbr. 3-5)

09.  Perlatan mempunyai ganggang yang tepat.

10.  Peralatandisusun (ditempatkan) sesuai pada tempatnya dengan rapi (Gbr. 6-8)

11.  Ujung yang runcing dan tajam harus diberi pelindung ( Gbr. 9-10)

12.  Peralatan tidak boleh disimpan dalam saku (Gbr. 11)

 

13.  Peralatantidak boleh diletakkan dibelakang mesin yang sedang berjalan atau berputar.

14.  Pada saaat mempergunakan tangga (naik),tidakboleh ada tongkat yang melintang atau peralatan lainnya yang ada pada genggaman tangan.

  


 


           Gbr. 2 BETUL

Peralatan dijaga tetap bersih

                 Gbr. 3 SALAH      Gbr. 4 SALAH        Gbr. 5 SALAH     

 

Peralatan hanya boleh dipergunakan sesuai dengan fungsi dan tujuannya, kikir bukan sebagai pembuka peti.obeng bukan sebagai pahat dan tang bukan sebagai palu,atau kunci mur.

 

 

Gbr. 6 SALAH

Ketidak teraturan penempatan peralatan menyulitkan dalam mencari kembali,dalam hal ini tidak sesuai dengan tujuan peng gunaan.

 


 

           Gbr. 9 BETUL                   Gbr. 10 BETUL    

       

 GBR. 9 & 10

Peralatan yang berujung runcing dan tajam,jika tidak dipergunakan harus diberi pelindung.

 

Gbr. 7 BETUL


Gbr. 8 BETUL

Peralatan disimpan teratur, tidak sem barangan diletakkan.

            


Gbr. 11 SALAH  

Gbr.11

Peralatan yang lancip,tidak boleh disimpan dalamsaku.

 

  

                                    Gbr. 12 BETUL

Gbr. 12

Untuk memanjat tangga, tongkat dan peralatan lainnnya sebaiknya disimpan pada tas kecil yang dapat digantungkan/dikaitkan atau tempat yang dapat dibawa. Karena pada tempat kerja yang tinggi akan lebih aman


 


 

     

 

PALU

 

 

Gbr. 13 BETUL

Gbr. 13

Suatu palu yang berkwalitas tinggi mempunyai ciri-ciri sbb:

-    Ganggang palu (1) yang     tegak

-    lurus AS

-    Permukaan tangakai bersih, sedapatmungkin tidak dipernis.

-    Tangkaisesuai dengan tangan

-    Tangkai tepat pada lobang palu (4)

-    Sebagai pengaman dipasang pasak (5)

-    Permukaan rata/datar (2) danujung (3) yang dipoles.

-    Pinggiran (6) yang dimajalkan

 

 

Gbr. 14 BETUL

 

Pasak dipasang serong pada kepala palu,maka tegangan akan dibagi sama rata.

 

 

Gbr. 15 SALAH

 

Pemasangan pasak mendatar, menekan tangkai hanya pada kedua sisi palu.

 

 

Gbr. 16 BETUL

Pasakoval sebagai pengaman kepala palu atau beberapabentuk lainnya.

 

 

Gbr.17 BETUL

 

Palu ungkit (tuang kayu) untuk mengungkit paku, tangkai diperkuat dengan klem.

 

 

Gbr. 18 SALAH

 

Palu ini sangat memba hayakan, tanpa pe ngaman,maka pada waktu pemukulan palu dapat terlompat.

 

Sering terjadinya kecelakaan disebabkan pada pemukulan palu yang salah. Kecelakaan akibat pukulan yang salah ini dapatdihindarkan dengan instruksiyangbenar. Keselamatan kerja yang tepat diperoleh hanya dengan latihan yang sistematis.

 

 

Gbr.19 BETUL

Latihan yang tepat: Ibu jari dan jari telunjuk menjepit tangkai dengan rapat, jadi tangkai dapat bergerak sedikit. Kelenturan tangan mengikuti gerakan pukulan.

 

 

Gbr.20 SALAH

Barang siapa saat pemukulan palu dengan kaku (tidak lentur) atau cara memegang palu terlalu jauh kedepan, cepat melelahkan dan keselamatan kurang.

 

 

  Gbr. 21 BETUL

 

Ukuran besar kecilnya palu diseuaikan dengan jenis pekerjaan .

 

Gbr. 22 BETUL

Saat memukul paku, maka paku dipegang dekat kepala.

 

 

Gbr 23 SALAH

 

Paku dipegang pada ujungnya,maka jari tangan akan terpukul kalau pukulan meleset.

 

 

Pemukulan pada benda yang diperkeras (dilapis baja), mempergunakan palu dari Kuningan, Bronze, Tembaga, Timah hitam, Bahan Sintesis, Kulit atau bahan lainnya yang tidak mudah menyerpih.

 

 

PAHAT

 

 

Gbr. 24 BETUL

Gbr. 24

Ujung pemotong pahat harus tajam. Pahat waktu memotong benda kerja pahat tidakboleh tergelincir, karena akan merusakkan sisi lainnya.keruncingan pahat antara 30o-80o tergantung pada macam bahan yang akan dipotong spt:

 

Bahan                      Sudut kerja B             

Kayu timah hitam           30o

Baja sampai St. 42-2      60o

Baja St. 50-2 – lebih        80o

 

 

Gbr. 25 BETUL

Jika waktu memotong dapat membahayakan orang lain, maka didepan harus ada papan pelindung yang sesuai, yang akan menahan/melindungi dari lompatan dari bahan yang terpotong (terpahat)


 

 

 

 

Gbr. 26 BETUL

 Setelah sebagian pahat di gerinda, maka bidang pukul pada bagian kepala dengan mudah dibentuk bulat dan untuk pegangan.

 

 

 

Gbr. 27 SALAH

 Pahat yang bidang pukulnya terdapat serpihan bekas pukul. Harus segera diberikan pada ahli untuk diperkeras (disepuh) lagi.

 

 

 

Gbr. 28 SALAH

 Cara pemotongan yang salah: Palu  terlalu pen dek pemegangan nya. Pandangannya tertuju pa da bidang pukul bukan bi dang potong. Tidak me makai kaca mata pe lindung.


Gbr. 29 BETUL

 Cara betul pada pemotongan: Palu dipegang dengan tepat. Pandangan te rarah pada bidang pemotong. Kaca mata pelindung.


Gbr. 30 BETUL

 Memegang pahat dengan kuat.

 

 


Gbr. 31 BETUL

 

 

 

Gbr 32 BETUL

 

Satu tangkai penolong atau satu pelindung tangan dari karet yang dapat melindungi dari dingin serta menghindarkan kecelakaan pada pemukulan yang salah.

 
             

 

 

OBENG

 

 

Gbr. 33 BETUL

Gbr. 33

Ujung dari obeng setiap saat harus dirawat (digerinda), supaya ujung tersebut tepat pada celah sekrup.

Gbr. 34

Ujung sangat tepat sekali penggerindaannya. Ujung harus tepat lebar dan dalamnya.

Gbr. 35

Ujung obeng terlalu tipis, besar, kecil dan terlalu lebar.

 

 

Gbr. 34 BETUL

 

 

Gbr. 35 SALAH

 

 

 Gbr. 36

Obeng sudut sangat baik dipergunakan dimana obeng biasa tidak berfungsi lagi.

 

Gbr. 37

Obeng khusus untuk sekrup dengan berbagai ukuran (+) kepala. Tidak diperbolehkan memakai obeng biasa.

 

 

Gbr. 36 BETUL

 

 

 

Gbr. 37 BETUL

 

Gbr. 38

Obeng dengan bahan sintetis (plastic)sebagai issolasi.

 

 

 

Gbr. 38 BETUL

 

 

Gbr.39

Obeng dengan genggema kayu yang diikat (Tidak baik)

 

 

Gbr. 39 SALAH

 

 Gbr. 40

Obeng dengan ujung yang tidak rata (hal ini sering dijumpai).

 

 

Gbr. 40 SALAH

 

 

Gbr. 41 SALAH

 

Sangat berbahaya, suatu pengerjaan mengencang kan atau melepas sekrup pada suatu benda ditumpu dengan tangan tanpa ada penumpu, karena obeng dapat tergelincir dan tangan akan terluka.

 


Gbr. 42 BETUL

 

Gbr. 42

Pada pengerjaan mem buka sekrup paling tidak

 

Gbr.43 & 44

Untuk pekerjaan membuka/melepas se krup lebih tepat benda kerja di klem pada ragum jika terjadi obeng ter gencir maka tidak akan terjadi kecelakaan.

 

 

 

 

 

Gbr. 43 BETUL

 

 

Gbr. 44 BETUL

 

 

 

MUR DAN KUNCI MUR

 

Gbr. 45 SALAH

 Kunci mur yang terlalu besar atau terlalu lebar mulutnya akan meng akibatkan kerusakan khu susnya pada mur dan kunci tersebut dapat tergelincir.

 

 

Gbr. 46 BETUL

 Jika lebar mulut dari kunci tepat pada mur/baut, maka kunci itu tidak akan tergelincir/slip.

 

 

 

 


Gbr. 47 SALAH

 Jika letak kunci miring terhadap poros mur, maka akan dapat menggelincir, karena mulut kunnci terletak tidak penuh pada lebar mur


Gbr. 48 BETUL

 Kunci mur yang terletak tepat 90o  pada as dari baut/mur.

  

 


Gbr. 49 SALAH

 Penjepit baut terlalu pendek arah  putaran salah.
Gbr. 50 BETUL

Kepala baut yang berhubungan dengan mur terletak pada bagian dalam mulut kunci. Arah putaran moment betul.

 

Gbr. 51 BETUL

 Untuk memasang atau melepas Baut dan mur sedapat mungkin pergunakan kunci yang cocok. Untuk itu dianjurkan mengg unakan kunci yang tertutup (kunci ring). Jika terpaksa pergunakan tangan untuk menjaga kunci tidak tergelincir.

 

Gbr. 52 BETUL

Mulut kunci, harus dipukul sedikit, dan kemudian dengan telapak tangan didorong, dengan ini untuk menghindarkan dari luka pergelangan tangan (salah urat).

Pada pengencangan memakai kunci biasa perlu diperhatikan, bahwa dapat dipakai untuk baut sampai diameter 16 mm dan untuk baut lebih besar pengencangannya (pemasangannya) tidak cu kup dengan kunci biasa. Dimana hal yang enting, baut dengan gaya (tegangan) yang sesuai pada saat melepas/ memasang (contoh pada gunting bangku, baut pe ngembangand sb).  Perguna kan kunci moment.

 

 

Gbr. 53 SALAH

 Sangat berbahaya, kunci pas yang disambungkan dengan kunci lain untuk memperpanjang.

 

Gbr. 54 BETUL

 Dengan  mempergunakan kunci yang tepat. Kunci ring juga berfungsi sebagai kunci pas untuk mengencangkan.


Gbr. 55 SALAH

 

Kunci yang kaitnya rusak; kunci ini sudah tidak berfungsi lagi.

 


Gbr. 56 BETUL

 

Hanya peralatan yang baik saja, dapat memenuhi tujuan anda.


Gbr. 58 SALAH

 

Peralatan universal. Seharus nya peralatan ini tidak diper gunakan, karena merusak ke pala baut mur.

 PISAU TANGAN

 

Pisayu yang terbuka (tanpa pelin- dung), tidak boleh disimpan dalam saku


Gbr. 58 BETUL

Pisau dengan gagang, tidak lepas dari tangan dan pada tangkai pisau.

 

 

Gbr. 59 BETUL

 

Pisau dengan pelindung. Pelindung dengan pegas (otomatis) menutup pisau.

 

Gbr. 60BETUL

Pisau siap memotong

 

Gbr. 61 BETUL

 

Pisau, untuk memotong dengan cara harus ditarik

 

 

GERGAJI

 

Gbr. 62 BETUL

   Daun gergaji harus terpasang kuat pada tangkainya. Untuk alur pertama, letakkan gergaji agak condong. (Benda kerja dijepit sedemikian rupa, bahwa sedapat mungkin tidak goyah berpegas).

 

 

Gbr. 63 BETUL

 Untuk menajamkan mata gergaji, sedapat mungkin gergaji dijepit pada sepanjang daunnya.

 

 

Gbr. 64 SALAH

 Memulai tidak boleh kearah pemotongan dimulai. Hal itu akan dapat melukai ibu jari.

 

Gbr. 65 BETUL

Langkah pertama ditarik. Ibu jari sebagai pelurus dan jangan pada mata gergajinya (diatasnya). Akhir pemotongan tekan gergaji.

 

BELIUNG

KAPAK

PARANG/GOLLOK

Beliung, Kapak, Golok dan peralatan yang serupa bagian yang tajam harus tetap dijaga.

Tangkai untuk beliung/kapak harus tepat dikepalanya dan ikatan (pasak) ini harus cukup aman.

Bahan tangkai baik untuk beliung, kapak, golok harus sesuai dan tepat.

 

 

 

KIKIR

 

Gbr. 66 BETUL

 Gbr. 66

Setiap kikir harus memakai tangkai yang dilengkapi dengan ring logam. Ekor (kail) harus tepat pada bagian yang dibor pada tangkai.

 

 

Gbr. 67 SALAH

 Ujung kikir masuk terlalu sedikit dan miring ke kanan pada gagang. Jika terlalu sedikit dapat dimasukkan lagi, tetapi kalau miring hasil kerja tidak akan baik. Antara gagang dan ujung harus terletak pada satu sumbu.

 

Gbr. 68 SALAH

 Sangat berbahaya, jika cara pengencangan seperti ini.

 

Gbr. 69 SALAH

 Pengencangan kikir tidak boleh dengan cara membalikan po sisi kikir (tangkai pada posisi atas dan kikir pada posisi ba wah). hal ini sangat berbahaya ujung kikir dapat lepas dan me ngenaitelapak tangan

 


Gbr. 70 BETUL


Gbr. 71 BETUL


Gbr. 72 BETUL

 

Kikir terpaku dengan kuat dan rapat karena pukulan. Ujung kikir yang dipanaskan kemudian dimasukkan pada gagang adalah tidak baik, karena gagang bisa terbakar dan tidak sesuai lagi. Pengerasan dipukul sesering mungkin.

Melepas tangkai tidak membahayakan, jika kikir diletakkan antara ragum dan pengait dapat direngut lepas.

 

Tinggi penggunaan ragum sesuai dengan penggu naannya, dan dalam bekerja dapat dengan nyaman. Tinggi pemasa ngan tergantung dari tinggi pekerja dan jenis peker jaannya. Ragum tersebut dipasangkan pada balok. Untuk pe kerjaan yang tertentu di anjurkan penggunaan ra gum, dengan ketinggian ter tentu pula penyete lannya.


Gbr. 73 BETUL

Untuk Fabrikasi pada ragum


Gbr. 74 BETUL

Mekanik pada ragum

 


Gbr. 75 BETUL

Pekerjaan halus, dan mekanik kecil ragum


Gbr. 76 BETUL

Pembuat peralatan pada ragum

 

Gbr. 77

Pada pengikiran tangan kanan memegang tangkai dengan kuat. Saat men dorong kikir, maka kikir ditekan dengan tangan kiri.

Gbr. 78

Pegikiran pada mesin bubut dengan tangan kiri, artinya, kikir dipegang tangan kiri dan ujung ujung dipegang dengan tangan kanan.

Kalau menggunakan tangan kanan sangant bebahaya, karena ada bagian baju/lengan yang melawati bagian yang berputar dan hal itu dapat tersangkut dan membahayakan.

 

 

Gbr. 77 BETUL

 

Gbr. 78 BETUL

 

SEKRAP SEGITIGA

 

Pemegang sekrap segi tiga harus memper gunakan pelindung dari kertas. Dengan demi kian akan melindungi dari kecelakaan.

 


Gbr. 79 BETUL

 

 

Gbr. 79

Sekrap dengan pilindung (isolasi pipa)

 

PAHAT KAYU

PISAU UNGKIT

 

Gagang pahat kayu harus diperlengkapi dengan logam anti licin atau terbungkus rapat. Bagian yang dipukul dengan palu besi, hanya yang mempunyai ring besi, pada tangkainya.

 

Pisau ungkit untuk melepas atau dipergunakan dalam membentuk kayu, maka kayu harus benar-benar dijepit dengan kuat dan baik. Pengupas kotak (alur) harus diberi pelurus untuk kese lamatan pada kedua sisinya.

 

Gbr. 80 BETUL

Pahat kayu harus dijaga tetap tajam

 

Gbr. 81 SALAH

Dengan menggunakan pahat kayu tidak diperbolehkan tangan berada didepannya.

 

TANG KAWAT

 

 

Gbr. 82 BETUL

Memotong kawat. Tang harus tegak lurus pada ka wat dan digerakkan searah (gbr). Cara pemegangan kawat adalah sebagai mana diatas

 

 

Gbr. 83 SALAH

Kwat dipotong seperti gbr. Maka kawat akan meleng kung dan melaju (meleset) keatas.

 

LINGGIS

DAN

PENGANGKAT BESI

 

Gbr. 84 BETUL

Menghindarkan dari luka di lutut, mengangkatnya pergunakan trlapak tangan dan jangan mencangkup.

 

Bagian ujung dan bidang potong dan linggis, harus mempunyai jarak yang baik dan sedapat mungkin dihin darkan pada barang/tempat licin.

Benda tersebut tidak boleh diletakkan sedemikian rupa, untuk menghindarkan kece lakaan pada lantai yang datar.

 

KESIMPULAN DAN SARAN

 

      Pilih dan Pergunakan peralatan sesuai dengan ukuran dan fungsinya. Peralatan yang baik dan terpelihara/ terawat tidak akan merusak pekerjaan dan hasilnya akan dapat terlihat dengan jelas. Kesesuaian penggunaan peralatan harus dipelajari dan dilaksanakan dengan disiplin yang kuat. Kedisiplinan dalam memilih peralatan yang dipergunakan sebagai lat batu dalam bekerja akan sangat membantu kecepatan dan ketepatan hasil kerja.

 Penggunaan peralatan yang tepat serta posisi bekerja yang sesuai akan menghasilkan produk yang berkualitas, dan menjamin keamanan kerja

 

      Peralatan hanya boleh dipergunakan sesuai dengan fungsi dan tujuannya, kikir bukan sebagai pembuka peti.obeng bukan sebagai pahat dan tang bukan sebagai palu,atau kunci mur, penggunaan yang salah akan mengakibatkan hail kerja yang tidak presisi dan  tidak berkualitas

       Pemilihan peralatan yang kurang tepat akan mengakibatkan ketidak presisian dalam bekerja, dan pekerjaan cenderung asal-asalan, dan kualitas belum dapat dipertanggung jawabkan

 

 PUSTAKA

 

 1. Markblater fur die Verhutung von Unfallen und Berufskrakheiten. "Handwerkzeuge" Schweizerischen Unfallversicherungsantalt 6002 Luzern, 041- 215111

2. UNFALLVERHÜTUNG - SICHERHEITSZEICHEN , http://www. code-knacker. de/ sicherheitszeichen. htm ““

 3.  Http://www. artikelk3. com/safety-first-utamakan-keselamatan. html

        4. Stam H. N. C , “Keselamatan dan Kesehatan di Tempat Kerja”, diterjemahkan oleh                Djadjang Madya Patriana, Cetakan I Jakarta Katalis 1989

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG