OPERATIONAL AMPLIFIER PADA RANGKAIAN PENGUAT LINEAR

Print
Category: Listrik & Elektronika
Last Updated on Thursday, 30 April 2015 Published Date Written by Drs. Herry Sudjendro, M.T

Operational Amplifier pada rangkaian penguat linear

 

Oleh: Drs. Herry Sudjendro, M.T

 

Abstrak

 

Operational Amplifier merupakan penguat sangat operational danideal, Disebut penguat yang ideal   karena operational amplifier memiliki impedansi imput yang sangat tinggi,  impedansi output sangat rendah, penguatan tegangan cukup besar dan respon frekuensi penguat yang tinggi. Dengan memanfaatkan umpan balik luar (feedback), maka operational amplifier bekerja pada daerah linear.

                 Keyword: Operational Amplifier, penguat linier

 

1.    Pendahuluan

Op-Amp singkatan dari Operational Amplifier adalah sebuah rangkaian terintegrasi yang sangat operasional dan ideal. Op-amp memiliki sifat:

 a.                 -  Impedansi Input sangat tinggi,

 b.                -  Impedansi output = 0,

 c.                -  Penguatan openloop sangat tinggi, sekitaar 200.000 kali

 d.                -  Respon frekuensi yan g sangat lebar

Dengan demikian Op-Amp sangat mudah dirancang sebagai penguat linier seperti: pebguat inverting, non inverting, penjumlah, komparator.

 

 2.  Rangkaian Penguat Inverting

Rangkaian penguat inverting memiliki penguatan tegangan negatip yang besarnya ditentukan oleh perbandingan umpan balik luar (feedback) Rf dan Ri.

   Impedansi input Zi sangat tinggi , maka arus diferensial Id=0. Dengan demikian maka  Ii = Io. Sifat dari 

   penguat diferensial dari Op-amp adalah Vd=0, maka berlaku persamaan :

Tanda negative pada persamaan adalah menandakan antara input dan output memiliki beda  fasa 180o.

 

 3.    Rangkaian Penguat Non-Inverting

Rangkaian penguat non-inverting memiliki penguatan tegangan yang sefasa, tegangan output Vo merupakan perbandingan dari tahanan input Ri dan tahanan feedbak Rf.

 

Tegangan beda Vd mendekati nilai Nol, maka tegangan pada titik-titik input Vi dan tegangan pada Ri sama besarnya. Karena arus pada Rf dan Ri satu arah, maka seolah-olah Rf dan Ri adalah sebagai pembagi tegangan terhadap Vo. Sehingga tegangan pada titik input Vi bisa dihitung sebagai Vi= (Ri/(Ri+Rf))*Vo. Dengan demikian tegangan output Vo bisa dicari:

 

Karena Vo dan input se-fasa, maka beda fasa antara input dan output 0o

 

4.    Rangkaian Buffer

Rangkaian buffer atau penyangga sebenarnya adalah rangkaian non inverting dengan tahanan Ri nilainya tak terhingga karena open, sedangkan Rf nilainya sama dengan Nol karena hubung singkat.

 

 

 

 5.    Rangkaian Penguat Penjumlah Inverting

 Rangkaian penjumlah inverting adalah rangkaian yang menjumlahkan tegangan input Vi1 dan Vi2

 namun hasil penjumlahannya terbalik polaritasnya.

 

 

 

 

6.     Rangkaian Penguat Penjumlah Non – Inverting

Rangkaian penjumlah non inverting adalah rangkaian penjumlah dari input-input Vi1 dan Vi2, namun tegangan outputnya tidak membalik fasa. Apabila diatur Rf=(n-1)&Ri, maka tegangan output Vo adalah penjumlahan dari Vi1 dan Vi2.

 

                                    

 7.    Rangkaian Komparator

Rangkaian komparator atau dikenal dengan rangkaian penguat diferensial memiliki dua buah input Vi1 dan Vi2, serta satu output Vo. Rangkaian komparator ini akan membandingkan dua buah tegangan inputnya. Tegangan output Vo=0 Volt hanya pada saat tegangan input-input Vi1 dan Vi2 sama besar. Dan pada output akan menghasilkan tegangan selisih apabila tegangan Vi1 tidak sama dengan Vi2.

 

       KESIMPULAN:

 1.Op-Amp singkatan dari Operational Amplifier adalah sebuah rangkaian terintegrasi yang sangat operasional dan ideal.

 2.Rangkaian penguat inverting memiliki penguatan tegangan negatip yang besarnya ditentukan oleh perbandingan feedback Rf dan Ri

 3.Rangkaian penguat non-inverting memiliki penguatan tegangan yang sefasa, tegangan output Vo merupakan perbandingan dari tahanan input Ri dan tahanan feedbak Rf.

 4.Rangkaian buffer atau penyangga sebenarnya adalah rangkaian non inverting memiliki penguatan tegangan Vo/Vi =1

 5.Rangkaian penjumlah inverting adalah rangkaian yang menjumlahkan tegangan input Vi1 dan Vi2 namun hasil penjumlahannya terbalik polaritasnya

 6.Rangkaian penjumlah non inverting adalah rangkaian penjumlah dari input-input Vi1 dan Vi2, namun tegangan outputnya tidak membalik fasa

 7.Rangkaian komparator ini akan membandingkan dua buah tegangan inputnya. Tegangan output Vo=0 Volt hanya pada saat tegangan input-input Vi1 dan Vi2 sama besar

 

     DAFTAR PUSTAKA

 1.                   1. Walt Jung, “Op-Amp Application Hand Book”, Analog Devices, Inc. UK, 2005

 2.                   2. Hank Zumbahlen, “ Linear Circuit Design Handbook”, Analog Devices, Inc, UK, 2008

 

 

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG