RADIO PANCAR ULANG / REPEATER (RPU)

Print
Category: Listrik & Elektronika
Last Updated on Monday, 02 February 2015 Published Date Written by Nurhadi Budi Santosa

RADIO PANCAR ULANG / REPEATER (RPU)

 

Oleh : Nurhadi Budi Santosa, M.Pd.

 Widyaiswara PPPPTK BOE Malang

 

Abstrak

 

Radio Pancar Ulang (RPU) atau Repeater adalah satu perangkat komunikasi yang berguna untuk  memperluas daerah jangkauan komunikasi antar peralatan komunikasi mobile semisal Handy Transceiver (HT). RPU dibuat untuk mempermudah komunikasi antara beberapa orang atau banyak orang dalam suatu komunitas. RPU biasanya dipasang di tempat yang tinggi, sehingga diharapkan bisa menjangkau daerah yang lebih luas.

Sebelum merakit sebuah RPU, alangkah baiknya menentukan dulu frekuensi kerja dari RPU tersebut, baik Input (penerimanya) maupun Output (pemancarnya).

COR merupakan satu perangkat / interface yang penting dalam membangun sebuah RPU. COR berguna untuk menjembatani antara perangkat penerima dan pemancarnya.

Cavity Filter berguna untuk menyaring frekuensi yang diinginkan dan menekan atau menghilangkan frekuensi yang tidak diinginkan.Antena berfungsi sebagai perangkat untuk menerima dan memancarkan sinyal RPU.

Kabel transmisi adalah kabel yang digunakan untuk menyalurkan sinyal dari antena ke radio penerima, atau sebaliknya menyalurkan sinyal radio dari perangkat pemancar ke antena.

 

Kata Kunci :Radio Pancar Ulang (RPU), Cavity Filter, COR

 

Pengantar

Radio Pancar Ulang (RPU) atau Repeater adalah satu perangkat komunikasi yang berguna untuk  memperluas daerah jangkauan komunikasi antar peralatan komunikasi mobile semisal Handy Transceiver (HT) dari yang berjarak pendek hanya beberapa kilometer (Km) menjadi puluhan kilometer.

 RPU dibuat untuk mempermudah komunikasi antara beberapa orang atau banyak orang dalam komunitas bersangkutan yang berjarak puluhan kilometer bahkan sampai ratusan kilometer hanya dengan menggunakan peralatan komunikasi HT yang digenggam atau RIG yang dipasang di kendaraan. Dengan demikian RPU sangat berguna sekali dalam kelancaran komunikasi antar anggota dalam komunitas tersebut.

 RPU biasanya dipasang di tempat yang tinggi, sehingga diharapkan bisa menjangkau daerah yang lebih luas. RPU dapat dipasang di atas gedung bertingkat kalau di perkotaan, atau dapat juga dipasang di gunung-gunung yang masih terjangkau dengan listrik PLN. RPU dapat juga dipasang di pegunungan yang belum ada aliran listrik PLN. Sebagai sumber dayanya menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dengan demikian RPU tetap dapat beroperasi. Hanya saja penggunaan PLTS akan menambah biaya operasional RPU itu sendiri, karena PLTS masih mahal harganya.

 

Membangun RPU

             Ilustrasi komunikasi dengan menggunakan Repeater / RPU seperti gambar dibawah.

 

 

 Gambar 1. Ilustrasi Komunikasi dengan RPU

 

Dari gambar diatas terlihat bagaimana komunikasi terjalin antar anggota komunitas RPU tersebut. Ada yang mempergunakan HT, Base station dan kendaraan yang sedang bergerak. Masing-masing antar mereka bisa berkomunikasi walaupun jaraknya jauh dengan bantuan RPU.

Gambaran penggunaan RPU (Repeater) untuk mobil bergerak dan penggunaan frekuensi kerja RPU seperti terlihat dibawah ini.

 

 Gambar 2. Penggunaan RPU pada mobil

 

Untuk membangun sebuah RPU dibutuhkan beberapa komponen pendukung, antara lain :

 

1. Bagian penerima. Dapat berupa HT maupun RIG

2. Bagian Pemancar. Dapat juga dari HT maupun RIG

3. COR (Carrier Operated Relay)

4. Filter (Cavity Filter)

5. Antena

6. Kabel transmisi

7. Power Supply

8. Tower atau tiang antena

 

 Sebelum merakit sebuah RPU, alangkah baiknya menentukan dulu frekuensi kerja dari RPU tersebut, baik Input (penerimanya) maupun Output (pemancarnya). Hal ini penting untuk menentukan perangkat yang dipakai. Disini termasuk juga pemilihan band VHF maupun UHF.

 Sebagai contoh RPU yang dibangun di PPPPTK/VEDC Malang, menggunakan frekuensi kerja 156,880 MHz (sebagai Pemancarnya) dan 159,410 MHz (sebagai penerimanya). Ke dua frekuensi ini memiliki selisih 2,530 MHz, dengan konfigurasi duplek +. Penentuan frekuensi ini juga penting untuk menseting antena nantinya.

 

1.     Bagian penerima

 Pada bagian penerima di  RPU VEDC ini menggunakan perangkat RIG Kenwood TM 241. Pemilihan ini didasarkan atas pengalaman bahwa perangkat ini memiliki kepekaan yang tinggi. Sedangkan untuk membangun  RPU dibutuhkan perangkat dengan kepekaan (sensitifitas) dan selektifitas yang tinggi. Gambar perangkat TM241SQ seperti gambar dibawah.

 

 Gambar 3. Rig TM 241

  

2.     Bagian Pemancar

 Pada bagian pemancar di RPU VEDC menggunakan perangkat RIG Alinco DR135. Pemilihan perangkat ini didasarkan pada harga yang relatif murah dan daya yang sudah cukup untuk mencakup area jangkauan komunikasi yang diinginkan. Gambar perangkat DR135 seperti berikut.

 

 Gambar 4. Rig DR 135

 

3.     COR (Carrier Operated Relay)

 COR merupakan satu perangkat / interface yang penting dalam membangun sebuah RPU. COR berguna untuk menjembatani antara perangkat penerima dan pemancarnya. Suara yang diterima di penerima akan diumpankan ke pemancarnya. Sementara untuk menghidupkan pemancarnya disaat bersamaan ada sinyal masuk ke penerima, menggunakan sinyal carrier dari IF penerima lewat COR yang dimaksud. Contoh rangkaian COR seperti berikut.

 

 Gambar 5. Rangkaian COR

 

4.     Filter (Cavity Filter)

 Filter yang dimaksud disini adalah Cavity Filter, yang berguna untuk menyaring frekuensi yang diinginkan dan menekan atau menghilangkan frekuensi yang tidak diinginkan. Sehingga frekuensi-frekuensi yang diinginkan saja yang dapat melewati filter ini. Dengan kata lain filter ini disebut Band Pass Filter (BPF). Dengan pemasangan filter ini diharapkan frekuensi dari pemancar RPU tidak mengganggu sinyal penerimaan di penerima RPU. Demikian juga sinyal-sinyal liar yang ada di udara tidak mengganggu sinyal penerimaan pada penerima RPU. Bentuk Cavity filter seperti dibawah.

 

 Gambar 6. Cavity Filter

 

 5.      Antena

 Antena berfungsi sebagai perangkat untuk menerima dan memancarkan sinyal RPU. RPU yang umum yang tidak menggunakan duplexer menggunakan 2 buah antena. Untuk penerima dan untuk pemancarnya. Hal pokok yang harus diperhatikan dalam memilih antena adalah gain (penguatan) antena, model antena dan matching antena.

 Gambar dibawah menunjukkan contoh antena yang di pakai untuk RPU.

 

 Gambar 7. Antena model Telex

 

6.      Kabel Transmisi

 Kabel transmisi adalah kabel yang digunakan untuk menyalurkan sinyal dari antena ke radio penerima, atau sebaliknya menyalurkan sinyal radio dari perangkat pemancar ke antena. Kabel transmisi disini dapat menggunakan kabel RG8 yaitu kabel standar RF yang sudah cukup untuk digunakan dalam membangun RPU. Gambar kabel RG8 seperti dibawah ini.

 

  Gambar 8. Kabel RG8

 

 7.     Power Supply

 Power Supply adalah perangkat yang berfungsi menyediakan sumber daya untuk RPU. Yang perlu diperhatikan di power supply ini adalah tegangan dan arusnya, yang mumpuni untuk men-supply RPU. Biasanya dibutuhkan tegangan power supply 13,8V dengan arus 30A. Ini sudah cukup untuk membuat RPU bekerja dengan maksimal. Gambar power supply seperti berikut.

 Gambar 9. Power Supply Linier

 

8.     Tower atau Tiang Antena

 Tower atau tiang antena sangat berperan penting dalam membangun RPU. Semakin tinggi antena dapat di tempatkan, maka semakin jauh juga jangkauan RPU nya. Semakin rendah antena maka jangkauan RPU juga akan semakin terbatas.

 Dibutuhkan biaya yang besar jika RPU ditempatkan di perkotaan, karena membutuhkan tiang antena yang tinggi. Namun demikian tiang antena juga dapat ditempatkan di atas gedung bertingkat.

 

Kesimpulan

 Radio Pancar Ulang (RPU) terbukti sangat berperan sekali dan sangat besar gunanya untuk berkomunikasi, terutama untuk koordinasi sata ada kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang. Komunikasi akan lebih lancar dan biaya yang murah, karena tidak membutuhkan pulsa sebagaimana jika menggunakan alat komunikasi lain semisal memakai Handphone (HP).

 Walaupun demikian menggunakan RPU tetap mempunyai kelemahan-kelemahan, antara lain jangkauan yang terbatas, masing-masing anggota harus membawa perangkat komunikasi genggam (HT), keterbatasan sumber daya di HT (baterai) jika digunakan terus-menerus akan cepat habis.

 

DAFRTAR PUSTAKA

 

1.    ARRL Amateur Radio. 2001. The ARRL Hand Book For Radio Amateurs. Newington. USA.

 

2.    ARRL Amateur Radio. 2003. The ARRL Antenna Book. Newington. USA.

 

Kusmiadi, Tatang, Drs. 2013. Pelatihan Telematika Senkom Polri. Makalah tidak diterbitkan. Malang.