Sistem Guru Pembelajar Moda Dalam Jaringan (Daring)

Sistem Guru Pembelajar Moda Dalam Jaringan (Daring)

Oleh: Rugianto, SPd., MT.

Widyaiswara Madya PPPPTK BOE Malang

 

Guru sebagai tenaga profesional mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat penting dalam pencapaian visi kemendikbud 2015-2019. Oleh karena itu,profesi guru harus terus dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat. Konsekuensi dari jabatan guru sebagai profesi diperlukan sistem pembinaan dan pengembangan keprofesian berkelanjutan guna mendukung peran guru sebagai guru pembelajar. Salah satu upaya pemerintah khususnya Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) untuk mendukung guru sebagai Guru Pembelajar adalah mengembangkan sistem “Guru Pembelajar Moda Daring” yang berkualitas baik untuk guru, kepala sekolah, pengawas dan tenaga kependidikan lainnya.

Guru Pembelajar Moda daringini terdiri dari 3 (tiga) model yaitu Guru Pembelajar Moda Daring Penuh-Model 1, Guru Pembelajar Moda Daring Penuh-Model 2, dan Guru Pembelajar Moda Daring Kombinasi. Guru Pembelajar Moda Daring Penuh-Model 1 hanya melibatkan pengampu dan guru sebagai peserta. Selama proses pembelajaran, peserta dibimbing dan difasilitasi secara daring oleh pengampu. Guru Pembelajar Moda Daring Penuh-Model 2 melibatkan pengampu, mentor, dan peserta. Guru Pembelajar moda daring model ini menggabungkan interaksi antara peserta dengan mentor dan atau pengampu, yang hanya dilakukan secara daring. Sedangkan pada moda kombinasi ini, peserta melakukan interaksi belajar secara daring dan tatap muka.

Interaksi belajar secara daring dilakukan secara mandiri dengan memanfaatkan teknologi informasi dan pembelajaran yang telah disiapkan secara elektronik, dan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja, sedangkan interaksi tatap muka dilaksanakan bersamaan dengan peserta Guru Pembelajar lainnya di pusat belajar (PB) yang telah ditetapkan sesuai dengan SK Penetapan KKG dan difasilitasi oleh seorang mentor.

Sistem Guru Pembelajar moda daring bermuara dari Sistem Guru Pembelajar (Sigelar) yang berisi data peserta dan akan diekspor ke Learning Management System (LMS) untuk didaftarkan sebagai peserta Guru Pembelajar moda daring. Pembelajaran moda daring yang disediakan dalam LMS, menggunakan modul Guru Pembelajar yang dikembangkan menjadi aktivitas-aktivitas pembelajaran berupa teks modul, gambar, video dan audio yang tersimpan di server repository. Data seluruh aktivitas pengguna Guru Pembelajar moda daring akan di evaluasi menggunakan software analytic tool/reporting. Portofolio hasil pembelajaran setiap peserta akan terekam dan tersimpan di database peserta di Sigelar. Arsitektur sistem Guru Pembelajar moda daring dapat diilustrasikan seperti pada gambar berikut ini.

Arsitektur Sistem Guru Pembelajar Moda Daring

Sumber: Juknis Guru Pembelajar Moda Daring Dirjen GTK

 

Sistem Guru Pembelajar Moda Daring pada website: http://konten.elearning.id/course/view.php?id=4050 meliputi bagian pengantar, sesi pendahuluan, sesi inti (materi pedagogik satu sesi dan materi profesional 3 sebanyak 3 sesi), dan sesi penutup.

1.     Pengantar

Pada bagian pengantar Sistem Guru Pembelajar Moda Daring ditampilkan fasilitas-fasilitas sebagai berikut:

a.     Pengumuman dan Berita Forum, yaitu Informasi dan berita dari pengampu/mentor untuk peserta

b.     Forum Umum, merupakan forum umum yang terbuka selama pembelajaran daring berlangsung. Tujuan forum ini adalah untuk mewadahi aktivitas diskusi, berbagi pengalaman dan saling membantu memecahkan kendala selama kegiatan berlangsung. Forum ini adalah forum milik peserta, bagi dan untuk peserta.

c.     Glosarium, Glosarium ini berisi daftar istilah yang digunakan dalam modul daring

d.    Petunjuk Penggunaan, berisi ikon-ikon yang dipergunakan dalam Guru Pembelajar Moda Daring

e.    Tips dan Trik Pengampu, berisi  Tips dan Trik dalam mengelola pembelajaran Guru Pembelajar Daring bagi pengampu meliputi penggunaan fasilitas Web conference, Chatting, Forum, Message, Blog, E-portofolio, dan Umpan balik (smiley face)

f.      Petunjuk Umum Fasilitasi bagi Pengampu, berisi informasi bahwa dalam sistem pembelajaran Guru Pembelajar Moda Daring, pengampu berperan sebagai fasilitator, motivator dan asesor bagi peserta. Oleh karena itu, sangat diharapkan bagi pengampu di setiap kelas daring untuk memberikan kontribusinya agar pembelajaran lebih terarah dan tercipta komunitas pembelajaran, baik antar sesama peserta maupun antar pengampu dengan peserta.

g.    Frequently Asked Questions (FAQs).  

h.    Blog Refleksi, Refleksi pembelajaran ini dapat digunakan untuk mencurahkan pengalaman belajar, pesan, dan kesan yang dialami selama mengikuti pembelajaran pada modul ini, serta harapan yang ingin dicapai melalui pembelajaran ini.

i.      E-Portofolio, sekumpulan berkas pribadi yang merupakan dokumentasi sebagai bukti pencapaian hasil atas proses kegiatan pembelajaran Guru Pembelajar Moda Daring. Dalam hal inie-portofoliomerupakan kumpulan dokumen peserta pada kegiatan Guru Pembelajar Moda Daring yang bertujuan untuk mendokumentasikan perkembangan proses belajar sesuai dengan target kompetensi yang telah ditetapkan. Dokumen yang terkumpul kemudian diberikomentaroleh pengampu dan dilakukan proses perbaikan (jika diperlukan), sehingga pada akhirnya dapat digunakan sebagai refleksi pribadi. E-portofolio dapat berbentuk latihan dan tugas yang dikerjakan, jawaban atas pertanyaan dalam sistem, catatan hasil koreksi atau observasi pengampu, laporan kegiatan dan tulisan atau jurnal yang dibuat peserta.

2.    Sesi Pendahuluan

Kegiatan pembelajaran pada Guru Pembelajar Daring  diawali dengan sesi pendahuluan yang akan Saudara ikuti selama satu minggu. Sesi ini bertujuan untuk memberikan penjelasan singkat mengenai ruang lingkup modul yang akan dipelajari (menggunakan web conference), saran dan cara penggunaan modul, penjelasan umum kegiatan Guru Pembelajar Daring  dan alur kegiatan pembelajaran Guru Pembelajar Daring  pada modul

Selama proses pembelajaran di Sesi Pendahuluan ini, pengampu/mentor akan terlibat aktif dalam proses pembimbingan terhadap peserta.

Berikut ini adalah aktivitas yang akan dilakukan oleh pengampu/mentor pada Sesi Pendahuluan:

a.    Pengampu bersama-sama peserta melalui forum umum akan menyepakati jadwal pelaksanaan Web Conference, kemudian hasil kesepakatan jadwal akan diumumkan pada Pengumuman dan Berita.

b.    Pada pelaksanaan Web Conference, pengampu akan melakukan perkenalan dengan peserta dan menyampaikan informasi-informasi penting terkait dengan pelaksanaan Guru Pembelajar Moda Daring.

c.     Pengampu mengarahkan peserta untuk mengerjakan instrumen kemampuan awal dilanjutkan dengan mencermati Kebijakan Pengembangan dan Pembinaan Profesi Guru dan Guru Pembelajar, Penjelasan Umum Modul meliputi Target Kompetensi,  Hasil Belajar, Prinsip Penilaian Peserta, tagihan, Saran dan Cara Penggunaan Modul dan Alur Kegiatan Pembelajaran.

d.    Pengampu harus selalu mengecek Activity Completion untuk memastikan peserta mengikuti seluruh kegiatan dan memberikan motivasi kepada peserta yang masih belum melakukan aktivitas yang terdapat pada Sesi Pendahuluan.

e.    Peran serta yang aktif dari pengampu/mentor dan peserta akan mengoptimalkan proses pembelajaran sesi pendahuluan.

 

3.    Sesi Inti

Sesi inti terdiri dari 4 sesi yang akan dipelajari dalam waktu 40 JP (1 JP setara dengan 60 menit) selama 4 minggu. Kegiatan yang akan diikuti pada setiap sesi yang terdapat di dalam sesi inti adalah sesi 2 materi pedagogi, dan sesi 2, 3, 4 berupa materi profesional sesuai dengan kelompok kompetensi dari masing-masing paket keahlian.

Pada setiap sesi, akan disediakan forum dan blog untuk mempresentasikan berbagai temuan, hikmah dan kendala yang dihadapi oleh peserta, serta solusi yang dilakukan selama proses pembelajaran. Dan juga dapat memperoleh pelajaran melalui berbagi pengalaman dengan peserta lainnya.

Selama mempelajari modul ini, peserta harus menyelesaikan seluruh tugas (baik dalam bentuk lembar kerja maupun dokumen/non lembar kerja) yang menjadi tagihan dan menyimpannya dalam e-portofolio. Hasil akhir kegiatan ini dibuktikan dengan terkumpulnya laporan kegiatan Guru Pembelajar Daring Modul disertai dengan dokumen hasil kegiatan, seperti foto-foto kegiatan.

 

4.    Sesi Penutup

Sesi penutup merupakan akhir dari kegiatan Guru Pembelajar Daringpada Modul. Sesi ini terdiri atas persiapan pelaporan yang dilakukan melaluiweb conference, pemberian umpan balik, kesimpulan dari materi Guru Pembelajar Daringyang disajikan melaluiblog,post test, penilaian diri peserta terhadap pencapaian kompetensi dan evaluasi peserta terhadap penyelenggaraan Guru Pembelajar Daring.

 

Referensi:

1.    Hari Amanto dan Rugianto, 2016. Modul Daring “Pengembangan Potensi Peserta Didik dan Penerapan Rangkaian Elektronika”  http://konten.elearning.id/course/view.php?id=4050

2.    Kemendikbud - Dirjen GTK, 2016. Guru Pembelajar - Petunjuk Teknis Moda Dalam Jaringan (Daring).

3.    https://en.wikipedia.org/wiki/Learning_management_system

4.    http://www.gurusd.net/2016/05/buku-panduan-guru-pembelajar-moda.html

 

Sistem Jaringan

Sistem Jaringan

Oleh: Rugianto, SPd., MT.

Widyaiswara Madya PPPPTK BOE Malang

 

Jika komputer berhubungan komputer dan peralatan lain, atau membentuk suatu grup, maka bentuk hubungan ini diistilahkan denganjaringan atau network.Komputer dapat saling berhubungan dan mengatur sumber data yang ada karena adanyasistem jaringan (Networking).


Gambar 1.Sistem jaringan (Networking).

Sumber: http://blog.umy.ac.id/riskashantika26/?p=96

 

 

1.    Local Area Network (LAN)

Local area network(LAN) adalah jaringanlokal atau jaringan private yangada dalam satu gedung ataudalam satu ruangan. LAN biasa di gunakan untukjaringan kecil yang menggunakansatu resource secara bersama-sama, misalnya penggunaanprinter secara bersama-sama,penggunaan media penyimpanansecara bersama, dan lain-lain.

LAN menggunakan berbagai perangkat jaringan yang cukup sederhana dan populer, seperti menggunakan kabel UTP (Unshielded Twisted-Pair), Hub, Switch, Router, dan lain sebagainya.  Sebagai contoh dari jaringan LAN seperti komputer-komputer yang saling terhubung di sekolah, di perusahaan, Warnet, maupun antar rumah tetangga yang masih mencakup wilayah LAN.

Dalam LAN, terdapat satucomputer yang biasanya dijadikanfile server. Fungsinya adalah untukmemberikan layanan perangkatlunak (software), mengaturaktivitas jaringan, dan menyimpanfile. Selain ada computer server,ada pula computer lain yangterhubung dalam jaringan(network) yang disebut denganworkstation (client). Padaumumnya teknologi jaringan LANmenggunakan media kabel untukmenghubungkan computer –computer yang digunakan.

LAN dapat dibedakanmenjadi tiga karakteristiknya, yaituukuran, teknologi transmisi, dantopologinya. LAN memiliki ukuranterbatas yang berarti sewaktu –waktu dapat terjadi buruknyatransmisi, tetapi dapat diketahuisebelumnya sehingga memudahkan pengaturan jaringannya. PadaLAN biasa atau tradisionalkecepatan transmisinya sekitar 10– 100 Mbps (Megabitpersecond)dengan delay yang rendah danfaktor kesalahan yang kecil. LANmodern dapat beroperasi dengankecepatan tinggi sampai ratusanMbps. Contoh LAN sendiri adalahEthernet (IEEE 802.3) dan TokenRing (IEEE 820.5).


Gambar 2. Topologi BUS dan Ring Pada LAN

 


Gambar 3. Lapisan-lapisan pada konsep LAN

 


Gambar 4. Jaringan LAN sederhana

 


Gambar 5. Jaringan Wireless LAN

 

Pada sebuah LAN, setiap node atau komputer mempunyai daya komputasi sendiri, berbeda dengan konsep dump terminal. Setiap komputer juga dapat mengakses sumber daya yang ada di LAN sesuai dengan hak akses yang telah diatur. Sumber daya tersebut dapat berupa data atau perangkat seperti printer. Pada LAN, seorang pengguna juga dapat berkomunikasi dengan pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi yang sesuai.

LAN mempunyai keuntungan dan kerugian jika dibandingkan dengan sistem jaringan yang lain. Keuntungan dari penggunaan Jenis Jaringan Komputer LAN seperti lebih irit dalam pengeluaran biaya operasional, lebih irit dalam penggunaan kabel, transfer data antar node dan komputer lebih cepat karena mencakup wilayah yang sempit atau lokal, dan tidak memerlukan operator telekomunikasi untuk membuat sebuah jaringan LAN. 

Kerugian dari penggunaan jenis jaringan LAN adalah cakupan wilayah jaringan lebih sempit sehingga untuk berkomunikasi ke luar jaringan menjadi lebih sulit dan area cakupan transfer data tidak begitu luas.

 

2.    Metropolitan Area Network(MAN)

Metropolitan Area Network (MAN)adalah pengembangan dari LANyang menggunakan metode yangsama dengan LAN, tetapi daerahcakupannya lebih luas. Daerahcakupan LAN yang hanya adapada satu ruangan atau gedung,tetapi pada MAN cakupannya bisa merupakan satu RT atau beberapakantor yang berada dalamkomplek yang sama, jaringan Depdiknas antar kota atau wilayah dan juga jaringan mall-mall moderen yang saling berhubungan antar kota. Jangkauan dari MAN ini antara 10 hingga 50 km, MAN ini merupakan jaringan yang tepat untuk membangun jaringan antar kantor-kantor dalam satu kota antara pabrik/instansi dan kantor pusat yang berada dalam jangkauannya.

MAN juga merupakan suatu jaringan dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi, yang menghubungkan berbagai lokasi, seperti; Kampus, perkantoran, pemerintah, dll.

Untuk dapat membuat suatu jaringan MAN, biasanya diperlukan adanya operator telekomunikasi untuk menghubungkan antar jaringan komputer.TeknologiMAN ini mendukung data dansuara dan dapat dihubungkan/berhubungan dengan jaringanTelevisi kabel. Standar yangdigunakan dalam arsitektur MANadalah DQDB (Distributed QueueDual Bus) atau IEEE 802.6. DQDBterdiri atas dua buah kabelunidirectional. Semua computerdihubungkan dengan setiap busyang mempunyai head – end, yaituperangkat untuk memulai aktivitastransmisi data.


Gambar 6. Arsitektur DQDB


Gambar 7. Jaringan MAN

Sumber: http://kingofnetworking.weebly.com/different-types-of-computer-networks.html

 

Keuntungan dari jenis jaringan komputer MAN ini diantaranya adalah cakupan wilayah jaringan lebih luas sehingga untuk berkomunikasi menjadi lebih efisien, mempermudah dalam hal berbisnis, dan juga keamanan dalam jaringan menjadi lebih baik.

Kerugian dari Jenis Jaringan Komputer MAN seperti lebih banyak menggunakan biaya operasional, dapat menjadi target operasi oleh para Cracker untuk mengambil keuntungan pribadi, dan untuk memperbaiki jaringan MAN diperlukan waktu yang cukup lama.

 

3.    Wide Area Network (WAN)

Wide Area Network dengancakupan yang lebih luas lagi,cakupannya meliputi satukawasan, satu pulau atau satunegara bahkan benua. JaringanWAN dapat menghubungkan satucomputer dengan computerlainnya dengan menggunalansatelit atau kabel bawah laut.

Komunikasi dan transformasi datadapat dilakukan dalam beberapamenit antar computer daribeberapa wilayah atau daribeberapa negeri denganmenggunakan mesin ataukomputer yang disebut denganhost.


Gambar 8. Infratruktur atau Skema Jaringan WAN

Sumber: http://kingofnetworking.weebly.com/different-types-of-computer-networks.html

 

Wide Area Network(WAN), merupakan Jenis Jaringan Komputer yang lebih luas dan lebih canggih daripada Jenis Jaringan Komputer LAN dan MAN. Teknologi jaringanWAN biasa digunakan untuk menghubungkan suatu jaringan dengan negara lain atau dari satu benua ke benua yang lainnya. Jaringan WAN bisa terdiri dari berbagai Jenis Jaringan Komputer LAN dan WAN karena luasnya wilayah cakupan dari Jenis Jaringan Komputer WAN. Jaringan WAN, biasanya menggunakan kabel fiber optic serta menanamkannya di dalam tanah maupun melewati jalur bawah laut. 

Keuntungan Jenis Jaringan Komputer WAN seperti cakupan wilayah jaringannya lebih luas dari Jenis Jaringan Komputer LAN dan MAN, tukar-menukar informasi menjadi lebih rahasia dan terarah karena untuk berkomunikasi dari suatu negara dengan negara yang lainnya memerlukan keamanan yang lebih, dan juga lebih mudah dalam mengembangkan serta mempermudah dalam hal bisnis.

Kerugian dari Jenis Jaringan WAN seperti biaya operasional yang dibutuhkan menjadi lebih banyak, sangat rentan terhadap bahaya pencurian data-data penting, perawatan untuk jaringan WAN menjadi lebih berat.

Lebih singkatnya WAN (Wide Area Network) merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkanrouterdan saluran komunikasi publik.

WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan area lokal yang satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga pengguna atau komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lain.

 

Referensi:

1.    Morgan Kaufmann; 1 edition (January 1, 2004) The Morgan Kaufmann Series in Computer Architecture and Design

2.    PramudiUtomo, Suprapto, Rahmatul Irfan, 2008. Teknik Telekomunikasi Jilid 3Untuk SMK. Jakarta : Direktorat PSMK.

3.    http://blog.umy.ac.id/riskashantika26/?p=96

4.    http://kingofnetworking.weebly.com/different-types-of-computer-networks.html

Decoder

Decoder

Oleh: Drs. Herry Sudjendro, M.T

Rangkaian decoder diperlukan untuk membangun sebuah rangkaian digital yang memiliki multi masukan multi keluaran (MIMO). Rangkaian decoder berfungsi sebagai piranti yang berlawanan dengan encoder. Rangkaian decoder adalah sebuah black box yang belum diketahui bentuk rangkaiannya. Untuk itu diperlukan data tabel kebenaran fungsi untuk didapatkan persamaan-persamaan keluarannya. Dari persamaan-persamaan keluaran tersebut dapat direalisasikan dalam bentuk rangkaian digital. Rangkaian decoder dilengkapi dengan fungsi enable, yang berfungsi untuk mengaktifkan rangkaian decoder. Hal ini diperlukan karena dalam beberapa sistem diperlukan rangkaian yang terdiri lebih dari satu decoder. Sebagai contoh sebuah rangkaian digital memiliki masukan x1 dan x2 dan keluaran a0,a1,a2,a3,a4. Pada gambar 1, keluaran a0, a1, a2, a3 dan a4 secara bergantian memiliki kondisi high.

Gambar 1 Blok decoder 2 to 4

Dari rangkaian di atas, dapat dituangkan dalam tabel kebenaran seperti pada tabel 1 di bawah.

Tabel 1. Tabel kebenaran dari rangkaian decoder :

Dari tabel kebenaran di atas, didapatkan rangkaian digital berikut:

Gambar 2. Rangkaian decoder 2 to 4

Decoder 2 to 4 bekerja dikendalikan keluarannya oleh variasu X0 dan X1. Keluaran dari a0, a1, a2 dan a3 akan aktif secara bergantian tergantung dari kondisi X0 dan X1. Pada kondisi masukana X0 = 0 dan X1 = 0, maka gerbang AND pertama mendapatkan masukan “high”, maka kondisi keluaran A0 = 1 sementara keluaran yang lain “0”. Apabila X0 = 0 dan X1 = 1, maka hanya gerbang AND ke dua akan “1” sementara yang lain “0” dan seterusnya.

Decoder dengan empat masukan dan enam belas keluaran bisa dibangun dengan decoder dua masukan dan empat keluaran seperti gambar 3 di bawah.

Gambar 3.Rangkaian decoder 4 to 16

Dari rangkaian gambar 3 di atas, dapat dituangkan dalam tabel kebenaran seperti pada tabel 2 di bawah.

Tabel 2. Tabel kebenaran dari rangkaian decoder 4 to 16:

Rangkaian decoder 4 to 16 dibangun dengan empat buah decoder masing-masing decoder 2 to 4 dan sebuah decoder 2 to 4 sebagai fungsi enable.

Penggunaan Oscilloscope

Penggunaan Oscilloscope

Oleh: Rugianto, SPd., MT.

Widyaiswara Madya PPPPTK BOE Malang

 

Cathode Ray Oscilloscope lebih dikenal dengan sebutan CRO, atau ada yang menyebut sebagai Osiloskop Sinar Katoda atau Osiloskop saja. Manfaat Osciloscope (CRO) adalah untuk mengukur besaran-besaran: tegangan, frekuensi, periode, bentuk sinyal dan beda fasa. Ada berbagai bentuk sinyal listrik, yaitu sinusoida, segitiga atau triangle, kotak atau square, denyut atau pulse. Berbagai bentuk sinyal listrik tersebut dapat dengan mudah diukur tegangannya, periodenya dan dapat ditentukan berapa frekuensinya menggunakan perangkat Osciloscope (CRO) ini.


Gambar 1. Cathode Ray Oscilloscope PROTEK 20 MHz 6502C

 

Oscilloscope (CRO) ada dua jenis, jenis 1 chanel dan jenis 2 chanel. Dengan CRO 2 chanel kita bisa menampilkan 2 signal secara serempak/sekaligus dalam layar, yaitu sinyal pada jalur input chanel 1 dan chanel 2. Sebelum menggunakan CRO lebih baik kita mengetahui spesifikasi CRO yang akan dipakai. Spesifikasi umum CRO yang harus diketahui antara lain sebagai berikut.

Spesifikasi Oscilloscope (CRO):

a.    Horisontal Axis

b.    Vertikal Axis

c.    Sweep Time Circuit

d.    Trigering

e.    Intensity Modulation

f.      Power Source

 

Berikut ini ditunjukkan Spesifikasi Oscilloscope Protek 6502C:

Features:

·         20MHz Bandwidth

·         High sensitivity, the maximum deflection factors is 1mV/ div

·         Scale brightness, make it easy to use at night and take photos

·         Alternating expansion, can display normal and extensible waveform simultaneously

·         INT trigger, do not need to convert CH1, CH2 switch to get a stable trigger

·         TV sync, use a new TV trigger circuit to display a stable TV-H and TV-V signal

·         Auto Focus, focus level can be corrected automatically on the process of measurement

·         Trigger lock, trigger circuit is automatically synchronization, without manual adjustment

·         Alternate trigger, can observe two unrelated signals ( 6502C)

·         Scanning switch use imported digital coding switch ( 6502C/ 6504C)

Specification

Vertical Axis

·         Deflection coefficient : 5mV/ div-5V/ div 1-2-5 step, 10 calibrated steps ( 1mV/ div-1V/ div at x 5 MAG)

·         Frequency band width 5mV/ div : DC 0-20MHz-3dB, AC 10Hz-20MHz-3dB

·         Bandwidth expansion : DC 0-7MHz-3db, AC 10Hz-7MHz-3dB

·         Input impedance : 1M& 2% , 25pF 3pF; Probe level 1M& 5% , about 17pF

·         Max. input voltage : 400V ( DC + AC peak)

Horizontal Axis

·         Display mode : x1, x5 ; x1, x5ALT

·         Sweep time : 0.1s to 0.2s/ div 3% , in 20calibrated stpes( 1-2-5 seq)

·         Sweep expansion : 20ns/ div-40ms/ div

·         Alt. sweep : Maximum 4 traces

Triggering

·         Trigger source : INT, CH2, LINE, EXT

·         Polarity : + , -

·         Trigger mode : AUTO, NORM, TV-V, TV-H

X-Y operation

·         Operating mode : CH1, X-axis and CH2, Y-axis; When in X-Y operation mode

·         Sensitivity : As vertical axis

·         Input impedance: 1M& 2% / / 25pF 3pF

X-axis band width : DC-1MHz

Z axis

·         Input impedance : 33k&

·         Maximum input voltage : 50V ( DC+ AC peak) , MAX frequency d 1KHz

·         Band width : DC-1MHz

Calibration

·         Waveform : square wave

·         Frequency : 1KHz 2%

·         Amplitude : 0.5Vp-p 2%

CH1 output

·         Output voltage : Min 20

 

Tujuan dari mengetahui spesifikasi teknis dari oscilloscope (CRO) agar kita mengetahui batas maksimum dan minimum kemampuan oscilloscope dalam mengukur sinyal. Selain itu dengan mengetahui spesifikasi CRO kita dapat menghindari kesalahan seting up CRO dalam pengukuran.

 

Fungsi Tombol Pada Panel Oscilloscope

Tombol pada panel CRO yang harus diketahui fungsinya antara lain.

·         Tombol Volt/Div

Fungsi tombol ini adalah untuk mengatur skala pengukuran dalam tiap divisi layar CRT Oscilloscope, tombol ini dapat diatur dari 5 mVolt / Div sampai 20 Volt / Div.

·         Tombol Time/Div

Fungsi tombol Time/Div untuk menentukan nilai sweep time pada tiap divisi Y layar CRT. Tombol ini dapat diatur dari range 0,5 uS /Div sampai 0,2 S/Div.

·         Tombol Position Trace

Tombol position adalah tombol yang berfungsi untuk mengatur posisi trace/sinyal yang diukur secara vertikal dan horisontal. Ada 3 tombol position pada panel CRO 2 chanel yaitu X-POS yang berfungsi untuk mengatur posisi trance terhadap bidang divisi X (vertikal) dan Y-POS1, Y-POS2 yang berfungsi untuk mengatur posisi trace terhadap bidang divisi Y pada layar CRT.

·         Switch Coupling Input

CRO Switch coupling adalah tombol yang berfungsi untuk menentukan coupling yang digunakan dalam pengukuran (AC/DC/GND) sinyal DC dan AC. Seting ini diperlukan untuk pengukuran sinyal AC dan DC, terutama pada pengukuran sinyal DC kita harus memastikan posisi switch ini pada posisi DC agar dapat melakukan pengukuran.

·         Tombol Intens dan Fokus

Kedua tombol ini (intens dan fokus) berfungsi untuk mengatur tampilan trace dan layar pengukuran. Tombol intens berfunsi untuk mengatur tingkat kecerahan layar sedangkan tombol fokus untuk mengatur tingkat ketajaman trace.

Yang harus diperhatikan dalam menggunakan alat ukur terutama Oscilloscope adalah mengetahui batas maksimal sinyal yang boleh diukur dengan oscilloscope, hal ini wajib diketahui untuk menghindari kerusakan pada oscilloscope tersebut dan untuk mendapatkan seting alat ukur yang tepat.

 

Referensi:

www.tequipment.net/ProtekP3502C.asp

Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Diklat Kompetensi Guru SMK di PPPPTK BOE Malang

Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

Pada Diklat Kompetensi Guru SMK di PPPPTK BOE Malang.

 

Oleh: Drs. Herry Sudjendro, M.T

 

Hakekat Pembelajaran

Pembelajaran (lerning) adalah suatu proses yang akan membuat seseorangberubah menjadi lebih baik atau lebih meningkat sesuatunya dari sebelumnya. Pembelajaran adalah sebuah proses yang menuntut pengorbanan dari diri sendiri berupa kerja keras melalui berbagai upaya yang harus dilakukan. Karena pembelajaran adalah proses yang menuntut pengorbanan, kita bukan hanya dituntut kerja keras tetapi tetapi  juga ditintut untuk mau dan siap menghadapi resiko dalam proses perubahan yang dilakukan (Taufik Bahaudin, PT Elex Media Komputindo : 2007)

 

Hakekat Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri atas dua orang atau lebih. Keberhasilan kerja sangat dipengaruhi oleh keterlibatan dari setiap anggota kelompok itu sendiri.

Pembelajaran kooperatif menuntut persyaratan : 1) peserta diklat yang tergabung dalam suatu kelompok harus merasa bahwa mereka adalah bagian dari sebuah tim dan mempunyai tujuan bersama yang harus dicapai, 2) peserta diklat tergabung dalam suatu kelompok harus merasa bahwa masalah yang mereka hadapi adalah masalah kelompok dan bahwa berhasil tidaknya kelompok itu akan menjadi tanggung jawab bersama oleh seluruh anggota kelompok itu, dan 3) untuk mencapai hasil yang maksimum, para peserta diklat yang tergabung dalam kelompok itu harus berbicara satu sama lain dalam mendiskusikan masalah yang dihadapi. Akhirnya, para peserta diklat yang tergabung dalam suatu kelompok harus menyadari bahwa setiap pekerjaan individu mempunyai akibat langsung pada keberhasilan kelompoknya.

Pada pembelajaran kooperatif peserta diklat dalam kelompoknya harus beranggapan bahwa mereka merupakan kesatuan yang saling memiliki,  bertanggung jawab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya dan harus merasa bahwa semua anggota di dalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama. Di samping itu anggota kelompok memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama. Kelompok juga akan diadakan evaluasibagi semua anggota kelompok. Anggota kelompok berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajar. Secara individual diminta mempertanggungjawabkan apa yang telah dihasilkan dalam kelompok kooperatif.

Menurut Kagan (1994), pembelajaran kooperatif mempunyai banyak manfaat,yaitu:

1)    dapat meningkatkan pencapaian dan kemahiran kognitif peserta didik

2)    dapat meningkatkan kemahiran sosial dan memperbaiki hubungan sosial

3)    dapat meningkatkan keterampilan kepemimpinan

4)    dapat meningkatkan kepercayaan diri

5)    dapat meningkatkan kemahiran teknologi.

 

Hakekat  Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw

Darsono (2000: 24), pengertian pembelajaran secara umum adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa sehingga tingkah laku siswa kearah yang lebih baik. Metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah pembelajaran di mana siswa belajar dalam kelompok bertanggung jawab atas  penguasaan materi belajar yang ditugaskan kepadanya lalu mengajarkan bagian tersebut pada anggota kelompok lain  ( Lembar Ilmu Pendidikan:1999).

Pembelajaran tipe jigsaw ini merupakan bagian dari pembelajaran kooperatif yang merupakan pembelajaran kelompok di mana setiap anggota bertanggung jawab atas penguasaan materi tertentu dan mengajarkannya kepada anggota kelompoknya setelah adanya mempelajari dengan kelompok ahli masing-masing.

 

a.    Hakekat Pembelajaran Kooperatif type Jigsaw

Pembelajaran kooperatif type jigsaw adalah jenis pembelajaran kooperatif teridiri  dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggungjawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan bagian terebut kepada anggota lain dalam kelompok (Arend : 1997). Jigsaw menggabungkan konsep pengajaran pada teman sekelompok atau sebaya dalam usaha membantu belajar. Jigsaw didesain untuk meningkatkan rasa tanggungjawab untuk pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Ibrahim (2001:21) jigsaw telah dikembangkan dan diuji cobakan oleh Ellot Aronson dan kemudian diadaptasi oleh slavin. Dalam penerapan jigsaw, peserta diklat dibagi berkelompok dengan lima atau enam anggota kelompok belajar heterogen. Setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari, menguasai bagian tertentu bahan yang diberikan kemudian menjelaskan pada anggota kelompoknya. Dengan demikian terdapat rasa saling membutuhkan dan harus bekerjasama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan. Para anggota dari kelompok lain yang bertugas mendapat topic yang sama berkumpul dan berdiskusi tentang topik tersebut. Kelompok ini disebut kelompok ahli. Kemudian anggota tim ahli kembali ke kelompok  asal dan mengajarkan apa yang telah dipelajarinya dan didiskusikan didalam klompok ahlinya untuk diajarkan kepada anggota kelompoknya sendiri. Hubungan antara kelompok asal dan kelompok ahli digambarkan sebagai berikut:

Gambar 1. Diagram Kelompok Jigsaw

Kelompok Ahli  adalah kelompok yang  memiliki satu anggota dari kelompok asa.  Gambar 1.  Adalah ilustrasi kelompok jigsaw.  Para anggota dari kelompok asal yang berbeda, bertemu dengan topik yang sama dalam kelompok ahli untuk berdiskusi dan membahas materi yang ditugaskan pada masing-masing anggota kelompok serta membantu satu sama lain untuk mempelajari topik mereka. Setelah pembahasan selesai , para anggota kelompok kemudian kembali pada kelompok semula ( asal ) dan berusaha mengajarkan pada anggota kelompoknya apa yang telah mereka dapatkan pada saat pertemuan di kelompok ahli. Selanjutnya diakhir pembelajaran, peserta diklat diberi kuis secara individu yang mencakup topik materi yang telah dibahas. Kunci tipe jigsaw  adalah interdependensi yang diperlukan dengan tujuan agar dapat mengerjakan kuis dengan baik.

1)    Kerangka Model Jigsaw

a)    Tahap Pendahuluan

(1)   Review, apersepsi, motivasi

(2)   Menjelaskan pada peserta diklat tentang model pembelajaran yang dipakai dan menjelaskan manfaatnya.

(3)   Pembentukan kelompok

(4)   Setiap kelompok terdiri dari 4-6 peserta diklat dengan kemampuan yang heterogen

(5)   Pembagian materi/soal pada setiap anggota kelompok

b)    Tahap Penguasaan

(1)    Peserta diklat dengan materi /soal sama bergabung dalam kelompok ahli dan berusaha manguasai materi sesuai dengan soal yang diterima

(2)   Widyaiswara  memberikan bantuan sepenuhnya

c)    Tahap Penularan

(1)   Setiap peserta diklat kembali ke kelompok asalnya

(2)   Tiap peserta diklat dalam kelompok saling menularkan dan menerima

(3)   materi dari peserta diklat lain

(4)   Terjadi diskusi antar peserta diklat dalam kelompok asal

(5)   Dari diskusi, peserta diklat memperoleh jawaban soal

d)    Penutup

(1)   Widyaiswara  bersama peserta diklat membahas soal

(2)   Kuis/Evaluasi

Evaluasi adalah menilai, membandingkan, menyimpulkan, mempertentangkan, mengkritik, mendeskripsikan, membedakan, menerangkan, memutuskan, menafsirkan, menghubungkan, membantu. ( Suharsimi Arikunto, 2002:138). Penilaian dalam pembelajaran kooperatif dilakukan dengan tes atau kuis tentang bahan pembelajaran. Dalam banyak hal, butir-butir tes pada kuis ini harus merupakan satu jenis tes obyektif paper and pencil, sehingga butir-butir itu dapat diskor di kelas atau segera setelah tes diberikan. Cara menentukan skor individual menurut Slavin(dalam Pembelajaran Kooperatif, 2001:56)

2)    Kelebihan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw:

a)    Dapat mengembangkan hubungan antar pribadi posistif diantara peserta diklat yang memiliki kemampuan belajar berbeda

b)    Menerapka bimbingan sesama teman

c)    Rasa harga diri peserta diklat yang lebih tinggi

d)    Memperbaiki kehadiran

e)    Penerimaan terhadap perbedaan individu lebih besar

f)     Sikap apatis berkurang

g)    Pemahaman materi lebih mendalam

h)    Meningkatkan motivasi belajar

3)    Kelemahan metode kooperatif jigsaw

a)    Jika widyaiswara  tidak meningkatkan agar peserta diklat selalu menggunakan ketrampilan-ketrampilan kooperatif dalam kelompok masingmasing maka dikhawatirkan kelompok akan macet

b)    Jika jumlah anggota kelompok kurang akan menimbulkan masalah, misal jika ada anggota yang hanya membonceng dalam menyelesaikan tugas-tugas dan pasif dalam diskusi

c)     Membutuhkan waktu yang lebih lama apalagi bila ada penataan ruang belum terkondisi dengan baik , sehingga perlu waktu merubah posisi yang dapat juga menimbulkan gaduh


 

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,Suharsimi, 1988, Penilaian Program Pendidikan, Yogyakarta : PT. Bina Aksara

Dalyono,M, 2001, Psikologi Pendidikan, jakarta: Rineka Cipta

Depdiknas, 2004,Standar Kemampuan Nasioanal, Jakarta : Direktorat Pendidikan menengah Kejuruan

Depdiknas, 2004, Kurikulum SMK Edisi 2004 Bagian 2, Jakarta : Direktorat Pendidikan menengah Kejuruan

Dirjen Dikdasmen, 2004, Kurikulum SMK Edisi 2004, Jakarta : Dirjen Dikdasmen

Faisal, Sanapiah, 1982, metodologi penelitian Pendidikan, Surabaya : Usaha nasional

Mundilarto, Rustam, 2004, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta : Dirjen Dikti

Slavin, Robert E. 1995. Cooperative Learning Theory, Research, and Practice. USA The Jhons Hopkins University.

Tim Pengembang BPPLSP Regional III, 2004, Pelatihan Pamong Belajar Ahli Berbasis Kemampuan, Ungaran : BPPLSP Regional III

 

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG