MEWASPADAI ANCAMAN MAUT AKIBAT SENTUHAN LISTRIK

Print
Category: Listrik & Elektronika
Last Updated on Thursday, 27 February 2014 Published Date Written by Miftahu Soleh

MEWASPADAI ANCAMAN MAUT AKIBAT SENTUHAN LISTRIK

Miftahu Soleh

Widyaiswara Madya PPPPTK BOE Malang

email: solehvedc@gmail.com

 

ABSTRAK

Kematian seseorang merupakan sebuah misteri kehidupan, karena dapat datang kapanpun dan kepada siapapun, tak mengenal diskriminasi ras, golongan, jenis kelamin, dan segala atribut kehidupan lain. Itulah bagian dari kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa. Penyebab kematianpun jika disadari ternyata sangat banyak, bahkan ada di sekitar kita, di dalam aktifitas kehidupan kita, sangat dekat. Seringkali kita mendengar ironi yang menyayat hati, bagaimana tidak, kawan kita, kolega kita, yang notabene memiliki latar belakang pendidikan listrik, yang termasuk kategori melek listrik, akhirnya harus dipanggil menghadap kehadliratNya dikarenakan sengatan listrik, tersentuh tegangan listrik hingga ajalpun menjemputnya.

Manusia berkewajiban untuk berusaha, berusaha untuk berhati-hati menghindari ancaman maut akibat sentuhan listrik, yaitu dengan cara menimimalisir atau menetralisir terjadinya atau munculnya tegangan listrik pada tempat atau area yang berdekatan dengan aktifitas kehidupan kita sehari-hari.

Memastikan terpasangnya sistem grounding yang baik pada sistim instalasi listrik dimana kita beraktifitas adalah kunci menjaga keselamatan jiwa kita akibat bahaya sentuhan listrik.

Kata kunci: Bahaya listrik, tegangan sentuh, grounding

 

SENTUHAN YANG MEMATIKAN

Di koran–koran sering diberitakan kecelakaan yang diakibatkan oleh listrik, baik itu orang tersengat listrik maupun kebakaran akibat arus hubung pendek listrik. Kecelakaan listrik tidak timbul dengan sendirinya melainkan ditimbulkan oleh kealpaan manusia.

Bagaimana listrik dapat mengalir melalui tubuh manusia? 

Hantaran untuk menyalurkan arus listrik terdiri dari hantaran  fase dan netral. Hantaran netral pada sumbernya dihubungkan dengan tanah. Apabila orang berdiri diatas tanah menyentuh hantaran fase, maka arus  listrik akan mengalir melalui tubuh manusia ke kaki terus ke tanah.

 

 

Faktor-faktor Yang Menentukan Berat-Ringannya Cedera Manusia

Berat ringannya cedera yang mungkin diderita akibat sengatan listrik tergantung dari arus listrik yang mengalir. Semakin besar arus yang mengalir, maka semakin parah cedera yang mungkin dideritanya.

Besar kecilnya arus listrik tergantung dari faktor-faktor: (1) Tahanan  tubuh. Kulit kering dan tebal memiliki tahanan 100 kohm sampai 600 kohm. Kulit basah tahanannya turun sampai 1000 ohm; (2) Arus listrik. Tegangan yang dianggap aman bagi manusia sebesar 50V (PUIL 2000). Di atas tegangan itu berbahaya bagi manusia.  Arus yang mengalir ke tubuh manusia, besarnya tergantung tegangannya. Tegangan 110V,  220V,  380V berbahaya bagi manusia. Tegangan jaringan tinggi 6 kV, 20 kV sangat berbahaya manusia; (3) Waktu arus mengaliri tubuh manusia.Semakin lama tubuh kita dialiri arus listrik, semakin parah cedera yang menimpanya.

 

Akibat Yang Ditimbulkan Kecelakaan Listrik

Akibat yang bisa ditimbulkan oleh kecelakaan listrik adalah cedera atau cacat,  kematian, dan kebakaran. Tubuh kita sangat peka terhadap listrik.

Pemaparan listrik sekecil apapun tanpa pelindung terhadap tubuh manusia dapat menyebabkan cedera parah pada tubuh manusia. Inilah sejumlah temuan mengenai itu.

 

PROBLEM HUBUNG BODI

Di era modern sekarang ini, di rumah tangga, di kantor-kantor, di sekitar kita banyak sekali peralatan listrik yang badannya terbuat dari logam yang berada di dekat kita. Di rumah tangga, misalnya ada peralatan pompa air, mesin cuci, unit genset, dan lain-lain. Di kantor demikian pula halnya, misalnya ada peralatan dispenser, pemanggang roti, dan lain-lain.

Peralatan listrik yang berbadan logam (bodi terbuat dari logam), maka jika di dalam peralatan terdapat kerusakan isolasi pada bagian yang bertegangan (bagian aktif), dapat menyebabkan timbulnya tegangan pada badan peralatan tersebut, yang kemudian dikenal adanya tegangan sentuh. Besar kecilnya tegangan pada bodi peralatan ini tergantung dari kualitas kontak dengan bagian yang bertegangan.

Pada bodi peralatan yang terdapat tegangan sentuh, jika kemudian seseorang datang menyentuhnya dan salah satu anggota tubuhnya memiliki kontak dengan tanah (tanpa alas kaki), maka orang tersebut akan menjadi media terjadinya aliran arus listrik ke tanah.

Pada saat itulah orang tersebut dikatakan tersengat listrik akibat tersentuh tegangan listrik yang ada pada bodi peralatan tersebut.

Hal ini tentu saja sangat membahayakan jiwa kita, karena kehadiran listrik pada bodi peralatan yang bermasalah tidak bisa dikenali dengan indra penglihatan, tetapi akibatnya akan segera dapat dirasakan, seperti yang diilustrasikan pada gambar dibawah ini.

 

PENGAMANAN TERHADAP TEGANGAN SENTUH YANG TINGGI

Bagian bertegangan dari peralatan listrik selama beroperasi harus diamankan dengan menggunakan isolasi. Bila isolasinya rusak maka bagian yang bertegangan tersebut dapat menempel pada bagian peralatan/rangka yang terbuat dari logam.

Peranti listrik yang bertegangan lebih dari 50 V harus diberi pengaman. Tindakan pengamanan dilakukan terhadap bahaya sentuhan langsung dan sentuhan tidak langsung, yaitu sentuhan antara anggota badan manusia dengan rangka/badan perlengkapan listrik yang bertegangan karena terjadi kegagalan isolasi pada perlengkapan tersebut.

Ada dua macam pengamanan, yaitu pengamanan terhadap sentuhan langsung dan pengamanan terhadap sentuhan tidak langsung.

Tindakan pengamanan tersebut dilakukan dengan cara: (1) Tegangan rendah pengaman, (2) Isolasi pengaman, (3) Pembumian pengaman, (4) Pembumian netral pengaman, (5) Sistem penghantar pengaman, (6) Sakelar pengaman tegangan ke bumi, (7) Sakelar pengaman dengan arus sisa, serta (8) Pemisah pengaman.

 

SISTEM PEMBUMIAN NETRAL PENGAMAN (PNP)

Pembumian Netral Pengaman (PNP) adalah suatu tindakan pengaman dengan cara menghubungkan badan perlengkapan/instalasi yang diamankan dengan penghantar netral yang dibumikan (penghantar nol), sehingga bila terjadi kegagalan isolasi tercegahlah bertahannya tegangan sentuh yang terlalu tinggi karena bekerjanya pengaman arus lebih. Sistem PNP dalam bahasa Inggris disebut PEN (Protection Earth Netral).

Bila terjadi kerusakan pada perlengkapan listrik, arus gangguan mengalir lewat perlengkapan, penghantar pengaman/penghantar netral dan kembali ke titik netral. Arus gangguan akan memutuskan pengaman lebur.

 

 

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN LISTRIK

Pertolongan pertama kecelakaan yang dilaksanakan oleh seseorang yang ahli, tidak dimaksudkan untuk mengganti fungsi dokter, tetapi semata-mata suatu pertolongan dalam keadaan darurat sampai dokter datang.Pada umumnya orang terkena listrik, jatuh rebah setelah aliran listrik diputuskan dan karena tempat kerjanya di tempat yang berbahaya (misal pada tiang-tiang, atap curam, kuda-kuda bangunan) sehingga terjadi kecelakaan yang berat.

 

Cara pembebasan korban yang terkena aliran listrik

Membantu membebaskan korban tersengat listrik dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Pemutusan hubungan antara si korban dan penghantar harus dilakukan dengan membebaskan hantaran dari tegangan listrik mempergunakan sakelar-sakelar, melepas sakelar pengaman.
  2. menarik hantaran sampai putus dengan mempergunakan benda kering bukan logam  (kayu atau tali yang dililitkan pada penghantar tersebut).
  3. Menarik korban dari tempat kecelakaan. Ingat! Korban kecelakaan listrik, tubuhnya beraliran listrik. Jangan singgung tubuhnya, pakaiannya atau sepatunya yang basah dengan tangan telanjang.
  4. Menghubungsingkatkan atau membumikan hantaran.
  5. Untuk menghindari atau menggurangi arus listrik, para penolong sewaktu menolong si korban harus  menempatkan diri di atas  papan yang kering, di atas kain kering, pakaian kering atau landasan-landasan serupa bukan logam, membalut ke dua tangannya dengan kain kering, pakaian kering atau bahan serupa.

Mari kita jaga diri dan keluarga kita dari ancaman maut akibat sentuhan tegangan listrik dengan cara mewaspadai penyebab munculnya bahaya tegangan sentuh dengan memasang kawat ground pada instalasi dan peralatan yang berbadankan logam.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

1. Alois Kaler, Rangkaian Arus Listrik, Katalis, Jakarta, 1986

2. SNI, 2000, Peraturan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000), Badan Standarisasi Nasional.

3. Soleh. M., Sudaryono, Agung. S. Sistem Pneumatik dan Hidrolik. BSE. PSMK. 2009

4. Abdillah M, 2013, Bahaya Kebakaran Dan Ledakan Akibat Kesalahan/Kegagalan Jaringan Instalasi Listrik, http://margionoabdil.blogspot.com/2013_09_01_archive.html, diakses pada 25 Februari 2014

5. Zeiler L, 2012, Hidden Hazards in Your Home Chicago Illinois Insurance,  http://thez.zeiler.com/hidden-hazards-in-your-home-chicago-illinois-insurance#sthash.pbr2rc8P.dpuf, diakses pada 25 Februari 2014

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG