Ohm-meter

Print
Category: Listrik & Elektronika
Last Updated on Monday, 25 May 2015 Published Date Written by Drs. Hendro Hermanto, MT.

Ohm-meter

Oleh : Hendro Hermanto, Widyaiswara PPPPTK BOE Malang

email : hendro@vedcmalang.or.id

Abstrak :

Pengukuran tahanan memerlukan sumber tegangan, karena tahanan tidak menguluarkan energi untuk menyimpangkan jarum. Pada prinsipnya pengukuran tahanan menggunakan prinsip pengukuran arus yang kemudian dikalibrasi sebagai nilai tahanan. Pada pengubahan jangkah pengukuran pada prinsipnya mengubah kemampuan mengukur arus dari amper meter. Skala pengukur tahanan memiliki nilai 0W pada sisi kanan (FSD=Full Scale Display) dan pada kiri penuh bernilai tak hingga ∞ dan pembagian skala menjadi tidak linier. Polaritas pada terminal ukur saat Ohm-meter memiliki kebalikan polaritas dibanding dengan yang tertulis.

Kata kunci : mengukur arus, Full Scale Display, skala tidak linier, polaritas terminal.

Prinsip Pengukuran Tahanan

Untuk mengukur nilai tahanan digunakanlah Ohm-meter. Prinsip pengukuran tahanan diperlihatkan pada Gambar 1 berikut ini. Tidak seperti pada Ampermeter ataupun oltmeter, rangkaian Ohm-meter tidak dapat neberima energi yang diperlukan untuk mengoperasikan pengukur dari komponen yang diukur. Pada Ohm-meter energi ini diperoleh suber tegangan yang disertakan, bisa dari sebuah baterai.

Gambar 1. Prinsip pengukuran tahanan

Pada prinsipnya meter pada rangkaian Gambar 1 mengukur arus yang mengalir pada rangkaian, kuat arus akan tergantung dari besar kecilnya tahanan Rx, tahanan yang diukur.

Sebelum melakukan pengukuran dilakukan inisialisasi dengan cara menghubung singkatkan terminal X dan Y, potensiometer R diatur sehingga jarum menyimpang penuh kekanan (FSD/Full Scale Display) pada Ampermeter. Pada saat arus pada nilai maksimum dan dengan tegangan baterai US konstan maka

.pada nilai minimum

Maka pada nilai maksimum ampermeter ditandai sebagai 0 (nol) pada skala tahanan. Pada saat terminal X – Y terbuka maka tidak ada arus mengalir dan

.pada nilai tak terhingga ( ∞ )

 

Gambar 2. Skala amper meter dan Ohm meter

Misal mili amper meter yang digunakan memiliki simpangan penuh 10µA dan tegangan baterai 1,5V, maka jika dipasang RX dengan nilai tertentu dan menyebabkan simpangan jarum 50% atau menunjuk 5µA maka besarnya RX sebagai berikut :

Besar tahanan R saat X – Y hubung singkat

Maka arus saat RX terpasang pada X - Y

Maka pada skala B pada panel meter Gambar 2 dapat ditulis dengan 150kΩ.

Jika RX menyebabkan jarum menunjuk 2,5µA maka

Jika RX menyebabkan jarum menunjuk 7,5µA maka

Maka pada skala A pada panel meter Gambar 2 dapat ditulis dengan 450kΩ dan C dengan 50kΩ.

Gambar 3. Perubahan skala dari arus ke tahanan

Multilikasi Batas Ukur

Dengan mengubah kemampuan ukur mikro amper meter dari 10µA FSD ke 100µA maka besarnya RX saat penunjukkan 50% adalah

Besar tahanan R saat X – Y hubung singkat

Maka arus saat RX terpasang pada X - Y

Maka pada skala B pada panel meter Gambar 2 dapat ditulis dengan 15kΩ.

Dengan mengubah kemampuan ukur mikro amper meter dari 10µA FSD ke 1000µA (1mA) maka besarnya RX saat penunjukkan 50% adalah

Besar tahanan R saat X – Y hubung singkat

Maka arus saat RX terpasang pada X - Y

Maka pada skala B pada panel meter Gambar 2 dapat ditulis dengan 1,5kΩ.

Gambar 4. Skala alat ukur tahanan dengan 3 multiplikasi jangkah pengukuran

Skala mili amper meter dapat diubah menjadi skala Ohm meter, dengan cara yang telah diuraikan, skala dapat dibuat lebih detail seperti contoh pada Gambar 5 berikut ini. Dari perhitungan dan kenyataan, pada simpangan penuh kekanan sebagai 0W dan kiri penuh bernilai takhingga, maka skala Ohm-meter tidak linier. Pengukuran-pengukuran akan memiliki akurasi tinggi bila jarum pada simpangan diatas 60%.

Gambar 5. Skala sebuah Multimeter pada Skala Ohm-meter

Gambar 6. Sebuah contoh skema rangkaian bagian Ohm-meter

Gambar 6 memperlihatkan contoh skema rangkaian Multimeter pada posisi Ohm-meter, terlihat pergantian jangkah ukur dengan mengubah tahanan yang tersambung paralel dengan meter.

Keamanan Alat Ukur

Alat ukur pada posisi Ohm-meter menggunakan baterai didalamnya, saat tidak digunakan tetapkan selektor pada OFF atau kalau tidak ada letakkan pada ACV batas ukur tertinggi.

Pemasangan polaritas baterai didalam tidak mencerminkan polaritas pada colok alok alat ukur, pada colok alat ukur berwarna merah dan tergambar simbol +, pada posisi Ohm-meter terminal ini memiliki tegangan dengan polaritas +. Hal ini dikarenakan untuk pengukuran lain (Arus dan Tegangan) dan pada saat Ohm-meter diperlukan baterai sehingga simpangan jarum tetap sesuai polaritas meter (berarus menyimpang kekanan).

Kesimpulan

Ohm-meter memerlukan sumber tegangan untuk menggerakkan jarum karena tahanan yang diukur tidak mengeluarkan energi yang mampu untuk menggerakkan jarum. Setiap kali akan mengukur harus dilakukan kalibrasi terlebih dahulu, dengan menghubungsingkat colok ukur dan mengatur zero adjustment, juga setiap kali mengubah jangkah ukur. Tegangan pada terminal ukur saat posisi Ohm-meter berpolaritas berbalikan dengan tanda pada terminal tersebut.

 

Daftar Pustaka

Bird John, Electrical and Electronic Principles and Technology, Published by Elsevier Ltd. Burlington, USA, 2007

Veley F Victor,AC/DC Electricity and Electronics Made Easy, TAB BOOKS Inc., Blue Ridge Summit,PA, 1981

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG