Implementasi Software Electronics Workbench untuk Meningkatkan Kualitas Hasil Belajar Teknik Digital pada Pendidikan dan Pelatihan Teknik Elektronika bagi Guru SMK di PPPPTK BOE Malang

Print
Category: Listrik & Elektronika
Last Updated on Monday, 20 April 2015 Published Date Written by abdul mukti

Implementasi Software Electronics Workbench untuk Meningkatkan Kualitas Hasil Belajar Teknik Digital pada Pendidikan dan Pelatihan Teknik Elektronika bagi Guru SMK di PPPPTK BOE Malang

 

Oleh

 Drs. Abdul Mukti, MT (Widyaiswara PPPPTK BOE Malang)

email: amukti52@gmail.com

 

 

Abstrak

 

Tingkat kesulitan untuk bidang studi keahlian elektronika industri mulai dari yang dasar seperti pada mata pelajaran elektronika dasar, hingga teknik kontrol  banyak menyajikan rangkaian digital yang rumit sehingga dalam penyampaian banyak menemui hambatan. Agar memudahkan didalam menjelaskan karakteristik serta implementasi dari rangkaian digital tersebut , untuk itu metode pembelajaran diklat yang diteliti adalah Implementasi Software Electronics Workbench (EWB) untuk Meningkatkan Kualitas Hasil Belajar Teknik Digital pada Pendidikan dan Pelatihan Teknik Elektronika bagi Guru SMK Di PPPPTK BOE Malang.

Penelitian tindakan diklat (PTD) ini dilakukan pada program diklat guru-guru sekolah menengah kejuruan.Urutan prosedur pada siklus tindakan terbagi menjadi beberapa kegiatan yaitu: (1) rencana waktu pembelajaran diklat; (2) observasi materi program diklat; (3) pretes tertulis; (4) refleksi; (5) perencanaan tindakan selanjutnya.

Hasil penelitian tindakan kelas diharapkan: (1) Dengan memanfaatkan software Electronics Workbench (EWB) diharapkan terjadinya peningkatan kualitas pembelajaran dalam menganalisis, memodelkan dan mengaplikasikan jaringan komponen  pada rangkaian logika dasar, kombinasional, dan sekuensial. (2) Adanya interaksi dalam proses pembelajaran antara widyaiswara dengan peserta diklat sehingga selain terjadinya efisiensi pemanfaatan waktu dan peningkatan pemahaman yang lebih baik.

Kata Kunci : Penelitian Tindakan Diklat (PTD), Media Pembelajaran,  Software Electronics Workbench (EWB), Teknik digital,Observasi, Kombinasional, Sekuensial,Guru SMK.

 

 

 

 

Pendahuluan

Proses pembelajaran adalah salah satu masalah yang sering terjadi pada jenjang sekolah menengah kejuruan , dengan  banyaknya pola pembelajaran yang cenderung teoritis dan kurang bervariatif.  Selain itu, kegiatan pembelajaran di kelas sering textbook oriented  dan kurang sekali mengaitkan dengan perkembangan teknologi. Terutama perkembangan teknologi perangkat lunak dan teknologi informasi. Seringkali dijumpai kegiatan kelas melalui metode ceramah dan diikuti dengan lathan mengerjakan soal-soal atau ditambah dengan banyaknya tugas rumah (porsi paktikum masih sangat kurang). Oleh karena itu peserta diklat sering merasa kelelahan, jenuh dan motivasi belajarnya menjadi sangat menurun.

 Untuk mengatasi masalah tersebut perlu adanya pelatihan bagi guru-guru Sekolah Menengah Kejuruan untuk mendalami berbagai macam metode dan teknik  yang nantinya dapat mereka terapkan di sekolah masing-masing. Melalui pelatihan yang bersifat learning by doing, dimana lebih banyak kegiatan praktek daripada  teori dan diharapkan guru akan lebih kreatif dan bervariatif serta mampu mengembangkan kegiatan pembelajaran yang lebih bermakna. Pola pembelajaran dengan teknik yang bervariasi diharapkan dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan bagi peserta diklat.

             Implementasi software (perangkat lunak) Electronics Workbench diharapkan dapat membantu untuk menganalisa permasalahan elektronik digital maupun  dan dapat digunakan untuk memodelkan berbagai macam rangkaian elektronika dari sisi rangkaian yang bersifat praktis. Kelebihan dari software ini adalah dapat membantu peserta diklat didalam meningkatkan kemampuan analisa rangkaian yang tidak dapat dilakukan pada saat ketika praktik pengukuran secara langsung karena keterbatasan kemampuan alat ukur. Manfaat lain penggunaan software Electronics Workbench adalah dapat membantu guru didalam mempersiapkan pembuatan kebutuhan bahan ajar baik untuk pelajaran teori maupun praktik di laboratorium secara cepat.

 

Dasar Teori

Pembelajaran sebagai suatu proses yang kompleks, yaitu suatu proses yang melibatkan banyak komponen. Salah satu komponen yang memiliki peran besar dalam menunjang keberhasilan peserta diklat adalah komponen guru atau widyaiswara /instruktur. Tugas guru atau widyaiswara/instruktur dalam proses pembelajaran di kelas banyak sekali. Ada tiga tugas pokok guru atau widyaiswara/instruktur yang amat penting, yaitu sebagai perancang (designer), pelaksana (executor), dan sebagai penilai (evaluator) (Gagne, 1974). Ketiga tugas utama ini apabila benar-benar dilaksanakan oleh guru atau widyaiswara/instruktur bukanlah sesuatu pekerjaan yang ringan. Tugas ini memerlukan suatu perhatian khusus karena atas dasar pelaksanaan tugas inilah seorang guru atau widyaiswara /instruktur seharusnya membuat keputusan terhadap baik kepada aktivitas peserta diklat  seluruh kelas maupun secara perorangan.

 Menurut (Siahaan, 2002) fungsi dalam kegiatan pembelajaran di kelas (classroom instruction) adalah  Suplemen (tambahan) artinya apabila guru atau peserta diklat mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan media pembelajaran atau tidak untuk meteri pelajaran tertentu. Dalam hal ini tidak ada kewajiban keharusan bagi widyaiswara atau peserta diklat untuk memanfaatkan, media pembelajaran, widyaiswara yang memanfaatkan media pembelajaran yang tepat untuk membelajarkan kepada peserta diklatnya yang berupaya mencari dan kemudian memanfaatkan media pembelajaran tentulah akan memiliki tambahan pengetahuan.

 

 

 

Menurut (Djahari, A Kosasih dan Fatimah Maun, 1989), bahwa manfaat media adalah:

  •  Dapat membantu kemudahan belajar bagi peserta diklat dan kemudahan mengajar widyaiswara.
  •    Melalui alat bantu  pembelajaran konsep/tema pelajaran yang abstrak menjadi lebih kongrit.
  •  Jalannya pembelajaran tidak membosankan dan tidak monoton (satu arah saja).

 

Kerangka Berfikir

       Obyektifitas, validitas dan reliabilitas proses, data, dan hasil penelitian tetap dipertahankan  selama penelitian  berlangsung. Kerangka berfikir penelitian diklat ini agar kriteria keberhasilan tercapai, disusun sebagai berikut :

 

 

Gambar 1. Diagram kerangka berfikir penelitian tindakan

 

 Hipetesis Penelitian

Pada penelitian ini hipotesis tindakan yang akan diteliti adalah melalui  implementasi software Electronics Workbench (EWB) untuk meningkatkan kualitas hasil belajar teknik digital pada pendidikan dan pelatihan teknik elektronika, seperti misalnya :

  • Pada fungsi logika gate / gerbang  logika

  •  Pada rangkaian-rangkaian logika kombinasional.
  • Pada operasi sistem rangkaian logika  sekuensial.

 

Metode Penelitian

Diklat  Kompetensi Bagi Guru Bidang Studi Elektronika diselenggarakan selama 12 hari (dua minggu) yang meliputi Teknik  Elektronika Analog dan Digital. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan selama 6 minggu, mulai dari 3 Juni 2013 sampai dengan 13 Juli 2013. Untuk proses pengambilan data dan pengambilan tindakan dilakukan pada saat pelaksanaan diklat tanggal 17 sampai dengan 21 Juni 2013. Sedangkan pengolahan data dan pembuatan laporan penelitian dilakukan sampai dengan 16 Juli 2013.

 

 

 

Penelitian ini dilaksanakan pada Departemen Teknik Elektro PPPPTK BOE Malang. Departemen Teknik Elektro telah dinyatakan sebagai TUK (Tempat Uji Kompetensi) oleh lembaga sertifikasi profesi bidang elektro, dan dinyatakan layak sebagai tempat uji kompetensi (TUK) bidang elektro .

Subyek penelitian ini adalah peserta diklat Teknik  Elektronika Analog dan Digital yang dilaksanakan pada Departemen Teknik Elektro BOE Malang, yang diikuti oleh peserta diklat sejumlah 12 orang, yaitu guru-guru SMK baik dari Jawa maupun luar Jawa.


Teknik Pengumpulan Data

Data pada penelitian tindakan ini berupa data deskriptif (non test) yang dikumpulkan dari hasil pengamatan, wawancara dan angket terhadap proses pembelajaran diklat di kelas. Data kualitatif didapatkan dari hasil tes peserta diklat hal ini diperlukan untuk mengetahui kemampuan dasar peserta sebelum proses pembelajaran dilaksanakan dan mengetahui kualitas hasil pembelajaran setelah program diklat selesai dilaksanakan.

Dalam proses pembelajaran peserta diklat dibagi dalam kelompok-kelompok kecil, dimana setiap kelompok terdiri dari 2 orang peserta dan maksimal 3 orang peserta diklat. Pelaku tindakan diklat (pengajar) terdiri dari satu widyaiswara dibantu dengan satu asisten pendamping yang berfungsi sebagai kontrol pada saat proses pembelajaran.

 

Alat Pengumpulan Data

Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes berupa pretest dan posttest, serta lembar penilaian praktik / simulasi dengan EWB yang dilengkapi dengan kriteria penilaian. Lembar penilaian tersebut disusun dan dilakukan validasi. Lembar nilai hasil praktik / simulasi dengan EWB mencerminkan kualitas kerja hasil praktik / simulasi dengan EWB dari peserta diklat.

 

Prosedur Penelitian

Agar Penelitian Tindakan Diklat (PTD) ini dapat terlaksana dan berjalan efektif, untuk itu proses pembelajaran diperlukan media pendukung  software EWB , modul Digital dasar, seperangkat komputer dengan RAM sebesar 512Mbit dan sebuah LCD proyektor.Penelitian tindakan diklat melalui 4 tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi, yang dilaksanakan dalam dua siklus seperti yang diperlihatkan skema diagram alur Gambar 2.

 

 

Gambar 2.Strategi dan prosedur penelitian

 

 

 

  Indikator Kinerja

Yang menjadi indikator keberhasilan tindakan diklat ini adalah dengan pemanfaatan software EWB diharapkan terjadi perubahan peningkatan motivasi dan kualitas pemahaman hasil pembelajaran peserta diklat pada mata pelajaran Elektronika. Secara kuantitatif dapat di indikasikan jika 80%. Adanya interaksi dalam proses pembelajaran antara widyaiswara dengan peserta diklat sehingga selain terjadinya efisiensi pemanfaatan waktu dan peningkatan pemahaman yang lebih baik dalam menganalisis melalui media simulasi. Hal ini diwujudkan dengan adanya kemampuan peserta diklat 80% dalam menjawab soal teori baik uraian terstruktur maupun soal pilihan ganda dengan benar. Dengan pemanfaatan media yang menarik terjadi peningkatan motivasi peserta diklat, indikasi yang diharapkan adalah setelah pelatihan selesai peserta diklat dapat dilihat semakin terlibat aktif dan semakin mandiri didalam menganalisis, memodelkan rangkaian digital. Secara garis besar rancangan skema pemecahan masalah dapat diperlihatkan seperti Gambar 3.

 

Gambar 3. Siklus tindakan pemecahan masalah

 

Selama kegiatan pembelajaran berlangsung dilakukan pengamatan oleh peneliti dengan menggunakan instrumen pengamatan, serta melakukan evaluasi dan refleksi selama pelaksanaan tindakan, hal ini dimaksudkan untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam pembelajaran berikutnya.

  • ·Langkah pertama menentukan metode yang digunakan dalam penelitian, yaitu metode Penelitian Tindakan Diklat.
  •  Langkah selanjutnya menentukan banyaknya tindakan yang dilakukan dalam siklus, minimal dua siklus.
  •  Langkah selanjutnya menentukan tahapan tahapan dalam siklus, terdiri dari 4 tahapan yaitu: Planning, Acting, Observing, Reflecting.

 

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Kegiatan penelitian pada Siklus I difokuskan pada pengamatan hasil tes awal dan model pembelajaran tanpa menggunakan software EWB dengan kerja kelompok besar yang terdiri 4 peserta diklat setiap kelompoknya. Siklus II model pembelajaran menggunakan software EWB dengan kerja kelompok besar yang terdiri 4 peserta diklat setiap kelompoknya. Siklus III model pembelajaran dengan menggunakan software EWB  dengan kerja kelompok kecil yang terdiri dari  2 peserta diklat setiap kelompoknya.

Tindakan siklus I penelitian ini, dengan fokus penelitian pemanfaatan / implementasi software Electronics Workbench (EWB) untuk meningkatkan kualitas hasil belajar teknik digital. Gambar 4 memperlihatkan hasil tes awal, sebelum implementasi software EWB.

 

                          Gambar 4 Diagram keberhasilan peserta diklat sebelum implementasi software EWB                                         dengan 4 peserta setiap kelompok

 

Dari hasil ini menunjukkan bahwa latar belakang peserta diklat sebelum mengikuti pelatihan sudah memiliki pengetahuan pendukung yang cukup. Hal ini akan sangat memudahkan widyaiswara/instruktur didalam penyampaian materi diklat berikutnya.

Evaluasi siklus II yaitu melihat dan menganalisis hasil test kedua kemudian membandingkan dengan hasil pembelajaran dari siklus I, yaitu sebelum peserta diklat mengimplementasikan software  EWB sebagai media pembelajaran yang menarik.

  

                    Gambar 5. Diagram keberhasilan peserta diklat setelah implementasi software EWB                                       dengan 4 peserta setiap kelompok         

 

Gambar 5 memperlihatkan keberhasilan perbaikan tindakan pada siklus II dengan kelompok besar masing-masing 4 peserta diklat setiap kelompok. Dengan menggunakan media / software EWB terlihat adanya peningkatan dan perbaikan hasil pembelajaran dari siklus I.

 

 

Pada siklus III didapatkan hasil tes keberhasilan sebanyak 4 peserta diklat mendapat nilai diatas 3,6 (meningkat 2 peserta), 6 peserta mendapat nilai rata-rata diantara 3 sampai 3,6 (meningkat 2 peserta diklat). Sedangkan 2 peserta diklat mendapatkan nilai keberhasilan antara 2,6 sampai 3 (meningkat 3 peserta), selanjutnya tak ada peserta mendapat nilai antara 2    sampai 2,6 terjadi penurunan untuk kategori cukup baik. Secara umum peningkatan keberhasilan kualitas pembelajaran dengan menggunakan software EWB diperlihatkan pada Gambar 4 (Siklus I), Gambar 5 (Siklus II) dan Gambar 6 (siklus III).

 
 

                        Gambar 6. Diagram keberhasilan peserta diklat setelah implementasi software EWB                                    dengan 2 peserta setiap kelompok

 

Dengan menggunakan media simulasi software EWB dapat membantu meningkatkan dan memudahkan didalam menjelaskan dan memodelkan materi yang bersifat rumit dan detil. Tindakan pada siklus I, siklus II dan siklus III terlihat adanya peningkatan kualitas hasil pembelajaran rata-rata pada peserta diklat.

 

Dari sebanyak 12 peserta diklat dinyatakan lulus dengan status sangat baik sebanyak 3 peserta, lulus dengan status baik sebanyak 7 peserta, dan lulus dengan status cukup  baik sebanyak 2 peserta diklat diklat. Tabel 1 memperlihatkan tingkat keberhasilan peserta diklat.

 

  Tabel 1. Nilai akhir pelatihan elektronika analog dan digital

 

 

 

 


  Gambar 7.  Diagram keberhasilan peserta diklat

 

Metode pembelajaran berbantuan komputer dengan software EWB  dapat  diimplementasikan dalam kelas diklat pada rangkaian teknik digital. Materi teknik digital relatif sulit untuk difahami, karena penyajiannya sering hanya teoritis, dan sangat jarang untuk dipraktekan. Software EWB ini dapat digunakan sebagai salah satu solusi, dengan kata lain sebagai alat bantu untuk memudahkan proses pembelajaran. Secara keseluruhan, melalui pemanfaatan/ implementasi Software EWB dapat meningkatkan kualitas hasil belajar teknik digital pada pendidikan dan pelatihan teknik elektronika bagi guru SMK Di PPPPTK BOE Malang bidang keahlian elektronika industri.

 

Kesimpulan

Penggunaan software Electronics Workbench (EWB) dapat  digunakan untuk membantu mempermudah penyajian materi sistem pengaturan secara digital maupun analog. Berdasarkan hasil pembahasan yang dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  • ·Pengembangan metode pembelajaran dengan menggunakan software Electronis Workbench (EWB) dapat membantu analisa rangkaian teknik digital secara cepat dan benar sebelum dilakukan pembuktian pengukuran didalam laboratorium secara langsung.
  • Materi diklat yang relatif sulit dengan menggunakan metode simulasi komputer sangat membantu peserta diklat dalam memahami materi secara lebih mendalam.

 

Rekomendasi

       Dengan menggunakan software Electronis Workbench (EWB) dapat meningkatkan motivasi peserta diklat secara keseluruhan. Hali ini dapat dilihat dari hasil pengamatan peneliti selama memfasilitasi ketika mengajar diklat. Keaktifan peserta diklat baik itu dalam hal absensi, ketepatan waktu datang pelatihan meningkat sangat tajam bila dibandingkan dengan ketika menggunakan metode konvensional. Dengan demikian software ini sangat tepat untuk digunakan pada pelatihan teknik elektronika digital maupun elekronika analog yang akan datang.

 

Saran-saran

  • ·Simulasi hanyalah alat bantu pendukung untuk memudahkan dalam mengantarkan proses belajar mengajar di kelas. Simulasi tanpa diikuti dengan melakukan percobaan yang sesungguhnya di bengkel/laboratorium adalah suatu tindakan yang kurang tepat.
  •  Metode pembelajaran inovatif sangat penting dan perlu dikembangkan secara terus menerus untuk mendapatkan hasil pemahaman peserta diklat yang lebih baik dalam mempelajari dan mendalami suatu materi.

 

 

 Referensi

 Dr. I. Wayan Dasna, M.Si, M.Pd, Prof. Ach. Fatchan, M.Pd, M.Si (2007). Classroom Action Research, Penelitian Tindakan Kelas. Pusat Penelitian Pendidikan, Lembaga Penelitian Universitas Negeri Malang.

Prof. Dr. H. Punaji Setyosari, M.Pd, M.ed (2007). Pemanfaatan Media, Badan Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 15. Universitas Negeri Malang.

Budi Susetyo, dkk (2005). Penelitian Tindakan Kelas, ”Penggunaan CD Pengajaran Bicara Sebagai Suplemen.”, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Universitas Pendidikan Indonesia

Mohamad Ali, (..........). Penelitian Tindakan Kelas, Model Pembelajaran Perancangan Sistem Kontrol PID dengan Software Matlab, Dosen Fakultas Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.

Heinrich, R (1989), “Instructional Media and The New technologies of instruction   3edition. New York: Mac Millan Publishing Company.

Prof. Dr. Suharsimi Arikunto (2006), prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis-Edisi Revisi VII, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta

 

http://leysehan.net/article/ education/  pentingnya-guru-menguasai-teknologi-informasi. html,  diakses pada   tanggal 22 April  2013

http://gurupintar .ut.ac.id/ distribution/ viewtopic.php?f=3&t=159, diakses pada tanggal 22 April  2013

http://www.anneahira.com/macam-macam-metode-pembelajaran.htm, diakses pada tanggal 23 April  2013

http://oc.its.ac.id/ambilfile.php?idp=1231 , diakses pada tanggal  24 April  2013

http://nisguru.blogspot.com, diakses pada tanggal  25 April  2013

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG