ANALISIS PENJENJANGAN KEDALAMAN & KELUASAN PENGETAHUAN STANDAR KOMPETENSI GURU KEJURUAN DASAR KOMPETENSI KEJURUAN PAKET KEAHLIAN TEKNIK ELEKTRONIKA AUDIO VIDEO BIDANG KARIR PEKERJAAN TEKNIK ELEKTRONIKA

Print
Category: Listrik & Elektronika
Last Updated on Tuesday, 21 April 2015 Published Date Written by ASMUNIV

ANALISIS PENJENJANGAN KEDALAMAN & KELUASAN PENGETAHUAN STANDAR KOMPETENSI GURU KEJURUAN DASAR KOMPETENSI KEJURUAN PAKET KEAHLIAN TEKNIK ELEKTRONIKA AUDIO VIDEO BIDANG KARIR PEKERJAAN TEKNIK ELEKTRONIKA

 

 Penulis:

ASMUNIV
Widyaiswara PPPPTK-VEDC Malang
asmuniv@gmail.com

 

ABSTRAKSI

 Revisi taksonomi Bloom tujuan pendidikan: Di antara modifikasi yang dilakukan oleh orang berbeda lainnya berkenaan dengan pengklasifikasian domain kognitif taksonomi Bloom, Anderson dan Krathwohl (2001) merevisi taksonomi Bloom asli (Bloom & Krathwohl, 1956), dan menggabungkan antara domain keluasan proses berfikir kognitif sebagai persimpangan terhadap dimensi kedalaman pengetahuan. Hasil revisi ini menawarkan representas domain kognitif 3D atau disebut juga sebagai kedalaman dan keluasan pengetahuan 3D.

 Meskipun antara proses dimensi kognitif dan Pengetahuan direpresentasikan sebagai langkah hirarkis, namun terjadi perbedaan pengkategorian kedua dimensi tersebut tidak selalu yang jelas. Sebagai contoh, semua pengetahuan pada level prosedural belum tentu lebih abstrak dari semua pengetahuan konseptual; dan tujuan yang melibatkan level menganalisis atau mengevaluasi mungkin memerlukan kemampuan berpikir yang tidak kurang kompleks daripada yang melibatkan level menciptakan. Hal ini umumnya dipahami, namun, bahwa keterampilan berpikir tingkat rendah (LOT-Lower Order Thingking) yang terserap merupakan dasar konsep untuk dan memberikan landasan bagi kemampuan ketrampilan berpikir tingkat tinggi (HOT-Higher Order Thingking). Dimensi pengetahuan mengklasifikasikan empat jenis pengetahuan peserta didik dapat diharapkan untuk memperoleh atau membangun mulai dari berfikir kongkrit ke berfikir abstrak.

 Pengetahuan metakognitif merupakan kasus khusus, menunjukkan, "pengetahuan (diri seseorang) kognisi dan tentang diri sendiri dalam hubungannya dengan berbagai mata pelajaran........."(Anderson dan Krathwohl, 2001), dimana taksonomi ini menyatakan kerangka kerja dalam menentukan dan menjelaskan tujuan pembelajaran.

Kata Kunci: Kedalaman & Keluasan Pembelajaran, Taksonomi Bloom Revisi, Indikator, Lower Order Thinking (LOT), Higher Order Thinking (HOT),

Webb’s Depth of Knowledge (Webb’s DOK)

 Depth of Knowledge (DOK) dikembangkan oleh Dr Norman Webb, seorang ilmuwan & peneliti di bidang Pendidikan Sains dari “Wisconsin Center for Education Research and the National Institute for Science Education”. Setidaknya sudah 20 negara yang sudah mengadopsi DOK untuk digunakan sebagai alat evaluasi sistem standar penilaian. DOK dapat digunakan untuk mengukur sejauh mana level (tingkat kedalaman) perolehan pengetahuan peserta didik. Apakah pengetahuan yang diperoleh peserta didik sudah sesuai dengan Standar Isi (SI) yang diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Kurikulum Nasional.

 Dengan menggunakan DOK seorang guru dapat mengembangkan (melakukan) penilaian yang ketat sesuai dengan tuntutan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) kurikulum.

 Selain itu, dengan menggunakan DOK kita dapat melakukan penjenjangan kompetensi  pengetahuan peserta didik, sehingga selaras dengan kebutuhan tenaga kerja.

 Menurut Norman L. Webb dari Pusat Penelitian Pendidikan Wisconsin Amerika Serikat dengan tema Jurnal “Tingkat Kedalaman Empat Wilayah Pengetahuan 28 Maret 2002″: “Menafsirkan dan menegaskan bahwa Tingkat Kedalaman Pengetahuan untuk tujuan standar dan item penilaian merupakan persyaratan penting untuk keselarasan dalam menganalisis tingkat kedalaman pengetahuan pembelajaran. Depth of Knowledge (DOK) atau tingkat Kedalaman Pengetahuan dibagi menjadi 4 tingkatan (Level) seperti yang dinyatakan pada tabel 1.

Tabel 1. Penjenjangan Kedalaman Pengetaahuan Menurut Webb’s Depth of Knowledge

Level 1:Mengingat Kembali dan Reproduksi

Membutuhkan penarikan kembali informasi seperti fakta, definisi, istilah, atau prosedur sederhana, serta melakukan proses sains sederhana atau prosedur. Level 1 hanya membutuhkan peserta didik untuk menunjukkan respon hafalan, menggunakan rumus yang sudah dikenal, melakukan prosedur yang ditetapkan, seperti penulisan resep makanan, ekperimen dengan serangkaian urutan langkah kerja yang jelas.

 Sebuah prosedur ”sederhana” yang telah terdifinisikan dengan baik,bilamana dalam penyelesaian hanya membutuhkan satu langkah, seperti mengukur nilai tegangan, resistansi dan arus. Kata kerja seperti “mengidentifikasi,” “mengingat,” “mengenali,” “menggunakan”, “menghitung”, dan “mengukur” secara umum merupakan kerja kognitifdan diklasikasikan di tingkat “mengingat kembali dan reproduksi-Recall and Reproduction” atau Level 1.

 Penyelesaian masalah sederhanadan dapat langsung diterjemahkan dan diselesaikan dengan rumus,seperti penerapan hukum ohm dalam rangkaian listrik dapat dikatagorikan Level 1. Penggunaan kata kerja yang sama pada tujuan pembelajaran, seperti “menjelaskan” kemungkinan penggunaan kata kerja “menjelaskan” dapat berada pada tingkat klasifikasi DOK yang berbeda, tergantung pada kerumitan (kompleksitas)pengetahuannya.

 Seorang peserta didikketika menjawab permasalahan item soal DOK pada Level 1,dan jawabannya tidak mengharuskan untukdiketahui” atau “dipecahkan” peserta didik itu sendiri, atau jika pengetahuan yang diperlukan untuk menjawab item soal secara otomatis menyediakan kunci jawaban untuk setiap item soal, maka item soal tersebut dapat diklasifikan DOK Level 1. Dan bilamana pengetahuan yang diperlukan untuk menjawab soal tidak secara otomatis memberikan kunci jawaban (penyelesaian), maka item soal tersebut kemungkinan dapat diklasifikasikan pada DOK Level 2.

Level 2: Keterampilan dan Konsep

Mencakup keterlibatan beberapa proses mental untuk mengingat atau mereproduksi tanggapan. Isi atau proses pengetahuan yang terlibat memiliki tingkat kompleksitaslebih rumit daripada di Level 1. Oleh karenapeserta didik harus membuat beberapa keputusan, sehingga mendekati pertanyaan atau masalah. Kata kerjaoperasional yang umum digunakan pada klasifikasi pengetahuan Level 2 adalah “mengklasifikasi”, “mengatur,” “memperkirakan,” “melakukan pengamatan,” “mengumpulkan dan menampilkan data,” dan “membandingkan data.” Suatu tindakan yang menggunakan kata kerja ini memerlukan lebih dari satu langkah. Misalnya, untuk membandingkan data,langkah pertama yang diperlukan adalah (1) mengidentifikasi karakteristik objek atau fenomena, kemudian (2) mengelompokan atau memilah objek.

 Pengetahuan DOK Level 2 meliputi kegiatan melakukan pengamatan dan mengumpulkan data; mengklasifikasikan, pengorganisasian, dan membandingkan data, dan mengatur dan menampilkan data dalam tabel dan grafik. Penggunaan kata kerja yang sama pada tujuan pembelajaran, seperti “menjelaskan” kemungkinan penggunaan kata kerja “menjelaskan”  atau “menafsirkan” dapat berada pada tingkat klasifikasi DOK yang berbeda, tergantung pada kerumitan (kompleksitas)pengetahuan yang diperlukan dalam tindakan.Misalnya, menafsirkan informasi dari grafik sederhana, membutuhkan informasi bagaimana membaca dan menginterprestasikan grafik, termasuk katagori DOK Level 2. Suatu tindakan yang memerlukan interpretasi pengetahuan yang mengandung kompleksitas, seperti membuat interprestasimakna tentang grafik dan menjelaskan makna informasi yang terkandung dalam grafik, dapat dikatagorikan DOK Level 3.

Level 3: Berpikir Strategis

 Berfikir strategis memerlukan tingkat kedalaman pengetahuan yang lebih tinggi dari DOK Level sebelumnya, tingkat berfikir yang memiliki kompleksitas seperti penalaran, perencanaan, menggunakan bukti. Tuntutan pengetahuan (kognitif)DOK Level 3 sangat kompleks dan abstrak. Kompleksitas tidak tergantung hanya dari fakta saja, melainkan mungkin juga dapat bersumber dari beberapa jawaban, dan dimungkinkan juga membutuhkan urutanatau tahapan didalam penalaran.

 Dalam kebanyakan kasus, jika peserta didik diminta untuk menjelaskan pemikiran DOK Level 3; dan bilamana penjelasan dalam kalimat yang diberikan merupakan pengetahuan yang sangat sederhana, makapengatuan ini dapat dikategorikanpada DOK Level 2.

 Suatu tindakan yang memiliki lebih dari satu jawaban dan peserta didikdituntut untuk membenarkan suatu respon, makakatagori pengetahuan ini berada pada DOK Level 3. Eksperimental desain dalam DOK Level 3 pada umumnyadibutuhkan tindakan lebih dari satu variabel dependen. Tindakan yang termasuk dalam DOK Level 3, meliputi kegiatan mendeskripsikan kesimpulan dari pengamatan; mengutip bukti dan mengembangkan argumen logis dalam konsep berfikir; menjelaskan fenomena dalam konsep, dan menggunakan konsep-konsep untuk memecahkan permasalahan tidak rutin.

Level 4: Berpikir Secara Luas

 Memerlukan daya kognitif tinggi dan sangat kompleks. Peserta didik diminta untuk membuat beberapa koneksi ide yang berhubungan dalam satu area atau antar area pengetahuan-dan harus memilih atau merancang satu pendekatan di antara banyak alternatif tentang bagaimana situasi dapat dipecahkan. Banyak instrumen penilaian tidak dapat mencakup kegiatan penilaian yang dapat diklasifikasikan sebagai Tingkat 4. Namun, standar, tujuan, dan tujuan dapat dinyatakan sedemikian rupa untuk mengharapkan peserta didik untuk melakukan berpikir secara luas. “Mengembangkan generalisasi dari hasil yang diperoleh dan strategi yang digunakan dan menerapkannya terhadap situasi masalah” adalah contoh tujuan pembelajaran yang merupakan Level 4. Banyak, tapi tidak semua, kinerja penilaian dan kegiatan penilaian terbuka yang membutuhkan pemikiran yang signifikan akan berada pada Tingkat 4. Level 4 membutuhkan penalaran desain, eksperimental dan perencanaan yang kompleks, dan mungkin akan memerlukan jangka waktu, baik untuk meneliti ilmu pengetahuan yang diperlukan oleh suatu tujuan, atau untuk melaksanakan beberapa langkah dari item penilaian. Namun, periode perpanjangan waktu bukan merupakan faktor yang membedakan jika pekerjaan yang dibutuhkan adalah hanya berulang dan tidak memerlukan pemahaman konseptual yang signifikan dan berpikir tingkat tinggi. Sebagai contoh, jika seorang peserta didik harus mengambil suhu air dari sungai setiap hari selama satu bulan dan kemudian membuat grafik, ini akan diklasifikasikan sebagai kegiatan Tingkat 2. Namun, jika peserta didik melakukan sebuah penelitian tentang suhu air sungai yang membutuhkan keputusan dengan mempertimbangkan sejumlah variabel, pengetahuan ini akan menjadi Tingkat 4.

Komparasi Penerapan DOK Webb & Taksonomi Blom

Depth of Knowledge (DOK) mirip dengan Taksonomi Bloom, namun berbeda dalam penggunaanya. Taksonomi Bloom: Penggunaan kata kerja yang sama pada tujuan pembelajaran yang berbeda memiliki derajad level pengetahuan yang sama, sedangkan DOK Webb: Penggunaan kata kerja yang sama pada tujuan pembelajaran yang berbeda memiliki derajad level pengetahuan yang belum tentu sama (tergantung tingkat kedalaman dari pengetahuan).

Tabel 2. Komparasi Penerapan Bloom’s Taxonomy dan Webb’s Depth of Knowledge

Tabel 3. Hess’s Bloom’s & DOK Levels

Penerapan Matrik Rigor-Kognitif Hess-Kedalaman Pengetahuan Webb ke Dimensi Proses Kognitif Taksonomi Bloom.

Tabel 4. Proses Kognitif Taksonomi Bloom versus Webb’s Depth of Knowledge (DOK) Levels.

Fungsi Hess’ Cognitive Rigor Matrix adalah (1) untuk menentukan kedalaman pengetahuan dan jenis berpikir (verba), (2) menjelaskan kepada guru bagaimana taksonomi Bloom dan penjenjangan tingkat DOK Webb yang sama, namun berbeda, dan (3) sebagai alat untuk memeriksa kedalaman pemahaman yang diperlukan untuk tugas yang berbeda, yang mana pada awalnya nampak berada pada tingkat yang sebanding kompleksitasnya.

Gambar 1 memperlihatkan klasifikasi kata kerja operasional berdasarkan kedalaman pengetahuan menurut aturan penjenjangan Webb’s Depth of Knowledge.

 

Gambar 1. Tabel klasifikasi Webb’s Depth of Knowledge

 DOK-Level 1 (Kompetensi Dasar Level-D)

 Kata kerja operasional yang berada pada dok level-1 termasuk katagori pengetahuan level dasar (D), yaitu mengingat kembali (reproduksi) pengetahuan yang telah tersimpan dalam memori jangka panjang (reproduksi) atauMengingat kembali informasi seperti fakta, definisi, istilah, atau prosedur sederhana (klasifikasi taksonomi bloom C1). Memahami makna pesan instruksional, termasuk oral, tertulis, dan komunikasi grafis (Taxonomi Bloom C2).

Penekanan pada fakta dan mengingat informasi yang sederhana diajarkan sebelumnya. Proses pembelajaran di level ini berarti juga melakukan langkah-langkah sederhana, resep, atau arah. Atau kemungkinan suatu permaslahan yang sulit, namun tanpa memerlukan penalaran. Pada DOK 1, peserta didik menemukan "jawaban yang benar," dan tidak memperdebatkan suatu "permasalahan," tersebut benar atau salah.

 Contoh penerapan DOK Level-1 (Kompetensi Dasar Level-D)

  •  Membuat daftar komponen resistor sesuai dengan norma deret E6, E12. E24.
  • Mencari atau mengingat fakta yang ditemukan dalam teks.
  • Menentukan parameter komponen listrik dan elektronik.
  • Menjelaskan ciri fisik komponen elektronik.
  •  Menjelaskan informasi dari tabel atau grafik untuk menjawab pertanyaan

CATATAN: Jika pengetahuan yang diperlukan untuk menjawab item tentang target secara otomatis memberikan jawabannya, maka posisi sasaran target pengetahuan adalah DOK LEVEL-1

 DOK-Level 2 (Kompetensi Lanjut Level-L)

 Kata kerja operasional yang berada pada dok level-2 termasuk katagori pengetahuan level lanjut (L), yaitu pengetahuan tentang berfikir strategis, yakni bagaimana peserta didik menggunakan informasi sebelumnya dengan pengetahuan konseptual dan jika level ini sesuai dengan taksonomi bloom C3, yaitu melaksanakan atau menggunakan prosedur dalam situasi tertentu.

 Membutuhkan perbandingan dua atau lebih konsep, mencari persamaan dan perbedaan, menerapkan pembelajaran faktual di tingkat keterampilan dasar. Ide utama, membutuhkan pengetahuan yang lebih dalam dari sekedar definisi. Peserta didik dituntut harus menjelaskan "bagaimana" atau "mengapa" dan sering memperkirakan atau menafsirkan untuk merespon.

 Contoh penerapan DOK Level-2 (Kompetensi Lanjut Level-L).

  • Membandingkan bentuk fisik terhadap frekuensi kerja komponenelektronik.
  • Mengidentifikasi dan merangkum isi materi buku pegangan siswa (handout), modul bahan ajar, buku literatur, .... dll.
  • Menjelaskan sebab-akibat penyebab kerusakan komponen elektronika.
  • Memprediksi hasil logis berdasarkan kebenaaran informasi  atau dasar kajian teori.
  • Mengklasifikasikan maksud dan tujuan pengkode dan bentuk fisis komponen elektronik

 CATATAN: Jika pengetahuan yang diperlukan untuk menjawab item tentang target tidak secara otomatis memberikan jawaban, maka item tersebut setidaknya DOK LEVEL 2. Kebanyakan tindakan akan membutuhkan lebih dari satu kali keputusan

DOK-Level 3 (Kompetensi Menengah Level-M)

Kata kerja operasional yang berada pada dok level-3 termasuk katagori pengetahuan level menengah (M), yaitu perencanaan & pengembangan disertai dengan alasan (berfikir strategis), yakni bagaimana peserta didik memiliki kemampuan menganalisis atau merinci suatu situasi, atau pengetahuan menurut komponen yang lebih kecil dan memahami hubungan antara bagian yang satu dengan yang lain (Taksonomi Bloom C4).

Berfikir strategis membutuhkan tingkat pemahaman yang mendalam seperti perencanaan, dan dalam menemukan masalah harus didukung dengan bukti, dan lebih menuntut penalaran kognitif. Pengetahuan mengandung lebih dari satu respon atau pendekatan. Membutuhkan kompleksitas pengetahuan atau berpikir abstrak, dan penerapan pengetahuan atau keterampilan dalam situasi baru dan unik.

Contoh penerapan DOK Level-3 (Kompetensi Menengah Level-M).

  • Mengembangkan model ekperimen ilmiah dari berbagai ide kompleks.
  • Menemukan, mengevaluasi permasalahan dan mengusulkan solusi pemecahan masalah.
  • Menjelaskan, generalisasi atau menghubungkan ide, dengan menggunakan bukti-bukti pendukung dari teks atau berbagai sumber informasi.
  • Membandingkan berbagai macam sumber informasi (data) yang berbeda.
  • Membuat (menjelaskan) kesimpulan hasil eksperimen

DOK-Level 4 (Kompetensi Tinggi Level-T)

 Kata kerja operasional yang berada pada dok level-4 termasuk katagori pengetahuan level tinggi (T), yaitu berfikir secara luas tentang bagaimana cara mengintegrasikan elemen-elemen shg membentuk sebuah struktur baru, menjadi kesatuan yang utuh, seperti melakukan penelitian (penyelidikan), pengumpulan data dan analisis hasil, seperti membuat sebuah difinisi, membuat sebuah kesimpulan, membuat sebuah hipotesa, dan membuat sebuah analisis (taksonomi bloom C5 dan C6).

Pada tingkat ini, peserta didik melakukan identifikasi masalah, dalam melakukan perencanaan-peserta didik menggunakan langkah-langkah tindakan, dan membuat keputusan berdasarkan data yang dikumpulkan. Biasanya melibatkan lebih banyak waktu dari satu periode kelas. Dalam mencari kebenaran suatu metode digunakan beberapa solusi kemungkinan.

Peserta didik diminta untuk membuat beberapa koneksi ide yang berhubungan dalam satu area atau antar area pengetahuan-dan harus memilih atau merancang satu pendekatan di antara banyak alternatif tentang bagaimana situasi dapat dipecahkan.

Contoh penerapan DOK Level-4 (Kompetensi Tinggi Level-T).

  • Mengumpulkan, menganalisa, mengatur, dan menginterpretasikan informasi dari berbagai sumber untuk keperluan penyusunan laporan dengan disertai alasan.
  • Menganalisis dan menarik kesimpulan dari berbagai sumber data (bukti).
  • Melakukan kerja proyek dan identifikasi masalah, mengusulkan jalur solusi, memecahkan masalah, dan membuat hasil laporan

 CATATAN: Kegiatan DOK LEVEL 4 sering membutuhkan jangka waktu yang lama untuk menyelesaikan beberapa langkah, namun DOK pada level ini tidak hanya ditentukan oleh lamanya waktu proses pembelajaran, dan bilamana proses keterampilan dan konsep hanya diulang-ulang dari waktu ke waktu.

Tabel 5. Perbandingan taksonomi Bloom dengan terhadap kedalaman pengetahuan Norman Webb menurut penggabungan Karin Hess’ Cognitive Rigor Matrix

 Kata Kunci: Proses penilaian kedalaman pengetahuan menurut Webb′s Depth of Knowledge

 

Gambar 2. Sinkronisasi penilaian menurut Webb′s Depth of Knowledge

Penerapan kata kerja pada Webb’s Depth of Konwledge

Sebuah definisi umum untuk klasifikasi masing-masing tingkat kedalaman pengetahuan (menurut Norman Webb) terlihat pada Tabel 6 di bawah, dengan spesifikasi lebih lanjut dan contoh kata kerja “mengukur” untuk setiap tingkat DOK (Depth of Knowledge). Norman Webb merekomendasikan bahwa untuk keperluan penilaian (penjenjangan ) skala besar, ruang lingkup standar penilaian hanya digunakan untuk menilai tingkat kedalaman pengetahuan sampai pada DOK level 1, 2, dan 3 saja. Sedangkan untuk kedalaman pengetahuan pada Depth of Knowledge (DOK) di Level 4 dapat menggunakan sistem standar penilaian pengetahuan lokal.

Tabel 6. Penggunaan kata kerja operasional mengukur menurut Webbs Depth of Knowledge (Webb′s DOK)

Keterangan: Penggunaan kata kerja operasional ″mengukur″ berbeda level kompleksitas pengetahuan menurut Webb´s Depth of Knowledge (Webb′s DOK)

 

STANDAR KOMPETENSI PROFESIONALPROGRAM KEAHLIAN TEKNIK ELEKTRONIKA

Paket Keahlian Teknik Elektronika Audio Video

Tabel 7. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

 Deskripsi Standar Kompetensi GuruProfesional dan Acuan Penilaian

 Judul standar kompetensi: Interprestasi Model Atom Semikonduktor

Tabel 8. Standar Kompetensi dan Analisis Indikator Tujuan Pembelajaran

Analisa Kedalaman & Keluasan Tujuan Pembelajaran Menurut Anderson, Larin & D. Krathwohl

Kegiatan belajar sering melibatkan kedua urutan yang lebih rendah dan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang meliputi cara berfikir pengetahuan kongkrit dan pengetahuan abstrak.

Dimensi proses kognitif merupakan kontinum dalam meningkatkan kompleksitas kognitif dari keterampilan berpikir tingkat rendah menuju keterampilan berpikir yang lebih tinggi. Anderson dan Krathwohl (2001) untuk mengidentifikasi sembilan belas proses kognitif tertentu berguna untuk lebih memperjelas ruang lingkup dari enam kategori klafikasi (Gambar 3). Sebuah pernyataan dari tujuan belajar pada umumnya mengandung kata kerja (tindakan) dan obyek (biasanya kata benda)

Dalam model ini, masing-masing blok berwarna menunjukkan contoh tujuan pembelajaran yang umumnya sesuai dengan masing-masing berbagai kombinasi dari proses dan pengetahuan dimensi kognitif.

Ini mungkin berguna untuk memikirkan pengetahuan sebelumnya masing-masing tujuan dengan sesuatu seperti: "Siswa akan dapat ............."

Gambar 3. Anderson, L.W. (Ed.), Krathwohl, D.R. (Ed.), Airasian, PW, Cruikshank, KA, Mayer, RE, Pintrich, PR, Raths, J., & Wittrock, MC (2001). Sebuah taksonomi untuk belajar, mengajar, dan menilai: Revisi Taksonomi Bloom Tujuan Pendidikan (edisi lengkap). New York: Longman.


Standar Kompetensi Guru dan Analisis Tujuan Pembelajaran

Tolok Ukur Kedalaman & Keluasan Pengetahuan-DOK Benchmarking:

  • Memahami proses berfikir secara Konseptual untuk mengintegrasikan pengetahuan Faktual dalam pemodelan atom semikonduktor pada mata pelajaran Teknik Elektronika Dasar.

Kompetensi Dasar

  • Menjelaskan model atom semikonduktor untuk menginterprestasikan model atom Bohr. (KD-sel matrik 2C2).

 

Kesimpulan:

Fungsi Taksonomi Bloom Revisi

  • Untuk mengklasifikasikan jenis pemikiran yang terlibat dalam proses kognitif, yaitu dimulai dari proses berfikir sederhana (kongkrit/riil) hingga pada tingkat berfikir abstrak.
  • Untuk mengklasifikasikan jenis kata kerja operasional dalam pembuatan item soal atau tujuan pembelajaran.
  • Selain itu juga berguna sebagai panduan guru dalam mengembangkan dan mengarahkan tanya jawab dengan peserta didik.

Fungsi Depth of Knowledge (DOK)-Keluasan & Kedalaman Pengetahuan

  • Menentukan kompleksitas isi dan kegiatan pembelajaran, dan mengukur seberapa dalam siswa telah memahami isi materi.
  • Penggunaan kata kerja operasional tidak hanya untuk mengukur tingkat kinerja saja, melainkan juga menggambarkan kompleksitas  pengetahuan yang terlibat didalam kinerja tersebut.
  • Berguna untuk memastikan keselarasan antara sasaran bahan ajar/instruksi, dokumen uji dan item penilaian.

Fungsi Taksonomi Bloom Revisi & Depth of Knowledge (DOK)

  • Penggabungan keduanya oleh Karin Hess’ Cognitive Rigor Matrix dapat digunakan untuk memetakan kedalaman Standar Isi (SI) maupun kompleksitas Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

 

Referensi:

  1.  Churches A, 2007, Edorigami, blooms taxonomy and digital approaches http://edorigami.wikispaces.com/Bloom%27s+and+ICT+tools.
  2.  Anderson, L.W., and D. Krathwohl (Eds.) (2001). A Taxonomy for Learning, Teaching and Assessing: a Revision of Bloom's Taxonomy of Educational Objectives. Longman, New York.
  3. Cruz, E. (2003). Bloom's revised taxonomy. In B. Hoffman (Ed.), Encyclopedia of Educational Technology. Retrieved February 13, 2008, from http://coe.sdsu.edu/eet/Articles/bloomrev/start.htm.
  4.  oz-TeacherNet. (2001). oz-TeacherNet: Teachers helping teachers: Revised Bloom's Taxonomy. Retrieved March 19, 2005 from http://rite.ed.qut.edu.au/ozteachernet/index.php?module=ContentExpress&func=display&ceid=29.
  5. Martin, J. (2001). Bloom's learning domains. In B. Hoffman (Ed.), Encyclopedia of Educational Technology. Retrieved February 13, 2008, from http://coe.sdsu.edu/eet/Articles/BloomsLD/start.htm.
  6.  Forehand, M. (2005). Bloom's taxonomy: Original and revised.. In M. Orey (Ed.), Emerging perspectives on learning, teaching, and technology. Retrieved <insert date>, from http://projects.coe.uga.edu/epltt/.
  7. Prensky, M (2001) Digital Natives, Digital Immigrants. NCB University Press, Vol. 9 No. 5, October 2001.
  8. Jukes I.J.Dosaj A (2006) Understanding Digital Children (Dks) Teaching & Learning in the New Digital Landscape, The InfoSavvy Group.
  9.  Rosenberg J (2008) our googley advice to students major in learning. Retrieved from http://googleblog.blogspot.com/2008/07/our-googley-advice-to-students-major-in.html
  10. Delors, J. (1998) UNESCO Report. “The four pillars of Education, Learning: The Treasure within”. http://www.unesco.org/delors/fourpil.htm.
  11. Churches A (2008) Welcome to the 21 st Century Retrieved from http://edorigami.wikispaces.com/21st+Century+Learners.
  12. Stevenson M (2007) Education 3.0 presentation notes. Cisco. Retrieved from http://tools.cisco.com/cmn/jsp/index.jsp?id=73088&redir=YES&userid=(none)
Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG