PENGGUNAAN GPS NAVIGATION DALAM PERJALANAN

Print
Category: Listrik & Elektronika
Last Updated on Thursday, 29 January 2015 Published Date Written by Nurhadi Budi Santosa

PENGGUNAAN GPS NAVIGATION

DALAM PERJALANAN

 

Oleh : Nurhadi Budi Santosa, M.Pd.

Widyaiswara PPPPTK BOE Malang

 

Abstrak

 

GPS atau Global Positioning System, merupakan system navigasi berbasis satelit yang dikembangkan pertama kali oleh Departemen Pertahanan Amerika. GPS terdiri dari 3 segmen: Segmen angkasa, Segmen kontrol/pengendali, dan Segmen pengguna. Segmen angkasa terdiri dari 24 satelit yang beroperasi dalam 6 orbit pada ketinggian 20.200 km dan inklinasi 55 derajat dengan periode 12 jam. Perangkat GPS menerima sinyal yang ditransmisikan oleh satelit GPS. Dalam menentukan posisi, kita membutuhkan paling sedikit 3 satelit untuk penentuan posisi 2 dimensi (lintang dan bujur) dan 4 satelit untuk penentuan posisi 3 dimensi (lintang, bujur, dan ketinggian).

Semakin banyak satelit yang dapat diterima maka akurasi posisi kita akan semakin tinggi. Untuk mendapatkan sinyal tersebut, perangkat GPS harus berada di ruang terbuka. Menggunakan GPS memang sangat bermanfaat, tetapi kita perlu memperhatikan beberapa hal agar GPS berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga perjalanan kita tidak terganggu.

Karena cara kerjanya tergantung pada satelit, tentu hasil yang kita dapatkan tidak selalu akurat. Ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi keakuratannya, yang bisa jadi kondisi dan posisi kita apakah di tanah lapang, atau terhalang bangunan. Kadang mendung yang tebal juga dapat menghalangi sinyal satelit ke GPS.

 

Kata Kunci : Global Positioning System, system navigasi

 

Apa itu GPS dan cara kerjanya?

GPS adalah kependekan dari Global Positioning System, merupakan system navigasi berbasis satelit yang dikembangkan pertama kali oleh Departemen Pertahanan Amerika yang didukung oleh 27 jaringan satelit.

GPS terdiri dari 3 segmen: Segmen angkasa, Segmen kontrol/pengendali, dan Segmen pengguna. Dimana segmen angkasa terdiri dari 24 satelit yang beroperasi dalam 6 orbit pada ketinggian 20.200 km dan inklinasi 55 derajat dengan periode 12 jam (satelit akan kembali ke titik yang sama dalam 12 jam). Satelit tersebut memutari orbitnya sehingga minimal ada 6 satelit yang dapat dipantau pada titik manapun di bumi ini. Satelit tersebut mengirimkan posisi dan waktu kepada pengguna seluruh dunia.

Setiap satelit mentransmisikan dua sinyal yaitu L1 (1575.42  MHz) dan L2 ( 1227.60 MHz). Sinyal L1 dimodulasikan dengan dua sinyal pseudo-random yaitu kode P (Protected) dan kode C/A (coarse/aquisition). Sinyal L2 hanya membawa kode P. Setiap satelit mentransmisikan kode yang unik sehingga penerima (perangkat GPS) dapat mengidentifikasi sinyal dari setiap satelit. Pada saat fitur “Anti-Spoofing” diaktifkan, maka kode P akan dienkripsi dan selanjutnya dikenal sebagai kode P(Y) atau kode Y.

Perangkat GPS yang dikhususkan buat sipil hanya menerima kode C/A pada sinyal L1 (meskipun pada perangkat GPS yang canggih dapat memanfaatkan sinyal L2 untuk memperoleh pengukuran yang lebih teliti).

Perangkat GPS menerima sinyal yang ditransmisikan oleh satelit GPS. Dalam menentukan posisi, kita membutuhkan paling sedikit 3 satelit untuk penentuan posisi 2 dimensi (lintang dan bujur) dan 4 satelit untuk penentuan posisi 3 dimensi (lintang, bujur, dan ketinggian).

Semakin banyak satelit yang dapat diterima maka akurasi posisi akan semakin tinggi. Untuk mendapatkan sinyal tersebut, perangkat GPS harus berada di ruang terbuka. Apabila perangkat GPS Navigation berada dalam ruangan atau kanopi dan daerah kita dikelilingi oleh gedung tinggi maka sinyal yang diperoleh akan semakin berkurang sehingga akan sulit untuk menentukan posisi dengan tepat atau bahkan tidak dapat menentukan posisi.

 

 

 

 

Gambar 1. Topologi jaringan GPS

 

Menggunakan GPS Navigation pada Mobil

Saat ini, GPS merupakan perlengkapan yang sangat diperlukan dalam mobil dan berkendara, terlebih lagi mobil yang memiliki teknologi terbaru yang dapat didukung oleh teknologi GPS yang akan sangat memudahkan pengemudinya.

Gambar 2. Contoh GPS Navigation

 

Menggunakan GPS memang sangat bermanfaat, tetapi kita perlu memperhatikan beberapa hal agar GPS berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga perjalanan kita tidak terganggu. Selain akan memudahkan dalam menentukan arah, bagi kita yang tinggal di kota besar seperti Jakarta atau kota lain, fitur dalam GPS juga akan sangat membantu dalam mencari jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.

Karenanya, banyak orang yang kini mengandalkan GPS sebagai salah satu fitur wajib dalam mobil. Berikut ini beberapa tips dalam menggunakan GPS mobil agar berfungsi optimal :

 

 

1. Pilih GPS yang memiliki fitur lengkap. Jika perlu, bisa membeli GPS dengan berbagai macam fasilitas yang memungkinkan kita untuk melacak dan melakukan perjalanan jauh tanpa harus tersesat.

 

2. Kenali fitur dalam GPS. Jangan sampai setelah membeli, kita tidak tahu cara menggunakannya.

 

3. Instal peta seperlunya saja, tidak perlu menginstal peta seluruh Indonesia pada GPS, meskipun kita bisa melakukannya. Jika kita menginginkan kelengkapan peta yang lebih detail, sebaiknya menginstal peta yang memiliki besaran yang paling besar.

 

4. Pilih peta yang jelas dan lengkap. Bagi yang tinggal di Malang, bisa menginstal peta Malang saja, atau wilayah lain di sekitar Malang atau daerah lain di pulau Jawa.

 

5. Sebelum mulai memanfaatkan fitur dalam GPS Navigation, pastikan kita telah menyalakan koneksi dan sudah mendapatkan sinyal dari satelit minimal 3 buah sinyal satelit.

 

6. Gunakan GPS Navigation dengan baik dan jangan sembarangan dalam memfungsikan fitur-fiturnya.

 

7. Untuk memulai, kita bisa menerapkan langkah berikut : masuk ke fitur map. Disitu akan menemukan tanda panah yang bergoyang-goyang. Tanda tersebut menunjukkan kedudukan kita saat ini dalam peta. Jika kita belum menginstal peta, kita bisa menghubungkannya dengan koneksi ArcGIS.

 

8. Kita bisa menyimpan lokasi yang berbentuk koordinat dalam GPS Navigation. Jika GPS Navigation kita masih baru, tentu tidak akan menemukan koordinat karena GPS Navigation masih kosong. Untuk memulainya, bisa membuat lokasi satu persatu.

 

9. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menyimpan koordinat rumah kita. Kita bisa berdiri di teras rumah sambil menyalakan GPS Navigation dan menyimpan koordinat rumah kita dengan nama “rumah” atau sebagainya.

 

10. Ketika Kita bepergian ke suatu tempat yang sering dikunjungi, atau tempat lain yang sering kita kunjungi, kita bisa berhenti sejenak sambil menyimpan koordinat tempat tersebut, seperti kampus, kantor, gereja, atau tempat wisata.

 

11. Selain membuat mark berupa koordinat, kita juga bisa membuat garis di GPS. Kita bisa memulainya dengan mengendarai mobil sepanjang jalan. Selama perjalanan, GPS akan membuat garis yang menunjukkan arah yang kita ambil. Setelah itu, kita juga bisa menyimpannya dan menggunakannya lagi sewaktu-waktu.

 

12. Tempatkan atau pasang GPS Navigator kita ditempat yang sekiranya aman, mudah dijangkau dan tidak menghalangi pandangan saat berkendara.

 


Gambar 3. Tampilan awal GPS Navigation

 

Gambar 4. GPS Navigation siap dipergunakan

 

Gambar 5. GPS Navigation belum dapat sinyal satelit

Gambar 6. GPS Navigation sudah dapat sinyal satelit

 

Kelebihan GPS Navigation

Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, alat ini telah banyak memudahkan perjalanan penulis ke luar kota. GPS navigation  menuntun menemukan lokasi tujuan dengan detail, meski penulis belum pernah ke daerah yang dituju. Juga selama berkendaraan, GPS Navigation memberitahukan kondisi topografi yang akan kita lalui, apakah lurus, berbelok, tikungan tajam. Tanpa harus sering melihat layar GPS Navigation, kita sudah diperdengarkan suara dari alat GPS Navigation yang didahului suara peringatan ‘thuiiiinggg” “800 meter lagi belok kiri”, dan begitu 100 meter mendekati belokan secara otomatis suara akan keluar lagi, agar kita siap-siap mengikuti instruksi yang diberikan. Termasuk seandainya ada bundaran dengan jalan yang bercabang-cabang, GPS Navigation akan memberikan instruksi “100 meter lagi memasuki bundaran, ambil jalan keluar kedua”. Bahkan, GPS navigation ini bisa kita setting batas kecepatan tertinggi, misalnya 60 km/jam. Maka ketika laju kendaraan kita melebihi 60 km/jam, dengan sendirinya muncul peringatan suara “Anda melebihi batas kecepatan”.

Ketika kita keluar dari route yang ditentukan, maka GPS akan berbunyi, “keluar route”. Dan dengan segera GPS Navigation merefresh secara otomatis menunjukkan arah alternatif untuk menuju jalur yang dimaksudkan.  Secara otomatis  membutuhkan waktu sekitar 30 detik, namun kita bisa juga merefresh secara manual.

            Agar GPS Navigation selalu siap dengan data peta terbaru, maka perlu selalu di update datanya. Kita bisa download sendiri dari internet, karena banyak situs yang menyediakan peta GPS Navigation gratis, tergantung dari software yang kita gunakan. Jika merasa kesulitan kita bisa mendatangi toko GPS Navigation saat kita membeli untuk dibantu meng-update peta GPS Navigation kita. Pengalaman penulis untuk meng-update peta ini tidak dipungut biaya alias gratis.  

            Gunanya meng-update data peta GPS Navigation agar peta pada GPS Navigation kita terbarukan, sehingga saat kita berkendara dan ada perubahan arah jalur dari 2 arah menjadi 1 arah kita tidak akan kaget dan tidak akan salah jalan. Selain itu jika ada jalan baru seperti jalan lingkar misalnya akan terlihat di peta dan kita dapat melaluinya tanpa takut salah jalan.

 

Gambar 7. GPS Navigation dalam perjalanan

 Kekurangan GPS Navigation

Karena cara kerjanya tergantung pada satelit, tentu hasil yang kita dapatkan tidak selalu akurat. Ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi keakuratannya, yang bisa jadi kondisi dan posisi kita apakah di tanah lapang, atau terhalang bangunan. Kadang mendung yang tebal juga dapat menghalangi sinyal satelit ke GPS Navigation. Kalau hal ini terjadi, maka GPS tidak valid lagi dan akan melenceng dari peta.

GPS Navigation hanya sebuah alat, sehingga saat akan dipergunakan untuk perjalanan jauh maka GPS Navigation akan otomatis mencarikan jalur tempuh  terpendek, sementara kita mungkin tidak menginginkan jalur tersebut, dan menginginkan jalur yang lain. Biar lebih jelasnya penulis mencoba berikan satu contoh : Misalkan kita mau perjalanan dari Malang ke Solo, kita telah memasukkan alamat yang akan dituju di Solo, maka jalur tempuh yang di sarankan GPS Navigation adalah yang terpendek. Jalur terpendek itu adalah Malang – Mojokerto – Jombang – Nganjuk – Ngawi – Sragen – Solo. Padahal kita menginginkan jalur via Blitar – Tulungagung – Trenggalek – Ponorogo – Wonogiri – Sukoharjo – Solo. Penulis pernah mencoba dan memaksa via Blitar walaupun GPS Navigation menyarankan via Mojokerto ternyata tidak bisa. Selalu meminta untuk memutar balik. Ini juga salah satu kelemahan atau kekurangan GPS Navigation.

Trik untuk mensiasati permasalahan diatas agar jalur yang akan kita tempuh sesuai keinginan adalah dengan cara memecah atau memisahkan jalur tempuh menjadi 2 bagian, misalkan GPS Navigation diseting dari Malang dengan tujuan Trenggalek dahulu. Tentukan saja sebuah jalan yang ada dikota Trenggalek walaupun kita belum pernah kesana. GPS Navigation akan mencari jalur terpendek lewat Blitar – Tulungagung – Trenggalek. Silahkan ikuti jalur yang disarankan GPS Navigation. Sebelum masuk kota Trenggalek sebaiknya kita berhenti dulu di tempat yang aman dan menseting ulang GPS Navigation. Tentukan atau ubah tujuan perjalanan ke alamat yang akan dituju di kota Solo. Setelah GPS Navigation mendapatkan jalurnya, silahkan ikuti. Jalur pasti akan melewati Trenggalek – Ponorogo – Wonogiri – Sukoharjo – Solo dimana sesuai dengan keinginan. Kita juga dapat mencoba-coba untuk perjalanan ke tempat-tempat yang lain yang kita inginkan.

Kelemahan yang lain dari GPS Navigation adalah data peta yang harus selalu update, sebab jika tidak maka akan ada peta jalan baru yang tidak masuk dan GPS Navigation tidak bisa mendeteksinya dan pasti akan melewatkan atau terlewati dalam pencarian jalur terpendek. Padahal jalur baru tersebut kadang sangat membantu kita dalam perjalanan karena jalan lingkar yang bebas kemacetan dan jalan terpendek.

 

Permasalahan yang ada saat menggunakan GPS Navigation

Model GPS Super Spring SF410ii

Masalah

Penjelasan Singkat

GPS tidak bisa dihidupkan

Periksa kondisi baterainya, charge bila perlu. Apabila masih belum bisa, coba lakukan reset dengan menekan tombol reset biasanya dibagian belakang GPS.

Mati tiba-tiba

Baterai lemah, cek kabel kelistrikannya atau chargernya. Pastikan menggunakan charger asli bawaan GPS. Penggunaan charger lain yang tidak sesuai spesifikasi bisa menyebabkan unit menjadi rusak.

Tidak ada tampilan

Periksa setting autosleep, coba sentuh layar sekali. Apabila masih gagal coba di reset.

Layar sentuh kurang akurat

Coba kalibras ulang, klik setting, calibration. Layar akan berubah putih dengan tanda “+”, gunakan stylus pen, tekan persis ditengan tanda “+”, ikuti sampai selesai.

Tidak ada suara

Periksa seting suara. Setting, sound. Periksa setting FM Transmitter. Apabila anda menggunakan speaker internal, pastikan tanda “USE FM” tidak tercentang.

Tidak dideteksi oleh komputer

Coba matikan dan nyalakan lagi unit GPS. Periksa kabel USB. Apabila anda menggunakan GPS sebagai mass storage, pastikan seting USB pilihannya adalah mass storage.

Tidak ada sinyal GPS atau sinyal GPS sering hilang

Coba dari menu utama klik GPS info. Pastikan unit berada diluar atau ruangan terbuka (tidak terhalang beton atau bahan metal), tunggu samai “sinyal state : VALID”. Kaca mobil yang mengandung bahan metal, cuaca buruk dan jaringan listrik tegangan tinggi bisa mempengaruhi kualitas sinyal dari satelit.

Data peta hilang

Mungkin disebabkan shock pada sistem. Coba copy ulang peta anda atau hubungi agen penjualan atau tim support dari GPS anda.

Tidak ada suara yang keluar melalui fitur FM Transmitter

Penggunaan fitur FM transmitter, pastikan frekuensi sudah sesuai antara frekuenai transmitter dan penerima. Pastikan pula “USE FM” sudah diaktifkan. Sebagai informasi tambahan pastikan charger mobil tercolok sempurna ketika menggunakan fitur ini karena kabel pada charger tersebut merupakan antena FM transmitter.

Layar jadi putih dengan tanda “+”

Mungkin anda menekan menu calibration (kalibrasi layar). Gunakan stylus pen, tekan persis ditengah tanda “+”, ikuti sampai selesai.

 

Kesimpulan

Perangkat GPS menerima sinyal yang ditransmisikan oleh satelit GPS. Dalam menentukan posisi, kita membutuhkan paling sedikit 3 satelit untuk penentuan posisi 2 dimensi (lintang dan bujur) dan 4 satelit untuk penentuan posisi 3 dimensi (lintang, bujur, dan ketinggian).

Semakin banyak satelit yang dapat diterima maka akurasi posisi kita akan semakin tinggi. Untuk mendapatkan sinyal tersebut, perangkat GPS harus berada di ruang terbuka. Menggunakan GPS memang sangat bermanfaat, tetapi kita perlu memperhatikan beberapa hal agar GPS berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga perjalanan kita tidak terganggu.

Karena cara kerjanya tergantung pada satelit, tentu hasil yang kita dapatkan tidak selalu akurat. Ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi keakuratannya, yang bisa jadi kondisi dan posisi kita apakah di tanah lapang, atau terhalang bangunan. Kadang mendung yang tebal juga dapat menghalangi sinyal satelit ke GPS.

 

 

 

Referensi :

1.     NN. Apa Itu GPS dan Cara Kerjanya?. http://www.superspring.co/apa-Itu-gps-dan-cara-kerjanya, diakses tanggal 27 juni 2014.

2.     NN. Buku Petunjuk Super Spring SF410ii. Team GPS Super Spring.

3.     NN.Tips Penggunaan GPS di Mobil Anda. http://www.belitoyota.com/2009/07/ toyota-iq-berpeluang-masuk-pasar.html, diakses tanggal 30 juni 2014.

4.     Pakies. 2014. GPS Navigator Mobil. http://djangkies.net/gps-navigator-mobil-pun-bisa-melenceng.html, diakses tanggal 25 Juni 2014.