OPERASI DIGITAL LOGIKA PEMBALIK (INVERTING).

Print
Category: Listrik & Elektronika
Last Updated on Wednesday, 22 April 2015 Published Date Written by MARNIZON

 OPERASI DIGITAL LOGIKA PEMBALIK (INVERTING).

MARNIZON

Widyaiswara Madya PPPPTK BOE MALANG

 marnizon@vedcmalang.or.id

 Abstrak

Dalam upaya mempermudah pelaksanaan proses pembelajaran Teknik Elektronika untuk materi teknik digital bahan tampil Logika Kombinasi dengan kegiatan OPERASI LOGIKA dengan judul Pembalik (Inverter). Berikut ini adalah panduan pelatihan untuk mengoperasikan alat bantu pelatihan Teknik Elektronika untuk materi teknik digital bahan tampil Logika Kombinasi dengan kegiatan OPERASI LOGIKA dengan judul Pembalik (Inverter) yang memberikan petunjuk dan bimbingan rangkaian modul yang akan dirakit. Dalam model pelatihan ini peserta bisa merangkai komponen IC yang dipakai dalam pembelajaran teknik digital secara individu, sehingga peserta bisa memahami karakteristik antara masukan (input) dan keluaran (output) dari opersi logika dalam teknik digital.

1. Pembalik (Inverter).

Pembalik (Inverter) rangkaian TIDAK (NOT circuit) melakukan fungsi logika dasar yang disebut inversi atau komplementasi. Tujuan dari pembalik (Inverter) adalah untuk mengubah satu tingkat logika (TINGGI / RENDAH) ke tingkat logika yang berlawanan. Dalam hal bit, dia merubah logika '1' ke '0' dan sebaliknya. Simbol logika standar untuk pembalik (inverter) dan diagram Venn yang menggambarkan hubungan antara variabel-variabel dan operasi gerbang logika, ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

 

 

 

 

Pada umumnya menyatakan masukan (input) keluaran (output) operasi logika dari sebuah gerbang dengan menggunakan tabel kebenaran yang mencantumkan semua kombinasi masukan (input) dan keluaran (output) yang sesuai. Tabel kebenaran untuk gerbang TIDAK (NOT gate) ditunjukkan seperti pada tabel di bawah ini.

   

Gerbang TIDAK (NOT gate) ini mempunyai satu masukan (input) dan mempunyai satu keluaran (output).dilambangkan dengan memberi tanda (¯) atau single apostrophe (') di atas pernyataan variabel masukan (input) dan keluaran (output).

 Gerbang TIDAK (NOT gate) ini fungsi logika masukan (input) “1” akan mengubah fungsi logika keluaran (output) menjadi “0” dan begitu pula sebaliknya mengubah fungsi logika masukan (input) “0” akan mengubah fungsi logika keluaran (output) menjadi “1”.

Untuk membuktikan fungsi logika gerbang TIDAK (NOT gate) dapat membuat rangkaian seperti gambar di bawah ini.

 

 

Dari gambar rangkaian di atas sakelar “A” berfungsi sebagai pemberi logika masukan (input) pada gerbang TIDAK (NOT gate) dimana jika sakelar “A” terhubung ke ground berarti memberi masukan (input) logika nol “0” jika sakelar “A” terhubung ke Vcc berarti memberi masukan (input) logika satu “1”.

 

Pada gambar rangkaian di atas LED “A” berfungsi sebagai pemantau masukan (input) gerbang TIDAK (NOT gate) dimana jika LED “A” menyala berarti masukan (input) gerbang TIDAK (NOT gate) mendapatkan logika satu “1” jika LED “A” padam berarti masukan (input) gerbang TIDAK (NOT gate) mendapatkan logika nol “0”.

Sedangkan LED “Q” berfungsi sebagai pemantau keluaran (output) gerbang TIDAK (NOT gate) dimana jika LED “Q” menyala berarti keluaran (output) gerbang TIDAK (NOT gate) mengeluarkan logika satu “1” jika LED “Q” padam berarti keluaran (output) gerbang TIDAK (NOT gate) mengeluarkan logika nol “0”.

Bentuk pulsa diagram masukan (input) maupun keluaran (output) gerbang TIDAK (NOT gate) seperti gambar di bawah ini.

 

Jika pulsa diagram masukan (input) ”A” berlogika nol “0” (berada di bawah), maka pada waktu bersamaan keluaran (output) “Q” berlogika satu “1” (berada di atas), begitu pula sebaliknya jika pulsa diagram masukan (input) ”A” berlogika satu “1” (berada di atas), maka pada waktu bersamaan keluaran (output) “Q” berlogika nol “0” (berada di bawah).

Bentuk diagram persamaan listrik masukan (input) maupun keluaran (output) gerbang TIDAK (NOT gate) berdasarkan tabel kebenaran seperti gambar di bawah ini.

   

Dari gambar di atas cara kerja rangkaiannya adalah jika tombol tekan (push button) “A” tidak ditekan (berlogika “0”) rele “K” tidak aktif, anak rele “K” kondisinya normal tertutup sehingga lampu “Q” menyala (berlogika “1”), sebaliknya jika tombol tekan (push button) “A” ditekan (berlogika “1”) mengakibatkan rele “K” aktif, karena anak rele “K” awal kondisinya normal tertutup, akibat rele “K” aktif menjadikan anak rele “K” menjadi terbuka sehingga lampu “Q” padam (berlogika “0”).

 2. Kesimpulan.

a. Pembalik (Inverter) rangkaian TIDAK (NOT circuit) melakukan fungsi logika dasar yang disebut inversi atau komplementasi untuk mengubah satu tingkat logika (TINGGI / RENDAH) ke tingkat logika yang berlawanan.

b. Gerbang TIDAK (NOT gate) ini mempunyai satu masukan (input) dan mempunyai satu keluaran (output).dilambangkan dengan memberi tanda (¯) atau single apostrophe (') di atas pernyataan variabel masukan (input) dan keluaran (output).

c. Gerbang TIDAK (NOT gate) ini fungsi logika masukan (input) “1” akan mengubah fungsi logika keluaran (output) menjadi “0” dan begitu pula sebaliknya mengubah fungsi logika masukan (input) “0” akan mengubah fungsi logika keluaran (output) menjadi “1”.

d. Gambar rangkaian logika bisa ditampilkan ke tabel kebenaran, ke gambar pulsa diagram, ke gambar persamaan listrik, dan ke pernyataan aljabar “Boolean”.

3. Referensi.

a. H M E Institut Teknologi Bandung. 1985. Pengantar Teknik Digital Teori dan Praktek. Bandung: Majalah Elektron Jln. Ganesa 10.

b. Klaus Beuth. 1988. Elektronik 4 Digitaltechnik. Wurzbug: Vogel Buchverlag.

c. Donald P Leach, Albert Paul Malvino. 1986. Digital Principles and Applications. Singapore: Mac Graw Hill Co.