Alat Ukur Kerja Bengkel

Print
Category: Listrik & Elektronika
Last Updated on Monday, 27 April 2015 Published Date Written by Arie Eric R


 

Abstraksi

 Pada pengerjaan meksnik kerja proyek elektronika memerlukan pengetahuan dan ketrampilan tentang mempergunakan alat pemegang benda kerja, mempergunakan alat ukur benda kerja alat penanda benda kerja dengan benar, mempergunakan alat pemotong benda, mempergunakan alat penyerut benda kerja, mempergunakan alat pemotong benda kerja, mempergunakan alat pelubang benda kerja, mempergunakan alat pemukul benda kerja dan mempergunakan mesin bor benda kerja dengan benar.
Pada pengerjaan kerja proyek, tentunya memerlukan ketelitian sesuai dengan ukuran pada gambar kerja. Pengukuran dapat bagi berdasarkan nilai toleransi yang ditentukan, untuk pengukuran yang besar dengan toleransi besar diperlukan alat ukur seperti mistar lipat atau mistar gulung. Demikian pula untuk pengukuran dengan toleransi kecil dipergunakan alat ukur seperti jangka sorong, mistar pengukur tinggi,  mistar geser dan busur derajat.
Manfaat alat ukur kerja proyek ini yakni untuk memudahkan untuk mengetahui panjang, tebal, tinggi dan kedalaman bagian-bagian dari ukuran suatu benda yang akan dikerjakan pada proyek ini. Penggunaan alat ukur kerja bengkel ini harus sesuai dengan cara penggunaan dan keperuntukannya dengan benar. Alat ukur kerja bengkel ini telah ditera dan disesuaikan dengan standar alat ukur internasional, oleh sebab itu perlakukan alat ukur ini sesuai dengan cara kerjanya dan diletakan pada tempatnya yang sesuai. 
Kata kunci : pengerjaan kerja proyek, alat ukur kerja bengkel, toleransi

 

 1      Mistar Ukur

Mistar ukur adalah alat ukur untuk mengetahui nilai panjang, lebar, tinggi/ketebalan, dan kedalaman. Alat ini berbentuk pipih lurus dilengkapi dengan satuan ukuran metrik dan imperial. Mistar dengan satuan metrik berbasis pada satuan milimeter dan setengah milimeter, sedangkan mistar satuan imperial berbasis pada satuan inchi dengan pembagian 16, 32, atau  64 bagian. Jika dibagi dalam 16 bagian artinya harga satuan terkecil adalah  1/6", jika dibagi dalam 32 bagian maka satuan terkecil sama dengan 1/32" sedangkan jika dibagi dalam 64 bagian berarti satuan terkecil adalah 1/64".

      Mistar ukur terbuat dari logam (baja atau aluminium), plastik, formika, atau kayu. Untuk kerja bangku umumnya terbuat dari baja. Satu sisi mistar diberi satuan ukuran metrik dan sisi lain diberi satuan ukuran imperial, namun ada mistar yang hanya mencantumkan satu sistem ukuran pada salah satu sisinya, misalnya hanya metrik atau imperial. Panjang mistar antara 10 cm s.d. 1 meter, namun yang biasa digunakan di bengkel kerja bangku adalah mistar berskala ukur ganda dengan panjang 30 cm atau 12" (1foot). Bila diperlukan yang lebih panjang, tersedia pula mistar lipat dan mistar gulung (rol mistar).

Gambar 1.1 Model mistar baja berskala ganda (metrik dan imperial)

 

2      Mistar Lipat

Alat ukur ini dapat dilipat karena dilengkapi dengan sambungan pada setiap panjang tertentu, lipatan ini dinamakan bilah ukur. Meteran dengan jarak lipatan 10 cm akan terdapat 10 bilah ukur, sedangkan jarak lipatan 20 cm akan terdapat 5 bilah ukur.

Bahan meteran terbuat dari baja, aluminium, plastik, formika atau kayu. Sistem ukuran biasanya dipakai ke duanya (metrik dan imperial) tetapi tidak menutup kemungkinan hanya mencantumkan salah satu sistem ukuran.

 

Gambar 1.2 Mistar Lipat

 

3      Mistar Gulung (Rol Meter)

Dalam perkembangannya, meteran dibuat lebih panjang dari satu meter, bahkan ada yang sampai 100 m. Meteran semacam ini terbuat dari bahan serat nylon, kain, kulit atau lembaran plat baja tipis sehingga dapat digulung pada sebuah selubung, oleh karena itu dinamakan mistar/meteran gulung. Panjang meteran gulung yang terbuat dari plat baja antara 2 s.d. 10 m, meteran ini mempunyai konstruksi khusus yang dapat menggulung kembali secara otomatis, sedangkan meteran gulung kain/kulit panjangnya bisa mencapai 100 m tetapi tidak dapat menggulung secara otomatis.

Gambar 1.3 Mistar Gulung

4      Jangka Sorong

Jangka sorong adalah alat ukur yang ketelitiannya dapat mencapai seperseratus milimeter. Umumnya terbuat dari baja tahan karat. Terdiri dari dua bagian, bagian diam memuat skala ukur utama dalam sistem matrik dan imperial, dan bagian bergerak memuat skala ukur pembagi. Pembacaan hasil pengukuran sangat bergantung pada keahlian dan ketelitian pengguna maupun alat. Sebagian buatan terbaru sudah dilengkapi dengan display digital. Pada versi analog, umumnya tingkat ketelitian adalah 0.05 mm (19  mm dalam skala utama dibagi dalam 20 bagian dalam skala pembagi) untuk jangka sorong dibawah 30cm,  dan 0.01 untuk yang di atas 30cm.

 

 

 Gambar 1.4 Jangka Sorong

 

Keterangan Gambar:

1.    Pengukur ukuran luar

2.    Pengukur ukuran dalam

3.    Pengukur ukuran kedalaman

4.    Skala utama dalam Cm (metrik)

5.    Skala utama dalam Inchi (imperial)

6.    Skala geser (vernier/nonius) untuk sistem metrik

7.    Skala geser (vernier/nonius) untuk sistem imperial

8.    Kunci penahan balok geser

5      Busur Derajat (Protractor)

Busur derajat adalah alat yang dapat untuk mengukur dan membentuk sudut antara dua bidang permukaan benda kerja yang saling bertemu. Protractor sederhana biasanya terdiri dari cakram pipih separuh lingkaran berskala mulai dari 0o sampai dengan 180o dan bilah putar.

 Gambar 1.5 Busur Derajat (Protactor)

6      Pengukur Tinggi (Hight Gauge)

      Height gauge adalah sebuah alat pengukuran yang berfungsi mengukur tinggi benda terhadap suatu bidang acuan atau bisa juga untuk memberikan tanda goresan secara berulang terhadap benda kerja sebagai acuan dalam proses pengerjaan selanjutnya (permesinan). Dengan adanya kemajuan teknologi pengukur tinggi juga dikembangkan dari analog menjadi digital.

 

 Gambar 1.6 Pengukur Tinggi (Hight Gauge)

7      Mistar Geser

      Mistar geser terdiri dari dua bagian, bagian/bilah berskala ukur, skala ukur biasanya dalam metrik saja sepanjang 20 Cm, sedangkan bagian yang lain (stoper) bertanda strip, dimana posisi strip tersebut berada, disitulah besaran pengukuran diperoleh. Bagian lain adalah mur pengunci untuk mengunci/ mengikat kedua bagian mistar setelah diperoleh ukuran yang diinginkan.

Gambar 1.7 Mistar Geser


 Kesimpulan

Pada pengerjaan kerja proyek, tentunya memerlukan ketelitian sesuai dengan ukuran pada gambar kerja. Pengukuran dapat bagi berdasarkan nilai toleransi yang ditentukan, untuk pengukuran yang besar dengan toleransi besar diperlukan alat ukur seperti mistar lipat atau mistar gulung. Demikian pula untuk pengukuran dengan toleransi kecil dipergunakan alat ukur seperti jangka sorong, mistar pengukur tinggi,  mistar geser dan busur derajat.

Manfaat alat ukur kerja proyek ini yakni untuk memudahkan untuk mengetahui panjang, tebal, tinggi dan kedalaman bagian-bagian dari ukuran suatu benda yang akan dikerjakan pada proyek ini. Penggunaan alat ukur kerja bengkel ini harus sesuai dengan cara penggunaan dan keperuntukannya dengan benar. Alat ukur kerja bengkel ini telah ditera dan disesuaikan dengan standar alat ukur internasional, oleh sebab itu perlakukan alat ukur ini sesuai dengan cara kerjanya dan diletakan pada tempatnya uang sesuai.

Referensi

Anni Faridah, dkk. Teknik Pembentukan Pelat-jilid 2. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan,-Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah-Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

 

.............., Prakticher Lehrgang Spengler fuer Einfuehrungskurse und Betriebe, SSIV (Schweizerischer Spengler – und Installateur – Veband, Zuerich, 1984.

 

.............., Werkststtlehrgang fuer Spengler, SSIV (Schweizerischer Spengler – und Installateur – Veband, Zuerich, 1973.

 

 
Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG