Kesalahan Pengukuran

Print
Category: Listrik & Elektronika
Last Updated on Tuesday, 14 April 2015 Published Date Written by Drs. Hendro Hermanto, MT.

Kesalahan Pengukuran

Oleh : Drs.Hendro Hermanto,M.T.Widyaiswara PPPPTK BOE Malang

email : hendro@vedcmalang.or.id

 Abstrak :

Alat ukur dengan jarum penunjuk akan dapat memunculkan kesalahan. Kesalahan bisa terjadi karena penampilan harga, pembacaan atau sistem pengukuran yang digunakan. Kualitas alat ukur akan mempengaruhi hasil ukur. Kesemua kesalahan kalau terjadi dalam satu pengukuran akan menyembabkan kesalahan ukur yang besar. Untuk mengatasi kesalah ukur paralak maupun alat sendiri dan juga sistem, masing-masing harus diatasi dengan cara sendiri-sendiri. Untuk mengatasi kesalahan paralak bisa dengan jarum pipih dan atau dengan cermin di skala.

Kata kunci : kesalahan ukur, paralak,cermin skala, jarum pipih.

Pendahuluan

Pada saat sebuah alat ukur dimasukkan dalam rangkaian guna mengukur, maka saat itu kita telah melakukan perubahan rangkaian. Maka sudah bisa dipastikan akan terjadi kesalahan. Selain itu, pengubahan besaran listrik ke gerakan jarum juga dimungkinkan terjadinya kesalahan. Saat jarum menunjuk suatu angka di skala meter, kesalahan bisa saja terjadi.

Kesalahan dapat terjadi melalui :

-        Pembacaan èkesalahan pribadi, salah pembacaan

-        Alat ukur sendiri è salah penunjukkan

-        Pengaruh lingkungan è kesalahan pengaruh lingkungan

-        Rangkaian pengukuran è kesalahan sistem

 

Kesalahan Pembacaan

Seringkali alat ukur terletak pada suatu termpat, sehingga skala meter terletak cukup jauh dari muka kita. Di sisi lain jarum meter pasti tidak menempel pada plat skala, hal ini bisa terjadi kesalahan baca. Kesalahan ini disebut dengan kesalahan paralak.

Gambar 1. Kesalahan paralak

Dari ilustrasi pada Gambar 1 terlihat kesalah baca 3 strip jika sudut pandang tidak tegak lurus. Untuk mengatasi kesalah seperti ini dapat dilakukan dengan jarum berbentuk pipih bukan bulat, sehingga kalau tidak tegak lurus, jarum kelihatan tebal.

Gambar 3. Jarum pipih

Jika sudut pandangnya benar tegak lurus dengan skala meter, jarum akan terlihat tipis. Cara lainnya, pada skala diberi cermin, sehingga saat membaca dengan sudut yang benar, bayangan jarum tidak boleh terlihat.

Gambar 4. Skala meter dengan cermin

Pada alat ukur tertentu, kedua cara tersebut keduanya ada. Jadi ada cermin di skala dan jarum dibuat pipih, seperti terlihat pada Gambar 4, terlihat jarumnya pipih.

Kesalahan Penunjukan

Kesalahan bisa terjadi karena alat ukur, alat ukur tidak menunjukkan nilai yang seharusnya.

Penyebab kesalahan;

-        Gesekan pada tumpuan jarum tidak baik, biasanya digunakan batalan titik.

-        Skala meter tidak akurat

-        Toleransi pembuat

Jadi pada alat ukur yang berkualitas tidak baik, hal tersebut bisa terjadi.

 

Kesalahan karena Lingkungan

Alat ukur dibuat untuk digunakan pada kondisi tertentu, bisa saja untuk frekuensi jala-jala tertentu, temperatur tertentu. Data ini dapat dilihat pada lembar data sheet atau spesifikasi alat ukur yang biasanya disertakan saat pembelian. Jadi alat ukur bisa salah penunjukkan karena :

-        Temperatur sekeliling berubah hingga diluar jangka temperatur yang diperuntukkan.

-        Frekuensi berubah diluar nilai yang dibolehkan

-        Kelembaban yang diluar batas kemampuannya

-        Getaran / vibrasi

-        Medan magnet disekeliling tempat pengukuran (untuk alat ukur yang terpengaruh medan magnet)

 

Kesalahan Sistem

Gangguan dikarena proses pengukuran, alat ukur untuk menggerakkan jarum pasti memerlukan arus. Arus ini diperoleh dari sistem yang diukur.

àKonsumsi alat ukur itu sendiri, tahanan transisi alat ukur (misalkan alat ukur tahanan tidak langsung), kapasitansi penghantar ukur, batas ukur (range) yang salah.

Contoh : Pengukuran tahanan tidak langsung

Pengukuran tahanan tidak langsung dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Gambar 5. Pengukuran tahanan tidak langsung

 

Kesalahan ini dapat dikoreksi dengan perhitungan

Semua kesalahan bisa jadi timbul sekaligus dalam sebuah pengukuran, sehingga dalam pengukuran tersebut terjadi kesalahan yang cukup besar.

Kesimpulan

Kesalahan ukur dapat dihindari atau diperkecil dengan beberapa cara, seperti dengan jarum pipih dan cermin untuk kesalahan pembacaan. Untuk kesalahan sistem bisa dikoreksi dengan perhitungan.

Daftar Pustaka

Gille, Walter, Elektrische Messtechnik, Zurich, 1979

Heinz Haeberle, Fachkunde Informationselektronik , Wuppertal; Verlag Europa Lehrmittel,1984